spot_imgspot_img
Kamis 13 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8192

Pilwalkot Bandung: Yossi-Aries Siap Naikan Honor RT dan RW

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Honor RT dan RW di Kota Bandung dijanjikan akan naik oleh pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 2 Yossi Irianto-Aries Supriatna.

Kenaikan yang dijanjikan minimal di kisaran angka Rp2 juta per bulan.

Calon Wakil Wali Kota Bandung Aries Supriatna mengatakan bahwa selama ini pihaknya sering menerima masukan maupun keluhan dari para Ketua RT dan RW di Kota Bandung.

Mereka meminta agar honornya dipertimbangkan untuk naik. Saat ini, honor mereka hanya Rp300 ribu per bulan.

Jumlah itu tidak sebanding dengan beban kerja dan tanggung jawab para aparat kewilayahan tersebut. Oleh karena itu, kenaikan honor tersebut dinilai wajar mengingat ke depan beban kerja RT dan RW akan semakin berat.

“Kami setuju honor RT dan RW dinaikan minimal di kisaran Rp2 jutaan. Ini akan menjadi prioritas kami, karena nanti RT dan RW akan jadi ujung tombak membantu program-progran Pemkot Bandung,” kata Aries saat berdialog dengan Pengurus RT dan RW di sela kampanye di kawasan Arcamanik, Kota Bandung, Senin (5/3/2018).

Jika terpilih nanti, dia bersama pasangannya Yossi Irianto (Hebring) siap memberdayakan secara maksimal peran RT dan RW. Salah satunya, yakni menghimpun data valid dan akurat mengenai data-data sosial-ekonomi warga masyakat Kota Bandung di masing-masing RT/RW.

Misalnya data valid tentang pekerjaan warga, jumlah anggota keluarga, hingga kondisi rumah warga. Data-data itu akan terus diperbaharui setiap tiga bulan.

“Data-data mengenai kondisi sosial ekonomi yang diberikan RT dan RW itu akan dipergunakan sebagai dasar bagi pemerintahan Yossi-Aries dalam menetapkan kebijakan penanggulangan kemiskinan. Sebab RT dan RW-lah yang paling tahu kondisi warganya,” tutur Aries.

Selain itu, guna memudahkan tugas RT dan RW ke depan, kata Aries, pasangan Yossi-Aries akan membuat sebuah aplikasi program elektronik yang memudahkan pengurus RT dan RW melaporkan pendataan kependudukan tersebut.

” Hal ini sesuai dengan tujuan kami yang ingin mewujudkan pemerintahan yang hebat programnya dan ringkas pelayanannya. Tidak ada ribet-ribet,” kata dia.

(LIN)

Cari Pakan Ternak di Gunung Sawal, Nenek Ini Hilang

0
CIAMIS,FOKUSJabar.id: Seorang nenek 71 tahun asala Cikalagen, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis dinyatakan hilang.

Nenek bernama Imoh itu sudah beberapa hari terakhir tidak diketahui keberadaannya dan pergi ke mana.

Tim Gabungan SAR TNI dan Polisi dalam pencarian Nenek Imoh di Gunung Sawal (foto Husen)
Tim Gabungan SAR TNI dan Polisi dalam pencarian Nenek Imoh di Gunung Sawal (foto Husen)

“Sejak hari Kamis (1/3/2018) sampai hari ini Nenek Imoh belum diketahui keberadaannya,” kata salah seorang anggota tim SAR Yayan, Senin (5/3/2018).

Karena korban sudah beberapa hari tidak kunjung pulang, dan sudah dilaporkan pihak keluarga, maka Tim SAR melakukan pencarian.

“Kami bekerjasama dengan pihak Kepolisian, TNI dan masyarakat untuk mencari Nenek Imoh. Namun sampai saat ini belum ketemu,” kata dia.

Untuk diketahui, Nenek Imoh pergi ke sekitar Gunung Sawal untuk mencari pakan ternak miliknya Kamis lalu.

