spot_imgspot_img
Minggu 11 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8195

Implementasikan Kepgub Soal Pita Lebar, Jabar Tel Siap Bangun 3 Ribu Kilometer

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kepala Dinas Kominfo Jabar Hening Widiatmoko menyebut bahwa Jabar jauh lebih maju dari daerah di luar Jawa. Hal itu terbukti dengan banyaknya dari luar Jawa yang belajar ke Jabar terkait teknologi informasi.

“Artinya kita sudah dihargai karena memang kita lebih siap. Namun itu tidak cukup, sebab infrastruktur harus terus dibenahi, terlebih itu sebagai pertahanan,” kata Hening dalama ‘Workshop Smart City’ di Gedung Sate Bandung, Senin (14/5/2018).

Artinya, jika tidak ada infrastruktur akan percuma, karena tidak punya pilar yang kuat.

Untuk 27 kabupaten/kota saat ini memang sudah sangat dan sudah perlu menyiapkan smart city yang baik. Adapun kabupaten yang punya masalah, yakni karena luasnya wilayah.

“Mau bangun infrastruktur pakai kabel terlalu mahal, begitupun jika menggunakan wireles pun masih terbatas. Saya pikir untuk kabupaten di Jabar prioritaskan di kantor saja sudah bagus untuk tahap awal dibanding provinsi lain,” kata dia.

Menurut dia banyak kota-kota di Jabar yang sudah maju dan menerapkan konsep smart city, seperti Depok, Kota Bogor, Kota Cirebon, Indramayu dan Kota Bandung.

Pihaknya berharap kabupaten yang belum maju bisa digandeng, dan Jabar Telematika sudah punya skema. Adapun kerjasama yang dijalin dengan Kuningan, Cirebon, menjadi langkah maju.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jabar Tel Aliyas menyebut bahwa Workshop Smart City sebagai langkah awal implementasi Kepgub terkait rencana pita lebar (jaringan perekonomian).

“Kami bangun jalur di jalan-jalan provinsi dengan kerjasama pemerintah daerah, dengan begitu, integrasi akan tercapai dengan inner city, kerjasama dnegan BUMD. Intinya bagaimana mengintegrasikan infrastruktur di daerah dengan kabupaten/kota,”kata dia.

Integrasi antar infrastruktur yang dibangun oleh provinsi dan pemerintah kabupaten/kota direncanakan ada 3 ribu kilometer dalam 5 tahun.

Adapun target yang sesuai dengan DED Diskominfo ada 3 ribu kilometer dalam lima tahun ke depan.

Nanti bertahap per tahuhn 400 kilometer. Pihaknya pun menyebut bahwa dalam waktu dekat ada investor yang membangun infrastruktur.

“Kebutuhan awal Rp500 milyar dibagi dalam 5 tahun,” kata dia.

(LIN)

Pelaku Bom Gereja Satu Jaringan JAD

0
bom
Foto: web

SURABAYA, FOKUSJabar.id: Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyatakan aksi teror bom di Jawa Timur dilakukan oleh jaringan JAD sel Surabaya yang dipimpin oleh Dita.

Bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya pada Minggu (13/5) pagi dilakukan oleh satu keluarga yang dipimpin Dita dengan istri dan empat orang anaknya. Dita ini adalah pimpinan JAD sel Surabaya. Kemudian pada malam harinya ada ledakan di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo di hunian milik Anton.

“Pelaku Anton ini merupakan teman dekat saudara Dita pelaku bom bunuh diri di Gereja di Jl Arjuna. Mereka aktif berhubungan dan pernah berkunjung ke lapas napi terorisme tahun 2016,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam konferensi pers di Mapora Jatim, Seperti dilansir Detik, Senin (14/5/2018).

