spot_imgspot_img
Sabtu 17 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8041

Dedi Mulyadi: Kader Golkar Lebih Mumpuni

0
kader golkar

BANDUNG, FOKUSJabar.id: (Kader Golkar) Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi tam ambil pusing dengan fenomena artis papan atas yang meramaikan Pileg 2019.

Terlebih, kata dia, Golkar memiliki kader dengan penguasaan teritorial yang baik. Dengan begitu, fenomena artis di Pileg 2019 bukan sesuatu yang mengkhawatirkan bagi Golkar.

“Fokus Pileg itu bukan popularitas, tetapi lebih kepada penguasaan teritorial. Soal itu, kader Golkar tidak perlu diragukan.
Elektabilitas caleg Golkar itu berdasarkan wilayah binaan di daerah pemilihannya,” kata Dedi di Bandung, Senin (23/7/2018).

Dedi pun berkeyakinan bahwa partainya akan mendulang banyak kursi. Bahkan mencapai target 27 kursi.

Sementara sesuai arahan DPP Golkar, target kursi DPR RI ditetapkan sebanyak 110 kursi.

“Seiring dengan sistem saint lague murni, saya yakin kader Golkar akan menang banyak. Kuncinya tetap penguasaan daerah pemilihan,” kata dia.

Kaitannya dengan artis, Golkar tidak memajukan artis di Pileg. Terlebih kata Dedi, kualitas kader Golkar lebih mumpuni dibandingan artis populer sekalipun.

“Kami di Golkar Jabar percaya pada kader sendiri. Penghargaan kepada kader internal kami junjung tinggi, karena mereka ikut proses bersama kami sejak awal,” jelas dia.

(LIN)

Manjakan Nasabah bank bjb Gelar Konser Judika

0
foto : Arsip DCA bjb

PALEMBANG, FOKUSJabar.id : bank bjb yang selalu memanjakan para nasabahnya dengan berbagai program-program menarik, Kali ini menggelar konser di Palembang menghadirkan bintang nasional Judika. “Special Night with Judika” di Hotel Aryaduta, Kota Palembang. Konser tersebut berlangsung meriah bagi pecinta dan fans vokalis yang bernama lengkap Judika Nalon Abadi Sihotang.

Tak menyia-nyiakan peluang, bank bjb menangkap momentum tersebut untuk hadir memanjakan nasabahnya. Bagi mereka yang ingin mendapatkan tiket gratis konser Judika bisa diperoleh dengan melakukan transaksi di bank bjb berupa pembukaan tabungan baru atau melakukan top up. Untuk tiket Diamond M&G, nasabah bisa melakukan top up rekening (tabungan) atau membuka rekening baru dengan setoran Rp35 juta. Pengunjung yang ingin mendapatkan tiket Diamond Biasa dapat melakukan top up rekening (tabungan) atau membuka rekening baru dengan setoran Rp25 juta, tiket Gold bisa didapatkan dengan melakukan top up rekening (tabungan) atau membuka rekening baru dengan setoran Rp10 juta, sedangkan tiket Festival dengan melakukan top up rekening (tabungan) atau membuka rekening baru dengan setoran Rp5 juta. Satu akun hanya boleh mendapatkan 1 tiket, tidak berlaku kelipatan.

Transaksi dapat dilakukan mulai tanggal 19 – 27 Juli 2018 di Kantor bank bjb Cabang Palembang yang beralamat di Jalan H.M Rasyad Nawawi B5. No. 514-515 Kota Palembang atau bisa dapatkan langsung di booth bank bjb pada tanggal 27 Juli 2018 di Hotel Aryaduta Palembang.