“Saat ini kami baru bisa menemukan sebilah pisau dan kain yang diduga milik Nenek Imoh,” jelas dia.

(Husen Maharaja/LIN)

Pertumbuhan Ekonomi Masih Kondisi Membaik

0
Kepala KPw BI Tasikmalaya saat sharing Discussion Bersama Awak Media (fokusjabar-Seda)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id : Kebijakan untuk memutuskan menaikan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 4,75 % ditengah kondisi nilai tukar rupiah yang mengalami depresi di triwulan 1 2018, suku bunga Deposi Facility (DF) sebesar 25 bps menjadi 4,00, dan suku bunga Pending Facility (LF) sebesar 25 bps menjadi 5,50% sebagai langkah pre-emptive.

Demikian di ungkapkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya Heru Saptaji, dalam kegiatan sheering discussion bersama insan Media di Hotel Laut Biru Kab.Pangandaran Rabu (06/06/18).

”keputusan menaikan suku bunga merupakan bagian dan langkah pre-emptive, front-loading, dan ahead of the curve Bank Indonesia dalam mempertahankan dan memperkuat stabilitas khususnya nilai tukar rupiah di pasar keuangan global,”ujar Heru pada sejumlah Media.

Ditambahkan, walaupun nilai tukar rupiah depresi sebesar 1,47% di awal triwulan 1 2018 karena kebijakan perekonomian AS yang terjadi inflasi di negara tersebut, namun tetap terkendali yang ditopang oleh koreksi harga-harga komoditas pangan dan ekspektasi yang terjaga”BI sangat meyakini kondisi ekonomi indonesia secara keseluruhan cukup membaik dan kuat terhadap tekanan perekonomian global, dan ini tercermin pada rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang cukup tinggi mencapai 22,5% dan rasio likuiditas (AL/DPK) dalan posisi aman yakni 21,2%, selain itu, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) menurun diledek 2,75%, stabilitas yang terjaga ini sangat berdampak positif terhadap perbaikan fungsi intermediasi perbankan di tanah air,”tutur Heru.

Dia pun menjelaskan, BI terus konsisten terhadap kebijakan moneter dalam menjaga inflasi dan memperkuat berkoordinasi dengan Pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keberlangsungan pembangunan”pertumbuhan ekonomi tetap positif karena masih tingginya investasi di indonesia serta stabilitas nasional tterjaga dan BI terus memantau dan memitigasi dampak perkembangan nilai tukar dan suku bunga terhadap stabilitas sistem keuangan, baik aspek likuiditas, permodalan maupun risiko kredit guna mengoptimalkan kondisi perbankan yang sehat,”pungkasnya.

(Seda)

‎Tim Tinju Kota Bandung Siap Berlaga di Kualifikasi Porda Jabar XIII

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id :  Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung berharap tim tinju Kota Bandung bisa meloloskan semua atletnya menuju Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar XIII/2018. Pada pekan depan mulai Selasa (6/3/2018) hingga Minggu (11/3/2018) di  Kabupaten Bogor.

Ketua KONI Kota Bandung, Aan Johana berharap para atlet bisa menjaga semangatnya dan tampil baik di babak kualifikasi. Dengan demikian, semua atlet bisa lolos ke babak final Porda Jabar XIII tahun 2018 dan mencapai target medali emas.

“Babak kualifikasi ini menjadi ujian pertama bagi para atlet, tampil penuh semangat dan jangan terpengaruh hal non-teknis. Semga semua atlet bisa lolos dan estimasi dua medali emas yang disampaikan bisa diraih di Porda Jabar XIII,” ujar Aan usai melepas tim tinju Kota Bandung di halaman KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Minggu (4/3/2018).

