spot_imgspot_img
Senin 12 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8161

Hasan: Kita Harus Pegang Wasiat Sunan Gunung Djati “Rawat Tajug dan Fakir Miskin”

0

CIREBON,FOKUSJabar.id: Tingkat kemiskinan di Jawa Barat masih berada di angka yang cukup tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2017, angka kemiskinan di Jawa Barat yakni 8,71 persen atau sekitar 4 juta lebih warga Jawa Barat masih hidup dalam garis kemiskinan. Melihat kondisi itu, Cagub Jabar nomor urut 2 TB Hasanuddin (Hasan) mengatakan akan menjunjung pesan Sunan Gunung Djati untuk
terus memelihara tajug (surau) atau masjid dan orang miskin.

“Saya akan pegang terus wasiat Sunan Gunung Djati yakni ‘titip tajug lan fakir miskin’,” ungkap Hasan menirukan, saat bertemu dengan masyarakat Karang Anyar, Kelurahan Jagasatru, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, baru-baru ini.

Pesan dari salah satu Wali Songo Sultan Syarief Hidayatullah itu, kata dia, bisa realisasikan melalui berbagai program yang mampu menyejahterakan, serta mengangkat harkat dan martabat hidupnya. Bisa melalui pelayanan kesehatan yang dipermudah, atau pemberian lapangan kerja.

Menurut dia, rakyat miskin mempunyai hak sama dalam mendapatkan pelayanan yang prima dari pemerintah.

Baik pelayanan kesehatan, pendidikan yang terjamin, serta isi perutnya terpenuhi. Hal itu tanggung jawab pemimpun dan negara.

“Jangan ada istilah ‘Wong Miskin‘ tidak boleh sakit, karena tidak mampu bayar,” kata Hasan.

Pesan Sunan Gunung Jati yang tak kalah penting yakni memelihara tajug, yang juga diartikan sebagai tempat untuk menimba ilmu keagamaan, seperti madrasah dan pesantren, Hasanah akan merealisasikannya melalui program Rp1 trilyun per tahun untuk kepentingan pembangunan pondok pesantren serta kegiatan pendidikan keagamaan. Termasuk di dalamnya tempat ibadah, intensif guru ngaji hingga marbot masjid.

“Pesantren atau madrasah itu tempat untuk mendidik akhlak generasi bangsa, yang akan terus kita dorong untuk maju dan berkembang,” kata dia.

(LIN)

Unggul di Dua Survei, Hebring Makin Semangat Rebut Simpati Warga Bandung

0
Cawalkot Bandung Yossi-Aries (foto Web)
Cawalkot Bandung Yossi-Aries (foto Web)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 2 Yossi Irianto-Aries Supriatna mengaku sangat bersyukur dengan hasil survei oleh dua lembaga survei yang menyatakan pasangan Yossi-Aries unggul atas dua pesaingnya, Oded-Yana dan Nurul-Chairul.

Sebelumnya, dua lembaga survei merilis hasil terbaru mereka yang menempatkan pasangan Yossi-Aries berada pada posisi teratas mengungguli dua paslon lainnya. Pasangan yang dikenal dengan sebutan Hebring itu berhasil menggeser posisi Oded-Yana yang sebelumnya berada di peringkat pertama.

Menurut survei Bandung Research and Consulting, pasangan Hebring berada di posisi teratas dengan tingkat elektabilitas mencapai 38,3 persen. Sedangkan Oded-Yana meraih 32,4 persen dan Nurul-Chairul hanya meraih 18,2 persen. Sedangkan sebanyak 11,1 persen responden mengaku belum tahu atau merahasiakan pilihannya.

Sementara itu, hasil survei Indonesia Strategic Institute (Instrat) menyatakan pasangan Yossi-Aries mengungguli dua paslon lainnya dengan raihan elektabilitas sebesar 29,77 persen, Oded-Yana dengan 29,09 persen dan Nurul-Chairul 27,27 persen. Sedangkan tidak menjawab/belum menentukan pilihan 12,73 persen.

“Hasil survei itu pastinya akan menambah motivasi kami untuk terus bekerja. Apalagi pemilihan tinggal satu bulan lagi,” kata Calon Wali Kota Bandung Yossi Irianto kepada wartawan di Bandung, Rabu (30/5/2018).

Meski berada di atas angin, Yossi memilih merendah. Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung era Ridwan Kamil itu justru mengaku hasil tersebut di luar prediksinya. Terlebih, Oded yang berhasil disalipnya merupakan petahana.

Namun Yossi mengakui bila hasil kerja keras tim pasangan Yossi-Aries sudah mulai membuahkan hasil. Dia optimistis elektabilitas pasangan Hebring akan terus menanjak hingga menjelang pencoblosan mengingat pemilih Kota Bandung merupakan pemilih rasional.

