spot_imgspot_img
Minggu 11 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8194

Siska Mulai Berubah Setelah Kehilangan Uang

0
Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Hendra Virmanto. (FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Siska Nur Azizah (21) warga Dusun Legok-1 Desa Indragiri Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis Mahasiswi UPI Bandung mulai berubah penampilanya sejak kehilangan uang dikontrakan di Bandung.

“Setelah kehilangan uang sebesar Rp5 juta Siska yang awalnya ngontrak di Ledeng pindah ke kontrakan di Gegerkalong,” kata Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Hendra Virmanto, Senin (15/5/2018).

Setelah kehilangan dan pindah kontrakan, kata dia, Siska mulai menunjukan perilaku yang tidak seperti biasanya.

“Mulai saat itu sampai diamankan oleh Polisi di Komplek Masjid Brimob, penampilan Siska sangat berbeda dibanding saat masih sekolah di Ciamis,” kata dia.

BACA JUGA:

Bey Machmudin Berduka Atas Kecelakaan Bus di Subang

Saat masih sekolah, kata Hendda, Siska cukup pendiam dan jarang berinteraksi dengan teman-teman sekolahnya.

“Siska ini jarang bergaul, tidak seperti anak seumurannya,” ungkap dia.

Sementara itu Kepala SMKN-1 Ciamis Ika Karniati mengakui bahwa Siska salah satu alumni lulusan tahun 2015 jurusan multi media.

“Saat di sekolah memang Siska aktif di IRMA dan selama sekolah anaknya baik, agamanya kuat dan cerdas,” jelasnya.

(Husen Maharaja/LIN)

Teknologi Informasi Jadi Langkah Preventif Cegah Aksi Terorisme

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Teror bom selama dua hari yang terjadi di Surabaya, ke depan bisa dicegah melalui sejumlah upaya preventif. Salah satunya pemanfaatan teknologi informasi.

Salah satunya dengan memanfaatkan Closed Circuit Television (CCTV).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Jawa Barat Hening Widiatmoko menilai bahwa pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sangat penting.

“Pemerintah bisa memantau aktivitas sosial masyarakat melalui pendekatan teknologi video (CCTV). Ini bagian dari upaya preventif,” kata Hening di Gedung Sate, Senin (14/5/2018).

Menurut dia, kamera video bisa menjadi dokumentasi otentik untuk membantu penegak hukum. Bahkan bisa menjadi bukti untuk menjerat para pelaku terorisme.

“Bahkan gerak-gerik yang dihasilkan video bisa dianalisas untuk mengetahui motif para pelaku terorisme. Bisa juga memperkirakan target palaku selanjutnya,” jelas dia.

Dia berharap peran aktif masyarakat untuk melaporkan kepada pemerintah dan kepolisian jika ada kegiatan yang mencurigakan. Termasuk konten provokasi dalam jejaring media sosial.

Hening menyebut bahwa medsos sangat rentan digunakan sebagai media untuk menyebarkan paham radikalisme.

Adapun Diskominfo Jabar akan lebih gencar sosialisasi bahaya terorisme dan hoax.

“Harus selalu waspada karena medsos sering dipakai untuk mengajak aksi radikal dan menciptakan bibit terorisme. Bisa melapor ke kelompok informasi masyarakat (KIM) yang dikelola Kemenkominfo,” beber Hening.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jabar Telematika Aliyas mengatakan, penerapan smart city di daerah bisa menjadi solusi preventif persoalan keamanan. Pengoperasian CCTV menjadi salah satu bentuk aplikasinya yang memberikan keuntungan bagi pemerintah dalam memantau dan mencegah kejadian yang bisa berakibat korban jiwa seperti tindakan terorisme.

“CCTV itu bisa jadi sensor terutama di perbatasan kabupaten/kota. Kalau ada smart CCTV kita bisa melihat pergerakan manusia atau segala sesuatu yang janggal. Ini bisa secara preventif dilakukan melalui command center kabupaten/kota. Ini cara deteksi tingkat preventif tindakan terorisme,” jelas dia.

