spot_imgspot_img
Minggu 11 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8192

Indonesia Kecam Pembukaan Kedubes AS di Yarusalem

0
ilustrasi (Web)

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Indonesia mengecam keras pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Yerusalem. Langkah AS tersebut melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB, serta mengancam proses dan perdamaian di Timur Tengah.

Melansir CNN, Selasa (15/5/2018), melalui pernyataan yang dipublikasikan di situs Kementerian Luar Negeri RI, Indonesia juga mendesak Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB segera bersidang untuk mengambil sikap dan langkah yang tegas.

“Indonesia mendorong negara-negara anggota PBB lainnya untuk tidak mengikuti langkah Amerika Serikat,” demikian pernyataan Kemlu RI, Selasa (15/5/2018).

BACA JUGA:

Bey Machmudin Berduka Atas Kecelakaan Bus di Subang

“Pemerintah dan rakyat Indonesia akan terus bersama dengan rakyat Palestina memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya,” kata Kemenlu RI.

Pemerintah AS resmi membuka kedutaannya di Yerusalem, Senin (14/5) sesuai keputusan Donald Trump pada 6 Desember lalu, untuk memindahkan kedutaan dari Tel Aviv, sebagai pengakuan atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Langkah AS membuka kedutaan di Yerusalem melanggar Resolusi DK PBB nomor 242 tahun 1967, 252 tahun 1968, 267 tahun 1969, 298 tahun 1971, 338 tahun 1973, 446 tahun 1979, 465 tahun 1980, 476 tahun 1980, 478 tahun 1980, 2334 tahun 2016 dan Resolusi Majelis Umum PBB no 1/RES/72/15 tahun 2017.

(Agung/LIN)

Selama Ramadhan, Jam Kerja ASN di Pemprov Jabar Disesuaikan

0
Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa. (FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Jam kerja Aparat Sipin Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalami penyesuaian selama bulan Ramadhan.

Para ASN akan masuk kerja pukul 08.00 WIB atau lebih siang dari biasanya, yakni pukul 07.30 WIB dan pulangnya normal.

“Pulangnya normal, namun ASN di Pemprov Jabar ini umumnya bekerja melebihi jam kerja biasa,” kata Iwa di Gedung Sate Bandung, Selasa (15/5/2018).

BACA JUGA:

Bey Machmudin Berduka Atas Kecelakaan Bus di Subang

Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan, perubahan jam masuk dan pulang sudah sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Pihaknya pun telah membuat surat edaran ke setiap perangkat Dinas. Selain perangkat daerah, Sekda pun mengeluarkan informasi itu ke seluruh pemerintah kabupaten/kota di Jabar.

“Ini tindak lanjut dari keputusan pemerintah pusat dan sudah kami lakukan juga dengan mengirim surat edaran ke kabupaten/kota di Jabar,” kata Iwa.

Dengan adanya perubahan jam kerja, pihaknya sudah meminta seluruh ASN tetap bekerja dengan baik, terlebih dalam pelayanan publik. Iwa berharap ASN tetap disiplin, terlebih saat ibadah shaum kinerjanya harus semakin meningkat.

“Intinya, motivasi kerja tidak boleh menurun. Dia berpesan peningkatan layanan terutama di bidang perizinan dan pelayanan masyarakat harus tetap baik dan ramah,” kata dia.

(LIN)

Paslon Gubernur Jabar Deddy-Dedi dan Rindu akan Maksimalkan Sisa Waktu Kampanye

0
ilustrasi (Web)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Waktu kampanye Pilgub Jabar tinggal 40 hari ke depan. Sesuai jadwal yang telah ditetapkan KPU, yakni akan berakhir 23 Juni 2018.
Dalam rentang waktu tersebut masing-masing Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, seperti pasangan nomor urut 1 Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) dan nomor urut 4 Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (DM4 Jabar) akan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk berkampanye.

Paslon Rindu akan memanfaatkan waktu untuk kampanye ke daerah-daerah, terutama Ridwan Kamil yang dinilai masih kurang dikenal di pelosok desa di Jabar.

“Selama Ramadhan, Ridwan Kamil akan terus berkampanye dengan berkonsentrasi di pedesaan. Karena secara elerktoral Ridwan Kamil ini kuat di perkotaan, dikenal oleh generasi milenial dan kurang di pedesaan,” kata Ketua Tim Pemenangan Rindu Saan Mustofa, di sela debat kandidat Pilgub Jawa Barat yang disiarkan salah satu stasiun televisi di Depok, Senin (14/5/2018) malam.

