MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Perubahan desil masyarakat yang kerap memicu polemik penyaluran bantuan sosial (bansos) mendapat perhatian publik. BPS Kabupaten Majalengka menegaskan perubahan desil tidak selalu menandakan kondisi ekonomi warga membaik atau memburuk.
Baa Juga: BPS Majalengka Jelaskan Penyebab Perbedaan Data Kemiskinan Versi BPS dan Kemensos
Kepala BPS Majalengka Yanti Heryanti melalui Statistisi Ahli Muda, Elitya Tri Permana, menyampaikan penjelasan teknis.
Elitya menyebut desil menggambarkan posisi relatif kesejahteraan seseorang dalam kelompok masyarakat.
“Bisa jadi dianya enggak berubah, tapi di situ ada orang yang lebih jatuh, makanya dia naik,” kata Elitya pada Minggu (18/10/2026).
Masyarakat umumnya melihat kondisi ekonomi secara pribadi, padahal rumus desil memperhitungkan populasi secara menyeluruh.
“Perhitungan melihat keseluruhan, tapi masyarakat biasanya melihat pribadi sendiri,” tambah Elitya.
BPS Tegaskan Data Sensus Ekonomi 2026 Masih Tahap Pengolahan
Elitya membantah anggapan bahwa perubahan desil warga bersumber dari hasil Sensus Ekonomi 2026.
Pihaknya memastikan data sensus masih berada dalam tahap pengolahan tim teknis.
“Masih pengolahan. Petanya masih diolah, datanya masih diolah. Kita harus lapor dulu ke pusat. Pusat angka pusat rilis dulu, baru ke kabupaten/kota,” jelas Elitya.
Lembaga pemerintah belum dapat menggunakan data sensus tersebut untuk menentukan peringkat desil masyarakat.
BPS Imbau Warga Beri Jawaban Jujur Saat Pendataan Petugas
Elitya memahami keluhan warga terkait data kesejahteraan muncul karena himpitan ekonomi yang masih berat.
“Pro-kontra pasti ada ya, karena masyarakat juga kan hidupnya tidak baik-baik saja. Adanya orang berteriak itu karena tidak baik-baik saja,” ungkap Elitya.
Ia mengajak seluruh kementerian serta instansi terkait untuk meningkatkan ketelitian serta efektivitas koordinasi data.
“Seluruh kementerian, BPS juga lebih menyampaikan untuk jangan sampai salah melakukan perhitungan, kementerian lain juga lebih peduli terhadap data yang disampaikan, kemudian masyarakat juga lebih paham,” lanjutnya.
BPS Majalengka mengimbau warga memberikan informasi jujur sesuai kondisi riil saat petugas melakukan pendataan.
(Jilly Ortega)



