spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7954

Terpidana Kasus Pembunuhan Munir Bebas Murni

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pollycarpus Budihari Priyanto mengakhiri masa tahanannnya. Terpidana kasus pembunuhan terhadap pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) Munir Said Thalib itu sudah berstatus bebas murni.

Berpakaian serba hitam dilengkapi kacamata, Pollycarpus mendatangi Bapas Bandung di Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Rabu (29/8/2018).

Sebelum bebas, Polycarpus sudah mendapatkan bebas bersyarat pada tahun 2014 lalu.

Bahkan, dia mendapatkan beragam remisi dari Kemenkumham sejak menjadi tahanan di Lapas Sukamiskin. Polycarpus menjalani pidana selama 14 tahun setelah vonis upaya hukum peninjauan kembali (PK) MA dikabulkan dari semula 20 tahun menjadi 14 tahun penjara.

Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas I Bandung Hardjani Pudji Astini mengatakan bahwa Pollycarpus telah memenuhi syarat untuk mendapatkan pembebasan murni. Selama bebas bersyarat, dia disebut kooperatif menjalani bimbingan dan melaksanakan wajib lapor.

“Kalau pun tidak tepat waktu karena ada di luar (Papua) tetap berkoordinasi dengan kita. Kalau di Jakarta atau di Bandung dia tetap melapor,” jelas Hardjani di Kantor Balai Pemasyarakatan, Kota Bandung.

Sementara itu, Pembimbing Kemasyarakatan Madya pada Balai Pemasyarakatan Kelas I Bandung Budiana mengatakan, Pollycarpus sudah jadi manusia yang merdeka.

“Sudah merdeka,” katanya singkat.

Seperti diketahui, Pollycarpus adalah pilot Garuda Indonesia yang bertugas di dalam pesawat pada penerbangan Indonesia ke Belanda via Singapura, saat Munir Said Thalib didapati jatuh sakit dan kemudian meninggal dalam perjalanan awal September 2004.

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhi pidana pada Pollycarpus dengan pidana 14 tahun penjara.

Namun jaksa mengajukan upaya hukum ke MA hingga hukumannya ditambah menjadi 20 tahun.

Kemudia dia mengajukan PK yang kemudian dikabulkan ke MA dengan pengurangan pidana kembali menjadi 14 tahun pada 2013.

(LIN)

Kabupaten Bandung Bertekad Perbaiki Peringkat di Porda XIII Jabar Tahun 2018

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Jabar yang akan ‎digelar Oktober 2018 mendatang di Kabupaten Bogor, menjadi tantangan awal kepengurusan baru KONI Kabupaten Bandung 2018-2022 dibawah pimpinan Herda M Ghani.

Kabupaten Bandung pun bertekad memperbaiki peringkat di ajang multieven olahraga empat tahunan se-Jabar di tahun 2018.

Ketua Umum KONI Kabupaten Bandung, Herda M Ghani menuturkan, persiapan untuk menghadapi Porda XIII Jabar tahun 2018 sudan mencapai 80 persen. Beberapa hal yang masih harus diselesaikan diantaranya, jumlah atlet yang akan membela Kabupaten Bandung di ajang Porda XIII Jabar, kelengkapan kontingen, serta distribusi dana bagi setiap cabang olahraga.

“Untuk perlengkapan, masih dalam proses pembuatan dan Insha Allah akan selesai sebelum pengukuhan serta pelepasan atlet oleh Pak Bupati (Dadang Naser),” ujar Herda saat ditemui di sekretariat KONI Kabupaten Bandung, Jalan Raya Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (29/8/2018).

Untuk dukungan dana bagi atlet, lanjut Herda, pihaknya masih melakukan proses perhitungan jumlah yang akan ‎diberikan kepada cabang olahraga. Dukungan dana tersebut diantaranya untuk memenuhi uang saku atlet, ekstra fooding, hingga pemenuhan perlengkapan pertandingan.

“Dana tersebut akan kami distribusikan ke cabang olahraga melalui manajer masing-masing. Nanti yang mengelola manajernya masing-masing. Insha Allah, paling lambat di bulan September sudah bisa terdistribusi ke semua cabang olahraga,” terangnya.

‎Terkait target di Porda XIII Jabar sendiri, Herda mengaku jika pihaknya tidak memasang target yang muluk-muluk. Pasalnya, pembinaan olahraga di setiap daerah di Jabar sudah mulai merata sehingga persaingan di Porda XIII Jabar pun dipastikan akan lebih ketat.

“Minimal kita bisa memperbaiki pencapaian prestasi di Porda XII Jabar tahun 2014 lalu saat Kabupaten Bandung meraih 25 medali emas. Di Porda XIII Jabar tahun 2018 ini, kita hanya mematok pencapaian medali emas sebanyak 30 keping dan kita yakin bisa memperbaiki peringkat dengan raihan tersebut. ‎Raihan medali emas tersebut kita harapkan bisa hadir dari beberapa atlet andalan kita yang saat ini berlaga di Asian Games XVIII,” tegasnya.

