spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7951

Ajak Jokowi dan Prabowo Berpelukan, Ini Alasan Hanifan Yudani

0
Jokowi dan Prabowo diajak berpelukan oleh Hanifan Yudani Kusuma usai memastikan medali emas di kelas C putra cabang olahraga Pencak Silat Asian Games 2018. (foto web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Momen Hanifan Yudani Kusuma mengajak Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PB Ikatan Pencak Silat (IPSI), Prabowo Subianto usai memastikan medali emas di kelas C (55-60 kg) putra, menjadi sorotan publik dan viral di media sosial. Pesilat kelahiran 25 Oktober 1997 itu pun punya alasan tersendiri mengajak kedua negarawan tersebut untuk berpelukan.

“Alasan saya mengajak Pak Jokowi dan Pak Prabowo berpelukan, karena mereka adalah orang hebat di negeri ini yang harus disatukan dengan penuh cinta dan damai. Semoga ada barokah dibalik semua ini,” ujar Hanifan saat dihubungi melalui telepon selularnya, Rabu (29/8/2018).

Hanifan menambahkan, Jokowi dan Praboiwo merupakan orang hebat dan luar biasa yang harus dicontoh oleh semua masyarakat Indonesia. Bukan malah di adu domba.

“Saya sebagai insan pencak silat mewakilinya. Silat itu mengajarkan silaturahmi yang erat. Silat itu mengajarkan saling menghormati. Bukan saling mencaci maki maupun saling adu domba,” tegasnya.

Hanifan sendiri memastikan medali emas ke-13 bagi tim pencak silat Indonesia sekaligus medali emas ke-29 bagi kontingen Indonesia pada perhelatan Asian Games XVIII tahun 2018. Medali emas yang diraih pesilat asal Kota Bandung itu pun bukan diraih tanpa perjuangan yang keras.

Menghadapi lawannya di babak final kelas C putra asal Vietnam, Thai Linh Nguyen di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (29/8/2018) petang, Hanifan harus berjibaku. Bahkan kemenangan yang diraih putra dari pasangan legenda pencak silat Indonesia dan Jabar, Dani Wisnu dan Dewi Yanti, diraih secara dramatis dengan skor ketat 3-2.

“Ya, pertandingan tadi memang cukup menegangkan dan Hanif pun harus benar-benar mewaspadai pesilat Vietnam. Alhamdulillah, akhirnya rezekinya ada di tangan Hanif,” pungkasnya.

Ajang Asian Games XVIII sendiri, menjadi Asian Games perdana yang diikuti Hanifan Yudani Kusuma dan langsung membuktikan diri menjadi yang terbaik. Sebelum turun di ajang Asian Games XVIII, pesilat asal Paguron Tadjimalela ini meraih medali emas pada ajang Belgia Open 2018 mengulang prestasi tahun sebelumnya di ajang yang sama.

Selain itu, Hanifan merupakan peraih medali emas di kelas C putra pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX tahun 2016 di Jabar. Sementara di ajang SEA Games 2017 di Malaysia, Hanifan hanya mampu meraih medali perunggu.

Berikut deretan prestasi yang sudah diraih Hanifan Yudani Kusuma
– Medali emas Malaysia Open 2015 di Pinang
– Medali emas Kejurnas Pencak Silat 2015 di Jabar
– Medali emas Malaysia Open 2016 di Sabah
– Medali emas PON XIX/2016 di Jabar
– Medali emas World Championship 2016 di Bali
– Medali emas Pra SEA Games 2017 di Malaysia
– Medali emas Belgia Open 2017 di Belgia
– Medali perunggu SEA Games 2017 di Malaysia
– Medali perak Asian Championship 2017 di Korea
– Medali emas Malaysia Open 2017 di Pinang
– Medali emas Belgia Open 2018 di Belgia
– Medali emas Asian Games XVIII/2018 di Jakarta

(Ageng/dar)

Indonesia Dominasi Pencak Silat Asian Games XVIII

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Indonesia berjaya di cabang olahraga Pencak Silat Asian Games XVIII tahun 2018 yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) setelah menambah enam medali emas pada Rabu (29/8/2018). Indonesia meraih 14 medali emas dari total 16 medali emas yang diperebutkan sekaligus memastikan juara umum di cabang olahraga Pencak Silat Asian Games XVIII/2018.

Emas terakhir sekaligus emas ke-14 bagi tim Pencak Silat Indonesia sekaligus emas ke-30 bagi Indonesia pada gelaran Asian Games XVIII tahun 2018, disumbangkan pesilat putri Jabar, Wewey Wita dari kelas B (50 kg sampai 55 kg) putri. Di babak final, yang digelar Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Rabu (29/8/2018), Wewey mengalahkan pesilat putri Vietnam, Thi Them Tran dengan skor meyakinkan 5-0.

