spot_imgspot_img
Senin 12 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8163

Jabar Revisi Perda Perlindungan Kekayaan Intelektual

0
(HUMAS JABAR)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Provinsi Jawa Barat merevisi Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan Kekakayaan Intelektual. Perda tentang Pengelolaan Kekayaan Intelektual ini telah disetujui DPRD Jawa Barat dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro No. 27, Kota Bandung, Senin (28/5/18).

Perda itu akan diajukan ke Kemendagri untuk mendapat fasilitasi, seperti nomor registrasi dan akan diundangkan untuk menjadi Perda. Sebelumnya, DPRD Jabar melalui Panitia Khusus (Pansus) VIII DPRD Jabar telah membahas dan menelaah Raperda itu dengan berbagai pihak terkait.

Perda Provinsi Jabar tentang Pengelolaan Kekayaan Intelektual untuk melindungi hasil kreativitas dan inovasi kekayaan intelektual dan ekpresi budaya tradisional di daerah provinsi. Sebelumnya, hal itu telah ditetapkan dalam Perda Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2012 tentang Perlindungan Kekayaan Intelektual.

Dalam laporannya, Pansus VIII Perda Nomor 5 Tahun 2012 menyatakan bahwa perlu dilakukan peninjauan kembali. Sebagai akibat terbitnya beberapa peraturan perundang-undangan terkait kekayaan intelektual serta jangkauan arah pengaturan yang kurang implementatif.

Kekayaan intelektual adalah kekayaan yang timbul atau lahir karena kemampuan intelektual manusia melalui daya cipta, rasa, dan karsanya yang dapat berupa karya bidang teknologi, ilmu pengetahuan, seni, dan sastra yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Pemerintah daerah provinsi berperan melindungi hak cipta kebudayaan daerah provinsi, melindungi paten atas invensi yang dihasilkan inventor dalam hubungan dinas, dan melindungi varietas asal/lokal dan indikasi geografis,” kata salah satu Anggota Pansus VIII dalam laporannya.

Melalui Perda ini, Pansus VIII juga meminta Pemprov untuk aktif memfasilitasi pendaftaran merek kolektif. Hal ini bisa dilakukan melalui menteri yang membidangi kekayaan intelektual.

Sementara itu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan bahwa Perda tentang Kekayaan Intelektual adalah turunan dari undang-undang yang telah ada. Aher menegaskan bahwa sebuah karya harus dilindungi, terlebih jika karya tersebut memberikan dampak materi. Maka si pemilik karya harus bisa menikmati hasil karya intelektualnya tersebut. Perda ini pun untuk membentengi tindakan pembajakan.

“Sebab, ketika seseorang memiliki karya, maka karya itu perlu dilindungi. Ketika karya tersebut bernilai, apakah bernilai materi maupun nonmateri, si pemilik karya tersebut harus dilindungi, karyanya jangan dibajak,” kata Aher.

“Kemudian dampak positifnya, terutama saat berdampak materi tidak boleh dibajak oleh orang lain, dan tentu harus dilindungi agar si pencipta karya tersebut bisa menikmati hasil karyanya sebagai hasil karya intelektual,” pungkas Aher.

(**)

Minim Peluang, Atlet Bola Voli Jabar Harus Tampil Maksimal di Asian Games 2018

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Jawa Barat berharap para atlet bola voli Jabar yang membela Indonesia di ajang Asian Games XVIII pada Agustus 2018 mendatang bisa tampil maksimal meski peluang meraih medali cukup berat. Terlebih beberapa negara di Asia adalah salah satu raksasa bola voli di dunia, sehingga Timnas Indonesia akan sangat sulit bersaing.

Ketua Pengprov PBVSI Jabar MQ Iswara mengatakan, saat ini jumlah atlet bola voli Jabar yang membela Timnas Indonesia di Asian Games 2018 ada sekitar enam pemain. Keenam atlet itu, yakni Delly Dwi Putra Heryanto dan lima atlet di tim putri yakni Amalia Fajrina Nabila, Wilda Siti Nur Fadhilah Sugandi, Putri Andya Agustina, Yola Yuliana, dan Tri Retno Mutiara.

“Memang para atlet yang terpanggil memperkuat Indonesia di Asian Games 2018 tidak sesaui harapan kita, namun kita bersyukur atlet asal Jabar masih mewarnai Timnas Indonesia. Selain atlet, Jabar pun berkontribusi dari pelatih di timnas putra yakni Samsul Jais, serta pendamping tim di putra dan putri yakni Gugi Gustaman,” kata Iswara di sekretariat Pengprov PBVSI Jabar, Jalan Lodaya Kota Bandung, Selasa (29/5/2018).

