spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7940

Seren Taun, Iriawan Ikuti Upacara Tumbuk Padi

0
(Humas Jabar)

KUNINGAN, FOKUSjabar.co.id: – Masyarakat Cigugur di Kabupaten Kuningan kembali menggelar upacara Seren Taun pada tahun 2018. Acara dipusatkan di Cagar Budaya Nasional Gedung Paseban, Cigugur, Kabupaten Kuningan, Senin (3/9/18) atau 22 Rayagung 1951 Saka.

Dalam acara yang digelar sebagai wujud rasa syukur atas capaian hasil panen tahun ini, Pj. Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan bersama Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko dan Bupati Kuningan Acep Purnama mengikuti acara tumbuk padi yang merupakan bagian akhir dari rangkaian Seren Taun ini.

“Upacara ini (Seren Taun) kita tahu penuh makna dan penuh arti. Dimana ini salah satu wujud syukurnya masyarakat khususnya di Kuningan terhadap apa yang dicapai dalam satu tahun,” kata Iriawan dalam sambutannya.

“Ini untuk mempererat hubungan antarmanusia dan makhluk sosial yang ada. Dilaksanakan setiap tahun dengan acara yang tidak pernah putus. Luar biasa. Terimakasih budaya Sunda terus di angkat di Kabupaten Kuningan yang kita cintai,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Iriawan menjelaskan bahwa Seren Taun adalah refleksi dari sebuah kepribadian Sunda yang agung. Hal ini menjadi cermin eratnya hubungan manusia dengan alam. Dimana angka 22 bermakna apabila ada hasil panen sebayhak 22 kuitantal, 20 kuintal akan digunakan dan dua kuintal sisanya untuk bibit atau benih.

“Ini refleksi pribadi Sunda yang agung, seimbang, dan menghargai alam. Saya rasa luar biasa sekali, bagaimana hubungan yang terus dibina antara alam dengan manusia dan manusia dengan alam,” ujar Iriawan.

Iriawan pun selaku Penjabat Gubernur Pemda Provinsi Jawa Barat mengapresiasi kegiatan budaya ini, serta meminta agar gelaran yang sama terus digelar setiap tahun.

Pada kesempatan ini, Iriawan juga meminta agar Seren Taun tidak hanya dijadikan acara seremonial saja. Kegiatan budaya ini bisa dipublikasikan lebih luas lagi agar menjadi destinasi wisata kelas dunia.

“Saya juga meminta ini jangan hanya dijadikan cara seremonial hanya skup provinsi atau kabupaten, saya minta ini bisa dipublikasikan oleh teman-teman (media) untuk jadi detinasi wisata khususnya wisatawan mancanegara,” pinta Iriawan.

“Karena ini cukup menarik, tidak kalah dengan Bali. Kenapa Bali bisa kok Jawa Barat tidak bisa,” tukasnya.

Dengan dijadikan sebagai objek wisata unggulan, Iriawan berharap Seren Taun bisa lebih membumi.

“Kami tadi sudah bicara agar ini bisa jadi objek unggulan pariwisata baik dalam negeri atau luar negeri, sehingga dengan adanya ini mereka akan lebih membumi, akan lebih mendunia Seren Taun yang ada di sini. Saya katakan tadi tidak kalah ini dengan Bali, Lombok,” pungkasnya.

(DAR/HUMAS JABAR)

Sekda Jabar Tutup Festival Aktivitas Kaulinan Urang Lembur

0
(HUMAS JABAR)

BANDUNG, FOKUSjabar.co.id:  Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa menutup Festival Aktivitas Kaulinan Urang Lembur atau AKUR di lingkungan pegawai Setda Pemprov Jabar, usai apel pagi di Halaman Gedung Sate Bandung, Senin (03/09/2018).

Festival AKUR 2018 yang dimulai 27 Aguatus pekan lalu, mempertandingkan sedikitnya 16 jenis kaulinan urang lembur seperti galah asin, dogongan, gatrik dan lain-lain.

Di penutupan kali ini, diserahkan hadiah dan penghargaan yang diserahkan langsung Sekda Jabar Iwa Karniwa.

Adapun dari jumlah 51 medali yang diperebutkan, terdiri dari 17 emas, 17 perak, 17 perunggu. Gelar Juara Umum, berhasil disabet” Biro Umum 1 (gabungan Subbag Tata Usaha dan Kepegawaian, Bagian Aset, dan Bagian Administrasi Keuangan), dengan perolehan 4 emas, 2 perak, dan 2 perunggu.

Kemudian disusul Biro Humas Protokol dengan raihan 2 emas, 3 perak, dan 2 perunggu. Lalu, Biro Hukum dan HAM Setda Jabar dengan raihan 2 emas, dan 2 perak. Disusul Tim Cleaning Service yang memperoleh 2 emas, 1 perunggu. Kemudian, Tim Security yang berhasil mendapatkan 1 emas, 4 perak, dan 1 perunggu.

“Selamat, apresiasi kepada para peserta,” kata Iwa.

