Ini Alasan Mali Berlatih Terlambat
Warga Desa Linggamukti Garut Ingin Desanya Mekar
GARUT,FOKUSJabar.id: Ribuan warga Desa Linggamukti, Kecamatan Sucinaraja berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Garut agar segera melakukan pemekaran.
Alasan warga memang cukup beralasan. Selain luas wilayah 459,711 hektar juga jumlah penduduk yang sudah mencapai 6.292 jiwa.
Baca Juga: Latihan Bersama Panahan Jabar Fokus Pemulihan Fisik
Ketua Paguyuban Pemuda dan Pemudi Sucinaraja (P3S), Engkus Kusnadi menegaskan, syarat menjadi sebuah desa baru sudah terpenuhi. Yakni, jumlah Kepala Keluarga (KK) sudah mencapai 1.895, memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.
Menurut dia, usulan pemekaran tersebut sudah di sampaikan ke Kepala Desa (Kades) Linggamukti, Rika Sugiarti.
“ Keinginan pemekaran tersebut sudah kami sampaikan ke Bu Kades,” sebut Kusnadi, Selasa (4/9/2018).
Senada di sampaikan tokoh Desa Linggamukti, Asep. Menurut dia, permintaan pemekaran tersebut bukan tanpa sebab. Yakni, masalah pembangunan infrastruktur yang notabene belum merata karena keterbatasan Dana Desa (DD).
“ Untuk pelayanan publik sudah sangat baik. Namun karena keterbatasan DD yang diterima belum seluruhnya bisa mengkaper seluruh pembangunan karena terbentur luas wilayah,” beber Asep.
Secara terpisah, Kades Linggamukti, Rika Sugiarti membenarkan keinginan warganya yang menghendaki percepatan pembangunan. Pihaknya berencana mengundang rapat seluruh tokoh masyarakat.
Hasilnya nanti, akan dia sampaikan ke Bupati Garut, Rudy Gunawan melalui Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (DPMD).
“ Saya akan undang mereka dan hasilnya akan disampaikan kepada Pak Bupati melalui DPMD Kabupaten Garut,” singkat Rika di kantornya.
(Andian/Bam’s)
Kemacetan Jalan Gerlong Potret Budaya Kesemrawutan Lalu Lintas
BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kemacetan yang terjadi di sepanjang jalan Gegerkalong, Setiabudi, Bandung setiap pagi dan sore menjadi potret wajah kesemrawutan lalu lintas.
Hak pejalan kaki semakin tak terlayani, mereka terpaksa mengalah dari membludaknya kendaraan bermotor yang berdesakan berebut jalan. Akibatnya, kemacetan di jalan tersebut sudah menjadi budaya lalu lintas setiap harinya.
Mahasiswa Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Pendidikan Indonesia, Irfan Iskandar memberikan catatan merah pada pemerintah. Bagi dia pemerintah dianggap tidak melakukan upaya untuk menanggulangi masalah sosial yang terjadi di kawasan sekolah dan kampus.
“Seharusnya ini menjadi perhatian serius pemerintah. Ketika aktivitas kampus ini dituntut untuk ekstra cepat, namun kondisi lingkungan tidak mendukung salah satunya yakni lalu lintas yang semrawut,” ucap dia, Selasa (04/09/2018).
Kesadaran masyarakat juga pemerintah harus saling berhubungan dengan cara memberlakukan sistem jalan kaki disekitar kawasan pendidikan.
Bagi dia banyak manfaat bila sistem jalan kaki di sekitar kampus, selain untuk menyehatkan akan tetapi pengaruh terhadap psikologi mahasiswa akan mempengaruhi dengan ramahnya lingkungan.
Hal senada juga disampaikan Risma mahasiswa SPs Universitas Pendidikan Indonesia juga guru di salah satu sekolah di Darut Tauhid.
Menurutnya, kemacetan yang terjadi di sepanjang jalan Gegerkalong ini disebabkan kurangnya tata ruang yang terlokalisir baik. Seperti berkembangnya pedagang, kos-kosan juga jumlah kendaraan yang semakin meningkat.
“Dua belas tahun yang lalu, Gerlong tidak seramai sekarang. Penjual semakin banyak kos-kosan juga bertambah tentu mobilitas sosial di Gegerkalong semakin tinggi,” kata Risma.
