spot_imgspot_img
Senin 12 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8162

‎Menjamu Bhayangkara, 5 Pemain Persib Absen

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persib Bandung dipastikan tidak akan diperkuat beberapa pemain andalannya saat menjamu Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Kamis (31/5/2018).

Pelatih Persib Bandung Roberto Carlos Mario Gomez mengatakan bahwa absennya pemain andalan pada pertandingan pekan ke-12 ini lebih banyak jika dibandingkan dengan laga sebelumnya.  Ada lima pemain yang tidak bisa diturunkan, karena akumulasi kartu maupun dipanggil memperkuat Timnas Indonesia.

Pemain yang absen tersebut di antaranya Ezecheil Ndouassel di posisi striker dan kapten tim Supardi Nasir yang mendapat akumulasi kartu. Selain itu, Victor Igbonefo, Febri Hariyadi dipanggil Timnas Indonesia U-23 dan Indra Mustafa bergabung dengan Timnas U-19.

“Ya sangat banyak pemain, bahkan terlalu banyak yang absen untuk satu tim di kompetisi. Tiga untuk tim nasional dan dua karena akumulasi kartu kuning,” kata pelatih berusia 61 tahun ini.

(Arif/LIN)

Kendaraan Melintas Jabar di Musim Mudik 2018 Diprediksi Naik

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat memprediksi arus kendaraan pada mudik lebaran tahun 2018 mengalami peningkatan.

Semua persiapan untuk layanan keamanan dan keselamatan pengendara diklaim sudah dilakukan.

Kepala Dishub Jabar Dedi Taufik memprediksi kenaikam arus lalu lintas ke Jawa Barat di jalur darat bisa mencapai 5 persen  dari tahun lalu yang mencapai 2.462.840 kendaraan.

Peningkatan pun akan terjadi di jalur laut sebesar 1,67 persen, jalur udara naik 7,6 persen dan kereta api 7,8 persen.

“Dominasinya masih kendaraan roda dua. Penumpang diperkirakan mencapai 13,2 juta jiwa,” kata Dedi di Bandung.

Untuk mengantisipasi kepadatan arus, terutama di jalur darat, Dishub akan fokus pada fasilitas  lalu lintas jalan Jabar yang punya filosofi sebagai lintasan dan tujuan dengan tiga jalur utama, yakni  jalur utara tengah dan selatan.

“Tentu kami komitmen mengedepankan keselamatan, kenyamana dan layanan,” ucapnya.

Di jalur darat, Dishub sudah menyiapkan sebanyak 4.675 unit bus, baik antar kota dalam provinsi (AKDP) maupun bus antarkota antar provinsi (AKAP).

Dari jumlah itu, total seat (kursi) bisa mengangkut sebanyak 205.744 penumpang. Dia memastikan semua kelengkapan keselamatan bus sudah dan sedang diproses secara berkala hingga H-10 idul fitri.

Adapun untuk angkutan kereta api, Dishub Jabar menyebut sudah ada 92 kereta dengan keberangkatan dari kota Bandung, Kiara Condong dan Cirebon.

Jumlah itu sudah dikonfirmasi berdasarkan rapat koordinasi yang dilakukan bersama pihak Daerah Operasi (Daop) Kereta Api Indonesia (KAI) di wilayah bersangkutan.

Untuk angkutan sungai danau dan penyebrangan, sudah disiapkan 1.352 kapal di bawah 7 gross tone (GT). Angkutan udara ada 98 pesawat.

“Angkutan udara nantinya melayani penerbangan domestik sebanyak 78 unit, unutuk penerbangan internasional sebanyak 20 unit,” pungkas dia.

(LIN)

Tim Imam Barokah Minta Panwas Tindak Paslon Yang Bagi-bagi Uang di Masjid

0

BANJAR, FOKUSjabar.co.id: Pilkada Kota Banjar makin serus saja, setelah saling lapor gara-gara selebaran gelap, kini pendukung Imam Barokah menggelar aksi di Panwas Kota Banjar. Massa yang mengatasnamakan Gerakan Ummat Aksi (GUA) 212, ini mendatangi kantor Kantor Panwaslu Kota Banjar Senin (28/5/2018)

Massa pendukung Imam Barokah datang ke Panwaskot Banjar  untuk menanyakan perkembangan kasus selebaran gelap berisi hoax dan ujaran kebencian yang menyudutkan Paslon Walikota/Wakil Walikota Banjar nomor urut 2, H Maman Suryaman- Irma Bastaman. Mereka juga mempertanyakan pembiaran panwas terhadap paslon nomor urut 1 yang bagi bagi uang di DKM.