BACA JUGA: Diduga Perakit Bom Medan, Kakak Beradik Ini Diamankan Polisi

Bom yang sedang dipersiapkan Anton meledak sebelum penyerangan. Bom yang ada di rusunawa Anton mirip dengan bom yang belum sempat meledak di gereja Surabaya. Anton bersama istri dan seorang anaknya meninggal sedangkan tiga anaknya selamat masih dirawat di RS Siti Khadijah Sidoarjo.

Pada Senin pagi ini ada ledakan lagi di Mapolresta Surabaya. Dua motor yang membawa lima orang satu keluarga diledakkan di halaman Mapolresta Surabaya. Akibat kejadian ini ayah, ibu dan dua anak meninggal, satu anak lagi yang masih kecil selamat karena terlempar.

“Empat orang meninggal tapi anak itu terlempar masih selamat,” kata Kapolri.

Akibat aksi teror ini empat orang polisi dan enam warga jadi korban luka-luka. Kapolri mengungkap aksi ini dilakukan kelompok yang sama.

(Agung)

Bekuk 5 Anggota Teroris Surabaya, Polisi Temukan Bom Pipa

0
ilustrasi (web)

SURABAYA, FOKUSJabar.id: Tim Densus 88 menahan 5 orang terduga anggota jaringan teroris pascaserangan bom di 3 gereja di Surabaya dan rusunawa di Sidoarjo, Jawa Timur. Satu diantaranya tokoh penting.

“Tim saya perintahkan melakukan pengejaran kelompoknya, sampai subuh tadi ada 5 orang ditangkap. Di antaranya Budi Satrio, tokoh penting kedua setelah Dita (Dita Oepriarto)” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam jumpa pers di Surabaya, Jawa Timur, seperti dilansir Detik, Senin (14/5/2018).

Dita Oepriarto merupakan pelaku bom gereja di Surabaya. Sedangkan Budi Satrio tewas setelah ditembak polisi karena melawan.

Tito menambahkan pihaknya menemukan bom pipa dari lima orang itu. Jenis bom itu sama dengan bom yang ditemukan di Surabaya.

“Di 5 orang ini ditemukan bom yang sama, bom pipa,” tambahnya.

(Agung)

4 Pengebom Polrestabes Surabaya Tewas

0
Foto : web

SURABAYA, FOKUSJabar.id : Polisi menyatakan 4 pelaku pengeboman Mapolrestabes Surabaya tewas. Pelaku mendatangi Mapolrestabes dengan mengendarai 2 sepeda motor.

” Tetapi identitas masih kita lakukan identifikasi mencocokkan semua data-data itu,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Magera di Mapolda Jatim, seperti dilansir Detik, Senin (14/5/2018).

Barung mengatakan Keempat pelaku teror menggunakan dua sepeda motor dengan nopol L-6629-NN dan L-3559-G.

“Mereka datang secara beriringan,” jelas Barung.

Terkait satu anak yang terluka dalam insiden itu, Barung menjelaskan, korban adalah anak pelaku. Dan saat ini anak itu mendapat perawatan di RS PHC.

“Nama anak kita dapatkan dari pakaian dalam yang bersangkutan,” tambahnya.

(Agung)

Pelaku Bom Mapolrestabes Surabaya Diduga Satu Keluarga

0
foto: web

SURABAYA, FOKUSJabar.id: Korban Ledakan bom di depan gerbang pos jaga Mapolrestabes bertambah menjadi  10 korban. Pelaku diduga satu keluarga yang berboncengan dua motor.

“Pelaku satu keluarga. Anak kecil yang sempoyongan itu anak pelaku,” ujar seorang perwira di kepolisian seperti dilansir Detik, Senin (14/5/2018).

Sumber yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, anak kecil berjenis kelamin perempuan itu masih di rumah sakit dan kondisinya kritis.

Saat motor ini berada di depan gerbang pos pemeriksaan, sejumlah polisi menghentikannya dengan maksud melakukan pemeriksaan. Namun tiba-tiba terjadi ledakan dan korban berjatuhan.