Rencananya, kontingen Porda XII Kabupaten Bandung akan dikukuhkan dan dilepas secara resmi oleh Bupati Bandung, Dadang Naser pada pertengahan September 2018. Pasalnya, pada tanggal 28 September, sudah ada cabang olahraga yang bertanding yakni di cabang olahraga futsal.

(ageng/bam’s)

Organisasi Sehat Awal Lahirnya Prestasi Olahraga

0
(FOKUUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Organisasi cabang olahraga yang berjalan dengan baik dan sehat, diyakini akan mendukung pada penciptaan prestasi atlet di cabang olahraga yang bersangkutan. Hal tersebut menjadi alasan Ketua Umum KONI Kabupaten Bandung terpilih periode 2018-2022, Herda M Ghani memfokuskan pembenahan organisasi cabang olahraga di awal kepemimpinannya.

“Saya punya keyakinan, jika organisasi cabang olahraganya sehat dan berjalan baik maka pencapaian prestasi pun akan mengikuti. Itu saling berkaitan,” ujar Herda saat ditemui di sekretariat KONI Kabupaten Bandung, Jalan Raya Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (29/8/2018).

Herda menuturkan, tanpa pamrih dan militansi tinggi menjadi hal mutlak yang harus ‎dimiliki setiap jajaran pengurus cabang olahraga. Meski demikian, tuntutan prestasi diharapkan hadir di setiap cabang olahraga.

“Untuk itu, sehatnya organisasi akan berdampak pada prestasi‎. Karena itu, kita ingin organisasi cabang olahraga di Kabupaten Bandung ini sehat dan berjalan baik sehingga prestasi pun akan hadir,” tambahnya.

Selain dari sisi organisasi, Herda mengaku jika pihaknya sudah memiliki beberapa upaya lain dalam mendukung peningkatan prestasi olahraga Kabupaten Bandung. Diantaranya peningkatan perhatian bagi dua elemen penting dalam prestasi olahraga yakni pelatih dan atlet.

“Untuk atlet dan pelatih ini, kita sudah sampaikan kepada pihak Pemerintah Kabupaten Bandung untuk adanya peningkatan. Baik dari sisi perhatian maupun pembinaan,” terangnya.

Selain itu, pihaknya pun sudah mengajukan usulan untuk membentuk Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah atau PPLPD di Kabupaten Bandung. Sebagai langkah awal, cabang olahraga perorangan akan menjadi fokus pertama cabang olahraga yang masuk dalam kerangka PPLPD Kabupaten Bandung.

Dalam mendukung pembinaan olahraga serta program PPLPD Kabupaten Bandung tersebut, lanjut Herda, pihaknya pun sudah mengusulkan kepada Pemkab Bandung untuk lebih mengoptimalkan keberadaan SOR Jalak Harupat. Keberadaan SOR Jalak Harupat pun diharapkan menjadi sentra pembinaan keolahragaan di Kabupaten Bandung.

“Pak Bupati (Dadang Nasser) sangat merespon dengan baik usulan dan rencana program kita kedepan. Bahkan Pemkab Bandung berencana untuk membangun sebuah wisma atlet di area SOR Jalak Harupat. Dengan dukungan sarana prasarana di SOR Jalak Harupat ditambah kehadiran PPLPD, kita optimistis olahraga prestasi Kabupaten Bandung akan lebih berkembang serta kembali menjadi kekuatan olahraga di Jabar,” tegasnya.

(ageng/bam’s)

PWI Kuningan Gelar Jalan Santai Ceria ke-4

0
Ketua PWI Kab. Kuningan, Iyan Irwandi. (FOKUSJabar/Boip)

KUNINGAN, FOKUSJabar.id: Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kuningan akan menggelar jalan santai ceria, 16 September 2018 mendatang.

Pihak panitia menyiapkan 10 ribu tiket gratis jalan santai ceria PWI Sahabat Masyarakat. Warga perkotaan dan yang berada di daerah terpencil mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga orangtua bisa mendapatkan tiket gratis tersebut.

Tiket bisa didapatkan di kantor Harian Kabar Cirebon Perwakilan Kuningan, Harian Umum Pikiran Rakyat di Ruko Pasar Darurat, radio-radio dan anggota PWI.

“ Tiket jalan santai ceria sudah dicetak sebanyak 10 ribu lembar dan sebagian telah dibagikan secara gratis. Namun masyarakat umum tidak perlu khawatir, tiket bisa diminta di tempat-tempat penyimpanan yang sudah ditentukan,” kata Ketua PWI Perwakilan Kuningan, Iyan Irwandi, Rabu (29/8/2018).

