spot_imgspot_img
Sabtu 17 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8042

Sebanyak 9.311 Ha Sawah Terdampak Kemarau

0
ciamis fokusjabar.id
Gambar sawah kekeringan (foto Web)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dampak musim kemarau di Jawa Barat mulai terlihat. Ribuan hektare sawah terdampak kekeringan, bahkan beberapa di antaranya mengalami puso.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat Hendy Jatnika mengatakan, berdasarkan laporan per 17 Juli 2018 tercatat luas lahan terdampak kemarau mencapai 9.311 hektare (ha). Dengan rincian, kondisi ringan 5.460 ha, sedang 2.610 ha, dan berat 835 ha.

“Khusus untuk lahan yang mengalami puso tercatat mencapai 406 hektare. Memang masih kecil (puso) tapi luas lahan terdampaknya sangat banyak,” kata Hendy di Gedung Sate, Senin (23/7/2018).

Adapun lahan puso terbanyak terjadi di Indramayu seluas 100 Ha, disusul Garut 92 ha, Ciamis 77 ha, Kabupaten Sukabumi 67 ha, Majalengka 51 ha, Kabupaten Bogor 51 ha, dan Kabupaten Bandung 3 ha.

Hal itu terjadi , salah satunya karena debit air berkurang saat memasuki musim kemarau. Terhitung Juli, Agustus dan September. Luas lahan terdampak kemarau terjadi hampir di seluruh daerah di Jabar. Terutama di wilayah yang belum memiliki sistem irigasi teknis.

“Seharusnya petani yang punya lahan tanpa irigasi teknis tidak memaksakan menanam padi. Sebaiknya menanam jagung atau kedelai,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah menyiapkan pompanisasi bagi lahan yang masih punya potensi air. Alat pompa sudah lama disebar ke dinas terkait di kabupaten/kota.

“Pompa sudah siap digunakan, tinggal digerakkan petugas di lapangan dan TNI. Tapi kadang kendalanya adalah bahan bakar,” jelasnya.

Meski dihantui kemarau panjang, dia optimistis target produksi padi Jabar tetap tercapai, mengingat realisasinya hingga pertengahan tahun sudah mencapai 60 persen.

Tahun ini, kata dia, target produksi padi Jabar sebesar 12,5-13 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Dengan rata-rata produksi sebesar 1 juta ton per bulan.

“Saya harap di bulan Oktober sudah hujan, sehingga bisa langsung masuk musim tanam 2018-2019,” pungkas.

(LIN)

Pria Berdarah Pakistan Nyaleg DPRD Garut

0
dprd garut
Bacaleg DPRD Garut dari Partai Demokrat, Setiawan (Foto. Andian)

GARUT, FOKUSJabar.id: Pria berdarah Lahore, Pakistan, Setiawan (Iwan) terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut, menjadi Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) DPRD Garut periode 2019-2024.

Dirinya maju di Daerah Pemilihan (Dapil) 2 yang meliputi Kecamatan Malangbong, Kersamanah, Selaawi, Balubur Limbangan, Kadungora, Leles, Cibiuk, Leuwigoong dan Kecamatan Cibatu dari Partai Demokrat (PD).

BACA JUGA:

Sekolah Sungai Cimanuk Bakal Tanam 500 Pohon di Hari Bumi Sedunia

Menurut Setiawan,  mencalonkan diri menjadi anggota DPRD ingin membangun daerah di mana dia di lahirkan dan membaktikan diri kepada masyarakat Desa Rancasalak, Kecamatan Kadungora, umumnya Kabupaten Garut.

Tak hanya itu, dia pun bertekad bekerja profesional dan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat melalui pelatian-pelatihan home industri.

“ Maju di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 bukan untuk meramaikan peta politik. Tetapi saya hadir berjuang untuk rakyat sesuai dengan slogan Demokrat, peduli dan beri solusi,” ungkap Setiawan saat di temui FOKUSJabar di kantor DPC PD, Jalan Proklamasi No1 Garut, Senin (23/7/2018).

Setiawan juga bertekad menjadi pembawa pesan dan pembawa harapan rakyat agar terealisasi sekaligus di nikmati masyarakat. Karenanya, dia akan berjuang untuk memperjuangkan aspirasi, membela hak-hak rakyat serta mewujudkannya.

“ Saya ingin betul-betul membangun daerah agar lebih maju kesejahteraan rakyat. Intinya, saya ingin wakafkan hidup untuk memperjuangkan nasib rakyat,” beber dia.

(Andian/Bam’s)

Gomez Nilai Timnya Bermain Baik

0
gomez
ilustrasi (web)

BANJARMASIN, FOKUSJabar.id: Persib Bandung gagal mengamankan poin penuh di laga tandang Liga 1 2018 seusai bermain imbang 2-2 dengan Barito Putera di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Minggu (22/7/2018).

Persib nyaris mengamankan kemenangan di menit 41 yang sempat unggul 0-1 melalui Oh In-Kyun namun mampu disamakan oleh Aaron Evans.