Begitu pun dengan pasangan Deddy-Dedi yang akan memanfaatkan sisa masa kampanye untuk memelihara dan meningkatkan dukungan dari masyarakat.

“Konsolidasi tim DM4 Jabar di daerah juga tidak boleh lengah, harus merapatkan barisan sampai ke akar rumput yang paling bawah,” kata Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Jawa Barat Yod Mintaraga kepada FOKUSJabar.id Senin (14/5/2018).

(Ibenk/LIN)

Pakar Komunikasi: Sikap Hasan Redam Kericuhan di debat Tunjukkan Ketegasan

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sikap Calon Gubernur Jabar nomor urut 2 TB. Hasanuddin yang menenangkan pendukungnya saat insiden kericuhan seusai pernyataan #GantiPresiden2019 sambil memamerkan kaos oleh paslon nomor urut 3 (Asyik) mendapat perhatian berbagai kalangan.

Pakar Komunikasi dari Unpas Bandung M. Ridlo Eisy menilai bahwa sikap yang ditunjukan oleh Hasan adalah sikap pemimpin yang memiliki jiwa tegas dan pengayom.

Untuk menghindari kekacauan Hasan dengan tegas mengambil alih suasana dan menyerukan kepada pendukungnya yang tersulut emosi untuk tetap tenang dan tidak terpancing.

“Dapat kita saksikan di video Kang Hasan dan Kang Anton inisiatif maju ke depan untuk meredakan,” jelas Ridlo.

Ridlo tidak bisa membayangkan jika Hasan membiarkan pendukungnya yang sudah emosi itu.

“Pasti akan menimbulkan kekacauan dan anarkisme di sana,” ungkap Ridlo.

Menurut Ridlo pengalaman Hasan di dunia militer rupanya memengaruhi gaya berpolitik Hasan yang mengedepankan keutuhan negara ketimbang kepentingan pragmatis.

Karakter tegas dan pengayom itu menurut Ridlo yang dibutuhkan untuk Jawa Barat saat ini.

“Mungkin beliaukan di militer lama di lapangan dan pernah menjadi Komandan Garnisun sehingga berani dan paham,” jelas Ridlo.

Ridlo pun mengomentari jalannya Debat Publik Pilkada yang hampir 2 jam itu.

Ridlo melihat solusi beragam masalah yang dibahas saat debat itu adalah perlunya keberanian dan keamanan.

“Masalah kerusakan lingkungan, sungai Citarum, masalah banjir, masalah penyedotan air, lalu pertambangan, penyelesainnya adalah keberanian menegakkan aturan,” jelas Ridlo.

Kemudian selanjutnya adalah tentang keamanan.

“Saya rasa paslon lain mungkin bagus. Tapi terus terang saja ya, kalau tidak ada keamanan nol besar. Pembangunan gak bisa berjalan, usaha mandek kalau tidak aman. Untuk saat ini Jabar butuh sosok yang berani dan tegas,” ujar Ridlo lagi.

Sementara itu, Hasan menegaskan bahwa aksi Paslon nomor urut 3 yang memicu kekeruhan suasana adalah cara-cara teror yang memicu konflik.

“Kita tidak akan terpancing, dan tim akan menyelesaikannya sesuai dengan prosedur. Ada KPU dan Bawaslu,” tegas Hasan.

Hasan pun menyerukan kepada pendukungnya agar tidak terpancing dengan aksi aksi teror yang merusak keutuhan bangsa dan NKRI.

“Sejak awal saya tegaskan, kami tidak akan mengorbankan keutuhan Jawa Barat hanya karena ambisi kekuasaan,” pungkasnya.

(LIN)

Pengamat Lingkungan Unpad: Program Pengamanan Hasanah Solusi untuk Citarum

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Guru Besar dan Pengamat Lingkungan Hidup Unpad Chay Asdak menyebut, program yang digulirkan pasangan Hasanuddin-Anton Amanah (Hasanah) untuk menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan di Jawa Barat, khususnya persoalan Sungai Citarum dan air sangat terukur dan realistis.

Hal itu disampaikan Chay seusai menyaksikan Debat Kedua Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, yang digelar KPU Jabar Senin (14/5/2018) malam.

Chay memgutarakan, program Infrastruktur, Keamanan dan Lingungan (Turkamling) Hasanah sangat sederhana namun bisa konkrit direalisasikan untuk mengurangi banjir yang diakibatkan kondisi hulu Citarum dan pencemaran lingkungan oleh ratusan perusahaan yang beroperasi di bantaran Sungai Citarum.

