spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7955

Sempat Kabur, Polres Ciamis Ciduk Dua Tahanan

0
ilustrasi (web)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Jajaran Polres Ciamis tangkap kembali dua dari enam tahanan yang sempat melarikan diri  beberapa waktu lalu.

“Sampai saat ini jajaran kami telah berhasil menangkap dua tahanan yang sempt melarikan diri,” kata Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso di Mapolres Ciamis, Rabu (29/8/2018).

Kedua tahanan itu berhasil ditangkap di rumahnya dan dalam perjalan. Tahanan bernama Miftah Farid ditangkap di rumahnya di Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya dan Dede Sutriono warga Pangandaran ditangkap di Bandung.

Lebih lanjut Bismo meminta kepada para tahanan yang masih di luar agar segera menyerahkan diri.

“Kami minta untuk segera menyerahkan diri karena kami akan bertindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

(Husen Maharaja/LIN)

Ratusan Tenant Siap Manjakan Pengunjung Trademark Market di Bandung

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Memberikan kesempatan kepada brand-brand lokal untuk mempromosikan dan menjual produknya secara nasional, Saira Nisar kembali menggelar Trademark Market.

Trademark Market bertajuk ‘Time Machine dengan tagline 10 to The Future’ itu digelar sejak 30 Agustus hingga 2 September 2018 di The Trans Luxury Hotel Bandung.

Founder Trademark Market Saira Nisar memilih Bandung karena kota ini telah menjadi ikon tempat lahirnya brand-brand lokal berkualitas.

Melalui tema tersebut, Trademark Market ingin mengajak pengunjung untuk mengarungi lorong waktu untuk mengingat momen-momen terbaik Trademark Market dari event pertama sampai ke-9.

Founder Trademark Market Saira Nisar (foto IST)
Founder Trademark Market Saira Nisar (foto IST)

“Pengalaman sembilan kali event, Trademark Market ingin event ke 10 nanti menjadi memorable bagi semua yang berpartisipasi, baik dari tenant maupun pengunjung,” kata Saira melalui rilisnya, Rabu (29/8/2018).

Trademark Market yang digelar di Bandung nanti memiliki konsep one stop shopping, sehingga pengunjung disuguhi tidak hanya brand fashion, tetapi makanan dan hobbies juga.

Tidak hanya itu, sebanyak 150 tenant pun siap memanjakan para pengunjung selama empat hari berturut-turut.

Selain dimanjakan ratusan tenant yang ada, pengunjung pun akan dihibur dengan penampilan sejumlah band, seperti Gerhana Munthe, The Suitcase dan Tiara Effendy, ada juga pertunjukan DJ: WYL$, Weekendrounders, Skeii Gold, Badjoe, Cesareno, Alate, Boydroots, Flojo, Rookie x Jeremie, Krisztof, Eil, serta Arata yang siap menambah keseruan berbelanja.

Untuk diketahui, sejak dimulainya pada 2011 lalu, Trademark Market telah diselenggarakan sembilan kali.

“Rata-rata per event (setiap tahun) dikunjungi sekitar 70 ribu orang dalam empat hari,” kata dia.

Sukses Trademark Market tidak lepas dari peran founder bersama timnya.

Bermula dari Saira Nisar, founder Trademark Market yang menemukan sebuah produk dari brand lokal yang menarik perhatiannya di Jakarta.

Saira menyayangkan melihat brand asal Bandung itu tidak memiliki wadah yang membantu memasarkan produknya.

Dari situlah muncul Trademark Market, emporium fashion terbesar di Bandung sebagai usaha Saira Nisar memajukan bisnis brand-brand lokal Bandung.

Melalui event tersebut Saira ingin brand-brand lokal yang ada bisa terkenal secata nasional dan internasional.

Tidak hanya Trademark Market, wanita cantik lulusan Lasalle College International Jakarta itu pun menjadi pencetus T-shirt Campaign sebuah kampanye non-profit yang bertujuan menginspirasi masyarakat Indonesia dalam mendukung produk-produk lokal.

“Kampanye ini sudah bejalan selama 6 tahun,” jelas Saira.

Sejak dimulai, tema kaus selalu selaras dengan tema event Trademark Market setiap tahun. Kampanye itu pun semakin mudah diikuti dengan adanya hastag khusus #Supportlocal serta akun Instagram @supportlocalbdg.

Seluruh pencinta brand lokal bisa melihat usaha Trademark Market dalam mengajak mereka berpartisipasi.

