spot_imgspot_img
Minggu 11 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8191

#2019 GantiPresiden, Tim Asyik Sebut Hak Kebebasan Berekpresi

0
Ketua pemenangan Asyik Haru Suandharu (foto web)
Ketua pemenangan Asyik Haru Suandharu (foto web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Tim Pemenangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) menyayangkan keributan tidak perlu yang terjadi seusai pernyataan terakhir debat yang disampaikan Paslon nomor 3 Asyik. Dalam pernyataan terakhir itu, paslon menyatakan bahwa dengan pengalaman Sudrajat dan Syaikhu di tingkat internasional, nasional, maupun lokal dapat membawa Jawa Barat menjadi provinsi yang maju, bertakwa, aman dan sejahtera.

Selain itu, Pasangan Asyik pun menyampaikan aspirasi masyarakat yang dititipkan pada Pasangan nomor urut 3 bahwa jika Pasangan Asyik menang ditahun 2018, maka pasangan ini berkomitmen untuk mendukung pergantian kepemimpinan nasional melalui gerakan #2019GantiPresiden.

Baca juga: Jubir Deddy-Dedi: Bebas Berekpresi Tapi Harus Peka

Pasca disampaikannya aspirasi tersebut, suasana debat yang aman dan terkendali tiba-tiba ricuh tidak terkendali, bahkan terdengar kata-kata kasar dari pendukung salah satu pasangan calon.

Melalui keterangan persnya Ketua Tim Kampanye Sudrajat-Syaikhu (ASYIK) Haru Suandharu menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Kami mengapresiasi kinerja KPU Provinsi Jawa Barat dalam pelaksanaan debat publik kedua ini.

2. Pasangan Asyik berkeyakinan bahwa apa yang disampaikan di penutupan debat publik kedua merupakan suatu hak kebebasan berekspresi dan di jamin oleh konstitusi UUD 1945.

3. Pesan #2019GantiPresiden merupakan aspirasi sebagian masyarakat Jawa Barat yang menghendaki pergantian kepemimpinan nasional, dan kami selaku calon pemimpin Jawa Barat wajib menyuarakannya.

4. Tidak ada pelanggaran hukum yang terjadi dalam penyampaian aspirasi tersebut, baik berdasarkan UUD 1945, peraturan perundangan-undangan terkait, dan peraturan kampanye KPU.

5. Menyayangkan tindakan kasar yang dilakukan oleh oknum pendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat lain yang bertindak mengedepankan emosi dan mengabaikan semangat demokrasi.

6. Meminta Bawaslu Provinsi Jawa Barat bertindak netral dan tidak terpengaruh berbagai tekanan yang hendak memprovokasi pelaksanaan pemilhan Gubernur Jawa Barat yang aman dan damai.

“Pasangan Asyik tidak memiliki intensi apapun selain menyampaikan aspirasi masyarakat Jawa Barat. Kami selalu berkomitmen untuk terus mengikuti rangkaian Pemilukada Serentak 2018 dengan mengedepankan semangat demokrasi positif guna terwujudnya Jawa Barat yang maju, bertakwa, aman, dan sejahtera,” kata Haru dalam rilisnya, Selasa (15/5/2018).

(LIN)

Stok Bahan Pokok di Bandung Aman, Distan Akan Teliti Kenaikan Harga

0
Sidak ke Pasar Baru. (FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Meski terjadi kenaikan harga di beberapa ‎bahan pokok, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan jika kondisinya relatif stabil. Tidak hanya itu, persediaan bahan pokok di Kota Bandung pun dalam kondisi aman.

Berdasarkan hasil pemantauan langsung di Pasar Baru, Selasa (15/5/2018), kenaikan harga bahan pokok terjadi‎ di daging ayam dan telur. Daging ayam mengalami kenaikan sebesar Rp4 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram, dan telur mengalami kenaikan Rp5 ribu menjdi Rp25 ribu per kilogram.

“Meski ada kenaikan harga komoditas pangan di Kota Bandung menjelang Ramadhan dalam kondisi stabil. Dari sisi stok pun masih aman,” kata Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Distan) Kota Bandung Elly Wasliah di sela pemantauan harga bahan pokok di Pasar Baru Bandung, Jalan Otto Iskandardinata Kota Bandung, Selasa (15/5/2018).

Elly menuturkan bahwa kebutuhan daging ayam di Kota Bandung mencapai 800 ribu ekor per hari, 600 ribu ayam broiler dan 200 ribu ayam pejantan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan para pemasok yang sebagian besar berasal dari Ciamis dan Cianjur.

“‎Kalau ternyata produsen tidak menaikan harga tapi ternyata di pasaran itu harganya tinggi. Kita akan teliti di titik mana yang mengambil keuntungan terlalu besar. Kita akan segera koordinasi dengan Satgas Pangan untuk memastikan harga jual bahan pokok di pasaran tidak naik signifikan,” tegas Elly.

