spot_imgspot_img
Minggu 11 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8193

Jelang Porda Jabar XIII, Kebugaran Atlet Kota Bandung Kategori Cukup

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Tingkat kebugaran atlet-atlet yang berada dalam Pemusatan Latihan Cabang (Pelatcab) Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar XIII tahun 2018 Kota Bandung, secara umum, masih dalam kategori sedang atau cukup.

Hal tersebut berdasarkan hasil pelaksanaan tes fisik atlet di laboratorium Sport Science Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), beberapa waktu lalu.

“Hasil dari tes fisik tersebut terbagi dua kelompok yakni kondisi fisik secara spesifik kecabangan serta secara umum. Secara umum, tingkat kebugaran atlet secara umum masih dalam kategori sedang atau cukup,” ujar Ketua Sport Sciene Laboratory FPOK UPI, Agus Rusdiyana saat ditemui di sela-sela Workshop Pelatihan Olahraga Kota Bandung ‘Revitalisasi Iptek Olahraga Menuju Bandung Juara pada Porda Jabar XIII’ di New Naripan Hotel, Jalan Naripan Kota Bandung, Senin (14/5/2018).

Agus menuturkan, untuk menghadapi Porda Jabar XIII yang akan digelar Oktober 2018, masih ada waktu sekitar empat bulan kedepan untuk meningkatkan kebugaran atau kondisi fisik atlet. Bahkan dari hasil pelaksanaan tes fisik, masih ada atlet di beberapa cabang olahraga yang masih membutuhkan peningkatan dari sisi VO2Max atau tingkat kebugaran.

“Memang ada atlet di beberapa cabang olahraga yang capaian VO2Max mereka masih dibwah rata-rata dan perlu ada peningkatan. Dan secara teori, peningkatan tingkat kebugaran atlet-atlet ini dalam empat bulan kedepan maksimal 20 persen,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya menyarankan untuk secepatnya dilakukan training center (TC) atau pelatihan terpusat untuk bisa meningkatkan performa fisik para atlet. Dengan demikian, para atlet ini bisa tampil dengan kondisi prima pada saat ‘bertarung’ di ajang Porda Jabar XIII pada Oktober 2018 mendatang.

Selain itu, pihaknya pun belum memiliki data terkait cabang olahraga unggulan di Kota Bandung yang diprediksi mendulang banyak medali emas. Pasalnya, untuk atlet-atlet yang diprediksi meraih medali emas dibutuhkan sebuah penanganan khusus dalam meningkatkan kondisi fisik mereka.

“Karena belum ada TC, kondisi fisik atlet Kota Bandung ini masih dalam tahap yang wajar dalam kategori sedang atau cukup. Ini akan menjadi bekal awal bagi setiap pelatih dalam penyusunan program latihan untuk meningkatkan kondisi fisik atlet, terutama kalau sudah ada pelaksanaan TC. Kondisi fisik atlet yang prima, akan berpengaruh pada performa mereka saat bertanding,” tegasnya.

(ageng/bam’s)

Dispora Bareng KONI Kota Bandung Hadirkan Workshop Terkait Iptek Olahraga

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Kegiatan Workshop Pelatihan Olahraga Kota Bandung ‘Revitalisasi Iptek Olahraga Menuju Bandung Juara pada Porda Jabar XIII’ yang digelar di New Naripan Hotel, Jalan Naripan Kota Bandung, Senin (14/5/2018), menjadi kolaborasi antara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung.

Kegiatan workshop digelar sebagai upaya pemerintah dalam memfasilitasi peningkatan kualitas pelatih cabang olahraga.

” Terutama saat ini Kota Bandung sedang mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar XIII di Kabupaten Bogor. Kami dari perwakilan pemerintah hadir untuk mendukung target Bandung Juara di ajang multieven olahraga empat tahunan di Jabar ini. Apalagi Dispora dan KONI Kota Bandung sudah bermitra dengan sangat baik,” ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Infrastruktur Olahraga Dispora Kota Bandung, Dasep Ruswana saat ditemui di sela-sela workshop, Senin (14/5/2018).

Dasep menambahkan, pelatih menjadi salah satu hal yang penting dalam menciptakan prestasi di bidang olahraga. Di tangan para pelatih yang berkualitas, akan terlahir atlet yang berprestasi melalui program pelatihan yang sudah direncanakan dan disiapkan oleh pelatih yang bersangkutan.

“Pada saat ini, pelatih pun harus mulai melek dengan kemajuan teknologi. Dan bagaimana menciptakan program pelatihan bagi para atlet mereka dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satunya Sport Science seperti yang dimiliki FPOK UPI,” terangnya.