(LIN)

Hari Ini Ponpes Sirnarasa Gelar Dzikir Akbar 76 Jam Nonstop

0
KH. Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul saat meninjau lokasi dzikir tadi malam (Dadang AR)

CIAMIS, FOKUSjabar.co.id: Ribuan ikhwan Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah (TQN) Suryalaya-Sirnarasa Rabu (28/8) menggelar dikir akbar 76 jam nonstop di Puncak Sirnarasa, Dusun Ciceuri Desa Ciomas Kecamatan Panjalu Ciamis. Dzikir akbar itu dalam rangka maulid Syekh Muhammad Abdul Gaos SM (abah Aos) yang ke 76. Acara Dzikir tersebut akan dimulai Rabu pukul 10.00 WIB hingga 1 Septemer 2018 di Kaki Gunung Syawal.

Sejak Selasa (27/8/2018) ribuan ikhwan TQN Suryalaya sudah mendatangi lokasi, mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia. Menariknya mereka membawa peralatan untuk menahan hawa dingin, karena lokasi memang beada di kaki gunung syawal. Ikwan putri mengenakan baju serba putih sementara putra menggunakan peci hitam.
Abah Aos meninjau langsung persiapan dzkir tadi malam. Tampak beberapa tenda juga sudah siap.

Salah seorang panitia Dzikir, H Muhammad Ramdhan atau lebih dikenal Habib Idan mengatakan, kegiatan ini merupakan pertama kali digelar di TQN. Makna dzikir 76 jam nonstop adalah upaya mendekatkan diri dengan berdzikir kepada Allah tanpa putus selama 76 jam. “Acara ini dalam rangka maulid Guru Mursyid Abah Aos yang ke 76, selain acara dzikir masih banyak lagi kegiatan lainnya,” kata Pengurus Masjid Muhammad Alwi Soreang Kota Bandung ini.

Pesantren Sirnarasa berada di kaki Gunung Sawal kawasan Panjalu kabupaten Ciamis, yang selalu diselimuti dinginnya cuaca pegunungan. Pesantren Sirnarasa didirikan oleh KH. Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul pada tahun 70-an yang mana nama Sirnarasa tersebut diberikan oleh Guru tercintanya Abah Anom (Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul ‘Arifin).

Di pesantren ini diterapkan sistem pengajian yang berkelas mulai dari kelas 1 hingga kelas 4 dengan berbagai kitab kuning yang dipelajarinya. Di Pesantren ini ada sekitar 120 orang santri dari berbagai daerah di pulau Jawa termasuk ada yang dari Lombok dan Nusa Tenggara Barat.

“Mereka di sini untuk dididik menjadi pribadi yang soleh secara vertikal dan horizontal. Siap menyongsong masa depan dengan keyakinan yang teguh dengan menjadi manusia yang cageur bageur lahir batin yang turut pada perintah agama dan negara. Di sini santri akan dicetak untuk bisa menjadi manusia yang ngeunah nyawa betah jasad,” tutur KH. M. Abdul Gaos yang juga mendirikan Pondok Remaja Inabah sebagai panti rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba dan gangguan mental.

Mereka yang datang untuk nyantri di Sirnarasa pertama kali diajarkan terlebih dahulu tata cara amaliyah dzikir jahar (jelas) dan khofi (samar) melalui proses talqin sebagai bekal dan bahan dalam beribadah kepada Alloh SWT. “Karena metode tersebut merupakan cara yang paling mudah dan paling dekat untuk mendekatkan diri kepada Alloh SWT,” ujar KH. M. Abdul Gaos menambahkan.

Pengajian dan amaliyah yang dilakukan di Sirnarasa telah berlangsung puluhan tahun. Begitu banyak yang datang dari berbagai kalangan dan usia untuk belajar dzikir melalui talqin.

(dar)

BPRS Al Madina Tasik Belum Sumbang PAD ke Kas Daerah

0
RUPS Al Madina Dihadiri Walikota Dan Wakil Walikota Tasikmalaya (fokusjabar-Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id : Walikota Tasikmalaya meminta agar kinerja Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Al-Madina terus ditingkatkan sehingga mampu berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan asli daerah dan terus berkembang dalam melayani masyarakat.

”BPRS Al Madina harus lebih proaktif dalam memanfaatkan potensi-potensi yang ada, sebagai perusahaan milik BUMD Kota Tasikmalaya harus menjadi rumah kita sendiri, PNS Kota Tasikmalaya sekitar delapan ribu, ini potensi yang harus dimanfaatkan oleh BUMD ini,” ungkap Walikota Tasikmalaya Budi Budiman saat menggelar RUPS Al Madina di Objek Wisata Karangresik, Kec.Cipedes Kota Tasikmalaya Rabu (29/08/18).

Walikota mengakui, sejauh ini kontribusi Al-Madina belum menguntungkan untuk pendapatan pemerintah daerah yang jelas Al Madina ini kondisinya masih sehat namun belum maksimal dalam menjalankan usahanya sehingga tidak maksimal dalam meraih keuntungan untuk meningkatkan PAD daerah.