Rute kegiatan olahraga ringan yang akan diselenggarakan ke-empat kalinya tersebut dari perempatan depan kampus SMPN 1 Kuningan menuju bundaran Cijoho. Potongan tiket dimasukan ke tong yang dijaga panitia. Lalu, berjalan sampai finish di arena pacuan kuda.

Masyarakat akan dihibur dengan lomba pacuan kuda tradisional yang diselenggarakan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan dan hiburan organ tunggal sambil mengundi seluruh doorprize.

Tujuan kegiatan yang menggandeng Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) sebagai rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-520 Kabupaten Kuningan, untuk mengembalikan citra wartawan sekaligus mendekatkan diri dengan masyarakat.

Selain itu, untuk memberikan hiburan gratis dan berbagi rejeki karena selama tiga kali penyelenggaraan yakni tahun 2015, 2016 dan 2017, respon masyarakat cukup tinggi. Mereka selalu menunggu-nunggu kegiatan jalan santai PWI tanpa ada penjualan tiket atau hal apa pun.

“Semoga langkah yang dilakukan kami berdampak positif bagi organisasi sekaligus memberikan nilai manfaat dan hiburan bagi masyarakat umum,” pungkasnya.

(Boip/Bam’s)

Tugu Gunung Sawal Ciamis Tempat Indah untuk Berkemping

0
Pemandangan yang indah dari Bumi perkemahan Tugu Gunung Syawal. (FOKUSJabar/Ibenk)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Kabupaten Ciamis mempunyai tempat kemping dengan panorama indah.  Yakni, Tugu Gunung Sawal yang berlokasi di Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya.

Di lokasi wisata itu terdapat bumi perkemahan yang belum dibuka secara resmi oleh pemerintah setempat. Hanya sebatas dikelola Karang Taruna.

Jarak dari pusat kota ke pos pendakian Gunung Sawal sekitar 15 kilometer. Traveler bisa menyewa angkutan kota jurusan Sadananya. Pendaki harus daftar di pos keberangkatan dan membayar tiket masuk Rp3 ribu per orang. Itu untuk rute pendakian.

Masuk ke area perkemahan harus mendaki Gunung Sawal terlebih dahulu dengan waktu tempuh sekitar 40 menit dari pos pendakian. Rute yang harus dilewati pendaki cukup mudah karena terdapat jalur permanen dan beberapa pos untuk istirahat.

Meski medan yang harus dilalui cukup terjal, namun pendaki tidak akan merasa lelah. Karena pemandangan di sepanjang jalan sangat indah dengan rimbunnya ribuan pohon vinus.

Tiba di puncak Tugu Gunung Sawal, tersedia hamparan untuk mendirikan tenda. Para pendaki bisa melihat luasnya wilayah Priangan Timur seperti Ciamis, Banjar dan Tasikmalaya.

Di bawah lokasi perkemahan terdapat sungai kecil dengan air jernih. Air tersebut biasa digunakan wisatawan untuk mandi dan keperluan memasak.

Pada malam harinya, pemandangan juga masih indah. Wisatawan bisa melihat ribuan cahaya lampu permukiman, sehingga mirip hamparan cahaya bintang.

Di atas tugu Gunung Sawal juga terdapat petilasan Kiyai Zainal Mustofa, sebagai salah satu tokoh Islam.

Jaja Jaenudin beserta rombongan, saat ini tengah berkemah di Tugu Gunung Sawal. Menurut dia, dulu tempat ini masih liar dan belum dikenal umum.

” Memang saya sudah tahu tempat ini. Dulu masih liar dan belum dikenal umum. Sudah bertahun-tahun lamanya saya baru kesini lagi. Ternyata, tempatnya masih indah,” beber Jaja, Rabu (29/8/2018).

Menurut Jaja, mencari tempat berkemah untuk menghabiskan akhir pekan tidak perlu jauh-jauh. Pasalnya, di Ciamis banyak lokasi yang sangat indah dan cocok dijadikan tempat kemping. Salah satunya, Tugu Gunung Sawal yang memeiliki sumber mata air yang jernih.

” Saya yakin, jika dikelola dan dikembangkan dengan baik, tempat ini pasti banyak dikunjungi wisatawan,” pungkasnya.

(Ibenk/Bam’s)

Sebanyak Rp1,04 Milyar Dana Zakat Disalurkan bagi 800 Mustahik

0
Penyerahan dana zakat bagi para mustahik di Kota Bandung. (FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bandung menyalurkan dana zakat kepada para 800 mustahik (penerima zakat) dengan jumlah dana mencapai Rp1,04 milyar.

Dana zakat diserahkan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial di Masjid Al Ukhuwah, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Rabu (29/8/2018).

Oded mengapresiasi kinerja Baznas Kota Bandung yang sudah mengelola dana zakat secara transparan dan akuntabel.

