spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7939

Legislator PPP Garut: Olahraga Pererat Tali Silaturahmi

0
Dadan Gunawan

GARUT, FOKUSJabar.id : 14 klub Sepakbola se-Desa Harumansari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut mengikuti turnamen “ Dadan Gunawan Cup “ yang di selenggarakan Karang Taruna Desa setempat.

Turnamen tersebut di gelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 kemerdekaan Republik Indonesia bertempat di Lapang Cekdam, Kampung Patrol, RW10, Desa Harumansari.

BACA JUGA:

Siapa Kampiun Super League 2025/26, Persib atau Borneo FC?

Kegiatan olahraga itu sepenuhnya di dukung oleh anggota DPRD Garut dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Dadan Gunawan.

Menurut dia, olahraga khususnya Sepakbola sebagai wadah untuk lebih mempererat tali silaturahmi sekaligus menjalin komunikasi.

Selain itu, sebagai salah satu wahana untuk memperkuat komitmen dan semangat dalam memasyarakatkan olahraga serta mengolahragakan masyarakat menuju terwujudnya masyarakat yang sehat jasmani maupun rohani.

“ Ajang ini sangat positif dan baik untuk mengajak masyarakat tetap sehat, bugar serta ceria dengan semua keadaan,” ucap Dadan, Selasa (4/9/2018).

Oleh karenanya, Wakil Ketua Fraksi PPP ini bertekad terus mendukung kegiatan olahraga yang ada di wilayahnya.

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua Karang Taruna Desa Harumansari, Iyang mengatakan, turnamen tersebut di mulai sejak 18 Agustus hingga 2 September 2018.

Keluar sebagai juara pertama, Gares FC dari RW8, PS Leuwi Jurig RW6 (juara 2) dan juara 3 PS Perscik dari RW3.

“ Juara 1 berhak mendapatkan tropi, sertifikat dan uang binaan 1,5 juta, juara 2, tropi, sertifikat dan uang binaan 1,3 juta serta juara 3 mendaptkan tropi, sertifikat dan uang binaan 1,2 juta,” singkat Iyang.

(Andian/Bam’s)

Pencanangan Pembangunan TPPAS Nambo, Pj Gubernur Jabar Dorong Pemenang Lelang Menyelesaikan dengan Cepat

0
(FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pencanangan Pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Lulut Nambo dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) bersama dengan Pemenang Tender, PT Jabar Bersih Lestari di Gedung Sate, Bandung, Selasa (4/9/2018).

Penjabat Gubernur Jawa Barat (Jabar) Mochamad Iriawan (Iriawan) mendesak pemenang tender menyelesaikan pembangunan TPPAS Nambo selesai sesegera mungkin.

“Cukup stag lama pembangunan Nambo ini. Saya berharap setelah saya melakukan peletakan batu pertama segera menyelesaikan pembangunan TPPAS ini dan targetnya tadi disampaikan pemenang lelang selesai 18 bulan,” ujar Iriawan.

Dia juga berharap masyarakat Jabar terus mengawasi pembangunan TPPAS Nambo agar selesai sesuai dengan waktu yang sudah disepakati.

“Karena saya sebentar lagi akan meninggalkan Jabar. Namun demikian saya akan tetap komitmen membantu dari tufoksi saya demi masyarakat Jabar,” ujarnya.

TPPAS Nambo akan mengolah kurang lebih 1.500 ton sampah setiap harinya menjadi 30% Refuse Derived Fuel (“RDF”). Dengan pemrosesan yang sederhana dan berbiaya rendah, RDF akan dibeli oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (“Indocement”) sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

Sementara itu, Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya juga berharap agar proyek TPPAS Nambo yang Berlokasi di Kampung Curug Dengdeng, Desa Lulut, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, berjalan sesuai dengan jadwal yang direncanakan.

“Atas nama Indocement, kami mohon dukungan dari semua pihak baik Pemerintah Pusat maupun Daerah, Pemprov. Jawa Barat, Kabupaten Bogor, serta semua Kepala Dinas terkait dalam rangka mensukseskan proyek ini,” ucapnya.