Pada lima partai final sebelumnya yang digelar Rabu (29/8/2018), para pesilat Indonesia pun memastikan meraih medali emas setelah menekuk para lawannya. Yakni atas nama Sugianto di kelas tunggal putra, duet Ayu Sidan Wilantari-Ni Made Dwiyanti di kelas ganda putri, trio Pramudia Yuristya-Gina Tri Lestari-Lutfi Nurhasanah di kelas regu putri, lalu Pipiet Kamelia di kelas D (60 kg sampai 65 kg) putri, dan Hanifan Yudani Kusuma di kelas C (55 kg sampai 60 kg) putra.

Dari total 16 nomor yang dipertandingkan di cabang olahraga Pencak Silat Asian Games XVIII/2018, hanya dua nomor yang gagal diraih kontingen Indonesia. Dua medali emas tersebut direbut Vietnam yakni dari kelas J (90 kg sampai 95 kg) putra atas nama Van Tri Nguyen dan di kelas F (70 kg sampai 75 kg) atas nama Dinh Nam Tran.

Pada laga final sebelumnya yang digelar Senin (27/8/2018), Indonesia melakukan sapu bersih dengan merebut delapan medali emas dari delapan laga final yang digelar. Yakni melalui kelas tunggal putri atas nama Puspa Arumsari, lalu Yola Primadona Jampil dan Hendy dari kelas ganda putra, serta trio Nunu Nugraha, Asep Yuldan Sani dan Anggi Faisal Mubarok di kelas regu putra.

Lima medali emas lain disumbangkan dari nomor tanding yakni di kelas I (85 kg sampai 90 kg) putra atas nama Aji Bangkit Pamungkas, lalu Komang Harik Adi Putra dari kelas E (65 kg sampai 70 kg) putra, kemudian dari kelas B (50 kg sampai 55 kg) putra melalui pesilat Abdul Malik. Dua medali emas lain disumbangkan pasangan suami istri yakni Iqbal Chandra Pramana di kelas D (60 kg sampai 65 kg) putra dan Sarah Tria Monita di kelas C (55 kg sampai 60 kg) putri.

(ageng)

BKKBN: Keluarga Berencana Pangkal Keluarga Sejahtera

0
(FOKUSJabar/Budi)

GARUT, FOKUSJabar.id: BKKBN terus berkomitmen untuk menggalakan program keluarga berencana lewat program promosi dan pelayanan KB KR diselenggarakan di Kp Panyingkiran Desa Samarang Kec Samarang Kab. Garut,  Kamis (30/8/2018).

Kegiatan berlangsung di dua tempat yang berbeda, untuk pelayanan KB berada di pusat kesehatan yang bersebalahan dengan kantor desa Sukakarya pada pukul 08.00 WIB, acara tersebut diberikan dengan cuma-cuma dan peserta yang berpartisipasi diberikan 5 Kg beras dan 2 L minyak goreng kemasan.

Selanjutnya acara sosialisasi yang digelar di lingkungan desa panyingkiran disebuah lapangan dihadiri total 300 peserta.

Acara sosialisasi tersebut dihadiri oleh perwakilan dari BKKBN Jawa Barat, perwakilan, OPD KB, Muspika Kecamatan Samarang Kader-kader KB perwakilan Kecamatan Samarang.
Acara yang berlangsung dari pukul 02.00 WIB siang tersebut turut dihadiri oleh Bapak Haerudin (Anggota Komisi IX DPR RI)

Bapak Haerudin menjelaskan bahwa KB itu menurut agama haram bilamana caranya salah, tapi kalau caranya tidak melanggar hukum-hukum agama itu sah-sah saja

Selain itu, ada materi yang disampaikan juga oleh Bapak Herman bahwa ada berbagai macan alat Kontrasepsi, serta kita pun dari BKKBN Jabar mempinyai program 4 terlalu

Selain itu Bapak AA dari Bkkbn Kab. Garut menambahkan bahwa selalu ingat KB itu 2 anak cukup bahagia sejahtera

Di akhir acara, BKKBN Perwakilan Jawa Barat membagikan dorprize berupa sepeda, televisi, penanak nasi dan dorprize lainnya yang membuat acara semakin meriah.

(Budi)

BPKRI Diminta Audit Manajemen PDAM Kabupaten Ciamis

0
ilustrasi (web)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Ketua Forum Kajian Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (FKSPM) Endang Djauhari, mempertanyakan minimnya laba yang didapat pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Ciamis hingga saat ini yang hanya mencapai ratusan juta.