(Ageng/LIN)

Soal Banjir Bandung, Ridwan Kamil: Perlu Ada Koordinator

0
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. (foto web)

DEPOK, FOKUSJabar.id: Debat kedua Pilgub Jabar di Balairung UI, Senin (14/5/2018) malam cukup panas. Berkali- kali para peserta debat kipas-kipas dengan kertas. Bahkan Deddy Mizwar berkali- kali menyatakan bahwa debat cagub kali ini adalah debat terpanas yang pernah dia ikuti.

Sesi terpanas yang dimaksud Deddy Mizwar adalah saat sesi interaktif, dimana paslon berhadapan dengan paslon lain, dan saling melempar pertanyaan, serta mendebat jawabannya.

Ketika paslon Hasanah, TB Hasanuddin berhadapan dengan Rindu, dia menanyakan persoalan banjir Bandung yang terus terjadi, alih fungsi lahan, izin pemukiman bodong, penggunaan air tanah yang luar biasa tanpa aturan, hingga tol air.

Menjawab pertanyaan tersebut Ridwan Kamil menyatakan bahwa masalah Pasteur sudah dikerjakan sejak Oktober. Menurut dia, gubernur yang harus koordinasi terkait penyelesaian masalah cekungan Bandung. Harus ada badan koordinasi yang menyeleraskan pembangunan di kota Bandung.

“Sehebat-hebatnya engeneering, tapi kalau bukitnya tidak diurus, persoalan banjir di Kota Bandung tidak selesai. Soal izin bangunan, 10 apartemen saya tolak izinnya karena menyalahi tata ruang,” kata Ridwan.

Cawagub nomor urut 2 Anton Charliyan pun memberikan pertanyaan yang menegaskan kegagalan Ridwan Kamil mencegah banjir. Dia mencontohkan banjir yang terjadi di Cibaduyut.

“Saya bicara pakai data. Data menyebutkan 62 persen Bandung gagal tangani banjir. Dari tiga titik banjir, sekarang jadi 26 titik banjir. Banyak taman kok malah sering banjir,” tukasnya.

Selain Hasanah, Paslon Asyik (Sudrajat -Ahmad Syaiku) melemparkan pertanyaan kepada paslon Rindu, terkait banjir bandang yang terjadi justru saat Ridwan Kamil membangun taman. Syaikhu mempertanyakan apa kendala di Kota Bandung sehingga banjir terjadi.

Menjawab pertanyaan itu, Ridwan menyebut bahwa yang bisa dilakukan adalah lapor ke gubernur agar menegur kepala daerah yang lainnya.

“Di sinilah pentingnya Pak RT (Emil menganalogikan RT adalah Gubernur),” kata dia.

(LIN)

Jubir Deddy-Dedi: Bebas Berekpresi Tapi Harus Peka

0
jubir deddy-dedi tanggapi insiden debat cagub jabar sesi dua (ilustrasi LIN)
jubir deddy-dedi tanggapi insiden debat cagub jabar sesi dua (ilustrasi LIN)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Terkait tindakan yang dilakukan paslon tiga di sesi terakhir debat Cagub-Cawagub Jabar kedua, Senin (14/5/2018) malam, Juru Bicara Tim Pemenangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi menyebut bahwa itu ranah Bawaslu. Menurut dia, Bawaslu harus menelaahnya apakah ada pelanggaran atau tidak.

Terlepas dari itu, pihaknya meminta agar kandidat calon di Pilgub Jabar 2018 mengedepankan cara-cara berpolitik adiluhung (terhormat) dan selalu menjaga keharmonisan antara paslon, serta tidak melontarkan pernyataan yang bisa menyinggung paslon lain dan pendukungnya.

“Insiden semalam bisa menjadi bahan evaluasi dan edukasi bagi kita semua bahwa sekalipun atas nama kebebasan berekpresi, tapi harus tetap etis menjaga kepekaan sosial agar suasana tetap kondusif, dan tidak provokatif,” kata dia.

Terlebih, kata dia, memasuki bulan Ramadhan, semua harus lebih banyak menjaga hati, pikiran dan tindakan dari hal-hal yang tidak perlu.

(LIN)

Jelang Ramadhan, Harga Bahan Pokok di Kota Bandung Normal

0
Sidak ke Pasar Baru. (FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan harga bahan pokok menjelang bulan Ramadhan 1439 Hijriyah di Kota Bandung dalam kondisi normal. Adapun kenaikan harga pada beberapa komoditas masih dalam kondisi wajar.

“Secara keseluruhan, harga bahan pokok relatif stabil. Memang ada kenaikan pada daging ayam dan telur, tapi selebihnya masih normal,” kata Penjabat Wali Kota Bandung M Solihin seusai memantau harga bahan pokok di Pasar Baru, Jalan Otto Iskandardinata Kota Bandung, Selasa (15/5/2018).