Melalui event ini, bank bjb berharap dapat mendorong produk tabungan sekaligus merangkul nasabah baru melalui peningkatan Number of Account (NoA), khususnya dalam upaya peningkatan Dana Murah (tabungan), meningkatkan pemasarannya baik dalam hal penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), pemasaran bjb Credit Card, mempromosikan fitur-fitur serta keunggulan kartu ATM bank bjb, maupun pemasaran produk dan jasa bank bjb lainnya.

bank bjb sebagai Bank Umum yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah dan saat ini berada pada posisi 12 dari 115 bank terbesar di Indonesia, kini telah memiliki jaringan kantor yang tersebar di Indonesia. bank bjb senantiasa memberikan pelayanan terbaiknya untuk membangun Indonesia dan memahami negeri, hadir melayani Indonesia melalui ribuan jaringan kantor dan jaringan ATM serta dilengkapi layanan internet banking dan SMS banking (bjb Digi).

Sebagai informasi bank bjb terpilih sebagai Bank Terbaik Tahun 2018 versi Majalah Investor. Penghargaan yang diterima bank bjb setelah dinyatakan lolos pemeringkatan melalui seleksi 12 kriteria. Penghargaan Bank Terbaik Tahun 2018 merupakan satu dari sekian banyak penghargaan yang diraih bank bjb dalam beberapa tahun terakhir, membuktikan kualitas kinerja terbaiknya.

(HW)

Rd Hanif Dinobatkan Sebagai Raja Galuh

0
rd hanif
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Sejumlah tetua Kabuyutan Petilasan Kerajaan Galuh menobatkan Rd Hanif Radinal Muhtar sebagai Raja Galuh sebagai raja itu dilakukan di Batu Pangcalikan Situs Karang Kamulyan Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Senin (23/7/2018).

Menurut Aip Sarifudin dari Kabuyutan Apun Pager Gunung Cisaga, penobatan Rd Hanif Sebagai Raja Galuh tersebut berdasarkan musyawarah para tetua berbagai kabuyutan yang ada di patilasan kerajaan Galuh dahulu.

“Sebelum Rd Hanif dinobatkan sebagai raja Galuh kami semua telah mengadakan musyawarah untuk mengangkat dia,” katanya.

Aip mengatakan, diangkatnya Rd. Hanif sebagai Raja Galuh sebagai perwakilan dari Kerajaan Galuh dikala ada kegiatan silaturahmi antar raja se-nusantara.

“Selama ini kalau ada kegiatan silaturahmi Raja-raja se Nusantara hanya dari Galuh saja yang tidak ada perwakilanya padahal semua orang tahu sejarah kerajaan Galuh itu seperti apa,” ucapnya.

Berangkat dari tidak adanya perwakilan dari Galuh tersebut lanjut Aip, maka para tetua dari berbagai kabuyutan menobatkan Rd Hanif sebagai Raja Galuh agar kalau ada kegiatan silaturahmi antar Raja-raja se Nusantara dari Galuh pun ada perwakilanya,

“Setelah dinobatkan menjadi Raja Galuh nantinya Pak Hanif ini bisa mewakili para kabuyutan dalam silaturahim para raja yang biasa digelar tiap tahun,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/DAR)

Renovasi Bangunan Heritage Harus Kantongi Izin Pihak Terkait

0
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil saat menyegel proses renovasi bangunan heritage di Jalan Gatot Subroto. (FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Bangunan cagar budaya memiliki nilai warisan sejarah yang sangat bernilai sehingga tidak bisa diubah seenaknya untuk alasan apapun. Untuk melakukan renovasi terhadap bangunan tersebut, harus memiliki izin terlebih dahulu dari pihak terkait.

“Tidak masalah jika bangunan cagar budaya itu dimiliki perserorangan atau pemerintah, selama dijaga dan dirawat. Yang jadi masalah adalah saat bangunan itu justru dirusak atau berubah fungsi tanpa ada izin terlebih dahulu kepada pihak terkait,” ujar Ketua Bandung Heritage, Aji Bimarsono saat ditemui usai penyegelan renovasi bangunan heritage di Jalan Gatot Subroto Kota Bandung, Senin (23/7/2018).

Aji menuturkan, saat ini jumlah bangunan cagar budaya yang terdaftar di Kota Bandung sekitar 1.400 unit. Beberapa dari bangunan cagar budaya tersebut sudah beralih fungsi namun stuktur bangunannya tidak dirusak.

