spot_imgspot_img
Sabtu 17 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8043

Wiranto akan Siapkan Lapas Koruptor di Pulau Terpencil

0
ilustrasi (web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Menteri Koordintaor Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menyebut posisi Lembaga Permasyarakatan yang berada di kawasan perkotaan menjadi alasan utama Lapas sering disalahgunakan.

Wiranto mengatakan, lapas untuk koruptor seharusnya berada di kawasan pulau-pulau terluar Indonesia.

“Masalah utama sebenarnya adalah lokasi. Harusnya lapas itu ada di pulau terluar dan terpencil, tapi jangan terpencil-terpencil amat yah,” kata Wiranto di kompleks Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (23/5/2018).

Dia pun menyebut pihaknya telah memilih beberapa pulau yang bisa digunakan untuk pembangunan lapas baru bagi para terpidana koruptor.

Kata dia, dari 17.000 Pulau terpencil yang diakui Indonesia ada sekitar 6.000 pulau yang belum dihuni.

“Masa dari 6.000 itu gak ada yang bisa dibuat penjara, ya satu atau dua pulau kan bisa,” katanya.

Wiranto memastikan petugas nantinya akan semakin memperkatat penjagaan untuk lapas-lapas yang berada di tengah perkotaan.

“Karena perlu waktu, dan proses panjang, sambil menunggu kami lakukan pembenahan dan memperketat pengawasan terhadap lapas yang audah ada,” kata dia.

Lapas-lapas yang ada saat ini diakui Wiranto memang memiliki posisi yang kurang strategis. Misalnya Lapas Sukamiskin dan Lapas Cipinang. Keduanya memang terkenal sebagai Lapas kelas I.

(Agung)

Pemprov Jabr Targetkan 5 Daerah Masuk 10 Besar EKPPD 2018

0
Sekda Jabar Iwa Karniwa saat diwawancara wartawan di Gedung Sate (foto : Ibenk Fokus)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan 5 daerah bisa masuk peringkat 10 besar Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) Tahun 2018.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa mengatakan, berdasarkan hasil pemeringkatan EKPPD 2017 yang lalu terhadap LPPD Pemda se- Jawa Barat 2016 yang ditetapkan dalam Kepmendagri  No. 100-53 2018 tentang Penetapan Peringkat dan Status Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Secara Nasional, dapat diketahui bahwa 26 pemerintah kabupaten/kota di Jabar memperoleh status Sangat Tinggi.

“Berdasarkan Kepmendagri dimaksud telah ditetepka  kabupaten/kota di Jabar yang masuk ke dalam peringkat 10 (sepuluh) besar tingkat nasional, yakni Kota Bandung dan Kabupaten Kuningan,” kata Iwa usai acara penerimaan Tim Nasional EKPPD 2018 di Gedung Sate, Bandung, Senin (23/7/2018).

Sementara untuk Pemprov Jabar telah mendapatkan penilaian dan status Sangat Tinggi dan berhasil meraih peringkat ke 2 tingkat nasional.

Berdasarkan hal itu, Pemprov Jabar berhasil mempertahankan prestasi tertinggi selama 3 tahun berturut-turut.

“Bahkan tahun lalu Jabar mendapatkan Tanda Kehormatan Parasamya Purnakarya Nugraha,” kata Iwa.

Tahun ini (2018), pihaknya menargetkan ada lima pemerintah kabupaten/kota yang bisa menembus nominasi 10 besar tingkat nasional.

Sementara Provinsi masih bisa mempertahankan posisi di 2 besar tingkat nasional.

“Kecuali Pangandaran yang tidak dinilai, karena masih dianggap sebagai daerah otonomi baru,” kata dia.

Khusus untuk Kota Bandung dan Kabupaten Kuningan yang masuk 10 besae 2 tahun berturut-turut, Iwa berharap dalam EKPPD Tahun 2018 bisa mempertahankan peringkat tersebut.

“Sehingga bisa diusulkan menerima Penghargaan Tanda Kehormatan Parasamya Purnakarya Nugraha,” jelas dia.

Iwa mengakui target peningkatan peringkat status EKPPD tahun 2018 cukup berat. Kendati begitu, dia berharap menjadi motivasi bagi segenap jajaran pemda di Jabar untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan Pemda dalam mewujudkan tata kelola pemda yang baik.