(Ibenk)

Pasar Gedebage Terbakar, Penyebabnya Masih Simpang Siur

0

BANDUNG, FOKUSjabar.co.id: Pasar Gedebage Kota Bandung kembali terbakar. Diperkirakan ada ratusan kios yang dilalap si jago merah. Kebakaran itu menyebabkan  listrik padam di sepanjang lokasi. Hingga pukul 21.30 suasana di sepanjang kios-kios lokasi kebakaran tampak gelap gulita.

Dari pantuan  Fokusjabar.id  terlihat kabel listrik berwarna hitam yang jatuh di lantai.Hingga kini proses pemadaman api masih terus dilakukan. Sementara itu, sebagai buntut dari padamnya listrik mengakibatkan sejumlah petugas pemadam kebakaran kian bekerja keras menyemprotkan air ke arah kios tersebut. Namun sejauh ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Sedangkan penyebab kebakaran juga masih simpang siur. Dugaan sementara penyebab kebakaran dari pedagang ayam yang tengah membakar bulu-bulu ayam.

Kepala Diskar PB Ferdy Ligaswara menjelaskan selain aliran api yang mudah merembet, alur evakuasi menuju titik api juga membuat petugas harus bekerja keras memadamkan si jago merah.

“Pemadaman sendiri sudah dikuasai. Kita pastikan lakukan pemblokiran agar tidak menyebar,” tegasnya.

Ferdy menjelaskan pihaknya menerima laporan pukul 16.55 WIB. Saat itu kendaraan lalu lintas sangat padat. Pihalnya dibantu kepolisian untuk mencapai titik kebakaran menggunakan contra flow.

Untuk mengambil air, ia mengaku tim pemadam sempat mengalami kesulitan. Pasalnya sumber air relatif jauh dan harus mengambil dari Jalan Supratman dan Pasar Gordon.

Sementara itu, Kapolsek Panyileukan Komisaris Polisi Herbas Sudewo mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran ini.

“Belum diketahui penyebabnya kita masih lidik. Dugaan api berasal dari salah satu kios. Apakah dari aliran listrik atau gas bocor kita masih akan pastikan,” pungkasnya.

(rizal nudrdiana/dar)

 

Pemkab Ciamis Peduli Pendidikan, Ruang Kelas SMPN 2 Cisaga Direhabilitasi

0
Rehabilitasi Ruang Kelas SMPN 2 Cisaga (Rizal/FokusJabar.co.id)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis terhadap dunia pendidikan semakin meningkat. Terbukti dengan dialokasikannya bantuan rehabilitasi sejumlah sekolah di Kecamatan dan Kabupaten Ciamis, berupa rehab ruang kelas.

Salah satu contoh sekolah yang mendapatkan bantuan rehab gedung tersebut yakni, SMPN 2 Cisaga, dimana sekolah tersebut mendapat bantuan rehab 6 ruang gedung.

Untuk pengerjaannya, rehab tersebut dilaksanakan swakelola yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2018, dengan nilai anggaran Rp300 juta, dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender.

Kepala Sekolah SMPN 2 Cisaga Dadang Yohardan menyatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat maupun Pemerintah Daerah khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Berkat bantuannya, SMPN 2 Cisaga mendapatkan bantuan rehab 6 ruang kelas yaitu paket rehabilitas ruang kelas,ruang kesenian,ruang wc,ruang kantin, ruang mushola,dan ruang pramuka.

“Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada pemerintah khususnya Dinas Pendidikan yang telah menggelontorkan dana untuk pembangunan rehabilitasi ruang kelas disekolah kami,” ujar Dadang Senin (3/9/2018)

Ia menambahkan pengerjaan sejumlah ruang tersebut dilaksanakan secara transparan dan pelaksanaannya diserahkan sepenuhnya kepada panitia pembangunan yakni Tim Pelaksana Rehabilitasi Ruang Kelas dan koordinasi dengan pihak pemerintah desa setempat.

Selaku kepala Sekolah, dirinya mengaku sudah berusaha bekerja semaksimal mungkin untuk terlaksananya kegiatan rehabilitasi ruang kelas ini. “Bahkan, pemasangan papan informasi proyek pelaksanaan rehab pun kita pasang agar tidak ada hal yang ditutup-tutupi, inilah bentuk dari ketransparanan kami kepada masyarakat,” terangnya.

