spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7953

Rencana Pemindahan Tugu Adipura Menuai Pro Kontra

0
Tugu Adipura Segera Berpindah Tempat Ke Padayungan (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id : Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya tidak sependapat jika rencana pemindahan Tugu Adipura  di kawasan Taman Kota Tasikmalaya ke Padayungan  dengan alasan untuk menanggulangi kemacetan lalu lintas di kawasan tersebut.

”Perlu diketahui  kemacetan di kawasan Tugu Adipura penyebabnya bukan karena tugu tapi memang jalannya kecil, sementara jumlah kendaraan yang melintas sangat padat ditambah dengan banyakan kendaraan yang parkir.Alasan itu sebenarnya harus dikaji lagi jangan sampai keliru atau salah mengambil keputusan, hal ini akan kita kaji dan kami membawa ke ranah pimpinan,” ujar Ketua komisi III DPRD Kota Tasikmalaya Heri Ahmadi, usai menggelar Rapat bersama Dinas Perwaskin Rabu (29/08/18).

Menurut dia, alasan Komisi III tak menyetujuinya pemindahan tugu Adipura ini tentunya akan berdampak terhadap usulan pengajuan anggaran pemindahan tugu. Pernyataan tidak mendukung dan menolak pemindahan tugu akan merubah pengajuan anggarkan dari Dinas terkait.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Yono S. Karso mengatakan, proses pemindahan tugu Adipura sedang berjalan termasuk sudah mengajukan anggaran biaya pemindahan ke Dewan. “Kalau tak disetuji ya ngak apa-apa kok, padahal besaran biayanya hanya Rp 200 juta,”pungkasnya.

(Seda/DAR)

Bawaslu Jabar: Pelanggaran Pilkada Serentak 2018 Jabar Didominasi ASN

0
Komisione Bawaslu Zaki Hilman saat memaparkan pelanggaran Pilkada Serentak 2018 Jabar (foto LIN)
Komisione Bawaslu Zaki Hilman saat memaparkan pelanggaran Pilkada Serentak 2018 Jabar (foto LIN)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat mencatat sebanyak 452 pelanggaran terjadi pada Pilkada Serentak 2018 di Jabar. Aparatur Sipil Negara (ASN) tercatat paling banyak melakukan pelanggaran pada Pilkada Serentak 2018. Netralitas ASN terciderai dengan ikut memenangkan salah satu paslon dalam Pilkada tersebut.

Demikian diungkapkan Komisioner Bawaslu Jabar Zaki Hilmi seusai memberikan pengarahan pada kegiatan Sosialisasi Hasil Pengawasan Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa dalam Pemilihan Kepala Daerah di Jawa Barat tahun 2018, di Hotel Grand Pasundan Kota Bandung, Rabu (29/8/2018).

“Pelanggaran terbanyak itu kita temukan keterlibatan ASN. Modusnya biasanya penggunaan fasilitas negara, kemudian adanya mobilisasi, seruan, ajakan di internal mereka untuk memengaruhi di lingkungan kerja,” kata dia.

Terkait sanksi yang diterima oleh ASN, pihaknya menyebut ranahnya ada di Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Bawaslu Jabar hanya pada ranah menerima dan meneruskan laporan pelanggaran itu ke KASN.

Pihaknya pun menyesalkan sikap KASN yang tidak sigap dalam memberikan sanksi. Seharusnya, KASN berhak menindak sesuai dengan Undang-undang Kepegawaian, mulai dari pencabutan jabatan, penurunan jabatan dan lainnya.

“KASN Ini kadang-kadang tidak ditindaklanjuti. Ada beberapa yang diberikan teguran untuk tidak terlibat secara politik praktis. Karena itu telah melanggar undang-undang kepegawaian juga. Jadi tidak ada yang dicabut,” kata Zaki.