Selain itu, Risma mengemukakan bahwa jalan Gegerkalong ini menjadi salah satu jalan alternatif imbas dari kemacetan pada jalan-jalan besar. Juga kendaraan roda enam terkadang memaksakan masuk pada jalan ini.
Dia menyarankan pemerintah memberlakukan rekayasa lalu lintas untuk pagi dan sore. Ini bertujuan mengurai kemacetan yang kerap membuat jengah para pejalan kaki dan mahasiswa.
(Boip/Bam’s)
Persembahan Spesial di Hari Pelanggan Nasional Bagi Nasabah bank bjb
BANDUNG, FOKUSJabar.id : 4 September 2018 bank bjb melakukan kampanye Hari Pelanggan dengan memberikan pelayanan yang lebih spesial kepada seluruh nasabah bank bjb di seluruh Jaringan kantor bank bjb. Jajaran Direksi bank bjb secara langsung turut serta memberikan pelayanan kepada Nasabah yang datang untuk bertransaksi di bank bjb Kantor Cabang Utama Bandung.
Hari Pelanggan Nasional yang jatuh setiap tanggal 4 September menjadi momentum bagi seluruh perusahaan di Indonesia begitu pun dengan bank bjb. di Hari Pelanggan ini bjb memberikan apresiasi kepada seluruh nasabah bank bjb yang telah memberikan kepercayaannya menjadi mitra bisnis dalam layanan keuangan perbankan. Bagi bjb sendiri tanggal 4 September merupakan momentum spesial untuk lebih mendekatkan diri dengan nasabah. bank bjb berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik yang prima kepada setiap nasabah, dan ini merupakan wujud nyata bank bjb yang senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah untuk secara konsisten dengan ramah, tulus dan kekeluargaan serta memberikan kehangatan kepada nasabah untuk menciptakan senyuman nasabah.
“Ini adalah salah satu bentuk apresiasi kami kepada seluruh nasabah loyal bank bjb, sebagai salah satu perusahaan yang menyediakan layanan keuangan, kami senantiasa akan terus meningkatkan pelayanan kami untuk lebih baik lagi. Hari ini kami ikut berperan memberikan pelayanan kepada nasabah, dengan tujuan agar kami dapat lebih memahami lagi apa yang menjadi kebutuhan setiap nasabah bank bjb. selain itu juga kami memberikan satu hari spesial ini dengan pemberian cek kesehatan gratis bagi nasabah yang mengunjungi kantor bank bjb Cabang Utama Bandung, Cabang Cibinong, Cabang Sumber, Cabang Khusus Banten dan Cabang Surabaya.“ Ungkap Dirut bjb Ahmad Irfan.
“Sebagai mitra strategis kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kami bagi masyarakat Indonesia. Bagi kami nasabah adalah salahsatu keluarga bank bjb, karena atas dukungan dan kepercayaan para nasabah bank bjb mampu menjadi salah satu Bank Nasional terbesar di Indonesia, kami juga berhasil mencatatkan performa keuangan yang baik dan kami mampu tumbuh diatas rata-rata industri perbankan nasional. Untuk semakin mendekatkan diri dengan nasabah, pengembangan Teknologi Informasi dan Sumber Daya Manusia terus dilakukan oleh bank bjb untuk dapat memahami dan memenuhi setiap kebutuhan masyarakat.” tambah Irfan
bank bjb merupakan salah satu Bank Daerah terbesar di Indonesia yang kini menasional, sebagai agent of development fokus pada bisnis perbankan untuk hadir dalam membangun Indonesia dan Memahami Negeri. bank bjb kini hadir di 14 provinsi di Indonesia dengan total jaringan kantor sebanyak 2425 yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia dengan dilengkapi layanan e-channel bank bjb (bjb DIGI) untuk semakin memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia dalam melakukan transaksi 24 jam kapanpun, dimanapun, dengan aman dan nyaman.
(HW)
Karoehoen Food Sukses Jualan Cuhcur dan Onde di Medsos
CIAMIS, FOKUSJabar.id: Awalnya hanya iseng, lalu diupload di media sosial. Akhirnya laku dan sampai saat ini konsisten menekuni bisnis cuhcur dan onde yang pemasarannya melalui medsos. Itulah Nunung Nursaadah alias Aulia Zahra pelaku UKM makanan olahan dari Jati Kecamatan Sindangrasa Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis.