Para pendukung juga menuding paslon nomo1 Asih Saenyana menggunakan tenaga ahli pendamping desa di struktur salah satu Paslon, serta juga menanyakan aturan pembagian uang yang dilakukan salah satu Paslon di tempat-tempat ibadah.

“Ada tiga hal yang kami tanyakan ke Panwaslu, yakni soal selebaran hoaks, dugaan keterlibatan tenaga ahli pendamping desa, dan bagi-bagi uang di masjid oleh tim salah satu paslon,” ujar Tim Advokat Paslon nomor 2, Debi Puspito kepada wartawan.

Debi menambahkan, soal selebaran hoax yang sudah dilaporkan ke Panwaslu pada tanggal (1/5/2018), ia mengaku ingin mengetahui sudah sejauh mana perkembangannya. Menurut Debi, sejak dilaporkan pada 1 Mei 2018 tersebut, timnya hingga saat ini tidak pernah mendapatkan laporan dari Panwaslu terkait perkembangan kasus selebaran gelap (hoax) tersebut.

“Kami sudah membuat laporan, tapi panwas tak memberikan laporan ke kami soal perkembangan kasusnya. Ini bagaimana ,” imbuhnya.

Ia pun meminta, supaya Panwaslu mengusut tuntas dugaan keterlibatan tenaga ahli pendamping desa pada salah satu pasangan calon.

“Kami mempertanyakan soal bagi-bagi uang di tempat ibadah oleh pasangan nomor urut 1, panwaslu diminta tegas apakah boleh atau tidak. Jika itu dibolehkan oleh panwaslu, maka paslon kami juga akan ikutan Namun jika tidak diperbolehkan, kami akan laporkan, sehingga dalam hal ini kami minta panwaslu tegas dan tidak tebang pilih,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kota Banjar, Irfan Saiful Rohman mengatakan, bahwa soal selebaran hoax, pihaknya sudah melakukan berbagai langkah. Namun terdapat syarat formil yang belum lengkap, salah satunya identitas terlapor.

“Karena saat pelaporan, belum dilengkapi identitas terlapor. Kami pun berupaya untuk mengonfirmasi kepada pelapor,” pungkasnya.

(boip/DAR)

Panik Dikejar Massa Maling Motor Tabrak Cary

0

CIAMIS.FOKUSJabar.co.id : Diduga maling yang hendak kabur setelah mencuri sepeda motor, seorang pengendara sepeda motor Yamaha Mio dengan nopol Z 3227 VD terkapar di tengah jalan setelah menabrak mobil  Suzuki Cary dengan nopol D 8615 CU yang sedang terparkir di pinggir jalan. di Jalan Raya Banjarsari-Pangandaran. Selasa (29/5/2018).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Fokusjabar.com  korban kecelakaan maut tersebut diketahui bernama Irfa, warga Tasikmalaya. Korban diduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (ranmor) yang kabur setelah berhasil menggasak Mio di kawasan Padaherang.

“Mungkin korban kabur dengan kecepatan tinggi memacu kendaraanya  hingga saat kecelakaan terjadi benturan yang sangat keras sekali,” katanya.

Emas Syamsiah salah satu warga Banjarsari, menuturkan, bahwa, pelaku diduga sedang membawa kabur hasil curiannya dari arah padaherang. Namun, saat tiba di lokasi korban mengalami kecelakaan hingga tewas di tempat.

Hingga berita ini dibuat, belum ada kejelasa dari Kepolisian setempat dalam penanganan kasus ini. Adapun jenazah korban masih disemayamkan di Puskesmas Banjarsari. Belum ada keluarga korban yang mengambilnya.

(husen maharaja/DAR)

 

 

 

 

Umat Islam Jangan Alergi Politik

0
Ahmad Zacky Siradj saat RDP Di Aula Kec.Kawalu Kota Tasikmalaya (FOKUSJabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Umat Islam jangan alergi untuk terjun ke dunia politik karena itu bagian perjuangan dan ibadah dalam mewujudkan keadilan, memelihara demokrasi dan sistem kenegaraan yang juga diperjuangkan oleh para pendahulu bangsa ini.

Demikian diungkapkan Anggota DPR/MPR RI Komisi III Ahmad Zacky Siradj dalam acara Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Aula Kantor Kecamatan Kawalu Selasa (29/05/18).

