spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7952

Momen Pelukan Prabowo-Jokowi Jadi Sorotan di Tengah Kemenangan Pencak Silat

0
Jokowi dan Prabowo berpelukan mesra demi merayakan kemenangan Pencak Silat pada hari ini, Rabu (29/8/2018) (Istimewa/prfmnews.com)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Pesilat putra Indonesia Hanifan Yudani Kusumah berhasil merengkuh medali emas bagi Indonesia, usai mengalahkan pesilat Vietnam Nguyen Thai Linh pada kelas C putra (55-60kg), di Padepokan Silat, TMII, Jakarta, Rabu (29/08/2018).

Ada yang menarik saat Hanifan merayakan kemenangannya. Hanifan menyempatkan diri berlari ke tribun kehormatan. Disana, Hanifan langsung dirangkul Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Prabowo Subianto dan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Momen pelukan Jokowi dan Prabowo pun menjadi sorotan para penonton lantaran terjadi di tengah suhu panas di antara pendukung dua kubu menjelang Pilpres 2019.

Baca Juga: Sumbang 14 Medali Emas, Pencak Silat Paling Berjaya di Asian Games 2018

Para penonton yang memadati venue cabang pencak silat berteriak antusias menyaksikan momen langka Jokowi dan Prabowo berpelukan.

Pencak Silat sendiri memang menjadi lumbung emas bagi kontingen Indonesia. Hingga berita ini diluncurkan, perolehan emas Indonesia genap berjumlah 30, dimana nyaris setengah perolehan emas didapatkan dari cabang olahraga pewaris budaya adi luhung asli Indonesia tersebut.

(Vetra)

Warga Desa Sukasukur Tasik Tolak Perumahan

0
Ketua Komisi III DPRD Kab. Tasikmalaya, Asep Dzulfikri

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id : Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Dzulfikri menanggapi penolakan keras masyarakat Desa Sukasukur Kecamatan Cisayong yang menolak pengembang perumahan di wilayahnya. Oleh karena itu Komisi III akan segera memanggil dan memeriksa segala bentuk perizinannya.

“Kami akan segera memanggil pihak pengembang sudah mengantongi izin atau tidak, dan kami siap menampung aspirasi masyarakat yang menolak pengembangan perumahan,” ungkap Asep Dzulfikri, Rabu (28/8/2018).

Mengenaio proses perizinan, pihaknya akan menelusuri dari bawah dulu. Sebab sebelum diterbitkan perizinan dari Pemkot Tasikmalaya harus ada rekomendasi dari lingkungan.

“Kalau ada yang dari atas dulu kemudian Kades terakhir menandatangani saya kurang setuju, nah akhirnya ada gejolak kemungkinan caranya tidak dari bawah dulu sosialisasinya,” tegasnya.

Sementara Kepala Desa Sukasukur, E. Sahroni menerangkan bahwa mengenai perizinan pihak pengembang tidak di mulai dari bawah (Desa) tetapi terbalik.

“Saya sebagai Kades dari awal menolak, tapi ternyata perizinan tetap saja bisa keluar, maka masyarakat pun tentu menolak, kan jelas ini dari atas dulu baru ke bawah,” tuturnya.

Sahroni pun menanyakan kenapa dari awal pihak Desa menolak pengembangan tetapi izin bisa keluar, berarti ada sistem yang dilangkahi.”saya menegaskan dari awal kami menolak,” pungkasnya.

(Nanang Yudi/DAR)

PSSI Pertahankan Luis Milla, Penjaga Gawang Persib Tanggapi Positif

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Penjaga gawang Persib Bandung, Muhammad Natshir menyambut positif keputusan PSSI yang mempertahankan Luis Milla di Timnas Indonesia.

Sebelumnya kontrak kerja sama Milla berakhir, seusai Timnas U-23 gagal menembus babak delapan besar Asian Games 2018. Skuad Garuda hanya mampu berlaga hingga 16 besar, setelah kalah dari Uni Emirat Arab (UEA) melalui adu penalti.

“Ya dia bagus ya, kan setelah lihat juga ada permainannya bagus. Dan banyak yang dukung beliau untuk dipertahankan,” kata Deden sapaan akrabnya di Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Rabu (29/8/2018).