(Riza M Irfansyah/Vetra)

RAT dan Musorprov KONI Jabar Diminta Tunggu Pelantikan Gubernur Terpilih

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat diharap untuk memundurkan waktu pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2018 serta Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) 2018 usai pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2018-2022, Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum. Tak hanya itu, KONI Jabar diminta untuk konsisten dengan hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2016 di Karawang terkait pelaksanana Musorprov.

Ketua Umum  menuturkan, berdasarkan pertemuan insan olahraga dengan Gubernur terpilih, Ridwan Kamil yang difasilitasi tim transisi (tim optimalisasi dan sinkronisai, TOS), mengemuka terkait adanya pelanggaran etika terkait komuniksi dengan pihak pemerintah. Terutama, KONI Jabar sendiri belum melakukan komunikasi dengan Gubernur Jabar terpilih.

“Beliau (Ridwan Kamil) menyarankan untuk tidak menghadiri dan kami akan diskusikan dengan teman-teman KONI Kota/Kabupaten maupun Pengprov Cabang Olahraga untuk menyikapi apa yang beliau sampaikan terkait RAT dan Musorprov. Intinya, Gubernur Jabar terpilih menyarankan, istilah, diboikot karena melanggar regulasi dan melanggar etika,” ujar Amri.

Untuk itu, pihaknya berharap permasalahan ini bisa diselesaikan sebelum pelaksanaan RAT 2018 digelar tanggal 5 September mendatang. Dengan demikian, pihak KONI Kota/Kabupaten, pengurus provinsi cabang olahraga, dan badan fungsional memiliki ketetapan pasti terkait dua agenda olahraga tersebut.

“Sehingga kami tidak ada kekhawatiran, tidak perlu lagi berdebat, apakah hadir atau tidak di RAT, diundur atau seperti apa. Kalau harapan kami, diundur saja dulu dan dilaksanakan setelah Gubernur Jabar terpilih dilantik. Apalagi di bulan Oktober 2018 akan ada Porda XIII Jabar, jadi KONI Jabar lebih baik fokus saja dulu ke agenda itu,” terangnya.

Amri menambahkan, pertemuan dengan Gubernur Jabar terpilih tersebut tidak membahas terkait pendukungan kepada salah satu calon Ketua Umum KONI Jabar kedepan. Pertemuan lebih menekankan kepada aturan-aturan serta etika yang harus ditempuh oleh KONI Jabar dalam menggelar RAT maupun Musorprov 2018.

“Dari sisi aturan, Ketua Umum KONI Jabar kedepan harus sesuai dengan apa yang diamanatkan di UU SKN maupun aturan turunannya yakni Peraturan Pemerintah. Selain itu, sebaiknya Ketua Umum KONI Jabar kedepan itu mendapat dukungan dari pemerintahan. Seperti apa yang disampaikan oleh KONI Jabar saat melantik kami sebagai pengurus KONI Kota Depok. Jadi untuk Ketua Umum KONI Jabar kedepan, buat kami tidak masalah mau siapapun juga asal sesuai aturan dan mendapat dukungan penuh pemerintah karena ini kaitannya dengan anggaran, komunikasi, dan sinergi kedepan,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Harian Badan Pembina Olahraga Pelajar Indonesia (Bapopsi) Jabar, Nandang Saptari. Pihaknya menegaskan, siapapun memiliki hak untuk maju mencalonkan diri sebagai Ketua Umum KONI Jabar dengan catatan tidak melanggar aturan dan regulasi yang berlaku. Dan regulasi yang mengatur terkait hal tersebut yakni UU Nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) serta PP Nomor 16 tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan.

“Jika tidak sesuai aturan apalagi menyinggung kepala daerah yang berwenang, kami takut berdampak terhadap bantuan anggaran dari pemerintah provinsi dan pengelolaan di KONI Jabar akan terganggu. Jadi alangkah bijaknya jika KONI Jabar bisa membina hubungan baik dengan gubernur terpilih. Izin atau sowan dulu lah ihwal rencana pelaksanaan RAT atau musorprov ini. Itu yang menjadi ketersinggungan beliau (Ridwan Kamil). Jadi, kita tunggu bagaimana penyelesaian dari Gubernur Terpilih terkait masalah ini,” tegas Nandang.