Di babak kedua, Ezechiel Ndouassel membawa Persib unggul 2-1, namun Ady Setiawan menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di menit 89.

Pelatih Persib Mario Gomez mengakui bahwa itu tidak sesuai target. Namin Mario tetap bersyukur dengan hasil tersebut.

“Kami bermain baik pada pertandingan ini, kita tahu Barito tim kuat saat bermain di kandang dan berada di urutan kedua klasemen sementara,” kata Gomez seusai laga.

Gomez menambahkan, Persib mendapatkan peluang di menit akhir babak kedua. Sayang, peluang Jonathan Bauman gagal dimaksimalkan menjadi gol.

“Tapi kita mencetak dua gol di babak pertama dan kedua kita kehilangan beberapa peluang di babak pertama. Tadi di menit terakhir ada peluang di Bauman sayang bola masih menyentuh penjaga gawang,” ucapnya.

(Arif/LIN) 

Pemprov Jabar Miliki Tim Penilai ASN

0
Sekda Jabar Iwa Karniwa saat diwawancarai wartawan (foto IST)
Sekda Jabar Iwa Karniwa saat diwawancarai wartawan (foto IST)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki Tim Penilai Kinerja (TPK) Aparatur Sipil (ASN).

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa menyebut bahwa pembentukam TPK itu sesuai payung hukum dan perintah Undang-undang 32/2013 tentang pemerintah daerah dan UU 30/2014 tentang administrasi serta PP 11/2017.

“Dahulu istilahnya Baperjakat, ini tim pengganti Baperjakat,” kata Iwa di Gedung Sate Bandung, Senin (23/7/2018).

Pembentukan lewat Kepgub ini diteken Penjabat Gubernur Jabar M Iriawan pada Senin (16/7/2018) lalu.

Untuk diketahui, tim yang diketuai Sekda Jabar sekaligus anggota ini beranggotakan Kepala Inspektorat, Asisten III Administrasi, Kepala Badan Kepegawaian Daerah, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait anggota tidak tetap.

Adapun keterlibatan kepala OPD guna memahami aparatur di dinas masing-masing. Iwa menunjuk misalnya Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Daerah yang saat dinilai kinerja ASN-nya maka kepala dinasnya akan terlibat dalam tim.

“Jika akan mengangkat pejabat administrasi, atau dari staf menjadi eselon IV, atau IV ke III dan proses mutasi maka kepala dinasnya ditugaskan khusus membahas dinas tersebut,” jelas Iwa.

Lebih lanjut Iwa menilai, melalui tim penilai ASN maka pola pengangkatan atau mutasi jabatan di lingkungan Pemprov Jabar akan lebih baik, transparan dan fair.

Tim ini pun tengah menyusun aturan pola karir ASN yang akan menjadi persyaratan terbuka bagi pegawai yang akan menjadi pejabat eselon II, III dan IV.

“Ini syarat yang menguatkan. Untuk eselon III minimal 3C bukan satu tingkat di bawahnya. Banyak di Pemprov yang 3C, 4 A tapi masih staf. Kita juga mensyaratkan minimal pendidikan S1, sudah mengikuti pendidikan pimpinan tingkat IV, serta sudah mengantongi sertifikat pengadaan barang dan jasa, “kata dia.

Diakui Iwa, untuk syarat sertifikat pengadaan barang dan jasa akan memudahkan yang bersangkutan saat menjadi pejabat untuk melakukan pengadaan.

Dirinya pun akan mendorong mereka yang belum mengantongi sertifikat untuk mengikuti pelatihan.

” Jabatan pun akan disesuaikan dengan pendidikan dan keahlian, kriteria ini akan kita tegaskan dalam penyusunan pola karir,” tutur dia.

Saat ini pihaknya tengah memproses penentuan tiga posisi kepala biro yang berasal dari hasil lelang terbuka. Hasil lelang dan penunjukan eselon II ini menurut dia sudah dilaporkan pada penjabat gubernur serta Kementerian Dalam Negeri.

“Dengan pola karir yang jelas dan adanya tim penilai kinerja, maka dimungkinkan didapat ASN yang mumpuni, dan memungkinkan tidak ada pejabat yang non job. Kinerja tim sesuai dengan koridor hukum, kami ingin mendapatkan SDM yang berkualitas dan sesuai persyaratan, ” jelas dia.

(LIN)

 

Walhi: Program Pembangunan Industri Emil Bisa Mengurangi Lahan Sawah Produktif

0
Direktur Walhi Jawa Barat Dadan Ramdan. (FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat (Jabar) telah melakukan kajian pada program Calon Gubernur Jabar terpilih Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.

Walhi menilai, satu program Ridwan Kamil-Uu yakni menambah kawasan industri baru di kawasan pantai utara (Pantura) akan berdampak buruk pada lingkungan.