(DAR/HUMAS JABAR)

4 Dinas di Pemkot Tasik Dapat Sertifikat ISO 9001-2015

0
Beberapa Dinas Dilingkungan Pemkot Tasik mendapatkan Sertifikat ISO 9001-2015 (fokusjabar-Seda)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id : Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu PT. Tirta Murni  memberikan penilaian baik kepada empat dinas di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Lembaga ini mengeluarkan sertifikat International Organization for Standardization ISO 9001-2015 bidang pelayanan publik.

”Sertifikasi ini diberikan setelah kita melakukan pengkajian dan proses pengauditan kepada Dinas-Dinas tersebut selama dua hari, setelah dilakukan hal tersebut enam Dinas ini memenuhi standar penilaian sehingga layak untuk mendapatkan sertifikat ISO 9001-2015,” kata Komisaris PT Tirta Murni Sertifikasi (TMS) Ibnu Mansyur saat penyerahahan sertifikat ISO di  Balekota Tasikmalaya, Jalan Letnan Harun Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya Senin (03/09/18).

Menurut Ibnu ada beberapa klausul atau poin yang dinilai dalam pengauditan sertifikat ISO kepada Dinas semisal sarana prasarana, prosedur standar operasional (SOP), kepuasan pelayanan publik. “Kita menilai pelayanan dengan berdasarkan SOP dan tupoksinya di enam Dinas ini sudah berjalan cukup baik sesuai standar pelayanan dan kesesuaian penilaian,” tuturnya.

Sementara itu Walikota Tasikmalaya Budi Budiman mengatakan, pemberian ISO 9001-2015 bentuk apresiasi karena dinas-dinas ini mampu melakukan optimalisasi pelayanan kepada masyarakat. Sertifikat ISO ini sangat bernilai dan penting karena mencerminkan tingkat dan mutu pelayanan publik yang baik dan diakui yang berstandar internasional.

Walikota pun berharap, kedepannya seluruh OPD yang ada di lingkungan Pemkot Tasikmalaya bisa meraih predikat sertifikat ISO 9001-2015 agar pelayanan publik semakin bermutu dan prima.

Dinas yang mendapatkan sertifikat ISO 9001-2015 tahun 2018 ini yakni Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Badan Pengelolaan Pajak Dan Retribusi Daerah (BPPRD).

(Seda/DAR)

Pemkot Bandung Dukung Kepolisian Sikat Habis Pelaku Begal

0
Ilustrasi aksi begal (Istimewa)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan akan terus mendukung upaya kepolisian untuk segera mengungkap pelaku kejahatan jalan atau begal yang belakangan ini meresahkan masyarakat. Bahkan pemkot telah mengintruksikan aparat kewilayahan untuk mengaktifkan kembali fungsi hansip.

“Kami dari Pemkot sudah maksimal koordinasi dengan Polrestabes, pa Wali (Ridwan Kamil-red) meminta kepada jajaran untuk kembali mengaktifkan hansip di tempat sepi. Kemudian ke Dinas PU menyalakan PJU yang mati,” kata Kabag Humas Pemkot Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, Senin (3/9/2018).

Yayan menuturukan berdasarkan informasi yang didapat hampir 2/3 pelaku begal bukan merupakan warga Kota Bandung.

“Sebagai kota metropolitan, Bandung memang menjadi primadona ada yang ingin mencari rezeki, ada juga yang ingin berbuat kejahatan,” jelasnya.

Kendati demikian, Yayan meminta masyarakat untuk tidak khawatir. Pasalnya Pemkot Bandung berencana akan menambah beberapa unit CCTV di lokasi rawan terjadinya tindak kejahatan.

“Pa Wali sudah intruksikan mengecek CCTV yang kurang dan menambahnya, mungkin di tahun ini baru dianggarkan,” pungkasnya.

(Vetra)

Pelantikan Gubernur Dipercepat, Pemkot Pastikan Kursi Wali Kota Tidak Akan Kosong

0
Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat terpilih Ridwan Kamil dan Uu Rizhanul Ulum (Istimewa/detik.com)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat terpilih Ridwan Kamil dan Uu Rizhanul Ulum dipercepat dari jadwal semula. Semua diagendakan pada 17 September mendatang menjadi Rabu tanggal 5 September di Istana Negara, Jakarta pukul 10.00 WIB.

Kabag Humas Pemkot Bandung, Yayan Ahmad Brilyana mengatakan rencana dipercepatnya pelantikan lantaran Presiden Joko Widodo diagendakan akan ke Eropa pada 14-20 September nanti. Kepastian mengenai pelantikan tersebut pun masih menunggu hasil rapat yang saat ini tengah digelar di Istana Negara.

“Kemarin sore jam 15.00 WIB, dapat info bahwa pelantikaan Gubernur dimajukan tanggal 5. Kami masih tunggu hasilnya seperti apa,” kata Yayan, Senin (3/9/2018).

Seperti diketahui, masa bakti Ridwan Kamil sebagai Wali Kota akan berakhir pada 16 September 2018 nanti. Jika benar Emil sapaan akrab Ridwan Kamil dilantik pada tanggal 5 September, maka kursi Wali Kota Bandung pun akan mengalami kekosongan.