“Sekaligus menghadirkan kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat,” kata dia.

Iwa optimistis target tersebut bisa tercapai, mengingat setiap tahun jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan peringkat terus bertambah.

(LIN)

Anggotanya Maju di Pilkada, DPRD Jabar Lantik 2 Anggota Baru Sebagai PAW

0
(Foto web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Ketua DPRD Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari melantik dua anggota baru DPRD Jawa Barat sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) menggantikan anggota yang maju dalam Pilkada serentak 2018, di Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Bandung, Senin (23/4/2018). Adapun total anggota PAW di DPRD Jawa Barat tahun ini bejumlah empat orang.

Mereka yang dilantik adalah Imam Budi Hartono menggantikan Nur Supriyanto (Anggota Komisi IV dari Fraksi PKS) karena maju sebagai Calon Walikota Bekasi, dan Bedi Budiman menggantikan Dedi Hasan Bahtiar (Anggota Komisi V dari Fraksi PDIP) karena mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Bupati Garut. Imam dan Bedi akan menjalani sisa jabatan sebagai anggota dewan hingga 2019.

Ineu berharap Imam dan Bedi dapat langsung beraktivitas dan bekerja maksimal.

“Semoga bisa melaksanakan tugas dengan baik, menyesuaikan diri dan mengejar ketertinggalan,” ujar Ineu usai pelantikan.

Sementara itu, Imam Budi Hartono mengungkapkan, dalam sisa jabatan sekitar 1,5 tahun ini dirinya siap memaksimalkan waktu yang ada untuk bekerja.

“Prosesnya bukan saja dari hari ini, tapi beberapa buan lalu saya sudah coba aktif di pemerintahan provinsi, karena tahu Pak Nur akan diganti,” jelasnya.

Selain itu, Bedi Budiman pun bersyukur prosesi pelantikan berjalan lancar. Ia siap bekerja sebaik mungkin sebagai anggota DPRD Jawa Barat.

“Tentu sesuai sumpah akan perjuangkan aspirasi dari konstituante yang sudah kirim saya duduk di DPRD,” tegasnya.

(Agung)

Dedi Mulyadi: Partai yang 2 Digit Lebih Pantas Jadi Wapres dari yang 1 Digit

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut bahwa partai yang elektabilitasnya dua digit lebih berhak menjadi Wapres ketimbang partai yang masih satu digit.

Lebih lanjut Dedi mengatakan bahwa bagi Golkar bukan persoalan sesorang masuk di bursa Capres Cawapres 2019. Tetapi lebih kepada elektabilitas sosok yang dicalonkan dan bobot partai yang akan terus naik.

“Partai yang punya calon saat ini, potensi elektabilitasnya akan semakin tinggi. Dengan begitu, 2024 potensi menjadi Capres pun tinggi,” jelas Dedi di Bandung, Senin (23/7/2018).

Menurut dia, saat ini pertarungannya bukan hanya di Pilpres 2019, tetapi 2024. Dengan kata lain, ada partai yang menginginkan Pilpres 2019, ada juga yang mengincar Pilpres 2024 setelah periode Jokowi.

Kaitannya dengan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto, Dedi menyebut bahwa keputusannya berada di tangan Presiden Joko Widodo.

“Sebagai menteri, Pak Airlangga sangat patuh pada atasannya, dan masih menunggu instruksi. Intinya begini, mana yang lebih representatif untuk menjadi Wapres, jelas partainya yang dua digit,” tegas dia.

(LIN)

Buntut OTT KPK, Gazebo Mewah di Lapas Sukamiskin akan Dibongkar

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kementerian Hukum dan HAM melalui Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Kementerian Hukum akan segera membongkar saung atau gazebo yang berada di area Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Puluhan gazebo di Lapas Sukamiskin yang terbilang mewah tersebut dibangun dari bambu dengan dinding anyaman rotan dan beratap ijuk. Gazebo tersebut biasa dimanfaatkan para napi untuk menerima kedatangan tamu yang membesuk.

“Kami akan mempersiapkan dulu untuk ruang kunjungannya karena kita tidak punya ruang kunjungan,” kata Dirjen PAS Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami usai melakukan sidak di Lapas Sukamiskin, Minggu (27/7/2018).