Peningkatan prestasi olahraga sendiri, lanjutnya, tidak menjadi tanggung jawab dari pelatih atau atlet. Namun dibutuhkan kolaborasi diantara semua stakeholder keolahragaan. Baik dari pemerintah melalui Dispora, KONI, pengurus cabang olahraga, perguruan tinggi, masyarakat, hingga stakeholder terkait lainnya.

“Untuk memberikan pengetahuan serta pemahaman terkaoit iptek di bidang olahraga, pemerintah melalui Dispora Kota Bandung akan sangta sulit jika menyediakan sarana prasarananya dengfan keterbatasan anggaran yang dimiliki. Sehingga upaya kita adalah dengan menghadirkan pakar ilmu olahraga dan sport science untuk memberikan pemahaman itu kepada para pelatih. Semoga kegiatan ini bisa memberikan pengetahuan dn pemahaman yang baru bagi para pelatih untuk menciptrakan atlet berprestasi nasional hingga internasional,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)

Temui Tokoh Khatolik, Anton Janji Jaga Toleransi Beragama

0

BEKASI, FOKUSJabar.id : Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Anton Charliyan menemui paroki dan tokoh agama Katholik Kota Bekasi, Senin (14/5/2018).

Pertemuan tersebut berlangsung akrab dengan dialog terbuka terkait visi dan misi Cagub/Cawagub nomor urut 2 Hasanudin-Anton Charliyan.

Bahkan pertemuan yang digagas Waras Wasisto itu berlangsung penuh kekeluargaan dengan dibarengi gurauan politik dari Anton.

Dalam kesempatan itu, beberapa paroki bertanya soal toleransi antar umat beragama. Dengan tegas Anton menjawab jika toleransi menjadi salah satu komitmen dalam program kerjanya.

Anton mengatakan bahwa pengalamannya sebagai mantan Kapolda Jabar sudah dibuktikan dengan terus melakukan sosialisasi pentingnya hidup berdampingan yang damai antar umat.

“Sejak kecil saya sudah didik menjadi pribadi yang nasionalis. Bagaimana hidup rukun saling bergandengan tangan antar umat. Tidak mudah diprovokasi dan dipecahbelah. Dan saya tegaskan kami pasangan nomor 2 akan membuktikan itu. Ingat pak Hasan itu Mayjen TNI dan saya Irjen Polisi. Jadi jangan ragukan soal toleransi,” tegas Anton.

Sementara itu, salah satu umat Katholik Frans mengatakan jika pasangan Hasan-Anton adalah pasangan Cagub yang dibutuhkan masyarakat Jawa Barat karena progam kerjanya yang baik.

“Setelah saya mendengar visi misinya, saya menjadi yakin jika pasangan no.2 adalah pilihan tepat. Karena keduanya merupakan pemimpin yang berpengalaman,” kata Frans, tokoh pemuda Katholik.

Waras Wasisto menambahkan jika PDIP (partai pengusung) Hasanah sejak awal sudah berkomitmen menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi yang masyarakatnya hidup rukun dan lebih maju.

“Pasangan Hasanah adalah jawaban, sehingga ketua umum kami merekomendasi keduanya. Semoga dengan kerja keras seluruh kader partai dan relawan menghasilkan yang terbaik demi Jawa Barat,” pungkasnya.

(LIN)

Bom di Surabaya, Aparat Tingkatkan Kinerja

0
Bom
Foto: web

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Belum selesai duka akibat kasus teror bom di tiga gereja dan rusunawa Sidoarjo Surabaya Jawa Timur, Minggu (13/5/2018), ledakan bom kembali terjadi di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018) sekitar pukul 08.50 WIB.

Banyak pihak merasa prihatin atas kejadian tersebut. Agar masyarakat Jabar tidak ikut resah atas kejadian tersebut, Anggota DPRD Jabar Yod Mintaraga meminta aparat terkait dengan masalah ketertiban dan keamanan harus meningkatkan kinerjanya.

BACA JUGA: Diduga Perakit Bom Medan, Kakak Beradik Ini Diamankan Polisi

“Semua aparat yang bertanggungjawab terhadap ketertiban dan keamanan harus meningkatkan kinerjanya, jangan sampai masyarakat menjadi resah,” kata Yod Mintaraga, Senin (14/5/2018).

Menurut dia, Indonesia sudah punya pengalaman dengan teror bom. Hal tersebut seharusnya menjadi cerminan sehingga tidak terjadi lagi.

“Tidak boleh terjadi lagi, ternyata terjadi lagi, semua masyarakat harus lebih waspada,” ucapnya.

Dia juga meminta masyarakat untuk bersama-sama memerangi terorisme.