Dengan sumbangan enam pemain bagi timnas bola voli Indonesia di Asian Games 2018, Iswara berharap para atlet bisa memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin. Salah satunya dengan tampil maksimal dan mengambil pelajaran dari keikutsertaan di Pelatnas Asian Games 2018.

“Bisa menempati posisi empat besar itu sudah prestasi yang sangat bagus. Di Asian Games ini, banyak lawan dengan level dunia, seperti Cina, Jepang, Iran, bahkan Korea Selatan,” kata dia.

(Ageng/LIN)

Gaet Suara Milenial, BMI Maksimalkan Kerja Politik

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Ketua Dewa Pengarah Banteng Muda Indonesia (BMI) sekaligus Wasekjen DPP DPIP Euriko Sotarduga bersyukur dengan hasil survei terakhir yang naik hampir di angka 20 persen.

“Kita punya strategi Trisula, yakni struktural partai, BMI dan relawan. BMI ini bergerak di media sosial, dan relawan bergerak di bidang masing-masing,” kata Riko di sela acara Konsolidasi Pemenangan Hasanah di Pilgub Jabar 2018 di Bandung, Selasa (29/5/2018).

Dalam praktiknya, BMI bergerak di cyber, media sosial dan terus konsisten menggaet para pemilih muda.

Selain trisula, pihaknya pun memanfaatkan popularitas Jokowi yang identik dengan PDIP. Saat ini hampir 50 persen pemilih muda memilih Jokowi dengan alasan pergerakan PDIP yang cepat.

Pihaknya berharap bisa mendapat 50 persen dari pemilih muda bisa terwujud.

“Kaitannya dengan BMI, kita gerakan di media sosial dan kita genjot terus di pemilih muda. Untuk suara partai hampir secara keseluruhan sudah solid,” jelas dia.

Sementara itu, Ketua DPD BMI Jabar Ineu Purwadewi Sundari mengaku sudah melakukan kerja politik di lapangan, termasuk dengan cara door to door.

“Inilah yang akan menentukan kemenangan di Jabar. Paling tidak BMI terus bekerja maksimal. BMI harus menyumbang kekurangan suara Hasanah yang saat ini mulai naik,” kata Ineu di tempat yang sama.

Ineu menyebut bahwa pengurus partai di BMI hanya tiga orang, sisanya bisa berkontrinusi melalui suara lain bagi Hasanah

(LIN)

PKS Incar Kemenangan Asyik di Injury Time

0
Ketua pemenangan Asyik Haru Suandharu (foto web)
Ketua pemenangan Asyik Haru Suandharu (foto web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak menjadi unggulan dalam mengusung calon kepala daerah, dan itu biasa.

Kendati begitu, para kompetitor selalu mengawasi pergerakan kader dan strategi tim pemenangan dalam setiap gelaran hajat demokrasi.

Demikian disampaikan Ketua Tim Pemenangan Sudrajat-Syaikhu (Asyik) Haru Suandharu, Selasa (29/5/2018).

Indikatornya, kata dia, dalam setiap hasil survei, pasangan calon yang diusung PKS jarang berada di posisi teratas.

Survei terbaru Pilgub Jabar dari Litbang Kompas yang dilakukan tanggal 10-15 Mei ini, pasangan Asyik berada di posisi ketiga dengan tingkat elektabilitas 11,4 persen.

“Kita memang tidak pernah nomor satu. Nggak dianggap, yang diunggulkan itu pasangna lain. Waktu dua periode lalu juga sama. Ya nggak apa lah, mending begitu, tapi menang,” jelas dia.

Dari rilisan beberapa survei, masyarakat yang menentukan pilihannya itu terbagi dalam empat fase, yakni pada masa kampamye, seminggu sebelum pemilihan, masa tenang dan hari H.

Tim kampanye di tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga desa saat ini sudah mulai tancap gas.

“Ini ibaratnya injury time. Yang bahaya tuh kan goal di masa injury time. Kita itu incar goal di injury time,” selorohnya.

Haru meyakini bahwa para pesaingnya pun merasakan potensi kekuatan besar yang dimiliki PKS dan koalisinya. Apalagi, banyak faktor pendukung lain yang bisa merealisasikan kemenangan di Pilgub Jabar.

Haru memberikan bocoran bahwa pasangan Asyik sudah didukung oleh 14 Ormas Islam. Mereka sudah menggaransi akan jalan tanpa paksaan untuk mensosialisasikan Asyik.

“Mereka bilang ke saya, perasaan kami mendukung pasangan Asyik dengan partai pengusung itu sama besar. Mereka bergerak di luar mesin partai koalisi. Mesin ini berjalan dengan people power, tanpa instruksi dari tim pemenangan. Ini yang bikin kita optimistis,” kata dia.

