GARUT, FOKUSJabar.id: Al Mashduqi International Islamic Boarding School (IIBS) Garut gelar prosesi pelepasan santri murid alumni tahun 2026 yang akan melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir bersama tiga Pondok Pesantren yang terafiliasi dengan Paguyuban Alumni Al-Azhar Mesir (PAAM) Jawa Barat.
Prosesi pelepasan santri murid secara resmi di pimpin langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Arsyad Hidayat di Auditorium Drs. H. Dede Satibi, Al Mashduqi Islamic School Garut, Sabtu (17/10/2026).
BACA JUGA:
Fenomena Inden PPDB SDIT Al Mashduqi hingga 2028, Ini Kata Bupati Garut
Kegiatan tersebut turut di hadiri Ida Sri Indriyati Dede Satibi selaku Dewan Pembina Yayasan Al Mashduqiyyah Garut, Rijal Pahlawan (Ketua Yayasan Al Mashduqiyyah Garut), KH Habiburrahman El Shirazy, dai, novelis sekaligus Ketua Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam MUI Pusat.
KH Yopi Nurdiansyah, Al-Hafiz, Ketua Umum PAAM Jawa Barat, Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina yang juga hadir dalam kapasitasnya sebagai wali santri murid.

Kepala Kementerian Agama Kantor Kabupaten Garut, Hamzah Rukmana beserta jajaran dan manajemen Al Mashduqi Islamic School Garut serta para orang tua santri murid Al Mashduqi Islamic School Garut dari berbagai tingkatan unit sekolah.
Sebanyak 11 santri murid dari tiga lembaga pendidikan akan melanjutkan perjalanan akademik mereka ke Universitas Al Azhar, Cairo Mesir.
Lima santri murid berasal dari Al Mashduqi IIBS Garut, yakni Callysta Zakiyah Ahmad, Fathin Vira Rahima, Muhammad Afifi Al Abqory, Moch. Fajri Rifa Oktaviansyah dan M. Hasbi Kaisar Almaula Fajr.
Tiga santri murid lainnya berasal dari Pondok Pesantren Miftahul Khoir Al-Azhar Rancaekek, yaitu Dzakwan Firdaus, Fadil Fauzi Rahman dan Siregar Mhammad Ihsan.
BACA JUGA:
Al Mashduqi IIBS Garut Lepas 35 Peserta English Immerson Program 2024 ke Malaysia
Sementara itu, tiga santri murid dari Pondok Pesantren Muhammadiyah Al Furqon Tasikmalaya adalah Hikmatuz Zahra Hanifa, Khayla Rihhadatul Aisy dan Neisa Aura Fajar.
Direktur Al Mashduqi Islamic School Garut, Arif Bakhtiar menyampaikan rasa syukur atas keberangkatan santri murid angkatan keempat yang akan melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar Cairo.
Ia menjelaskan, Al Mashduqi merupakan salah satu dari 17 pesantren di Indonesia yang menjadi bagian dari Cabang Ma’had Al-Azhar Cairo Mesir dan satu-satunya cabang Ma’had Al-Azhar Cairo Mesir di Jawa Barat.
BACA JUGA:
Keren! SMP IT Al Mashduqi Garut Raih Penghargaan KLHK RI
“Alhamdulillah, puji syukur tidak terhingga atas karunia, rahmat, dan nikmat Allah. Di tahun 2026, santri murid Al Mashduqi IIBS Garut angkatan keempat dapat kita hantarkan untuk melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir,” kata Arif.
Dia mengatakan, keberangkatan tersebut menjadi kelanjutan dari perjalanan akademik para santri murid Al Mashduqi yang sudah terlebih dahulu menempuh pendidikan di Mesir.
Para santri murid yang akan berangkat di harapkan dapat melanjutkan estafet keilmuan sekaligus memperkuat pengalaman belajar di lingkungan akademik internasional.
Menurut Dia, saat ini santri murid Al Mashduqi IIBS Garut yang mengikuti prosesi acara pelepasan ini telah terdaftar sebagai mahasiswa tahun 2026 di Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir.
Dengan demikian, setelah mereka selesai mengikuti Imtihan Syahadah Ma’had Al Azhar Cairo Mesir dan di nyatakan lulus serta memperoleh ijazah atau syahadah Ma’had Al Azhar Cairo Mesir, mereka dapat melanjutkan studi sesuai ketentuan yang berlaku tanpa harus mengikuti tes tambahan maupun menunggu tahun pembekalan bahasa sebelum memulai studi.
BACA JUGA:
Lagi, Al Mashduqi IIBS Garut Berangkatkan Alumninya ke Universitas Al Azhar Cairo Mesir
Dukungan terhadap keberangkatan santri murid juga di sampaikan Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina yang hadir dalam kapasitasnya sebagai orang tua santri murid Al Mashduqi.
Dalam sesi special speech, ia mengapresiasi peran Yayasan Al Mashduqiyyah dalam mempersiapkan generasi muda agar memiliki daya saing untuk melanjutkan pendidikan di dalam maupun luar negeri.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Al Mashduqiyyah Garut secara keseluruhan yang telah mencetak anak-anak dengan daya saing tinggi hingga menghantarkan mereka ke jenjang studi dalam maupun luar negeri,” ucap Putri Karlina.
Ia berharap, para santri murid dapat tumbuh menjadi generasi transformatif yang mampu menghadapi perubahan dan berkompetisi di masa mendatang.
Putri mengapresiasi fasilitas dan lingkungan pendidikan yang mendukung proses tumbuh kembang anak-anak. Baik secara akademik maupun dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pesantren Kemenag RI, Arsyad Hidayat menyebut, kesempatan menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar sebagai capaian yang patut di syukuri.
Menurutnya, Al-Azhar merupakan salah satu pusat keilmuan Islam yang memiliki tradisi keilmuan dan ajaran Islam moderat.
“Alhamdulillah, saya dapat hadir di acara pelepasan santri murid ke Al-Azhar. Ini adalah capaian yang luar biasa. Kita tahu Al-Azhar merupakan tempat sumber ilmu dan ajaran Islam yang moderat.”
“Saya berharap, para santri nanti bisa mengenyam pendidikan dengan ragam bidang studi lainnya, tidak hanya mengambil studi bidang agama saja,” ungkap Arsyad.
BACA JUGA:
Kepala Kanwil Kemenag Jabar Lepas Santri Murid Angkatan 3 Al Mashduqi IIBS Garut ke Universitas Al Azhar Cairo Mesir
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut, Hamzah Rukmana menilai, kegiatan pelepasan tersebut sebagai bentuk ikhtiar mempersiapkan generasi masa depan melalui pendidikan dan penguatan kapasitas keilmuan.
“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada shohibul ma’had yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini untuk mempersiapkan generasi yang akan datang. Ini merupakan suatu prestasi dan investasi untuk anak-anak kita,” ujarnya.
Hamzah berharap, seluruh santri murid, guru dan keluarga besar Al Mashduqi di berikan kelancaran dalam menempuh proses pendidikan. Sehingga ilmu yang di peroleh kelak dapat memberikan kemaslahatan bagi masyarakat.
Melalui pelepasan ini, Al Mashduqi IIBS Garut bersama PAAM Jawa Barat berharap para santri murid dapat melanjutkan perjalanan akademik dengan kesiapan keilmuan, keteguhan nilai keislaman, dan semangat untuk berkontribusi bagi masyarakat.
Keberangkatan mereka sekaligus menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan membawa manfaat bagi umat di masa mendatang.
(Bambang Fouristian)