Meski hanya mampu menembus babak 16 besar, penjaga gawang yang sempat berkostum Timnas U-23 ini menilai skuad Garusa sudah mengalami perkembangan yang signifikan.

“Cukup berhasil ya. Karena kita juga kan kalah di penalti, butuh hal yang apa ya tidak bisa dilihat ya, kalahnya di penalti,” ungkapnya.

(Arif/Bam’s)

Si Jalak Harupat Bagus, Gomez Pilih Lapangan Sabuga

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Lapangan Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) milik Institut Teknologi Bandung (ITB) akan dijadikan tempat latihan Persib Bandung, demikian disampaikan pelatih Mario Gomez.

Menurut Gomez, kondisi Lapangan Sabuga saat ini sudah bagus, sehingga pada Asian Games 2018 digunakan sebagai tempat latihan Cabang Olahraga (Cabor) Sepakbola.

Selain, Lapangan Sabuga, Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung juga berkualitas dan menjadi venue babak penyisih grup C dan E.

Namun, pelatih yang mengantarkan Johor Darul Ta’zim meraih gelar juara Piala AFC 2015 ini lebih memilih Lapangan Sabuga dibanding Si Jalak Harupat. Alasannya, jarak tempuh lebih dekat ke Sabuga.

” Iya, saya tahu di sana (Stadion Si Jalak Harupat) lebih bagus. Tapi kan jauh. Kita berencana latihan di ITB, itu bagus tapi kita coba,” kata Gomez di Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Rabu (29/8/2018).

(Arif/Bam’s)

Sumbang 14 Medali Emas, Pencak Silat Paling Berjaya di Asian Games 2018

0
Sugianto sukses sumbangkan emas di nomor seni tunggal putra cabor Pencak Silat di Asian Games 2018 (Istimewa/Antara)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Kedigdayaan Indonesia di cabang olahraga Pencak Silat pada gelaran Asian Games 2018 terus berlanjut. Di hari ini, Rabu (29/08/2018), Indonesia sudah meraih 6 emas dari 8 final yang digelar di Padepokan Silat TMII, Jakarta. Jika ditotalkan, maka cabor pencak silat telah menyumbangkan 14 medali emas.

Raihan emas hari ini diawali oleh kesuksesan Sugianto di nomor seni tunggal putra. Raihan emas Indonesia juga bertambah melalui pasangan Wilantari Ayu Sidan dan Ni Made Dwiyanti di nomor seni ganda putri. Lalu, ada trio Pramudita Yuristya, Gina Tri Lestari, dan Lutfi Nurhasanah yang berhasil mengalahkan lawannya dalam nomor seni beregu putri.

Medali emas juga sukses diraih pesilat putra Indonesia Hanifan Yudani Kusumah usai mengalahkan pesilat Vietnam Nguyen Thai Linh pada kelas C putra (55-60kg).

Gelontoran medali emas dilanjutkan oleh Pipiet Kamelua usai mengalahkan pesilat Vietnam Nguyen Thi Cam Nhi di kelas D putri (60-65kg). Pipit menang telak dengan skor telak 5-0.

Terakhir, Wewey Wita sukses menumbangkan pesilat Vietnam Tran Thi Them dalam pertarungan final kelas 55 – 60 kilogram dan 50 – 55 kilogram. Kesuksesan Wewey Wita ini menggenapkan pundi-pundi emas bagi Indonesia pada hari ini menjadi 6 medali emas.

Pencak Silat memang menjadi lumbung emas bagi kontingen Indonesia. Hingga berita ini diluncurkan, perolehan emas Indonesia genap berjumlah 30, dimana nyaris setengah perolehan emas didapatkan dari cabang olahraga pewaris budaya adi luhung asli Indonesia tersebut.

(Vetra)

Gomez Tanggapi Undangan dari Klub Australia

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez sudah mendapatkan informasi mengenai undangan dari salah satu klub asal Australia.

Meski begitu, pelatih asal Argentina ini belum bisa berkomentar banyak terkait undangan tersebut. Namun, secara pribadi, dia sangat menyambut baik karena dengan bertanding menghadapi klub luar akan membuat anak asuhnya mendapat pengalaman baru.

” Ya, seseorang sudah bilang ke saya soal itu. Karena ini juga bagus untuk tim kita dan kita bisa belajar dari mereka,” kata Gomez di Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Rabu (29/08/2018).