Pihaknya berharap, kinerja profesional dan proporsional tersebut terus ditingkatkan, sehingga kepercayaan warga Kota Bandung yang membayarkan zakatnya kepada Baznas  semakin meningkat.

“Kami pun berharap para mustahik tetap berusaha memperbaiki kehidupannya, sehingga suatu saat bisa keluar dari kesulitan dan bisa menjadi muzaki (pemberi zakat). Mari jadikan kehidupan kita dalam rangka meraih kemenangan dari Allah SWT,” kata Oded.

Dana zakat yang dibagikan, lanjutnya, sebagian besar berasal dari zakat profesi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Bandung Setiap bulan, Baznas Kota Bandung menerima titipan zakat rata-rata sebesar Rp1,6 milyar sampai Rp2 milyar.

“Ke depannya, kita berharap tidak hanya ASN Kota Bandung yang berzakat, tapi juga para pengusaha muslim di Kota Bandung,” kata dia.

Kepala Baznas Kota Bandung Maman Abdurrahman menuturkan, sebanyak 800 mustahik tersebut, terbagi dalam lima kategori program.

Lima kategori program itu, seperti Bandung Cerdas, Bandung Sehat, Bandung Peduli, Bandung Makmur, Bandung Taqwa yang masing-masing program mendapatkan bantuan dengan nominal yang berbeda.

Untuk kategori Bandung Cerdas, ada lima jenis bantuan pendidikan yang diberikan mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga S1 dengan total bantuan mencapai Rp266 juta.

Jumlah mustahik yang mendapatkan dana zakat melalui program Bandung Cerdas mencapai 141 siswa kurang mampu.

Di kategori Bandung Sehat, Baznas memberikan bantuan kepada 10 warga miskin untuk pengobatan ke rumah sakit bagi warga miskin dengan jumlah penyaluran dana zakat mencapai Rp23,5 juta.

Lalu di kategori Bandung Makmur, Baznas memberikan bantuan modal kepada 212 mustahik yang setiap orang mendapatkan bantuan Rp1 juta untuk bantuan usaha.

“Sedangkan untuk program Bandung Taqwa, Baznas memberikan santunan kepada 12 orang guru mengaji dan beberapa kegiatan perbaikan masjid dengan jumlah dana zakat mencapai Rp64 juta.

Selebihnya ada bantuan untuk kategori Bandung Peduli, yakni bantuan bagi kategori mustahik lain, seperti gharimin (orang yang berhutang), bantuan perbaikan rumah tak layak huni (Rutilahu) bagi warga miskin, serta santunan untuk para Perlindungan Masyarakat (Linmas) dan anggota Gorong-gorong Bersih (Gober) yang belum tersampaikan pada periode sebelumnya,” pungkasnya.

(Ageng/LIN)

Pollycarpus Bebas, Warga Pertanyakan Janji Jokowi Usut Kasus Munir

0
ilustrasi (web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Terpidana kasus pembunuhan Munir Said Thalib, Pollycarpus Budihari Prianto dinyatakan bebas murni pada hari ini, Rabu (29/8/2018).

Namun, masih belum terkuak siapa dalang dari pembunuhan pegiat HAM itu.

Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) menyesalkan dengan bebasnya mantan pilot maskapai Garuda Indonesia itu.

“Terus terang ini sangat disesalkan, pelaku lapangan yang kita tahu dari putusan pengadilan bahwa ada keterlibatan Pollycarpus bahkan setelah dia diadili ditahan dipenjara dan sekarang bebas itu tidak membuka sedikit celah dengan fakta kematian Munir,” kata Kepala Divisi Advokasi HAM KontraS Putri Kanesia, seperti dilansir CNN.

Putri menyayangkan beberapa orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan Munir seperti mantan Deputi Badan Intelijen Negara (BIN) Muchdi Pr, Indra Setiawan dan Chairul Aini tidak diadili secara adil oleh pengadilan.

Putri menagih janji Presiden Joko Widodo yang bakal mengusut kasus pembunuhan ini hingga tuntas pada 2016 silam.

“Dan ini sudah dua tahun tapi tidak ada yang signifikan. Ini semakin membawa kekecewaaan, apalagi besok Pollycarpus dinyatakan bebas murni besok (red: hari ini),” ucap Putri.

Jika keadaan terus seperti ini, Putri menganggap Presiden Jokowi tidak berkomitmen dan tak mampu memerintahkan Kejaksaan Agung, Polri, badan intelijen dan lembaga peradilan menguak kasus pembunuhan pada 14 tahun silam itu. Putri khawatir pemerintah mengganggap sepele terhadap kasus ini.

“Saya khawatir kalau pola-pola seperti ini tidak serius dan dianggap bahwa korban ini cuman satu orang,” kata Putri.

(Agung)