“Kami berkeyakinan bahwa masyarakat Kota Bandung adalah pemilih rasional. Mereka mengerti mana program yang memang lebih membumi untuk masyarakat dan Bandung,” tutur Yossi.

Hasil survei itu pun, kata dia, semakin membuat dirinya dan timnya lebih semangat untuk bekerja demi merebut simpati masyarakat Kota Bandung. Pihaknya pun akan terus menyapa dan bersilaturahmi dengan warga dan memahami apa yang diinginkan oleh mereka.

“Kami harus selalu siap setiap saat hadir di tengah masyarakat,” kata dia.

(LIN)

Aman Abdurrahman: Saya Rela Dihukum Mati Soal Kafirkan Pemerintah

0
ilustrasi (web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Terdakwa bom Thamrin Aman Abdurrahman menyatakan bahwa dirinya bersedia menerima hukuman mati jika dikaitkan dengan ajarannya untuk mengkafirkan pemerintahan. Namun dia berkukuh tidak terlibat dalam sejumlah kasus teror bom yang terjadi di Indonesia.

Hal tersebut dikatakannya saat membalas replik jaksa penuntut umum yang meminta hakim tetap menjatuhkan hukuman mati pada Aman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (30/5/2018).

“Saya ingin menyampaikan, ingin mempidanakan kepada saya berkaitan dengan mengkafirkan pemerintahan ini silakan pidanakan berapapun hukumannya, mau hukuman mati silakan,” kata Aman, seperti dilansir CNN.

Namun untuk sejumlah peristiwa teror bom yang dipaparkan oleh jaksa seperti teror bom gereja di Samarinda (Kalimantan Timur) hingga bom Kampung Melayu (Jakarta Timur), Aman menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat. Dia pun membantah tuduhan yang dinyatakan oleh jaksa dalam sidang.

“Tapi kalau dikaitkan dengan kasus-kasus semacam itu, dalam persidangan, satu pun tidak ada yang dinyatakan keterlibatan saya. Tapi kalau saya mengajarkan mereka untuk bertauhid, dan yang lainnya mendukung khilafah, silakan pidanakan sesuai keinginan Anda semua,” tuturnya.

Aman dianggap orang paling bertanggungjawab dalam sejumlah aksi teror alias amaliah di Indonesia yang menewaskan banyak orang, termasuk mendalangi teror bom Thamrin.

Aman dinilai Jaksa melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6, subsider Pasal 15 juncto Pasal 7 UU Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, dan Pasal 14 juncto Pasal 7 subsider Pasal 15 juncto Pasal 7 UU Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

(Agung/LIN)

Wacanakan Habib Rizieq jadi Capres, PA 212 Disarankan Jadi Parpol

0
ilustrasi (web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Persaudaraan Alumni (PA) 212 merekomendasikan nama pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab sebagai calon presiden (Capres) di tahun 2019 mendatang. Pengamat politik Populi Center Usep S Ahyar menilai bahwa diskursus pencalonan Rizieq sebagai Capres hanya sebatas wacana belaka yang tak mungkin terwujud.

“Harus dilihat lebih jauh, mereka ingin (Rizieq) bebas dari jeratan hukum. Kemudian membuat suatu manuver politik dengan mencalonkan sebagai calon presiden yang ingin membuat bargaining kepada pemerintah atau yang lain, ingin bebas dari jeratan itu,” kata Usep seperti dilansir, Rabu (30/5/2018).

“Agak berat kalau lihat konstelasi parpol yang ada di Indonesia, kader-kadernya sendiri saja yang punya kapasitas bisa jadi capres dibanding Rizieq masih banyak, ada Prabowo ada yang lain. Bahkan banyak tokoh parpol yang ngantri buat jadi capres atau cawapres,” tambahnya.

Usep juga menyoroti manuver-manuver yang dilakukan PA 212 belakangan ini ibarat sebuah partai politik yang bisa ‘seenaknya’ mencalonkan kandidat calon presiden.

Dia menyarankan PA 212 mau bertrasformasi menjadi partai politik jika telah yakin memiliki basis massa yang solid dan finansial yang cukup untuk memenangkan pemilu dan menjadikan Rizieq sebagai calon presidennya di pemilu 2023.

“Kalau punya finansial baik, dan ketokohan yang acceptable, ya bikin parpol saja. Kenapa nggak berani coba? Kalau mau main politik sekalian saja, jangan abu-abu gitu, berkompetisi sesuai peraturan yang berlaku,” kata Usep.

Kendati begitu, Usep mengamati bahwa selama ini massa yang tergabung dalam PA 212 hanya diincar oleh beberapa partai politik untuk kepentingan elektoral semata.