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat terpilih, Ridwan Kamil melalui akun instagram pribadinya mengatakan jika Persib mendapatkan undangan dari salah satu tim asal Australia. Pertandingan tersebut bisa saja digelar di kandang lawan di Melburne atau di markas tim Maung Bandung.

“#Persib diundang ke Melbourne melawan klub Australia atau mereka yang ke Bandung. Kumaha Bobotoh? Sambil pertukaran jodoh antara 2 negara. Syaratna kudu kasep. *Tag bobotoh nu teu kasep,” tulisnya.

(Arif/Bam’s)

AMPD Kota Bogor Klaim Kinerja Jokowi Berdampak Pada Infrastruktur Secara Nasional

0

BOGOR, FOKUSJabar.id: Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi (AMPD) Kota Bogor menggelar diskusi publik bertajuk ‘Melanjutkan Kepemimpinan Nasional Periode Kedua’ di Balan Pakuan Raya No.17, Baranangsiang Kota Bogor, Rabu (29/8/2018).

Koordinator AMPD Kota Bogor Wempy Hadyr mengklaim bahwa kinerja pemerintahan Joko Widodo selama kurang lebih empat tahun telah memberikan dampak bagi pembangunan infrastruktur secara nasional.

Bahkan, kata dia, akses jalan di kabupaten/kota yang terus dibangun di Indonesia telah memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kinerja dan karakter Presiden Jokowi selama memimpin Republik Indonesia salah
satunya pembangunan-pembangunan infrastruktur secara nasional, penyetaraan
seluruh warga Indonesia, sehingga mengurangi diskriminasi
penduduk, sifat yang ramah, merakyat dan bahkan sering mendegarkan keluh kesah
rakyatnya,” kata dia melalui rilisnya.

Menurut dia, pribadi yang jujur dan sederhana menjadi kelebihan Jokowi sebagai pemimpin negara. Selain jujur dan sederhana Jokowi pun dianggap masih konsisten menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya.

“Walau kadang keputusannya tak selalu bisa menyenangkan semua pihak, tetapi keputusan itu pasti dibuat berdasarkan pertimbangan yang berpihak pada rakyat dengan tujuan akhir keadilan dan kesejahteraan,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Kabinet Kerja sebagai semboyan pemerintahan Jokowi, kata dia, patut menjadi contoh dan teladan. Karena dengan kerja keras dan kerja cerdas, akan mampu membangun peradaban bangsa dan negara.

“Saya suka juga gaya beliau menyusun dan menyusun ulang kabinet kerjanya. Mengganti orang-orang yang tak becus kerja dengan para menteri yang siap turun ke bawah,
mengikuti aksi beliau,” ungkap Wempy.

Sementara itu, Anggota AMPD Kota Bogor Rafif Iriawan menjelaskan, dilihat dari komposisi koalisi, pasangan Jokowi-Ma’ruf mempunyai partai pendukung yang banyak. Kendati begitu, kata dia, itu tidak menjadi jaminan untuk kemenangan para paslon, hanya kerja-kerja partai lah yang akan menentukan itu.

“Koalisi parpol tidak hanya sekedar tandatangan dukungan lalu pangku tangan. Sebaliknya dukungan
parpol yang minimalis tapi kerja-kerja politik yang terstruktur dan massif dapat
memberikan bonus electoral,” kata dia.

Kaitannya dengan Cawapres pendamping Jokowi, Ma’ruf Amin. Menurut dia, Ma’ruf Amin mempunyai modal sosial yang tinggi. Sebagai seorang kyai, Ma’ruf Amin mempunyai banyak pengikut yang loyal, sehingga kesetiaan pengikut Ma’ruf Amin akan diuji pada Pilpres 2019.

“Apakah mampu menambah suara jokowi atau tidak,” katanya.

Pasangan Prabowo-Sandi pun punya modal sosial cukup tinggi dan tidak bisa dianggap remeh. Sandiaga adalah pengusaha sukses dan
mempunyai jaringan bisnis yang luas. Selain itu, faktor sebagai orang muda bisa dikapitalisasi sebagai representasi kelompok milineal.

“Jika kekuatan besar tersebut
dikemas dan dikapitalisasi maka dapat memberikan bonus electoral bagi pasangan ini,” pungkasnya.

(LIN)