spot_imgspot_img
Jumat 3 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Hari Ini Ponpes Sirnarasa Gelar Dzikir Akbar 76 Jam Nonstop

CIAMIS, FOKUSjabar.co.id: Ribuan ikhwan Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah (TQN) Suryalaya-Sirnarasa Rabu (28/8) menggelar dikir akbar 76 jam nonstop di Puncak Sirnarasa, Dusun Ciceuri Desa Ciomas Kecamatan Panjalu Ciamis. Dzikir akbar itu dalam rangka maulid Syekh Muhammad Abdul Gaos SM (abah Aos) yang ke 76. Acara Dzikir tersebut akan dimulai Rabu pukul 10.00 WIB hingga 1 Septemer 2018 di Kaki Gunung Syawal.

Sejak Selasa (27/8/2018) ribuan ikhwan TQN Suryalaya sudah mendatangi lokasi, mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia. Menariknya mereka membawa peralatan untuk menahan hawa dingin, karena lokasi memang beada di kaki gunung syawal. Ikwan putri mengenakan baju serba putih sementara putra menggunakan peci hitam.
Abah Aos meninjau langsung persiapan dzkir tadi malam. Tampak beberapa tenda juga sudah siap.

Salah seorang panitia Dzikir, H Muhammad Ramdhan atau lebih dikenal Habib Idan mengatakan, kegiatan ini merupakan pertama kali digelar di TQN. Makna dzikir 76 jam nonstop adalah upaya mendekatkan diri dengan berdzikir kepada Allah tanpa putus selama 76 jam. “Acara ini dalam rangka maulid Guru Mursyid Abah Aos yang ke 76, selain acara dzikir masih banyak lagi kegiatan lainnya,” kata Pengurus Masjid Muhammad Alwi Soreang Kota Bandung ini.

Pesantren Sirnarasa berada di kaki Gunung Sawal kawasan Panjalu kabupaten Ciamis, yang selalu diselimuti dinginnya cuaca pegunungan. Pesantren Sirnarasa didirikan oleh KH. Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul pada tahun 70-an yang mana nama Sirnarasa tersebut diberikan oleh Guru tercintanya Abah Anom (Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul ‘Arifin).

Di pesantren ini diterapkan sistem pengajian yang berkelas mulai dari kelas 1 hingga kelas 4 dengan berbagai kitab kuning yang dipelajarinya. Di Pesantren ini ada sekitar 120 orang santri dari berbagai daerah di pulau Jawa termasuk ada yang dari Lombok dan Nusa Tenggara Barat.

“Mereka di sini untuk dididik menjadi pribadi yang soleh secara vertikal dan horizontal. Siap menyongsong masa depan dengan keyakinan yang teguh dengan menjadi manusia yang cageur bageur lahir batin yang turut pada perintah agama dan negaraDi sini santri akan dicetak untuk bisa menjadi manusia yang ngeunah nyawa betah jasad,” tutur KH. M. Abdul Gaos yang juga mendirikan Pondok Remaja Inabah sebagai panti rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba dan gangguan mental.

Mereka yang datang untuk nyantri di Sirnarasa pertama kali diajarkan terlebih dahulu tata cara amaliyah dzikir jahar (jelas) dan khofi (samar) melalui proses talqin sebagai bekal dan bahan dalam beribadah kepada Alloh SWT. “Karena metode tersebut merupakan cara yang paling mudah dan paling dekat untuk mendekatkan diri kepada Alloh SWT,” ujar KH. M. Abdul Gaos menambahkan.

Pengajian dan amaliyah yang dilakukan di Sirnarasa telah berlangsung puluhan tahun. Begitu banyak yang datang dari berbagai kalangan dan usia untuk belajar dzikir melalui talqin.

(dar)

spot_img

Berita Terbaru