Bagi pengemar jajanan yang eksis di medsos, branding Cuhcur dan Onde Karoehoen sudah tak asing lagi, Lantas kenapa namanya Karoehoen diambil dari kebiasan neneknya di Kawali yang selalu menyuguhkan cuhcur saat berkunjung. Cuhcur buatan nenek itu rasanya maksos, meski disimpan satu hari tetap enak.
“Nama Karoehoen diambil dari resep nenek, jadi misinya ingin melestarikan makanan tradisional di tengah menjamurnya makanan modern, masa sih lidah urang Sunda tak suka dengan makanan buhun,” katanya.
Sebenarnya usahanya itu sudah dirintis dua tahun lalu, tapi baru diseriusi setahun belakangan. Sejak pindah dari Kota Banjar ke Ciamis. Geliat kuliner di Kota Ciamis sedikit lebih maju, ini terlihat dari banyaknya unggahan foto makanan di Grup facebook wisata kuliner Ciamis. “Ketika itu saya iseng gabung di grup wiskul, dan unggah foto cuhcur buatan nenek itu, eh banyak juga yang ngelike dan koment, kemudian minta DO (diantar),” katanya.
Awalnya Nungky hanya bikin satu kilogram adonan. Bahannya tepung beras kualitas bagus, gula aren dan minyak kelapa. Tanpa pengawet. Dan hari itu juga cuhcur sekitar 100 biji ludes dipesan penggemar kuliner di medsos. Karena laku, Aulia tambah semangat, keahliaanya membuat onde-onde pun dicoba. Jadi hari berikutnya tak hanya menjual cuchur tapi ditambah dengan onde-onde. Jadi namanya Cuchcur dan Onde Karoehoen.
Untuk mengantarkan pesanan yang diorder lewat facebook, terkadang dilakukan sendiri atau suaminya. Disela-sela kesibukan kerja.
Dikisahkan, geliat usaha Cuhcur dan Onde-onde bermula dari kekecewaannya saat ingin menyantap makanan buhun. Browsing dan ngintip di medsos tak ada yang menjual makanan khas. Yang banyak justru menawarkan makanan pitza, sosis, bakso dll.
Dari situ, Aulia bertekad untuk mengkreasikan sendiri kue mungil berbentuk bulat tersebut. Karena memiliki bakat memasak, Nungky Aulia dibantu sang suami sukses menghasilkan cuhcur dan Onde-onde bercita rasa lezat. Kelezatan cuhcur dan Onde- onde buatan mereka ternyata mendapat respon positif dari pecinta kuliner ciamis. Bahkan sejumlah pejabat di Ciamis pun
order.
Alhasil, pasutri ini pun mulai menggeluti usaha bertajuk Cuhcur dan Onde-onde dengan brand Karoehoen. Nunung yakin kue tradisional seperti cuhcur dan Onde-onde masih memiliki tempat di lidah orang Indonesia, apalagi jika diberi sedikit modifikasi dan dipasarkan secara online sehingga tampil lebih modern.
Karena sudah mengantongi formula rahasia, onde dan cuhcur karoehon masih bertahan sampai saat ini. Pelanggan masih tetap setiap melakukan repeat order. Agar tak jenuh, Karoehoen mengembangkan beberapa varian rasa dan menambah produk buhun. Seperti pisang molen.
Untuk menjalankan usahanya, lulusan pesantren di Kawali Ciamis ini menggelontorkan modal awal sebesar Rp 200 ribu. Modal tersebut digunakannya untuk membeli bahan baku ketika memperoleh pesanan pertama sebanyak 150 pieces Onde-onde dan cuhcur.
Bak mendapat durian runtuh, setelah setahun berjalan, pasutri ini mulai kebanjiran order. Bahkan kerap kebanjiran order. Kini dia ingin mendapat gerai di pusat Kota Ciamis atau di Tasikmalaya. Namun karena kendalanya modal keinginanya belum terlaksana. “Ngontrak tempat di pusat kota itu rada lumayan mahal, kalau yang mau inves mah agak ringan,” katanya.
(DAR)