(LIN)

Tangkal Teroris, Solihin Imbau Warga Bandung Jaga Persaudaraan

0
Penjabat Wali Kota Bandung, M Solihin. (FOKUSJabar/Ageng)
BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh kasus teror bom yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018) kemarin.

Secara khusus, Penjabat Wali Kota Bandung Muhamad Solihin meminta warga Kota Bandung tetap menjaga nilai persatuan dan nilai-nilai toleransi antar sesama.

“Warga Kota Badung harus tetap menjaga sikap saling toleransi dan memperkuat persaudaraan. Itu menjadi salah satu kunci kokoh dalam hidup,” kata Solihin dj Balai Kota Bandung, Jalan Wastu Kencana, Kota Bandung, Senin (14/5/2018).

Pihaknya mengimbau warga Bandung tetap menjaga kebersamaan dan persaudaraan antar sesama.

Lebih lanjut Solihin mengaku sangat prihatin dengan teror bom di Surabaya. Dia punya keyakinan warga Bandung tidak akan terpengaruh faham-faham radikalisme dan terorisme yang melatarbelakangi teror bom di tiga lokasi di Jawa Timur. Termasuk teror bom yang terjadi di Mapolrestabes Surabaya Senin (14/5/2018) pagi tadi.

“Pelaku teror itu biasanya tidak berinteraksi dengan masyarakat dan lingkungan, sehingga berani melakukan hal yang negatif. Teroris itu pengetahuannya rendah,” tegasnya.

(Ageng/LIN)

Kutuk Aksi Teroris, Nasdem Gelar Apel Siaga Serentak di Seluruh Indonesia

0
(FOKUSJabar/Budi)
BANDUNG, FOKUSJabar. co. id: Partai Nasional Demokrat (Nasdem) mengutuk aksi teror bom di Surabaya. Merespon hal tersebut, Nasdem menggelar apel siaga serentak di seluruh Indonesia.

“Dalam hal ini Nasdem secara keseluruhan melakukan apel siaga untuk mengutuk apa yang dilakukan para teroris,” kata Ketua DPW NasDem Jabar Saan Mustofa seusai melaksanakan apel di Jalan Cipaganti Kota Bandung,  Senin (13/5/2018).

Menurut dia, aksi teror di Surabaya merupakan kejadian yang harus disikapi dengan sangat serius. Mengingat aksi teror yang dilakukan secara beruntun dengan target tempat-tempat ibadah dan kantor kepolisian.

“Suasana keprihatinan dengan aksi-aksi teroris yang  luar biasa. Belum selesai ingatan kita di Mako Brimob, kemarin ada aksi bom di Surabaya, belum lagi hari ini terjadi bom lagi Mapolres Surabaya. Menurut saya ini adalah peristiwa yang harus mendapatkan perhatian sangat serius dari pemerintah, terutama dari aparat negara,” jelas dia.

Saan pun memohon kepada Badan Intelejen Negara (BIN) dapat memaksimalkan perannya untuk mengantisipasi terjadinya hal yang sangat mengganggu keamanan dan kenyamanan bangsa Indonesia.

Saan juga menegaskan,  negara harus bisa menghadirkan dan menjamin keamanan bagi seluruh warga negara. Aksi teroris di Surabaya tidak bisa ditolelir dan harus ada tindakan yang benar-benar nyata.

“Harus ada kepastian keamanan dengan cara tindakan-tindakan yang nyata yang lebih menyeluruh untuk mengakhiri segala jenis teror yang dilakukan kepada seluruh warga negara yang ada di indonesia ini,” tukasnya.

(Budi/LIN)

Siaga I, Iwa Perintahkan Peningkatan Keamanan

0
BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Provinsi Jawa Barat meningkatkan status penjagaan keamanan di Gedung Sate dan semua perkantoran Pemprov Jabar menjadi siaga I, Senin (14/5/2018).