Yayan memastikan bila benar Emil dilantik pada tanggal 5 September kursi Wali Kota Bandung tidak akan kosong. Sebab Wakil Wali Kota Bandung saat ini Oded M. Danial secara ototmatis akan mengisi jabatan tersebut sebagai Plt. Wali Kota Bandung.

“Yang jelas masa bakti Kang Emil itu tanggal 16. Jadi pelantikan mundur atau maju pasti ada konsekunsi. Kalau tanggal 5 dilantik, berarti sekaligus pelantikan PKK dan tanggal 6 ada sidang paripurna DPRD menetapkan Kang Emil jadi Gubernur. Tidak ada kekosongan Wali Kota , karena Pak Oded jadi Plt sampai tanggal 16,” pungkasnya. (Vetra)

BKKBN Sosialisasikan Pentingnya KB dan Kesehatan Reproduksi

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Bekerja sama dengan komisi IX DPR RI, program yang bertemakan “Promosi dan Pelayanan KBKR Dalam Era JKN” terus dilaksanakan di berbagai daerah.

Kali ini acara tersebut berlangsung di Lapangan Permata Ayu Kelurahan Babakan Ciparay Kota Bandung, Senin (03/09).

Kegiatan ini diisi dengan kesenian dan sosialisasi dengan pembicara dr.Haki perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat yang menekankan pentingnya kesehatan reproduksi agar terwujudnya keluarga berencana (KB).

Selain itu, anggota Komisi IX DPR RI Ir.Ketut Setiawan menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengerakkan program KB ini di masyarkat dengan mendorong lebih banyaknya munculnya pengerak-pengerak KB.

“Tidak hanya Ibu-ibu tapi juga bapak bapak,” katanya.

Sedangkan Kepala DPPKB Kota Bandung Eddy Marwoto, M.Si menyatakan program kegiatan sosialiasi harus terus digaungkan dan dijadikan sarana kampanye bersama untuk membangun kesadaran pentingnya KB agar terbangun kesadaran yang kuat bahwa KB adalah jalan untuk memperkuat negara dan bangsa.

“Program KB adalah harus dikampanyekan secara massif dan terencana mengingat semakin meningkatkan jumlah penduduk terutama di Jawa Barat. Program harus selalu di perkuat dan di koordinasikan dengan baik dalam pelaksanaanya terutama dalam melakukan pengendalian penduduk agar tujuan dan cita-cita kita menjadi bangsa yang memiliki keluarga terencana yang sehat dan kuat baik fisik,ekonomi dan mental spritual,” pungkasnya.

Diakhir acara sosialisasi, panitia memberikan dorprize-dorprize menarik kepada masyarakat sehingga menambah semarak acara kegiatan tersebut.

(Budi)

Wawasan kesehatan reproduksi masih minim, BKKBN gencarkan sosialisasi KBKR

0

SUKABUMI, FOKUSJabar.id: Kesehatan reproduksi mungkin sudah lazim dibicarakan oleh masyarakat di kota-kota besar. Akses media, tingkat pendidikan, dan kemudahan memperoleh berbagai informasi menjadi deretan faktor yang cukup menentukan tingkat kesadaran dan wawasan kesehatan reproduksi.

Namun, di masyarakat pedesaan, wawasan kesehatan reproduksi masih cukup rendah. Hal tersebut membuat BKKBN terus menggencarkan sosialisasi tentang kesehatan reproduksi ke berbagai daerah, terutama pedesaan.

Senin, 3/9/2018, bertempat di desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, BKKBN Provinsi Jawa Barat kembali mengadakan kegiatan ‘Promosi dan Pelayanan KBKR di era JKN’.

“Saya harap melalui kegiatan ini, masyarakat bisa menambah wawasan tentang kesehatan reproduksi. Ini penting, sebab kesehatan reproduksi tidak bisa dipisahkan dari program keluarga berencana”, ujar Titin M. Andadari, yang hadir sebagai perwakilan DPPKB Kabupaten Sukabumi.

Hal itu diamini oleh Rahmat Mulkan. Rahmat yang juga menjabat sebagai Sekretaris BKKBN Jawa Barat ini menegaskan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Ia menegaskan bahwa kesehatan reproduksi adalah bagian penting dari program keluarga berencana (KB).
“Dalam KB ada istilah ‘4 terlalu’ yang harus dihindari. Yaitu, terlalu tua, terlalu muda, terlalu dekat, terlalu banyak. Empat hal itu akan sangat berkaitan dengan kesehatan reproduksi”.

Dalam acara tersebut, hadir pula Ribka Tjiptaning. Anggota komisi IX DPR RI ini, mengaku senang bisa terlibat langsung dalam kegiatan ini. Ia ingin ke depannya, masyarakat Sukabumi bisa benar-benar merasakan manfaat dari program KBKR ini. Ribka yang juga berprofesi sebagai Dokter ini, mengajak masyarakat untuk aktif menggalakan kembali program KB. Lebih lanjut ia menginginkan, melalui program KBKR ini masyarakat bisa semakin sehat dan sejahtera.

(Budi)