Padahal kata dia, Bawaslu Jabar selalu meneruskan pelaporan-pelaporan pelanggaran yang terjadi di Pilkada. Misalnya, pelanggaran yang menyangkut administrasi atau pidana. Untuk pelanggaran pidana kata dia, pihaknya langsung mengkaji di sentra penegakkan hukum terpadu (Gakkumdu) yang kemudian diteruskan ke pihak Kepolisian.

“Kita akan terus mendorong agar aturan dan penegakkan sanksi terhadap pelanggaran ini bisa ditegakkan,” tegas dia.

(LIN)

Bebas, Pollycarpus Bantah Membunuh Munir

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Mantan terpidana kasus pembunuhan Munir Said Thalib, Polycarpus Budihari Priyanto membantah jika dirinya melakukan pembunuhan terhadap pegiat HAM itu. Menurut dia, ada banyak kejanggalan hingga dirinya menjadi terdakwa dalam kasus tersebut.

Pollycarpus menegaskan bahwa dirinya tidak memasukan arsenik ke makanan atau minuman Munir. Dari hasil autopsi pun banyak ketidaksesuaian yang terjadi.

“Wah itu nggak bener itu nggak bener. Saya minta pembuktian juga nggak bisa yah. Kalau mau dilihat dari hasil autopsi dan lain-lain itu tidak masuk dan itu nggak matching semua,” ungkap dia seusai mengambil surat pengakhiran bimbingan Balai Pemasyarakatan Kelas I Bandung, Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Rabu (29/8/2018).

“Waktu itu tuduhannnya dengan (memasukan Arsenik) orange jus, tapi vonisnya dengan mie goreng. Sedangkan mie goreng itu tidak ada dalam dakwaan,” tambah dia.

Pollycarpus membeberkan lucos delic dalam kasus ini pun berbeda-beda terkait waktu dan tempat pembunuhan Munir. Dia pun mempertanyakan sejumlah hal. Dugaan pertama, Munir diduga dibunuh saat perjalanan Jakarta-Singapura. Namun kemudian ada dugaan kembali, jika Munir diracun, saat perjalanan dari Singapura ke Amsterdam.

“Hasil autopsi di Belanda, durasi racun masuk ke tubuh Munir adalah delapan jam sebelum meninggal. Jarak terbang (Singapura-Amsterdam) adalah 12 jam 25 menit. Dua jam sebelum mendarat, Munir meninggal. Yah kalau ditarik mundur, 10 jam 25 menit. “Racun masuk ke tubuh Munir dari hasil autopsi Belanda adalah delapan jam sebelum Munir meninggal, jadi kalau di tarik mundur itu adalah 2 jam 25 menit after Singapura, sedangkan saya turun di Singapura. Janggal kan?,” ungkap dia.

Tidak hanya itu, berdasarkan hasil autosi di Amerika, durasi racun masuk ke tubuh Munir diketahui sembilan jam sebelum meninggal. Asumsinya, hal itu terjadi satu jam 25 menit setelah take off dari Singapura, sedangkan dia turun di Singapura.

Kemudian, timbul dugaan ‎Munir diracun, saat berada di kafe yang berada di Bandara Singapura.

Dia menjelaskan bahwa kafe yang dimaksud berada di lantai tiga di Bandara tersebut. Sedangkan saat itu, Pollycarpus menyatakan, dirinya berada di lantai dua.

“Kafe itu letaknya di lantai tiga, sedangkan tempat kedatangan itu di lantai dua, mana mungkin saya naik ke lantai tiga untuk bunuh Munir. Nah sedangkan saya keluar dari pesawat, saya langsung ke custom ke imigrasi, langsung cek ke bus dan langsung ke hotel, dan itu sudah direkontruksi.

Yang lebih janggal lagi, sudah inkrah, sudah dijalani di hukum dengan kasus yang sama dengan locus delik yang berbeda,” pungkasnya.