Menurut dia, ada tiga masalah yang menyebabkan banjir, erosi dan kekurangan air, yakni alih fungsi lahan, degradasi hutan dan pertanian tidak konservatif.

Alih fungsi lahan dari Kawasan Lindung menjadi Kawasan Budidaya (hotel/resort, pemukiman dan pertanian) sampai saat ini, ungkap, kata Chay, sudah mencapai 30 persen dari RTRW. Sementara isu pencemaran dari sekitar 3.236 Pabrik Texstil, 90 persen tidak memiliki Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL).

Salah satu yang digaris bawahi oleh Chay adalah keinginan Cagub Hasan untuk memodifikasi tanaman yang berada di hulu Citarum guna mengurangi sedimentasi.

“Untuk masyarakat petani di lahan miring harus mempertimbangan prinsip prinsip konservasi tanah dan air,” jelas dia.

Petani harus diberikan pemahaman terkait tanaman yang menguntungkan dan penting bagi keberlangsungan sungai adalah dengan tanaman yang bjsa menahan air, misalnya pohon kopi.

“Dan agar masyarakat mau, maka pemerintah harus memberikan insentif kepada mereka,” jelas Chay.

Chay pun menyoroti rencana pasangan yang diusung PDIP itu dengan membuat saluran-saluran mata air untuk menahan debit air.

Seperti diketahui Pasangan Cagub-Cawagub nomor urut 2, Hasanah dalam debat publik mengutarakan keyakinannya mampu menyelesaikan persoalan lingkungan, khususnya Citarum jika diamanahi untuk memimpin Jabar.

Dalam persoalan Citarum, Hasan mengklasifikasikan ke dalam tiga masalah yakni, masalah di Hulu, Tengah dan Hilir.

Di Hulu pihaknya akan melibatkan masyarakat agar mau mengganti tanaman yang dianjurkan, yaitu tanaman yang mampu meresap air.

Pasangan Hasanah pun akan melakukan reboisasi trerhadap titik titik yang dianggap kritis. Sementara di bagian tengah, bersama wakilnya, Anton Charliyan akan mengajak setiap masyarakat yang membuang sampah ke Citarum untuk mengelola sampah dengan baik.

“Juga melakukan penegakan hukum terhadap kelompok kelompok yang membuang limbah industri,” tegas Hasan.

Kemudian di bagian hilir, Hasanah memberinjaminan nilihnpolusi dan debit air yang tetjaga, khusuanya Danau Sagulinh, Cirata dan Jatiluhur.

“Saat ini di Sungai Citarum terdapat 20 ribu ton sampah dan 2.800 ton limbah industri yang masuk setiap harinya. Sementara program program yang digulirkan Pemerintah Daerah Gagal,” jelas Hasan.

Hasan mencontohkan keterlibatan Pangdam III Siliwangi dalam tiga bulan telah menunjukan hasil.

“Artinya membutuhkan keberanian dan ketegasan dalam upaya menyelesaikan masalah Citarum,” tegas dia.

Chay menambahkan, dari sekian program yang ditawarkan Hasanah, dirinya mengaku kepincut dengan jaminan untuk menegakan hukum dalam menindak perusahaan yang membuang limbah industri ke Sungai Citarum.

“Saya rasa yang kita tunggu itukan komitmen dan berani menegakan hukum. Karena disanalah, persoalan isu Citarum paling besar. Dengan latar belakang Hasan dan Anton saya rasa beliau mampu,” jelas Chay.

(LIN)

67 Persen Iing – Oih Menang di TPS

0
TPS
Pasangan Iing -Oih saat berorasi (foto Rizal)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Survei Strategi Indonesia (SIGI) merilis hasil survei Pilkada Ciamis 2018 dengan keunggulan pasangan nomor 1 Herdiat-Yana jika Pilkada Ciamis digelar Mei. Lembaga survei dibawah Lingkaran Survei Indonesia (LSI) networking ini mencatat kemenangan Herdiyat-Yana dengan 52,3 persen. Sementara pasangan Iing-Oih hanya meraih suara sebesar 35,7 persen.

Kemenangan Herdiat-Yana versi SIGI ini, ternyata tidak membuat Tim Pemenangan Iing-Oih terganggu. Ketua Tim Pemenangan Iing-Oih, Arif Ismail Choas mengaku sangat santai membaca hasil survei yang dirilis SIGI di beberapa media massa.