“Itu namanya adaptasi fungsi. Ketika zaman berubah dan ada kebutuhan-kebutuhan baru, maka disesuaikan fungsinya. Tapi intinya, nilai-nilai warisan budaya yang terkandung dalam bangunan tersebut tidak dirusak,” tambahnya.

Terkait pengawasan terhadap sejumlah bangunan cagar budaya, Aji mengaku jika pihaknya membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dan aparat kewilayahan dalam menjaga dan mengawasi kondisi dari bangunan tersebut. Terutama bangunan-bangunan yang belum memiliki izin.

” Kita tidak selalu bisa mengharapkan bantuan pengawasan dari Pemkot Bandung. Bagaimana pun harus ada peran serta masyarakat di kelurahan dan kecamatan yang menguasi wilayah masing-masing. Mereka bisa membantu memonitor, terutama bagi pembangunan-pembangunan yang belum berizin. Kalau sudah berizin, kan pasti terdata di dinas,” terangnya.

Terkait permasalahan kawasan dan bangunan cagar budaya ‘rumah kembar’ di Jalan Gatot Subroto, yakni mereka melakukan pembangunan atau renovasi tanpa seizin Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung. Sehingga tidak diketahui tujuan peruntukan dari renovasi yang dilakuka terhadap Rumah Kembar tersebut.

Berdasarkan pemantauannya di lokasi, Aji menilai jika sudah ada beberapa perubahan stuktur yang belum tentu sesuai dengan peruntukannya dari bangunan aslinya. Penyegelan yang dilakukan sudah sangat tepat sebagai tindak pencegahan.

“Bila dinilai tidak merubah nilai-nilai warisan sejarah, akan tetap kita diizinkan. Masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap pelestarian setiap kawasan dan bangunan cagar budaya. Manfaat tersebut, bukan hanya bagi kepentingan pemerintah tapi juga untuk generasi penerus masa depan. Bandung itu di kenal karena sejarah dan nilai budayanya, jadi Kota Bandung akan lebih maju kalau kita benar-benar ikut melestarikan warisan budaya. Ini jadi salah satu potensi untuk pengembangan Bandung ke depan,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)

Pemkot Bandung Segel Gedung Kembar di Jalan Gatsu

0
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil saat menyegel proses renovasi bangunan heritage di Jalan Gatot Subroto. (FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil menyegel salah satu bangunan rumah di Jalan Gatot Subroto Kota Bandung karena menyalahi aturan yakni merubah bentuk asli bangunan yang sudah masuk dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) sebagai cagar budaya atau bangunan heritage.

Bangunan itu berada di depan Hotel Papandayan dan ditutupi pagar seng setinggi dua meter merupakan rancangan Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno. Namun karena renovasi yang dilakukan melanggar aturan, kini bentuk asli dari bangunan tersebut hanya tinggal 50 persen saja. Atap bangunan sudah tidak ada lagi, lalu lantainya sudah hancur, ditambah beberapa bagian yang sudah dibongkar.

“Ini sudah pelanggaran luar biasa karena yang dibongkar dan direnovasi itu bangunan heritage, bangunan bersejarah. Apalagi sudah diklasifikasikan sebagai cagar budaya di Perwal. Ini dihancurkan dengan cara-cara yang melanggar dan kalau melihat kondisi saat ini, ya tinggal 50 persen bangunan aslinya,” ujar Emil (sapaan Ridwan Kamil) saat ditemui usai penyegelan di Jalan Gatos Subroto Kota Bandung, Senin (23/7/2018).

Menurut Emil renovasi dilakukan pemilik bangunan dengan tidak berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak cagar budaya. Hal tersebut membuat bangunan yang dikenal sebagai gedung kembar tersebut memiliki tingkat kerusakan yang cukup parah.