(Ibenk/LIN)

Ditembak Mati di Bekasi, Terduga Teroris AR Adalah Warga Banjar

0
BANJAR,FOKUSJabar.id: Kapolres Banjar AKBP Matrius mengungkapkan bahwa salah satu terduga teroris yang tewas di Tambun Bekasi adalah warga Kota Banjar.
Terduga berinisial AR (41) tewas setelah melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

“Jika semua data yang sudah dicocokan melalui tes DNA antara AR dan orangtuanya cocok, maka proses selanjutnya yakni pemulangan jenazah ke Banjar,” kata Matrius dalam keterangan persnya, Senin (14/5/2018).

BACA JUGA:

Kota Baru Parahyangan Segera Buka Pasar Tradisional Standar Internasional

Menurut dia, hal itu akan menjadi atensi untuk melakukan pengamanan ekstra saat pemulanhan jenazah terduga teroris itu.

” Kami imbau agar warga Banjar tidak takut dan jangan terpengaruh, serta tetap menjalankan aktivitas biasanya,” kata dia.

Dari informasi yang dihimpun, AR adalah terduga teroris yang berhasil dilumpuhkan bersama tiga orang rekannya yang menyerang ke Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018) lalu.

Saat kejadian, AR dan JG mencoba merampas senjata milik polisi dan mencoba melawan, hingga akhirnya dilumpuhkan.

AR dan JG sempat dibawa ke rumah sakit Bhayangkara namun, AR meninggal sedangkan JG masih di rawat di RSU Bhayangkara.

(Boip/LIN)

Wakil Bappilu Golkar Minta Kader Golkar Kawal Elektabilitas Deddy-Dedi

0
DPRD
Anggota Komisi IV DPRD Jabar Yod Mintaraga. (foto web)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Golkar Jabar Yod Mintaraga meminta kader di daerah agar tidak lengah dan terus meningkatkan elektabilitas pasangan Cagub-Cawagub nomor urut empat Deddy Mizwar-Dedi Muladi d Pilgub Jabar 2018.

“Sampai saat ini elektabilitas sudah cukup bagus. Semua kader Golkar di daerah harus bekerja, bekerja, dan bekerja untuk memeliharanya. Kalau bisa meningkatkan elektabilitas yang sudah kita capai,” tegas Yod kepada FOKUSJabar.id, Senin (14/5/2018).

Dia mengatakan bahwa proses pengusungan Dedi Mulyadi menjadi Cawagub dari Partai Golkar itu sangat panjang. Perjuangan keras dan sulit itu lah yang menjadi pemersatu kader partai untuk tetap solid.

BACA JUGA:

Bey Machmudin Berduka Atas Kecelakaan Bus di Subang

“Semua kader  menghendaki Dedi Mulyadi menjadi calon terpilih dari Golkar. Semua kader merasakan itu sehingga jadi alat perekat kader-kader Partai Golkar tetap solid,” jelas dia.

Artinya, konsolidasi tim Deddy-Dedi di daerah tidak boleh lengah. Harus tetap merapatkan barisan sampai ke akar rumput. Bahkan semua calon bupati/wali kota yang berangkat dari Partai Golkar harus menang.

“Semua kader partai kompak, kemarin juga kita sudah melaksanakan koordinasi dengan pimpinan partai Golkar se-Jawa Barat. Mereka langsung mendapat arahan dari Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi,” pungkasnya.

(Ibenk/LIN)

Selama Ramadhan, Pemkot Bandung Perketat Pengawasan Kota

0
(FOKUSJabar/Ageng)
BANDUNG,FOKUSJabar.id: Selama bulan Ramadhan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan mengawasi dan menggelar operasi wilayah Kota Bandung, terlebih di tujuh titik.

Hal itu penting dilakukan untuk menjaga ketertiban dan kekhusyuan ibadah warga selama bulan suci Ramadhan 1439 Hijriah.

Penjabat Wali Kota Kota Bandung M Solihin mengatakan, pengawasan dan operasi ‘Operasi Praja Wibawa 2018’ itu akan melibatkan berbagai elemen pengamanan, mulai dari kepolisian, TNI, Satpol PP,Dishub, aparat kewilayahan, Damkar PB hingga tim Unit Reaksi Cepat Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

BACA JUGA:

Bey Machmudin Berduka Atas Kecelakaan Bus di Subang

“Kota Bandung harus mulai bersiaga menghadapi bulan Ramadhan 1439 H. Tidak menutup kemungkinan akan banyak pendatang menyerbu Kota Bandung,” kata Solihin di Bandung, Senin (14/5/2018).

Dia mengatakan, bulan Ramadhan kerap. Menjadi momen untuk memperoleh banyak rupiah. Namun pendatang yang ke Kota Bandung kerap tidak mengindahkan peraturan yang berlaku. Terutama para pedagang kaki lima (PKL).

“Saya berharap para petugas di lapangan tidak membiarkan terjadi pelanggaran di zona-zona merah selama bulan Ramadhan,” jelas dia.

(Ageng/LIN)