(LIN)

PDAM Tirta Galuh Hanya Untung Rp 300 Juta, FKSPM Minta BPK Lakukan Audit

0
Derektur PDAM Tirta Galuh Cece saat meninjau Bendungan Bahan Baku Air PDAM (Foto: Husen)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: -Kinerja PDAM Tirta Galuh Ciamis disorot. Sebab BUMD Milik Pemkab Ciamis tersebut belum memberikan kontribusi terhadap PAD. Buktinya bisnis air yang bahan bakunya gratis hanya untung Rp 300 juta dalam setahun. Ironisnya keuntungan sebesar itu tak disetor ke kas daerah.

“Aneh pisan masa sih perusahaan daerah yang disuntik dana pendampingan modal dari APBD malah tidak mampu memberikan kontribusi bagi PAD,” kata Ketua Forum Kajian Sosial Dan Pemberdaya dan Masyarakat (FKSPM), Endang Djauhari, Kamis (29/8/2018).

Endang menyoroti kinerja Direktur PDAM Cece Hidayat yang belum bisa menyetorkan laba untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ciamis.

“Sudah tak beri PAD malah ini mah mau naikan tarif 20 persen,” katanya.

.Dikatakannya,dari informasi yang di dapat PDAM Tirta Galuh Ciamis hanya mampu meraup untung sebesar Rp 300 juta dalam setahun.

“Keuntungan sebesar Rp 300 juta itupun tidak di setor ke kas PAD, miris memang,”ujar Endang Djauhari.

Hal ini sangat timpang dengan kinerja PDAM Kota Banjar yang hanya mengelola 4 Kecamatan. Dan PDAM Tasikmalaya yang untungnya miliaran.  “Jadi kinerja PDAM harus diauti oleh pemeriksa keuangan baik BPKRI maupun lembaga yang bisa mengaudit detail manajemen PDAM, kemudian hasilnya umumkan ke publik ,”ungkapnya.

Hingga demikian,yang menjadi kendala di perusahaan pemerintah hingga tidak mampu menghasilkan itu bisa dicari solusi terbaiknya. “Kalau ngaku rugi silakan terbuka kendalanya apa,”tegas Endang Djauhari.

Sebelumnya Dirut PDAM Tirta Galuh Ciamis Cece Hidayat dalam sebuah pertemuan dengan wartawan Senin (27/8) di kantornya mengaku PDAM Tirta Galuh Ciamis baru mendapatkan untung sebesar Rp 300 juta.

“Besaran pendapatan sebesar itu terbilang untung di mana sebelumnya rugi,”tegas Cece Hidayat.

Yang menjadi kendala ini lanjuta dia diakibatkan beberapa faktor hal yang salah satunya biaya oprasional serta biaya produksi yang naik dan adanya besaran tunggakan tagihan dipelanggan.

“Disamping itupula,PDAM bukan merupukan perusahaan provit oriented murni namun juga merupakan perusahaan bersifat pelayanan sosial,” katanya.

(dar)

Dorong Akses Difabel di Pileg dan Pilpres 2019, Bawaslu Jabar Gelar Sosialisasi

0
Komisioner Bawaslu Jabar Zaki Hilman saat diwawancarai (Foto LIN)
Komisioner Bawaslu Jabar Zaki Hilman saat diwawancarai (Foto LIN)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Menjelang Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jabar menggelar sosialisasi Hasil Pengawasan Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa dalam Pilkada Serentak 2018 Jabar.

Sosialisasi yang dihadiri perwakilan OKP, Ormas dan kaum difabel itu digelar di Hotel Grand Pasunda, Kota Bandung, Rabu (29/8/2018).

Komisioner Bawaslu Jabar Zaki Hilmi mengatakan, sosialisasi tersebut dilakukan dengan berfokus pada kaum difabel. Hal itu dilakukan karena Bawaslu ingin lebih mendorong pemilu akses bagi kaum difabel. Dengan begitu, kata dia, Pemilu 2019 nanti, tidak ada diskriminasi bagi masyarakat penyandang disabilitas.