Hal itu menyusul rentetan teror yang terjadi di Surabaya, hingga Mako Brimob beberapa waktu lalu.

“Kami memerintahkan peningkatan keamanan, Siaga 1. Setiap ada orang yang mau masuk gedung pemerintahan, akan ada pemeriksaan dan pengecekan sesuai protab,” kata Sekda Jabar  Iwa Karniwa seusai memimpin apel pengamanan di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (14/5/2018).

Hal serupa pun akan dilakukan terhadap semua kantor dinas dan badan lainnya di Jawa Barat. Ke depan, kata dia, akan memasang metal detector untuk memeriksa barang bawaan pengunjung atau tamu.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, kata Iwa, sudah menyatakan bahwa 1.000 ASN Pemprov Jabar bersama masyarakat siap merapatkan barisan untuk tetap waspada dan menjaga keamanan wilayah, termasuk instansi vital di Jabar dan Gedung Sate.

“Kami akan memaksimalkan fungsi Command Center untuk memantau per detik, sekaligus memantau berbagai pergerakan yang mencurigakan,” jelas dia.

Lebih lanjut Iwa pun mengungkapkan duka mendalam kepada para korban rangkaian serangan teror di Mako Brimob Depok dan tiga gereja serta Mapolrestabes Surabaya.

“Kami atas nama pemerintah, menyampaikan duka cita yang mendalam kepada para korban yang tidak berdosa di Surabaya dan Depok. Kami prihatin dan mengutuk perbuatan yang menimbulkan banyak korban jiwa dan luka,” kata Iwa.

Pemerintah bersama aparat penegak hukum, kata Iwa, harus merapatkan barisan untuk mengendalikan situasi keamanan dan memberantas terorisme sampai ke akarnya.

Semua masyarakat Indonesia, khususnya Jabar harus meningkatkan kewaspadaan nasional, sekaligua memberikan pengamanan, salah satunya dengan ikut serta mengawasi orang yang tidak dikenal di wilayahnya. Siskamling pun harus diberlakukan kembali.

(LIN)

Asyik Berpeluang Besar Dapat Swing Votter

0
Pengamat politik dan ilmu pemerintahan UNPAD, Asep Warlan. (foto web

PKS Mesin Partai Paling Efektif

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 semakin sengit. Empat pasangan calon berebut swing votter yang jumlahnya masih 30 persen.

Dua pasangan calon yang saat ini menduduki urutan pertama dan kedua versi lembaga survei yaitu paslon Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi dan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.

Kendati begitu, keduanya belum tentu memenangkan ‘pertarungan’ di Pilgub Jabar.

Pakar Politik dari Unpar Asep Warlan Yusuf mengatakan, seperti Pilgub 2008 dan 2013 yang menjadi pemenang justru paslon yang tidak diunggulkan di survei.

Apalagi, kata Asep, pemilih mengambang masih di angka 30 persen dan diperebutkan semua calon.

Menurut dia, Pilgub menjadi ajang perang strategi masing-masing paslon untuk meyakinkan pemilih mengambang (swing vottet). Sebab bisa jadi swing votter ini menjadi penentu kemenangan.

Asep menyebut bahwa pasangan paling berpotensi mendapatkan raihan suara swing votter adalah pasangan Sudrajat-Syaikhu (Asyik). Sebab, kata dia, partai pengusung, yakni PKS adalah partai dengan mesin partai paling efektif.

Bahkan PKS masih sangat efektif dan belum ditandingi mesin partai lainnya. Dengan doktrin memilih pemimpin sebagai ibadah, mesin PKS mamou bergerak massif tanpa logistik sekalipun.

“Ini terbukti dalam Pilgub Jabar 2008 dan 2013 lalu, mesin PKS sangat efektif dan akhirnya menang. Kondisi serupa pun terjadi di Pilgub DKI lalu,” kata dia.