Pelatih tim tinju Kota Bandung, Saulus Lacade menuturkan, Kota Bandung akan menurunkan sebanyak 17 atlet di babak kualifikasi‎ Porda Jabar XIII. Dari 17 atlet tersebut, terdiri dari 11 atlet putra dan enam atlet putri.

“Kita tidak turunkan atlet di dua kelas yakni di kelas 48 kg putri dan kelas 60 kg putri. Atlet kami di kelas itu masih terlalu muda, dan kami tidak mau memaksakannya. Atlet kita yang turun di kualifikasi nanti, mayoritas merupakan atlet eks Popda Jabar,” ujar Saulus.

Para atlet Kota Bandung sendiri, lanjutnya, tidak hanya akan bersaing dengan atlet tinju asal Jabar. Namun beberapa atlet asal Nusa Tenggara Timur (NTT) diprediksi akan memperkuat beberapa daerah setelah ‘diimpor’ oleh kota/kabupaten bersangkutan.

“Petinju impor asal NTT itu akan jadi tantangan tersendiri bagi kita. Selain itu, pengunduran jadwal kualifikasi pun sedikit banyak memengaruhi psikolgis atlet kita. Tapi kita sudah ingatkan ke atlet, jangan terpengaruh dan tetap semangat karena dari sisi teknik dan fisik kita sudah persiapkan dengan baik,” tegasnya.

Tim tinju Kota Bandung sendiri dilepas secara resmi menuju babak kualifikasi Porda Jabar XIII oleh Ketua KONI Kota Bandung, Aan Johana. Selain itu, pelepasan tim pun dihadiri Ketua Pertina Kota Bandung, Juniarso Ridwan dan jajarannya, serta manager tim Tinju Kota Bandung, Djoko SB.

(Ageng/DAR)

Puluhan Warga Payungagung Ciamis Mengungsi

0
Puluhan warga Dusun Pamekaran Desa Payungagung Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis jika malam hari terpaksa mengungsi ketempat aman karena rumahnya terancam roboh akibat terjadi pergeseran tanah ( Tanah retak) didaerah tersebut yang terus meluas.

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Puluhan warga Dusun Pamekaran Desa Payungagung, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis harus mengungsi jika malam hari dan musim hujan. Sebab mereka takut rumahnya terancam roboh karena pergeseran  tanah makin meluas.

“Warga yang mengungsi dan terancam ada  35 kepala keluarga, kondisinya memang sudah rawan bencana longsor dan bahaya kalau tetap bertahan ,” kata Ade Waluya ketua Tagana Kabupaten Ciamis. Minggu (4/3/2018)

Tim Tagana Kabupaten Ciamis tak tinggal diam saat menerima laporan bahwa pergerakan tanah di Payung Agung sudah sangat mengkhawatirkan, setelah mendapat  laporan ada bencana pergeseran tanah yang mengakibatkan retakan-retakan yang bisa mengancam rumah pihaknya langsung melakukan pengecekan kelokasi dan setelah dilakukan pengecekan dilokasi panjang retakan tersebut sudah mencapai 500 meter.

“Sedikitnya ada 64 rumah milik warga yang terancam dari pergeseran tanah itu,” ucapnya.

Ade melanjutkan,retakan tanah yang terjadi di Daerah Desa Payungagung tersebut cukup besar sehingga untuk menjaga agar tidak terjadi sesuatu akibat retakan tanah tersebut sebanyak 35 kepala keluarga terpaksa diungsikan.

“Kalau siang hari memang warga tidak mengungsi namun tetap dihimbau untuk selalu waspada,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/DAR)

Deddy-Dedi Optimistis Raih 60 Persen Suara di Karawang

0
Cagub Jabar Deddy Mizwar (foto IST) _1

KARAWANG, FOKUSJabar.id: Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4 Deddy Mizwar optimistis bisa meraih suara di atas 60 persen di wilayah Kabupaten Karawang. Terlebih Kabupaten Karawang menjadi salah satu basis Partai Demokrat.