“Mereka menginterprentasikan renovasi itu dengan cara merusak. Bangunan ini sangat bersejarah karena didesain langsung Ir. Soekarno dan untuk renovasi setiap cagar budaya harus konsultasi terlebih dahulu. Karena itu, kami segel proses renovasi ini karena khawatir adanya kerusakan akan bangunan-bangunan bersejarah. Kita akan panggil pemilik bangunan dan pihak yang bertanggung jawab, nanti ada pasal-pasal untuk semua peraturan termasuk untuk cagar budaya. Bangunan pun akan dikembalikan seperti semula,” terangnya.

Emil berharap, kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi warga Kota Bandung untuk menghargai sejarah. Apalagi, pihaknya terus berupaya menambah jumlah bangunan heritage yang dilindungi melalui perwal.

“Kejadian ini tentu sangat disayangkan. Kita pun perlu partisipasi aktif masyarakat dan kalau ada yang mencurigakan langsung laporkan saja. Dalam kepimpinan saya, banyak bangunan art deco sebagai dukungan untuk heritage sementara ini justru melawan kebijakan,” tegasnya.

Berdasarkan pemaparan Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnaen, bangunan tersebut rencananya akan dijadikan sebagai rumah tinggal oleh pemiliknya. Meski demikian, pihaknya sendiri belum mendapat pengajuan izin dari pemilik bangunan tersebut.

“Sabtu kemarin sudah kita hentikan pembangunannya. Dan berdasarkan informasi kuasa hukum pemilik, itu akan dijadikan rumah untuk tempat tinggal tapi belum ada pengajuan izin ke kami kalau ada perubahan. Ini perlu karena nanti IMB nya akan disesuaikan,” pungkas Iskandar.

(ageng)

JNE Race to Moscow Nonton Final Piala Dunia

0
race to moscow
Para Pemenang JNE Race to Moscow 2018 bersama VP of Marketing Eri Palgunadi (kanan) di Luzhniki Stadium, Rusia.

BANDUNG, FOKUSJabar.id: (Race to Moscow) Perhelatan Piala Dunia 2018 di Rusia, sudah berakhir dengan menobatkan Prancis sebagai juara dunia usai menekuk Kroasia dengan skor 4-2.

Ajang pesta sepakbola dunia empat tahunan tersebut masih meninggalkan kesan bagi para pecinta sepakbola dunia. Termasuk empat pemenang JNE Race to Moscow asal Bandung yang mendapatkan kesempatan menjadi saksi kemenangan Prancis di Final Piala Dunia 2018 langsung di Moscow.

Jaya Lesmana, Yuda Okto Savitra Lubis, Fazri Ashari Romadhon, dan Yohan Gunawan berada di Rusia selama empat hari. Selain mendapat kesempatan menonton langsung final Piala Dunia 2018 antara Prancis kontra Rusia di stadion Luzhniki, mereka pun disuguhkan dengan pemandangan kota Moskow yang bersih, indah dan tertata.

“Pengalaman menonton langsung Final Piala Dunia 2018 di Luzhniki Stadium adalah saat paling berkesan dan pengalaman yang tidak tergantikan. Merasakan atmosfir di dalam stadium dan berada di tengah-tengah pendukung Kroasia, merupakan hal yang fantastis. Apalagi saya dapat baris ke dua jadi sangat dekat dengan lapangan dan dapat melihat para pemain dari dekat,” ujar Yohan Gunawan saat ditemui di kantor JNE Express, Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Senin (23/7/2018).

Meski tim jagoannya Kroasia kalah atas Prancis, pengusaha ban dan oli motor ini mengaku jika banyak pengalaman yang sangat berharga dia dapat. Meski demikian, dirinya pun mengaku sempat cukup sulit menyesuaikan dengan makanan dan komunikasi.

“Rasa masakan disana memang asing di lidah kita apalagi rata-rata warga pun tidak menggunakan bahasa Inggris. Tapi itu semua terobati dengan kecantikan kota serta paras wanita Rusia yang sangat menakjubkan,” tambahnya disambut tawa rekan-rekannya.