“Program RK ini kan menambah zona-zona industri baru. Ini yang akan berdampak pada alih fungsi lahan pertanian produktif, terutama yang berada di Pantura,” kata Direktur Walhi Jabar Dadan Ramdan seusai menggelar Diskusi ‘Menelisik Program Gubernur Jabar terpilih, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum’ di Sekretariat Walhi Jabar Jalan Cikutra Baru X Nomor 5, Neglasari, Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Senin (23/7/2018).

Dia menyebut bahwa pembangunan industri yang itu direncanakan mulai dari daerah Subang, Indramayu, Cirebon, Bekasi, dan Karawang.

Sehingga, kata dia, ketika lahan produktif sawah di daerah tersebut hilang maka akan berpengeruh pada produktivitas pangan di Jabar.

“Pangan kita juga akan menghilang selain nanti (dikaji selanjutnya) berapa ribu buruh tani dan petani sawah yang juga kehilangan mata pencaharian jika dilakukan pembangunan industri,” kata dia.

Walhi menganjurkan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum melakukan kajian strategis lingkungan hidup. Berkaca dari pengalaman yang lalu, kata dia, beberapa kasus yang sudah terjadi, pembangunan industri tidak dibarengi dengan kajian lingkungan hidup.

“Jadi ini bukan hanya soal AMDAL industri. Industri kan butuh air banyak, airnya dari mana, terus nanti akan menghasilkan limbah, pengolahan limbahnya seperti apa. Sementara belajar dari Citarum, pengembangan industri di Cekungan Bandung membuat DAS Citarum rusak parah. Ini yang harus diantisipasi,” pungkasnya.

(Ibenk/LIN) 

Sebut AHY Anak Kecil, Prabowo Tegur Waketum

0
prabowo
(foto web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, geram dengan pernyataan Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono yang meremehkan kualitas seorang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk menjadi calon wakil presiden. Arief menganggap AHY sosok yang belum memiliki pengalaman.

“Saudara Arief Poyuono, saya sangat menyesal mendengar Anda membuat komentar tentang rencana kita berkoalisi dengan partai Demokrat,” tulis Ketua Umum Partai Gerindra melalui surat yang diberikan kepada Arief Poyuono, (23/7/2018).

“Pernyataan tersebut di luar wewenang Anda dan sangat tidak memiliki dasar,” tambahnya, seperti dilansir CNN.

Ketua Umum Partai Gerindra menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah meragukan kapasitas AHY.

“Saya tidak menganggap saudara AHY seorang anak kecil,” ujar Prabowo.

Prabowo lantas meminta Arief membuat keterangan pers yang berisi pencabutan pernyataan dan permintaan maaf kepada Partai Demokrat.

Sebelumnya, Waketum Gerindra Arief Poyuono menyatakan AHY tidak mungkin menjadi cawapres Prabowo lantaran belum memiliki cukup pengalaman dan tergolong anak kecil.

“AHY ini anak ajaib, saya tak ingin masyarakat menilai AHY adalah pemimpin karbitan. Makanya untuk menjadi seorang pemimpin harus dihina dulu biar kuat dan tangguh,” kata Arief.

(Agung/LIN) 

Kejari Tasikmalaya Siap Bongkar Kasus di Kota Tasikmalaya

0
Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa, Kejaksaan Dituntut Tegas Dan Profesional. (fokusjabar-seda)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id : Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tasikmalaya akan tegas melaksanakan tugasnya sebagai penegak hukum, untuk itu setiap pelanggaran hukum yang dilakukan masyarakat khususnya, penyelenggara negara di Kota Tasikmalaya.

Demikian ditegaskan Kajari Kota Tasikmalaya Salamat Simanjuntak pada upacara peringatan Hari Bhakti Adhyaksa Ke-58 di Kantor Kejaksaan Negeri, jalan Ir. H. Juanda Kecamatan, Bungursari, Kota Tasikmalaya, Senin (23/7/18).

“Pelanggaran hukum harus diproses, siapapun yang terbukti melanggar hukum, kita akan proses. Kita akan bongkar satu persatu setiap pelanggan hukum,” tegas Selamat.

Di Hari Adhyaksa ke 58 ini, penegak hukum, khususnya jaksa harus merubah pola pikir lama ke pola baru.

” Ini momentum untuk intropeksi diri dan evaluasi para Jaksa untuk berkerja dengan profesional dan proposional guna mengembalikan kepercayaan masyarakat,” kata dia.

Adapun kasus pelanggaran hukum yang diproses Kejaksaan Kota Tasikmalaya, seperti kasus korupsi lingkar utata sudah ditetapkan.

” Kita sudah tetapkan tersangkanya, yakni mantan Panitera Pengadilan Negeri Kota Tasikmalaya dengan jumlah kerugian Negara Rp2,5 milyar. Kasus lainnya masih dalam proses,” jelas dia.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman berharap, Kejari Kota Tasikmalaya semakin tegas dan profesional dalam penegakkan hukum.

“Kita berharap semakin cepat untuk menyelesaikan dan memproses permasalahan-permasalahan hukum agar tidak menghambat pembangunan dengan mengedepankan jiwa profesionalisme,” ungkap Budi.

(Seda/LIN)