Sementara itu Direktur Utama Al-Madina Ida Gandaresmi mengatakan, guna meningkatkan pendapatan perusahaan, pihaknya terus menyasar kalangan dari PNS termasuk dari masyarakat umum agar bisa menjadi nasabah dengan harapan mampu meningkatkan income perusahaan.

”Kita terus berusaha untuk meningkatkan pendapatan perusahaan dengan berbagai program dan produk-produk baru seperti tabung Simadu, mobile banking yang bisa dimanfaatkan oleh para calon nasabah,”ucap Ida.

Dia pun berkeinginan besar, agar Bank milik Pemkot Tasikmalaya ini tumbuh besar dan terus berkembang dalam melayani masyarakat.”Bagaimana pun bank plat merah ini harus menjadi kebanggaan masyarakat Kota Tasikmalaya khususnya PNS, keberadaannya harus dirasakan dan dibanggakan sehingga bisa menjadi pilihan masyarakat untuk meminjam dan menabung dalam memenuhi kebutuhan keuangan,”pungkasnya.

(Seda)

Ketua Kwarcab Garut: Raimuna dan Kanira Ajang Saling Tukar Pengalaman

0
Foto Andian

GARUT, FOKUSJabar.id : Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Garut gelar Pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega dalam bentuk perkemahan besar (Raimuna) serta kegiatan perlombaan (Kanira) di Bumi Perkemahan SMKN 4 Karangpawitan, 27 Agustus-1 September 2018.

Acara tersebut di buka secara langsung oleh Wakil Bupati sekaligus Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Garut, Helmi Budiman. Dia mengapresiasi penyelenggaraan Raimuna dan Kanira juga motto Pramuka sebagai perekat NKRI.

BACA JUGA:

Pengelola Teras Cimanuk Bakal Tuntut Pemkab Garut

Helmi berharap, generasi muda Pramuka bisa menjadi tauladan sekaligus pelopor penggerak di masing-masing sekolah serta daerahnya untuk menjaga persatuan dan kesatuan, nilai-nilai Pancasila dan UUD 45.

“ Semoga generasi muda Pramuka menjadi tauladan sekaligus pelopor penggerak di sekolah dan daerahnya masing-masing untuk menjaga persatuan dan kesatuan,” harap Helmi Budiman di Bumi Perkemahan SMKN 4 Karangpawitan.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Garut, Ahmad Bajuri mengatakan, kegiatan tersebut sebagai ajang pengenalan diantara sesama Penegak. Selain itu, sebagai ajang saling tukar pengalaman serta menambah krativitas dan keterampilan.

“ Kegiatan ini sebagai ajang pengenalan sesama Penegak, tukar pengalaman, menambah kreativitas dan keterampilan,” sebut Bajuri, Rabu (29/8/2018).

Pramuka sambung Bajuri, sebuah organisasi pembinaan generasi muda berkarakter. Baik keterampilan maupun leadership.

Mantan Ketua DPRD Garut 2009-2014 mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini mendukung kegiatan Pramuka. Baik Pemerintah Daerah (Pemda), para tokoh, pengusaha  dan media maasa yang telah menyuport semua kegiatan.

Acara yang diikuti 500 Penegak dan Pandega tersebut dihadiri unsur Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Kecamatan Karangpawitan, Camat, Kapolsek dan Danramil setempat.

(Andian/Bam’s)

Jojo Sisihkan Sebagian Bonus untuk Korban Gempa Lombok

0
Jonatan Christie (Jojo) foto web

JAKARTA, FOKUSJabar.id : Dua pasangan ganda putra andalan Indonesia, Kevin Sanjaya/Marcus Gideon dan Fajar Alfian/Rian Ardianto yang telah berhasil menciptakan All Indonesian Final Cabang Olahraga (Cabor) Bulu Tangkis di Asian Games 2018.

Dua pasangan ganda andalan Indonesia (Foto Web)

Setelah berhasil meraih medali emas dan perak, kedua pasangan tersebut juga ikut terlibat dalam acara amal peduli korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kevin/Marcus, masing-masing menyumbangkan satu buah jersey dan raket untuk dilelang dalam acara amal. Sementara Fajar/Rian memilih untuk memberikan jersey untuk dilelang.

Benda-benda tersebut disumbangkan seusai keduanya berlaga dalam laga final bulu tangkis perorangan Asian Games, di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018) kemarin.

Seperti diketahui, kedua pasangan ganda Indonesia tersebut bertarung habis-habisan. Pertarungan All Indonesian Final, ditutup dengan kemenangan pasangan Kevin/Marcus dengan skor 21-13, 18-21, 24-22.