Jaya Lesmana menambahkan, selain mendapatkan pengalaman langsung menonton laga final Piala Dunia 2018, keindahan Kota Moskow pun menjadi kenangan tersendiri. Pasalnya, mereka pun diajak berpetualang menjajal beberapa spot indah di Kota Moskow.

“Lapangan merah Kremlin, Red Square dan Saint Bassil Cathedral menjadi tempat favorit kami selama melakukan perjalanan di Rusia. Bangunan dengan kesan vintage dan megah menjadi spot untuk wefie atau selfie yang bagus dengan latar bangunan tersebut. Kita pun mengunjungi tempattempat menarik lainnya seperti Gum, Metro Tour, River Cruise, KBRI Rusia dan tidak lupa belanja oleh-oleh di Ismailova,” tutur Jaya. (race to moscow)

Sebgai salah satu pelanggan setia JNE dan enggota JLC, Jaya mengaku makin bersemangat untuk mengikuti berbgai promo yang diadakan JNE. Meski didampingi petinggi JNE, dirinya mengaku serasa melakukan traveling dengan teman sendiri tanpa ada batasan

“Ini pengalaman yang paling berkesan bagi saya. Pokoknya kalau ad program lagi dari JNE, saya mau banget ikut. Sangat menguntungkan dan mengesankan,” tegasnya.

Seperti diketahui, JNE memberangkatkan enam orang member JLC untuk menonton langsung final Piala Dunia 2018 secara langsung di Kota Moskow, Rusia. Program yang diadakan JNE yang berkolaborasi dengan Shoope ini, diikuti lebih dari 2.583.821 transaksi untuk mengikuti program bagi pelanggan yang sering bertransaksi di Shopee dan menggunakan jasa kiriman JNE. (race to moscow)

(ageng/bam’s)

Pelayanan Disdukcapil Garut Semakin Tertata dan Tertib

0
disdukcapil fokusjabar.id
Pelayanan Disdukcapil Garut Semakin Tertata dan Tertib (Foto Andian)

GARUT, FOKUSJabar.id : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Garut terus berinovasi meningkatkan pelayanan.

Terpantau FOKUSJabar, pelayanan Adminitrasi Kependudukan (Adminduk) semakin tertata dan tertib. Bahkan, di Gedung Disdukcapil Garut di sediakan sarana tempat bermain anak dan ruang menyusui bagi masyarakat yang memiliki bayi.

Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Garut, Tedy  Sutandy menegaskan, inovasi tersebut sebagai upaya peningkatan menuju pelayanan yang semakin tertib dan lancar sesuai dengan visi yang di emban “ Tertib Adminduk 2019.”

Baca Juga: Baznas Garut Bantu Pembangunan Rumah Di Desa Sukaluyu

Dengan begitu, pihaknya bisa memberikan kepuasan bagi masyarakat yang di tunjang upaya mempercepat proses tanpa keluar dari peraturan perundang-undanganan yang berlaku.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Kepala Disdukcapil Kabupaten Garut, Rina Siti Sabariyah mengatakan, 15 Kecamatan sudah bisa melakukan Print Ready Record (PRR) dan rekam baru.

Ke-15 Kecamatan tersebut yakni, Garut Kota, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Karangpawitan, Cibatu, Malangbong, Cikajang, Bayongbong, Pakenjeng, Bungbulang, Pameungpeuk, Singajaya, Cilawu, Kadungora dan Kecamatan Cikelet.

Kecamatan yang sudah bisa melakukan pencetakan mesti mengakomodir warga dari Kecamatan terdekat. Semisal,  Kecamatan Singajaya bisa mencetak warga dari Kecamatan Peundeuy dan Banjarwangi.

BACA JUGA:

Pencetakan secara langsung di kantor kecamatan sambung Rina, mempercepat dan mendekatkan pelayanan. Meski demikian, pelayanannya bisa berjalan jika ketersediaan blanko e-KTP dari pemerintah pusat tercukupi.

Pihaknya juga menyiapkan satu unit kendaraan pelayanan publik. Khususnya dalam pelayanan penerbitan dokumen kependudukan.

(Andian/Bam’s)