“Aneh perusahaan daerah yang disertai pendamping modal dari pemerintah kontribusinya belum seberapa,” katanya kepada sejumlah media, Rabu (29/8/2018)

Endang menuturkan, menurut informasi yang didapat dari sejumlah sumber yang bisa dipertanggungjawabkan pendapatan perusahaan plat merah tersebut hanya berkisar Rp 300 juta/ tahunya.

“Keuntungan itu tidak disetorkan ke kas daerah karena dalih habis untuk biaya oprasional,” ucapnya.

Endang berharap kepada pihak berwenang untuk bisa mengaudit manajemen PDAM dan hasilnya dipublikasikan kepada masyarakat.

“Kami inginkan pihak pemeriksa keuangan baik BPKRI maupun lainya untuk mengaudit detail manajemen PDAM yang kemudian menjadi konsumsi publik,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/DAR)

Striker Persib Sempat Kewalahan Pada Sesi Latihan Perdana

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung sudah tiga hari menggelar latihan di Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, setelah sebelumnya meliburkan aktivitas latihannya sekitar dua pekan.

Menurut striker Persib, Patrich Wanggai, pada sesi latihan perdana Senin (27/8/2018) sempat kewalahan menjalankan program latihan yang diberikan oleh staf pelatih. Apalagi intensitas latihan yang diberikan cukup tinggi.

“Sempat ada kesulitan hari pertama. Tapi puji Tuhan saya bisa melewatinya. Latihan selama libur sangat membantu adaptasi program awal kemarin sampai hari ini,” kata Patrich dikutip laman Persib, Rabu (29/8/2018).

Meski sempat kewalahan, Patrich mencoba menikmatinya, apalagi program tersebut merupakan persiapan tim Maung Bandung sebelum menghadapi Arema FC pada pertandingan kandang Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, 13 September 2018.

“Dengan program ini pelatih pasti sudah menghitungnya. Waktu yang ada saya yakin cukup untuk membuat tim siap bermain lawan Arema,” ucapnya.

(Arif/Bam’s)

Gomez Belum Dapat Lawan Uji Coba untuk Persib

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez mengaku kesulitan mendapatkan lawan untuk uji coba anak asuhnya pada akhir pekan ini.

Gomez sendiri menginginkan anak asuhnya bisa mendapatkan dua lawan uji coba sebelum berhadapan dengan Arema FC pada pertadingan kandang Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, 13 September 2018.

Gomez menuturkan, jika hingga waktu yang ditentukan belum mendapatkan lawan uji coba. Maka pihaknya sudah menyiapkan alternatif program.

” Minggu ini kita rencananya ada game internal di GBLA. Kita akan bermain di sana jika kita gak punya lawan,” kata Gomez di Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Rabu (29/8/2018).

Sejauh ini Gomez terus berusaha agar pasukannya bisa mendapatkan lawan uji coba. Pihaknya juga tidak terlalu berharap mendapatkan lawan yang selevel.

” Tapi kita coba untuk bisa latihan dengan tim lokal atau luar di GBLA. tapi jika minggu ini kita gak bisa main away it’s ok, kita masih bisa latihan game internal,” tegasnya.

(Arif/Bam’s)

Skater Indonesia Kembali Sumbang Medali, Nyimas Bunga Jadi Primadona

0
Nyimas Bunga Cinta sumbang medali perunggu dari nomor street putri Asian Games 2018. (Istimewa/bolasport.com)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Skater Indonesia kembali menyumbang medali bagi kontingen Indonesia. Sanggoe Darma Tanjung berhasil menyumbang perak di nomor street putra, dan Nyimas Bunga Cinta menyumbang perunggu dari nomor street putri, dalam pertandingan yang digelar di Skate Park Jakabaring Sport City, Rabu (29/08/2018).

Dengan raihan ini, skateboard total menyumbang 4 medali, dimana sebelumnya Jason Dennis Lijnzaat dan Pevi Permana Putra memperoleh perak dan perunggu di nomor park.

Ada yang menarik, Nyimas Bunga Cinta merupakan atlet belia yang masih berusia 12 tahun. Ia pun mengaku bahagia dengan perolehan medali perunggu.

Dia juga mengungkapkan bahwa medali tersebut dipersembahkan untuk sang ibu.

“Ini juga kado ulang tahun ibu saya. Bahagia sekali hari ini meski cuma perunggu,” kata Bunga Nyimas, kutip tribunnews.com.

Beranjak dari ajang Asian Games 2018, Bunga Nyimas menyatakan target berikutnya adalah Olimpiade dan pekan olahraga nasional pada 2020.

“Target berikutnya adalah Olimpiade dan PON 2020. Masih ada banyak waktu untuk terus beratih meningkatkan prestasi,” tutupnya.

(Vetra)