Sri tak memungkiri gazebo yang ada di lapas saat ini dalam kondisi lebih baik dari sebelumnya. Namun, gazebo tersebut tetap akan dibongkar.

“Kami akan segera melakukan exercise dan membuat saung yang lebih representatif,” tuturnya, seperti dilansir CNN.

Pasca penggeledahan kamar lapas, pihaknya berencana melakukan normalisasi. Para napi tidak diperbolehkan memiliki barang pribadi.

“Hanya boleh barang-barang yang sesuai standar. Misalnya, kasur dispenser, kipas angin, buku dan tempat ibadah,” jelasnya.

(Agung)

Meski Kecewa Pelatih Barito Tetap Bersyukur

0
ilustrasi (web)

BANJARMASIN, FOKUSJabar.id : Barito Putera dipaksa berbagi angka oleh Persib Bandung pada pertandingan pamungkas putaran pertama, setelah bermain imbang dengan skor 2-2 di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Minggu  (22/7/2018) malam.

Aaron Evans dan Ady Setiawan menjadi pemain Barito yang mampu mencetak gol ke gawang tim Maung Bandung. Sedangkan dua gol Persib diciptakan Oh In-Kyun dan Ezechiel Ndouassel.

Seusai pertandingan, pelatih Barito Putera Jacksen F Tiago mengaku tidak puas dengan hasil yang diraih pasukannya. Pasalnya, timnya menargetkan kemenangan dilaga pamungkas putaran pertama.

Meski begitu, pihaknya tetap mengapresiasi perjuangannya anak asuhnya. “Tapi itu harus tetap diapresiasi, karena itu kelebihan lawan dan kita mampu memberikan perlawanan yang cukup baik,” katanya seusai laga.

Selain itu, Jacksen tetap bersyukur dengan hasil imbang tersebut, karena untuk sementara timnya berada di puncak klasemen.

“Memang hasil tidak memuaskan bagi kita, tapi kita tetap bersyukur setidaknya kita tetap bisa tidur di posisi teratas, itu kita harus mensyukuri dan harus memberikan apresiasi kepada anak-anak,” tegasnya.

(Arif)

Hadiri Halal Bi Halal Yayasan Ukhuwah Islamiyah, Aher Berpesan Jagalah Tali Silaturahmi

0
Eks Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat menghadiri Halal Bi Halal Yayasan Ukhuwah Islamiyah, Minggu (22/7/2018) malam. (FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sebulan yang lalu tepatnya 13 Juni 2018, Ahmad Heryawan (Aher) lengser dari jabatannya sebagai Gubernur Jawa Barat (Jabar).

Meski begitu,  Aher masih terus melakukan kegiatan sosial, salah satunya dengan menghadiri acara Halal Bi Halal Yayasan Ukhuwah Islamiyah di Gedung Tupperware, Jalan Buah Batu, Kota Bandung, Minggu (22/7/2018) malam.

Di Acara yang dihadiri ratusan anggota Yayasan Ukhuwah Islamiyah se-Kota Bandung tersebut,  Aher berpesan agar tetap menjaga silaturahmi. Karena menurutnya, silaturahmi dapat meningkatkan indeks kebahagiaan.

BACA JUGA:

Bey Machmudin Berduka Atas Kecelakaan Bus di Subang

“Silaturahmi adalah tradisi yang sangat penting yang harus kita laksanakan, sebab silaturahmi itu sangat luar biasa. Ini adalah bagian dari cara kita meningkatkan indeks kebahagiaan,” kata Aher.

Aher mengungkapkan, salah satu manfaat dari silaturahmi adalah bertambahnya rezeki.

“Siapa yang yang gak mau ditambah rezeki. kalau sudah menyangkut dengan rezeki, semuanya mau dan senang jika bertambah rezeki,” ucapnya.

Dia menjelaskan, rezeki bukan hanya sekedar materi. Menurutnya mempunyai istri solehah serta anak yang soleh merupakan rezeki yang luar biasa besar.

“Punya mantu yang baik, punyai tetangga yang baik, bertambah umur dan kesehatan pun juga rezeki,” tambahnya.

Aher berharap, Yayasan Ukhuwah Islamiyah yang mempunyai puluhan cabang di seluruh Indonesia dapat melaksanakan silaturahmi dengan semua masyarakat di Nusantara.

(Ibenk)