Sementara Ketua Pengprov PBVSI Jabar, H MQ Iswara menuturkan, berdasarkan surat edaran Mendagri, Pemerintah Daerah (pemda) memiliki kewenangan untuk tidak memberikan anggaran jika terdapat pelanggaran aturan. Untuk itu, kita dari pihak cabang olahraga, KONI Kota/Kabupaten dan Badan Fungsional menginginkan pengelolaan keolahragaan di Jabar ini bisa sesuai aturan dan kembali ke trek yantg benar.

“Tidak ada ambisi dari kita semua yang berkumpul disini untuk mencalonkan diri atau mendukung salah satu calon sebagai Ketua Umum KONI Jabar kedepan. Kita hanya ingin mengembalikan pengelolaan olahraga di Jabar ini kepada trek yang benar. Apalagi tugas kedepan akan semakibn berat untuk mempertahankan gelar juara umum PON di Papua pada tahun 2020 mendatang,” pungkasnya.

Seperti diketahui, KONI Jabar berencana menggelar pelaksanaan RAT 2018 pada 5 September dan Musorprov KONI Jabar pada 12-14 September 2018 di Hotel Grand Aquila, Kota Bandung. Sementara itu, pelaksanaan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar terpilih sendiri rencananya akan digelar pada 17 September 2018.

(ageng/dar)

Atlet Jabar Sumbang 20 Keping Medali di Asian Games 2018

0
Atlet Jabar Wewey Wita (kiri), dan Defia Rosmaniar (kanan) (Istimewa)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Sebanyak 190 atlet asal Jawa Barat yang berjuang di ajang Asian Games 2018, berhasil menyumbang 20 keping medali dengan rincian enam medali emas, tujuh medali perak dan tujuh medali perunggu. Pencapaian tersebut sangat signifikan bagi pencapai prestasi kontingen Indonesia di Asian Games 2018 yang menempati peringkat 4 dengan raihan 31 medali emas, 24 medali perak, dan 43 medali perunggu.

Enam medali emas yang disumbangkan atlet Jabar yakni melalui cabang olahraga Pencak Silat sebanyak empat medali emas. Yakni melalui Nunu Nugraha, Asep Yuldan Sani dan Anggi Faisal Mubarok di nomor seni regu putra, lalu Pramudia Yuristya, Gina Tri Lestari, dan Lutfi Nurhasanah di nomor seni regu putri, Wewey Wita di kelas B (50 kg sampai 55 kg) putri, dan Hanifan Yudani Kusuma di kelas C (55 kg sampai 60 kg) putra.

Lalu di cabang olahraga taekwondo melalui Defia Rosmaniar dari nomor kata perorangan putri. Terakhir dari Ferdiansyah dan Ujang Hasbullon di cabang olahraga dayung nomor rowing kelas ringan putra delapan (Lightweight Men’s Eight/LM8+).

“Pencapaian atlet asal Jabar di Asian Games 2018 ini cukup luar biasa. Torehan 20 keping medali ini ditambah 190 atlet ini menjadi bekal kita untuk persiapan PON XX di Papua tahun 2020 mendatang,” ujar Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin saat ditemui di ruang kerjanya, gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Senin (3/9/2018).

Sebagai bentuk apresiasi, kata Ahmad, pihaknya sudah memberikan suntikan dana motivasi bagi para atlet dan pelatih asal Jabar saat berlaga di Asian Games 2018, dengan besaran Rp7,5 juta per orang.

“Rencananya, kami akan mengundang mereka ke agenda RAT yang akan digelar Rabu (5/9/2018) besok. Tapi kami akan melihat waktu recovery mereka terlebih dahulu, karena malam sebelumnya (Selasa, 4/9/2018) akan dijamu oleh Pj Gubernur Jabar di gedung negara Pakuan dan sebelumnya pun pemerintah daerah tempat mereka bernaung pun banyak yang mengundang. Jadi kami masih lihat kemungkinannya, apakah bisa atau tidak,” terangnya.