“Kalau itu (Herdiat-Yana-red) menang di survei jika Pilkada digelar hari ini, maka Iing-Oih menang di TPS pada 27 Juni nanti, saya masih optimis dan sangat optimis, Iing-Oih menang 67 persen,” kata Ismail Choas, kepada FOKUSJabar.id, Selasa (14/5/2018).

Arif mengatakan, sah-sah saja tim sukses rival melakukan manuver politik dengan memainkan angka-angka survei. Iing-Oih kata Arif, tidak fokus pada bagaimana menaikan elektabilitas dalam survei, tetapi fokus pada bagaimana meraih suara rill di TPS.

BACA JUGA: Kesal dengan Keputusan Pilkades, Massa Serbu TPS

“Survei itu kan hanya mensimulasikan Pilkada yang jumlah hak pilihnya hampir satu juta, diwakili oleh jumlah responden yang hanya 400 an. Survei itu fakta akademis yang tidak mutlak benar, yang fakta kongkret itu di TPS. Kemenangan di TPS lah yang mengantarkan Iing-Oih memimpin Ciamis kembali,”

“Ini Resiko head to head pada Pilkada Ciamis dan kondisi masyarakat sekarang sudah kelihatan baik pendukung Iing-Oih maupun HY. Mereka sengaja mempublish itu untuk mempengaruhi masyarakat, artinya ini yang galau itu siapa ?. Sekalipun kami juga punya catatan survei dari lembaga survei dan menang, kami tidak akan mempublish karena strategi kami tidak sama, sekali lagi Insya Allah 67 persen Iing – Oih menang, tidak perlu ada penjelasan tambahan,” jelas Arif.

Ketika didesak lembaga survei mana yang memunculkan angka kemenangan Iing-Oih di angka 67 persen beserta analisisnya, Arif tidak mau membocorkannya. “Angka itu hasil survei juga, metodenya bisa dipertanggungjawabkan, dan hak kami juga untuk tidak mempublish secara detail, itu hanya jadi gambaran saja buat kami bergerak, bukan untuk diketahui publik, yang perlu diketahui publik Ciamis adalah bagaimana prestasi kerja Iing-Oih sebagai calon petahana, apa saja kelebihannya, dan apa saja program unggulannya melanjutkan pemerintahan, itu yang penting,” pungkas Arif.

(DH)

Jelang Ramadhan, Ini Pesan Ketua DPC Demokrat Garut

0
Tahlilan untuk Ani Yudhoyono (Foto. Bambang Fouristian)

GARUT, FOKUSJabar.id : Dalam rangka menyambut bulan Suci Ramadhan 1439 H, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) Kabupaten Garut gelar keramasan di Aula Gedung Manggala Karya Bhakti, Jalan Proklamasi No1 Garut, Senin (14/5/2018).

Keramasan tersebut di hadiri seluruh pengurus, Fraksi Demokrat dan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) DPRD Garut dari seluruh Daerah Pemilihan (Dapil).

BACA JUGA:

Pengelola Teras Cimanuk Bakal Tuntut Pemkab Garut

Ketua DPC PD Kabupaten Garut, Ahmad Bajuri mengatakan, seluruh jajaran pengurus, Fraksi dan Bacaleg untuk lebih meningkatkan amal ibadah di bulan Suci Ramadhan serta saling memaafkan agar jalinan ukhuwah islamiyah tetap terjaga.

“ Kita harus tetap menjaga dan meningkatkan amal ibadah serta menjaga keyakinan sesuai dengan ajaran Islam Ahlus-Sunnah wal Jamaah,” kata mantan Ketua DPRD Garut periode 2009-2014.

Pada kesempatan itu, Bajuri juga wanti-wanti agar seluruh kader tidak berurusan atau tersandung Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“ Kita tidak boleh sembarang mengunggah di Media Sosial (Medsos) yang mengandung kebencian dan unsur SARA serta menyebarluaskan sebuah pemberitaan yang tidak jelas sumbernya,” pesan Bajuri yang juga mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi) 2009-2014.

Selain itu, Bajuri menekankan, seluruh pengurus, Fraksi Demokrat dan Bacaleg kerja keras untuk pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat No4, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.

“ Harga mati, Paslon Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi harus menang khususnya di Kabupaten Garut,” pungkas Bacaleg DPRD Provinsi Jawa Barat ini.

(Bam’s)