“Kita harapkan raihan suara di Karawang ini minimal bisa mencapai sekitar 60 persen,” jelas Deddy Mizwar saat blusukan di pasar tumpah perum peruri Karawang, Minggu (4/3/2018).

Dia yakin bahwa raihan suara 60 persen bisa terwujud, karena Kabupaten Karawang menjadi basis Demokrat. Hal itu pun sudah teruji saat Cellica (kader Demokrat) terpilih sebagai Bupati Karawang.

“Pilkada kemarin pun Cellica menang telak di sini,” kata dia.

Menurut dia, kemenangan partai Demokrat tahun lalu sangatlah luar biasa. Hal itu menjadi spirit bagi Deddy untuk mengulang kesuksesan yang diraih Cellica.

“Kemenangan Demokrat tahun lalu sangat besar. Diharapkan itu akan menjadi spirit dan semangat untuk membangkitkan pendukung Cellica guna memenangkan Pilkada, khususnya di Pilgub Jabar,” kata dia.

Pihaknya pun terus sosialisasi ke masyarakat, termasuk di Karawang. Deddy optimistis bisa memenangkam Pilgub Jabar dengan raihan suara maksimal.

“Targetnya kita bisa meraih suara sekitar 51 persen di pilgub nanti, ini real, ini berdasarkan survei perhitungan kita,” tutur Deddy.

Kaitannya dengan persaingan ketat di Pilgub Jabar, menurutnya hal itu wajar, terlebih dirinya baru melakukan sosialisasi ke masyarakat.

“Saya kan baru mulai kampanye, sementara yang lain sudah duluan sosialisasi. Saya baru mulai nih, baru mulai saja dah sama persentasenya dengan yang lain, Alhamdulillaah ini rejeki anak soleh. Insya Alloh 4 bulan ke depan menangnya di atas 51 persen,” kata dia.

(LIN)

Pakar Medsos: Relawan Ahad Akur Harus Melek Politik

0
Relawan Ahad Akur harus melek politik (Foto. Andian)

GARUT, FOKUSJabar.id : Relawan pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Bupati Garut, Ahad Akur No Urut 4 gelar silaturahmi generasi Garut Sholeh dan pelatihan Media Sosial (Medsos), Minggu (4/3/2018).

Acara tersebut digelar di Gedung Patriot, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler yang disambut antusias ratusan peserta perwakilan dari 42 Kecamatan yang tersebar di Kabupaten Garut. Pelatihan itu tentu saja sangat bermanfaat bagi para relawan.

Pelatihan Medsos ala relawan Ahad Akur menghadirkan pakar Media Sosial dan Stand Up Comedian, Iwel Sastra. Dia menyampaikan materi secara terperinci dengan hasil analisa penggunaan masyarakat Indonesia dari masa ke masa.

Menurut Iwel, relawan Ahad Akur harus membuat konten menarik dan tulisan mengenai Ahad Akur di Medsos masing-masing.

” Para relawan yang mayoritas anak muda jangan anti politik. Artinya, harus melek politik agar bisa mengontrol kinerja pemerintah,” kata Iwel.

Selain itu, para relawan jangan terjebak isu black campaign (kampanye  hitam) dan negative campaign (kampanye negatif).

“ Black campaign adalah kampanye yang tidak sesuai fakta, sementara negative campaign kampanye negatif yang sesuai fakta. Semisal, data korupsi dan pelanggaran seseorang,” sebut Iwel, Minggu (4/3/2018).

Calon Wakil Bupati Garut, Pradana Aditya Wicaksana mengatakan, pelatihan tersebut sangat bermanfaat bagi seluruh relawan. Dengan begitu, mereka paham dan tidak terjebak isu yang tidak baik sekaligus cerdas dalam penggunaan Medsos.

” Pelatihan ini untuk memerangi isu hoax dan mencerdaskan para relawan Ahad Akur,” singkat Adit.

(Andian/Bam’s)