Terkait bonus atau uang kadeudeuh bagi para atlet dan pelatih, Ahmad mengaku jika hal tersebut menjadi kewenangan dari pihak Pemerintah Provinsi (pemprov) Jabar melalui Dinas Olahraga dan Pemuda (Dispora) Jabar. Meski demikian, pihaknya akan tetap memberikan apresiasi dalam bentuk dukungan pembinaan bagi para atlet untuk mengikuti kejuaraan melalui program pemeliharaan prestasi.

“Kami pun akan memfasilitasi para atlet dan pelatih berprestasi ini untuk bisa mengenyam pendidikan sarjana (S1) atau bahkan hingga magister (S2). Kami siapkan beasiswa dan sudah bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi negeri maupun swasta di Jabar. Ini upaya yang bisa kami lakukan bagi mereka sehingga pada saat status ke-atlet-an mereka selesai, mereka memiliki bekal untuk hidup,” tegasnya. (Ageng)

KONI Jabar: RAT Tetap Digelar, Musorprov Tunggu Arahan Emil

0
Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin (Ageng/Fokusjabar.co.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat memastikan pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2018 tetap akan digelar sesuai jadwal semula yakni pada Rabu (5/9/2018). Sementara untuk pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Jabar tahun 2018 yang semula direncanakan pada Kamis-Sabtu (12-14/9/2018) kemungkinan ditunda sambil menunggu arahan dari Gubernur terpilih, Ridwan Kamil.

Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin menuturkan RAT 2018 harus tetap digelar sesuai jadwal karena merupakan amanat dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI Jabar. Selain itu, RAT sendiri menjadi media bagi pihaknya untuk melaporkan pertanggungjawaban kinerja sekaligus program kerja KONI Jabar kedepan.

“Apalagi RAT 2018 ini menjadi khusus karena RAT terakhir di masa kepengurusan saya. Selain agenda tersebut, RAT sendiri mengagendakan pembentukan tim penjaringan untuk Ketua Umum KONI Jabar periode selanjutnya. RAT pun menjadi saluran resmi bagi kami untuk mengimnformasikan kepada anggota terkait pelaksanaan Musorprov yang akan digelar setelah kami mendapatkan arahan dari Gubernur Jabar terpilih setelah dilantik,” ujar Ahmad saat ditemui di ruang kerjanya, gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Senin (3/9/2018).

Selain itu, lanjut Ahmad, RAT pun menjadi agenda yang harus ditetapkan sesuai jadwal semula karena secara kepengurusan KONI Jabar dibawah pimpinannya akan habis pada pertengahan September 2018 ini. Meski demikian, dirinya menegaskan dan memastikan jika pelaksanaan RAT tersebut tidak akan diubah menjadi Musorprov dengan agenda pemilihan Ketua Umum KONI Jabar periode 2018-2022.

“Untuk agenda pemilihan Ketua Umum KONI Jabar 2018-2022, tetap akan dilaksanakan pada saat Musorprov. Dan untuk pelaksanaan Musorprov, kami akan menunggu arahan gubernur. Sesuai keinginan beliau yang menginginkan Musorprov digelar setelah pelantikan,” terangnya.

Terkat arahan boikot pelaksanaan RAT dan Musorprov, Ahmad menuturkan, hal tersebut terjadi karena informasi yang diterima Gubernur Jabar terpilih, Ridwan Kamil, belum lengkap. Dirinya pun berharap bisa bertemu dan memberikan penjelasan selengkapnya kepada Gubernur Jabar terpilih, Ridwan Kamil sehingga tidak ada lagi kesalahpahaman.

Terkait kehadiran dirinya sebagai Ketua Umum sekaligus jabatannya di Kemenhan, diakui Ahmad, sudah tidak lagi menjadi perdebatan. Pasalnya, pihak KONI Pusat sudah menyatakan tidak ada masalah, begitu pun dari pihak Mahkamah Konstitusi (MK).

“Termasuk izin dari tempat saya bertugas di Kemenhan pun sudah dikantongi. Untuk itu kami terus berupaya bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan beliau, hanya saja sampai saat ini belum dapat kesempatan itu karena kami tidak mengetahui melalui saluran yang mana. Kami sendiri sudah menyampaikan informasi dan pandangan kami melalui tim transisi (tim otorisasi dan sinkronisasi, TOS) dan semoga bisa tersampaikan dengan baik kepada beliau,” tegasnya. (Ageng)