Sementara Jonatan Christie (Jojo) atas keberhasilannya meraih emas, dia berhak mendapatkan bonus Rp1,5 milyar. Bonus tersebut, rencananya akan dia tabung dan sebagian akan disumbangkan bagi korban gempa Lombok.

“ Akan saya tabung dan sebagian disisihkan bagi korban gempa Lombok,” kata Jojo.

Jojo meraih emas setelah menang rubber game atas andalan Taiwan, Chou Tien Chen (21-18, 20-22, 21-15).

Pertandingan tersebut berlangsung ketat dan menegangkan. Di game pertama, Chou bermain dibawah tekanan. Jonatan tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia menyabet game pertama.

Memasuki game kedua, Jonatan sempat kalah start dan tertinggal jauh hingga 10-15. Saat berhasil menyamakan kedudukan menjadi 20-20, Chou langsung mempercepat tempo permainan dan mengeluarkan serangan-serangannya. Alhasil, game ketiga terpaksa dimainkan.

(Bam’s)

Desa Akan Jadi Basis Penyelesaian Masalah Kependudukan di Jabar

0
(HUMAS JABAR)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pemda Provinsi Jawa Barat akan menjadikan seluruh desa menjadi basis untuk menyelesaikan permasalahan kependudukan di Jawa Barat. Dalam hal ini peran BKKBN akan diperkuat untuk memperluas serta memperkuat implementasi program pengendalian penduduk seperti KB.

Fertilitas atau pengendalian kependudukan Jawa Barat ada di angka 2,6 pada 2016 lalu. Saat ini ada di angka 2,4.

Tidak hanya KB atau masalah pengendalian penduduk, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa juga meminta agar desa mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan pemahaman kepada masyarakat desa.  Selain itu, kesehatan ibu dan anak juga peningkatan ekonomi masyarakat desa perlu mendapat perhatian.

“ Kita akan mendorong untuk bagaimana supaya 5.635 desa yang menjadi basis perjuangan BKKBN itu turut  membantu terhadap program KB. Dimana dalam APBD, anggaran belanja desa, bantuan keuangan dari pemerintah pusat, provinsi itu cukup meningkat,” kata Iwa.

Salah satu caranya bahwa desa dijadikan suatu basis hubungan untuk menyelesaikan berbagai masalah kependudukan.

Menurut Iwa, baru 15 persen desa di Jabar mengalokasikan anggarannya untuk kependudukan. Untuk itu, Pemprov akan terus membantu BKKBN untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat desa.

BKKBN akan menyeleksi 2.000 masyarakat atau tokoh masyarakat desa untuk menjadi penyuluh KB dan PKH. Anggaran yang dikucurkan mencapai Rp27 milyar.

“ Ini salah satu bentuk konkrit mendukung sekaligus membantu penyelesaian sebagian permasalahan yang indikatornya fertilitasnya masih tinggi. Sekarang, Alhamdulillah sudah 2,4,” kata Iwa.

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Sukaryo Teguh Santoso menambahkan, perlu peran serta para tokoh atau ulama untuk masalah pengendalian penduduk di Jabar. Peranan mereka dirasa akan efektif untuk mencegah terjadinya pernikahan di bawah umur.

“ Makanya perlu peran serta para tokoh atau ulama yang dirasa efektif untuk mencegah terjadi pernikahan di bawah umur. Mereka diharapkan bisa memberikan pemahaman,” ujar Teguh.

Permasalahan fertilitas di Jawa Barat, khususnya di Jabar Selatan sambung dia karena pernikahan di bawah umur. Selain itu, faktor budaya juga menjadi penyebabnya.

“ Permasalahan fertlitas di Jabar Selatan karena usia kawin yang masih muda. Kalau di Jawa Barat (secara keseluruhan) sudah mendekati angka 20 (tahun). Sudah bagus sebenarnya, tapi di beberapa kabupaten masih di bawah angka 20. Semisal di Cianjur, itu rata-rata 18. Tapi, masih ada juga yang 16,” beber Teguh.

Jawa Barat menargetkan angka fertilitas kembali turun di angka 2,2 pada 2019 mendatang. Teguh optimistis bisa tercapai. Terlebih dengan komitmen yang telah diberikan Pemprov. Jika, fertilitas ada di angka 2,2, berarti orang Jawa Barat rata-rata memiliki dua orang anak.

“ Insya Allah, jika komitmennya seperti yang disampaikan Pak Sekda, kita akan capai. Terlebih, Pemprov  mengalokasikan anggaran kepada dua ribu tenaga penggerak desa,” pungkasnya.

(Bam’s)