Haru pun tidak khawatir dengan adanya black campaign yang sudah mulai menyerang ke paslon Asyik atau ke partai pengusung. Justru hal ini menegaskan bahwa kami sangat diperhitungkan dalam kontestasi.

“Kalau memang kami kecil (tidak mungkin menang) ya ga usah ada upaya downgrade.  Sekarang kan ada pihak mengaitkan PKS dan koalisinya seolah tidak mencitai NKRI, tidak toleran, macem macem, dikaitkan dengan itu, dan ini. Saya tidak nuduh siapapun, tapi kami tak gentar, ” jelas dia.

(LIN)

Igbonefo Siap Berkontribusi untuk Timnas U-23 

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Timnas Indonesia U-23 akan melakoni pertandingan uji coba menghadapi Timnas Thailand U-23 di Stadion PTIK (Jakarta), Kamis (31/5/2018) dan di Stadion Pakansari (Bogor), Minggu (3/6/2018).
Pada pertandingan tersebut, Timnas memanggil dua pemain Persib Bandung.  Yakni, Victor Igbonefo dan Febri Hariyadi. Pemanggilan ini membuat Igbonefo merasa bersyukur.
Menurut pemain naturalisasi yang satu ini, menjadi bagian dari skuad Garuda merupakan kebanggaan. Dengan begitu, akan memanfaatkannya dengan maksimal dan menampilkan permainan terbaiknya.
“Dipanggil timnas, aku senang mendapat kesempatan kembali ke Timnas, aku harap aku bisa bantu di sana,” kata Igbonefo.
Bermain dengan pemain yang usianya lebih muda darinya bukan masalah besar bagi Igbonefo. Apalagi menurut pemain berusia 32 tahun ini, sebelumnya sudah sempat berlatih dan bermain dengan pemain U-23.
“Kemarin aku sempat main sama mereka, dan itu bagu sekali, mereka pemain yang bagus, aku harap kehadiran aku dapat membantu mereka dengan pengalaman aku,” harapnya.
(Arif/Bam’s) 

Mengenai Kondisi Dado, Ini Kata Dokter Persib 

0
dedi kusnandar fokusjabar.id
Dedi Kusnandar (Dado), Persib. (Foto web)
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Dokter tim Persib Bandung, Rafi Ghani memastikan kondisi pemain secara keseluruhan dalam keadaan bugar seusai melakoni pertandingan tandang menghadapi Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (27/5/2018).
Hanya saja, Dedi Kusnandar (Dado) masih dipantau kondisinya pascalaga yang berakhir imbang tanpa gol tersebut. Dado mengalami memar di bagian kaki kanannya.
” Kondisi Dado saat melawan Bali ada memar di bagian kaki kanannya, ada luka dan ada sedikit pembengkakan. Kini lagi dikasih obat dan masih diobservasi selama dua hari,” kata Rafi.
Setelah menghadapi Bali United, Persib akan menghadapi Bhayangkara FC, Kamis (31/5/2018), Rafi menuturkan belum bisa memastikan Dado tampil pada laga tersebut, karena masih diobservasi.
“Di atas mata kaki kanan bagian dalam. Dado sebenarnya cuma sakit pada saat bentura ada sedikit pembengkakan, ya kita lihat,” jelasnya.
(Arif/Bam’s) 

PDAM Tirtawening Jamin Pasokan Air Saat Lebaran

0
Foto web
BANDUNG, FOKUSJabar.id :  Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung menjamin pasokan air bersih hingga Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah, tidak mengalami kendala. Pihaknya pun menyiapkan Unit Reaksi Cepat (URC) dalam menanggulangi gangguan teknis.
Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung, Sony Salimi menuturkan, untuk menjamin pasokan air pada saat hari raya, pihaknya sudah menyiapkan 17 truk tangki. Truk tersebut akan disiagakan sejak H-4 hingga H+4 Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah.,
“Kita ingin pastikan, kebutuhan air tercukupi. Kita tidak ingin perayaan Idul Fitri justru jadi terganggu hanya karena masalah air,” ujar Sony saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Selasa (29/5/2018).
Sony mengatakan, PDAM Tirtawening akan terus berusaha melayani pelanggannya dengan prima. Sehingga saat perayaan lebaran, pihaknya berusaha menyiapkan anggotanya untuk melayani pelanggan dan masyarakat yang membutuhkan air.
“Mudah-mudahan tidak ada gangguan yang berarti selama musim lebaran ini,” tegasnya.
(ageng/bam’s)