Dari hasil pemantauan itu, harga daging daging ayam berada di kisaran harga Rp40 ribu per kilogram atau naik Rp4 ribu dari harga sebelumnya. Sedangkan untuk telur mengalami kenaikan harga sebesar Rp5 ribu dari sebelumnya menjadi Rp25 ribu per kilogram.

“Kenaikan harga ini terjadi karena ‎bergantung pada pasokan dari Ciamis dan Cianjur. Semoga ke depan ini tidak ada kenaikan lagi dan kita akan cari solusi agar harganya bisa stabil. Kita akan evaluasi kenaikan harga ini dengan Satgas Pangan,” kata dia.

Selain memantau ‎kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadhan, pihaknya pun melakukan uji kelayakan beberapa komoditas pangan dan bahan pokok. Seperti daging ayam, daging sapi, ikan, hingga sayuran.

“Alhamdulillah, semua kebutuhan pokok masyarakat ini layak konsumsi, baik dari sisi kebersihan maupun kesehatan. Ini memberikan keyakinan masyarakat Kota Bandung jika barang yang dibeli di pasar terjamin,” tegas Solihin.

(Ageng/LIN)

‎‎‎

Tolak Kedubes AS, 58 Warga Palestina Tewas Ditembak Israel

0
Sekitar 52 warga Palestina tewas dalam bentrokan dengan tentara Israel di perbatasan Gaza, bertepatan dengan pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem, Senin (14/5). (Foto: REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)

PALESTINA, FOKUSJabar.id: Pasukan Israel menembak mati 58 warga Gaza, Palestina, yang melakukan aksi protes di garis perbatasan kedua wilayah, Senin (14/5/2018) waktu setempat. Mereka memerotes pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem, Israel oleh Presiden Donald Trump.

Ini merupakan peristiwa paling berdarah yang terjadi dalam sehari sejak 2014. Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan bahwa 58 pengunjuk rasa terbunuh dan 2700 warga terluka terkena tembakan peluru tajam, gas air mata dan berbagai senjata lainnya.

Sejumlah negara, seperti Prancis dan Inggris meminta agar pengendalian diri dilakukan. Turki mengecam peristiwa ini sebagai sebuah pembantaian.””Situasinya tragis. Ini tidak menunjukkan AS berupaya menyelesaikan masalah tapi dilihat sebagai tindakan AS menjauh dari masalah dan itu menyedihkan.” kata Tim Kaine, Senator senior AS yang menjadi anggota subkomite hubungan luar negeri seperti dilansir Reuters.

Dengan membela Pemerintah Israel, pemerintahan Trump menjauhkan diri dari sekutu Eropa untuk kedua kalinya dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, Trump memutuskan keluar dari perjanjian internasional nuklir dengan Iran, yang awalnya didukung lima negara besar termasuk AS.

Sejumlah pejabat tinggi Israel dan tamu undangan menghadiri proses pembukaan Kedubes AS di Yerusalem setelah direlokasi dari Tel Aviv. Ini merupakan lanjutan dari pernyataan Trump yang menyatakan Kota Suci Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

(Agung/LIN)

Ini Cara Deddy-Dedi Tangani Masalah Citarum

0
Cagub Jabar nomor urut 4 Deddy Mizwar (foto IST)
Cagub Jabar nomor urut 4 Deddy Mizwar (foto IST)

DEPOK,FOKUSJabar.id: Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 4 Deddy Mizwar – Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya soal Citarum.

Dalam debat Cagub Jabar kedua di Depok, Deddy Mizwar menjelaskan bahwa pengelolaan Citarum merupakan tanggung jawab pemerintah pusat secara struktural. Secara non struktural dan kuktural, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota bisa ikut berperan menunjang pembenahan sungai tersebut.

“Ada tiga pendekatan dalam hal ini, yakni struktural, non struktural dan kultural. Non struktural dan kultural inilah yang dilakukan Pemprov Jabar dalam lima tahun terakhir melalui program Citarum Bestari,” kata Deddy menjawab pertanyaan dari paslon nomor urut 1, Senin (14/5/2018) malam.

BACA JUGA:

Bey Machmudin Berduka Atas Kecelakaan Bus di Subang

Dalam pembenahan Citarum lima tahun terakhir, Deddy Mizwar sebagai Wagub saat itu berperan aktif baik dari sisi kultural maupun lingkup koordinasi penegakkan hukum. Dan dari sisi itulah, kata Deddy, Pemprov Jabar bisa mengeluarkan anggaran.

Lebih lanjut Deddy Mizwar menegaskan bahwa pembenahan Citarum bukan urusan provinsi. Citarum itu harus ditangani bersama-sama.

Sementara itu, Cawagub Dedi Mulyadi menambahkan bahwa pembenahan Sungai Citarum harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir agar tidak lagi meluap dan tercemar.

“Persoalan Citarum itu persoalan kita bersama, bukan hanya provinsi. Yang terpenting kita benahi dari Gunung Wayang sampai Jatiluhur, dan saya sudah melakukan pembenahan di Jatiluhur,” kata dia.

(LIN)