Menurut dia, politik tidak seperti yang dibayangkan, yakni kotor, ladang korupsi dan hanya mementingkan diri sendiri. Sejatinya, politik itu bagian dari ibadah jika dijalankan sesuai dengan nilai-nilai ketuhanan, perikemanusiaan, peprsatuan, permusyawaratan dan keadilan.

BACA JUGA:

Tim Damkar Rancah Berhasil Evakuasi Anak Meninggal di Dalam Gorong-gorong

Untuk tampil terdepan dan menguasai segala bidang, kata dia, umat Islam harus masuk ke dunia politik. Terlebih saat ini semua kebijakan terkait ekonomi, pendidikan, perdagangan dan lainnya didasarkan pada politik. Jadi umat Islam jangan menjauhi politik, sebab ada tanggung jawab moral dan etika berpartisipasi dalam membangun dan memajukan negara.

“Saat ini perlu ditingkatkan lagi pendidikan politik di lembaga keagamaan,seperti di pesantren. Pembelajaran di Pesantren itu harus menyeluruh, jangan memisahkan agama dengan politik, ibadah dengan politik, sehingga kajian dan pendalaman ilmu politik di lembaga pendidikan agama bisa lebih ditingkatkan. Berpolitik itu bagian dari ibadah untuk berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelas dia.

(Seda/LIN)

Hindari Double Indentitas, Perda Kependudukan di Jabar Dibentuk

0
(FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) bersama DPRD Jabar membentuk Peraturan Daerah (Perda) Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) menjelaskan, Perda tentang kependudukan dibutuhkan karena harus menyesuaikan dengan Undang-undang tentang Administrasi Kependudukan.

Perda ini pun diperlukan untuk menata serta menjamin identitas kependudukan warga Jabar. Terlebih menurut dia, kependudukan harus ditata dengan baik.

“Tentu kita lakukan supaya identitas betul-betul terjamin. Kita tahu berapa jumlah penduduk Jabar yang sebenarnya,” kata Aher di Gedung DPRD Jabar seusai melaksanakan pengesahan Raperda tentang Administrasi Kependudukan menjadi Perda, Senin kemarin (28/5/2018).

Jika sudah ada Perda tentang kependudukan, maka tidak akan ada perbedaan data di setiap instansi serta double domisili warga.

“Kita ingin menjadi pelopor pembenahan kependudukan. Terutama identititas yang harus satu. Kalau ada beberapa identitas, tentu akan merugikan,” jelas Aher.

Untuk diketahui, pengesahan Raperda tersebut dilakukan Senin (28/5) kemarin di Gedung Paripurna DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.

Penandatangan pengesahan Raperda Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan dilakukan oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher), Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari, beserta jajaran Wakil Ketua DPRD Jabar.

Aher mengatakan bahwa Raperda tersebut selanjutnya akan dikirim ke Mendagri untuk mendapatkan nomor registrasi untuk kemudian disahkan menjadi Perda.

(Ibenk/LIN)

Pencetakan Surat Suara Pilgub Jabar Sudah 85 Persen

0
KPU Jabar saat raker di Bandung (Foto IST)
KPU Jabar saat raker di Bandung (Foto IST)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Hingga Senin (28/5) kemarin, pencetakan surat suara untuk Pilgub Jabar 2018 sudah mencapai 85 persen dan sebagian surat suara sudah didistribusikan ke sejumlah KPU kabupaten/kota di Jabar.

Sejumlah daerah yang sudah terdistribusi, yakni Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Garut, Kabupaten Kuningan, Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Sumedang, Kabupaten danKota Bandung, dan Kota Cimahi.

“Sebagian besar sudah terdistribusi, sisanya mudah-mudahan sebelum tanggal 11 Juni,” kata Komisioner KPU Jabar Divisi Umum, Keuangan, dan Logistik Agus Rustandi di sela Raker Penyampaian Berkas Dukungan Calon Anggota DPD di Hotel Grand Astrilia Jalan Pelajar Pejuang Bandung, Selasa (29/5/2018).

Menurut dia, pencetakan surat suara sudah mencapai 32,559 juta lembar sejak 13 Mei hingga 11 Juni 2018. Agus mengatakan bahwa proses pencetakan, distribusi, dan pelipatan di masing-masing KPU mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan.

“Insya Alloh semuanya akan selesai sesuai jadwal,” kata dia.

(LIN)