“Ini bagian dari pekerjaan Bawaslu untuk memberikan hak pilih yang sama bagi kaum difabel. Ke depan kita ingin menggelar Pemilu yang lebih akses pada kaum difabel. Karena ini pun daerah pengawasan kami agar Pemilu berjalan jujur, adil dan tidak ada diskriminasi bagi seluruh pemilih, termasuk kalangan difabel,” kata Zaki di sela sosialisasi.

Adapun kendala yang saat ini dialami kaum difabel, yakni tidak akuratnya data yang dimiliki dinas sosial. Menurut dia, kemungkinan hal itu terjadi karena kurangnya keterbukaan dari pihak keluarga yang menganggap para difabel ini aib bagi mereka.

“Padahal kepentingannya ke depan kita ingin mendorong untuk di Pileg dan Pilpres. Hari ini data tidak bisa lebih akurat, bahkan masih ada beberapa TPS yang tidak akses pemilih difabel,” jelas dia.

(LIN)

Dua Tahanan Yang Kabur Berhasil Ditangkap Polres Ciamis

0
ilustrasi (web)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Dua dari enam tahanan Polres Ciamis yang melarikan diri beberapa waktu yang lalu kini telah tertangkap kembali. Ditangkapnya kembali kedua tahanan yang melarikan diri tersebut berkat upaya kerja keras yang dilakukan anggota Polres Ciamis.

“Iyah benar sampai saat ini jajaran kami telah berhasil menangkap dua orang tahanan yang kemarin melarikan diri,” kata Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso, Rabu (29/8/2018)

Menurut Bismo , kedua pelarian tersebut berhasil ditangkap oleh jajaran Polres Ciamis dari rumahnya dan di perjalanan.

“Seorang ditangkap dirumahnya yaitu Miftah farid warga Cikalong Kabupaten Tasikmalaya dan Dede Sutriono warga Kabupaten Pangandaran ditangkap di daerah Bandung,” ucapnya.

Bismo meminta kepada para tahanan yang melarikan diri untuk segera menyerahkan diri karena Polisi akan bertindak tegas.

” Kami minta untuk segera menyerahkan diri karena kami akan bertindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

(Husen Maharaja/DAR)

Pollycarpus Mengaku Lega Sudah Bebas

0
Pollycarpus (foto WEB)
Pollycarpus (foto WEB)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Mantan terpidana kasus pembunuhan pegiat HAM Munisr Said Thalib, Polycarpus Budi Hari Priyanto mengaku siap jika kasusnya dibuka kembali. Demikian disampaikan Pollycarpus seusai mengambil surat pengakhiran bimbingan Balai Pemasyarakatan Kelas 1 Bandung, di Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Rabu (29/8/2018).

Kendati begitu, dirinya mengaku lega setelah dinyatakan bebas murni. Dia pun mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada sang Istri Yosepha Hera Indaswari yang sudah mengurus segala urusan rumah tangga, termasuk pendidikan anak-anaknya.

“Senang, sudah nggak ada beban lagi. Terima kasih untuk istri saya. Anak-anak saya bisa menyelesaikan sekolah dengan baik atas perjuangan istri saya yang tabah,” kata dia.

Kaitannya dengan kemungkinan kasusnya dibuka kembali, dia menyatakan kesiapannya. Kendati begitu, dirinya mengaku sudah melupakan kasus yang menimpanya dan akan fokus meniti karir kembali di dunia penerbangan.

“Siap, siap. Kalau memang belum puas, ya silakan saja, tapi kalau saya sendiri sudah close (tutup),” kata dia.

Lebih lanjut dia mengaku belum punya rencana untuk menemui istri dari munir, dan akan fokus dengan kerjaan terlebih dahulu.

“Saya nggak mikirin itu lagi, sudah berlalu kita sudah jalani. Saya ngedatengin Suciwati (istri Munir) keperluannya apa?, tapi ketemu siapa saja boleh, nggak apa-apa,” tutur dia.

(LIN)