Asyik yang didukung PKS, Gerindra dan PAN, kata Asep, berpeluang menjadi pemenang Pilgub Jabar 2018. Meski sejumlah lembaga survei menempatkan elektabilitas pasanhan itu di posisi ketiga.
Tetapi itu harus tetap diwaspadai pasangan Cagub-Cawagub lainnya.

“Jadi buat pasangan lain jangan terlena dengan laporan-laporan hasil survei karena geraknya mesin PKS ini dibarengi fanatisme dan mereka bekerja sangat serius. Jangan terlena karena bisa saja suara yang telah diraih itu sebenarnya hanya sepersekian persennya dari total pemilih di Jabar,” kata dia.

Lebih lanjut Asep menjelaskan, swing votter terbagi tiga kategori, yakni calon pemilih yang belum mengetahui data kandidat, kemudian tidak berafiliasi secara politik dan terakhir calon pemilih ini sebenarnya sudah menetapkan pilihannya, namun tidak dinyatakan secara terbuka.

“Saat ini, jumlah swing votters di Pilgub Jabar saya prediksi masih besar di atas 30 persen dari total DPT (daftar pemilih tetap) sekitar 31 juta. Jelang pencoblosan nanti, mungkim jumlahnya akan berkurang hingga 10 persen,” tuturnya.

Sementara itu ketua bidang hubungan masyarakat (Humas) DPP PKS Ledia Amaliah Hanifah mengatakan, mesin partai sudah bergerak menangkan paslon yang diusungnya.

Bahkan calon legislatif DPRD Provinsi, Kabupaten/kota dan DPR RI PKS dan Gerindra khususnya sudah mengampanyekan Asyik.

“Semua caleg sudah konsolidasi di daerah pemilihannya masing-masing dengan biaya mereka sendiri,” ucap Ledia beberapa waktu lalu.

Tidak hanya itu, sebagian daerag, baik PKS dan Gerindra dibantu PAN sudah melakukan pelatihan saksi. Hal itu dilakukan agar tidak ada satu TPS pun yang kosong saksi.

“Belum lagi relawan dan simpatisan partai sudah bergerak di semua kabupaten/kota di Jawa Barat, urusan mesin partai, PKS terus bergerak hingga waktu pencoblosan nanti,” ungkap dia.

(LIN)

Saan: Pemerintah dan Aparat Harus Bisa Menjamin Rasa Aman Bagi Masyarakat

0
ilustrasi (web)
BANDUNG, FOKUSJabar. co. id: Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Barat Saan Mustofa meminta pemerintah dan aparat negara bisa menjamin rasa aman terhadap seluruh masyarakat Indonesia.

Demikian dikatakan Saan menanggapi pengeboman yang terjadi di Surbaya, kemarin.

“Jangan dibuat negara  dalam keadaan tidak aman. Kita ingin masyarakat tidak berada dalam suasana ketakutan, maka jaminan keamanan menjadi bagian yang amat sangat penting yang harus diberikan oleh pemerintah,” kata dia di Kantor DPW NasDem, Jalan Cipaganti Bandung, Senin (13/5/2018).

Saan pun memohon kepada Badan Intelejen Negara (BIN) agar bisa memaksimalkan perannya untuk mengantisipasi terjadinya hal yang sangat mengganggu keamanan dan kenyamanan bangsa Indonesia.

“Dan kita memohon kepada BIN untuk bisa mengantisipasi segala jenis tindakan teror yang akan dilakukan oleh para teroris tersebut,” kata dia.

Dia menegaskan bahwa negara harus bisa menghadirkan dan menjamin keamanan bagi seluruh warga negara. Aksi teroris di Surabaya tidak bisa ditolelir dan harus ada tindakan yang benar-benar nyata.

“Harus ada kepastian keamanan dengan tindakan-tindakan nyata yang lebih menyeluruh untuk mengakhiri segala jenis teror yang dilakukan kepada seluruh warga negara yang ada di indonesia ini,” tukasnya.

(Budi/LIN)