(Agung/LIN)

Ribuan Narapidana Mencoblos di Pilgub Jabar

0
narapidana
ilustrasi (Web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Ribuan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat akan mencoblos pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 nanti.

Kepala Lapas Kelas II A Cibinong Anak Agung Gede Krisna mengatakan, sebanyak 1.255 warga binaan dinyatakan berhak ikut memilih.

“Itu sudah dilakukan sosialisasi pada jumlah keseluruhan yang terbagi dalam sistem blok. Dan hal tersebut akan berlangsung pada 27 Juni 2018,” kata Krisna seperti dilansir CNN, Senin (28/7/2018).

Menurut dia, pihak Lapas telah menyelenggarakan simulasi Pemungutan Suara pada Pilkada Jawa Barat sebagai bentuk simulasi dan serta mempraktikkan cara pemungutan suara.

BACA JUGA: 19 Narapidana di Lapas Ciamis Dibebaskan

“Mereka hanya kehilangan kemerdekaan bergerak saja, sehingga mereka tetap memiliki hak politik untuk memilih calon pemimpin dalam gelaran pemilihan umum,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor, Haryanto Surbakti membenarkan bila sudah dilakukan sosialisasi terkait pencoblosan yang berada di Lapas Kelas II.A Cibinong.

KPU akan memfasilitasi setiap warga negara untuk menyalurkan hak pilihnya. Dan hal tersebut sudah dilakukan koordinasi dengan struktural lapas guna kondusifitas.

(Agung/LIN)

Hari ini, Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Anniesa 18 Tahun

0
ilustrasi (Web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Majelis hakim Pengadilan Negeri Depok menjatuhkan vonis kepada dua terdakwa kasus penipuan agen perjalanan umroh  First Travel, yakni Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, Rabu (30/5/2018).  Keduanya terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penipuan dan pencucian uang.

“Menjatuhkan hukuman penjara kepada para terdakwa masing-masing 20 tahun dan 18 tahun,” kata Ketua Majelis Hakim Soebandi saat membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Depok, Seperti dilansir CNN.

Hakim Soebandi pun menjatuhkan pidana denda denda Rp10 milyar subsider 8 bulan kurungan kepada bos first travel Andika dan Anniesa.

Hakim menyatakan Andika, Anniesa, dan Kiki terbukti menipu dan melakukan pencucian uang calon jemaah umrah. Mereka dinyatakan terbukti melanggar Pasal 378 KUHP, 372 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 dan juncto pasal 64, serta Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Vonis majelis hakim hampir sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum dibacakan pada 7 Mei lalu. Saat itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Andika dan Anniesa dengan hukuman 20 tahun penjara, serta didenda Rp10 miliar subsider satu tahun empat bulan kurungan. Sedangkan Kiki diancam penjara selama 18 tahun, dan denda Rp5 miliar subsider satu tahun kurungan.

Kasus penipuan First Travel ini mengakibatkan kerugian hingga Rp905,3 milyar. Uang sebanyak itu merupakan akumulasi dari dana yang disetorkan calon jemaah sebesar Rp14,3 juta per orang. Korban penipuan yang dalam kasus ini mencapai 63.310 orang.

(Agung/LIN)

Empat Pemain Ini Disiapkan Persib untuk Lawan Bhayangkara FC

0
Bhayangkara FC
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persib Bandung akan menghadapi Bhayangkara FC pada pertandingan kandang kompetisi Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Kamis (31/5/2018).

Pada pertandingan tersebut, top skor Persib Ezecheil Ndouassel dan kapten tim Supardi Nasir dipastikan absen akibat akumulasi kartu. Selain dua pemain itu, Victor Igbonefo, dan Febri Hariyadi pun absen karena dipanggil Timnas Indonesia U-23.

Pelatih Persib Mario Gomez mengatakan, absennya beberapa pilar tersebut cukup memengaruhi perfoma tim. Meski begitu, pihaknya tidak  khawatir.

“Tapi it’s oke kita masih punya pemain lain dan hari ini kita berlatih untuk antisipasi absennya pemain-pemain ini,” kata Gomez.

Gomez menambahkan, pada laga kali ini Oh In-Kyun yang sebelumnya absen karena akumulasi kartu bisa kembali tampil. Selain itu untuk menggantikan Eze di lini depan masih ada Airlangga Sucipto. Sedangkan di posisi center bek, pelatih berusia 61 tahun ini akan menyiapkan Wildansyah.

“Mungkin juga nanti akan main Billy, Henhen, Wildan dan Airlangga,” jelas mantan pelatih Johor Darul Ta’zim ini.

(Arif/LIN)