Saat bom meledak, di lokasi juga ada mobil warga yang hendak masuk ke Mapolrestabes Surabaya. Mereka turut menjadi korban dalam peristiwa ini.

Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait informasi ini. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal belum merespons.

(Agung)

Mapolrestabes Surabaya Dibom, 4 Polisi dan 6 Warga jadi Korban

0
ilustrasi (web)

SURABAYA, FOKUSJabar.id: Serangan bom kembali terjadi, kali ini Polrestabes Surabaya di Jalan Sikatan Nomor 1. Kejadian sekitar pukul 08.50 WIB, Senin (14/5/2018). Empat polisi menjadi korban dan enam warga lainnya

“Masyarakat yang terluka yang akan meminta pelayanan polisi ada 6. Saya akan update nanti,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Frans Barung Mangera dalam jumpa pers, seperti dilansir Detik.

“Ada 4 polisi kita rujuk ke RS, 6 dari masyarakat,” imbuh Frans.

Frans juga menjelaskan serangan itu terjadi di luar markas Polrestabes Surabaya. Ledakan terjadi di plang masuk pos penjagaan.

“Di luar areal, di luar Mako, sebelum penjagaan itu kemudian ada plang masuk. Ketika Anda masuk ke Polda, ada tidak plangnya? Di situlah ledakan itu,” jelas dia.

(Agung)

Jabar Telematika Siap Garap Infrastruktur Smart City

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: PT Jabar Telamatika (Jabar Tel) siap menggarap pembenahan infrastruktur jaringan telekomunikasi dan sistem informasi di daerah yang mengembangkan konsep smart city.

Direktur Utama PT Jabar Tel Aliyas mengatakan bahwa saat ini penataan infrastruktur smart city di Jabar dan sejumlah wilayah di Indonesia kurang terintegrasi.

Sementara konsep tersebut mewajibkan peningkatan kualitas dan pelayanan tata kelola pemerintahan infrastruktur jaringan telekomunikasi dan sistem informasi berbasis TI yang optimal.

“Penataan ini mendesak, bukan saja dalam kontel kelancaran dan keamanan komunikasi. Tetapi juga terkait perannya mendorong pertumbuhan ekonomi. Setidaknya transaksi ekonomi lebih mudah dan murah, pelayanan publik lebih cepat, arus produkai dan perdagangan pun semakin meningkat, ” kata Aliyas dalam Workshop Smart City di Gedung Sate, Bandung, Senin (14/5/2018).

Dia berharap workshop yang digelar bisa menjadi program yang berkelanjutan, mengingat akan dilakukan pemilihan kabupaten/kota di Jabar yang sudah mengimplementasika program smart citu bertahap.

“Penentuan kabupaten/kota di Jabar akan ditentukan oleh tim Smart City yanf independen dab profeaional di bidangnya,” kata dia.

Sebagai wujud sokongan terhadap program smart city itu, anak perusahaan BUMD PT Jasa Sarana ini memastikan akan segera memulai pembangunan saluran serat optic bersama (Ducting Bersama) yang menghubungkan 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, sepanjang ± 3.000 km.

“Ini dilakukan secara bertahap selama 5 tahun oleh kami,” paparnya.

Dia pun memastikan saluran serat optic sebagai salah satu infrastruktur pendukung terwujudnya smart city di Jabar.

Dalam workshop tersebut juga dilakukan penandatanganan kerjasama pembangunan infrastruktur pasif di wilayah Kota Cirebon dan Kota Bandung (inner city).

Kerjasama tersebut melengkapi konsesi yang sudah dimiliki PT. Jabar Telematika sebelumnya (wilayah Bandung raya dan Kabupaten Kuningan). DED (Detailed Enginering Design) saluran serat optic bersama di Bandung Raya sudah dibuat 2016 lalu oleh Diskominfo Jabar.

“Selanjutnya adalah fase pembangunan dan pengelolaan saluran serat optic bersama oleh PT. JabarTelematika,” kata dia.

(LIN)