spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7941

Museum Sebagai Sumber Belajar, Prodi Sejarah SPs UPI Gelar Kuliah Umum

0
Ketua Prodi Sejarah SPs UPI, DR. Lely Yulifar, Dr. Farida R. Wargadalem, M.Si Ketua Jurusan Pendidikan IPS FKIP Universitas Sriwijaya (UNSRI), Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Andalas (UNAND), Prof. Dr. Drs. Herwandi, M.Hum, Prof. Nana Supriatna Guru Besar UPI. (FOKUSJabar/Boip)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Andalas (UNAND), Prof Dr Drs. Herwandi, MHum mengatakan bahwa museum bisa jadi sarana pembelajaran yang sangat efektif untuk mengenal identitas bangsa Indonesia.

Sedikitnya 434 buah museum yang terdapat Indonesia. Akan tetapi, jumlah tersebut tidak termanfaatkan secara baik karena pengelolaan dan pengembangan museum tidak berdasarkan hakikat museum.

Menurutnya, asal usulnya museum itu merupakan lembaga atau tempat suci memberikan pengetahuan pada masyarakat. Dan tidak bisa dipisahkan dengan kebudayaan masyarakat.

“Museum itu memiliki sejarah panjang. Secara hakikat museum merupakan tempat yang dijadikan sebagai tempat pertemuan para pemikir yang memikirkan keberlangsungan kehidupan manusia,” ungkap dia saat memberikan materi pada Perkuliahan Umum Prodi Sejarah Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, Senin (03/09/2018).

Berdasarkan pemikiran dan definisi itulah tambah dia museum bisa dijadikan sebagai pusat pengembangan pengetahuan.

Saat ini, keberadaan museum yang ada di di Indonesia masih terkesan sebagai tempat yang sangat kurang baik dari sisi infrastruktur. Bahkan koleksi yang didalamnya itu terkesan hanya sebatas benda yang tidak menarik.

Padahal koleksi pada museum itu sangat memiliki nilai yang sangat penting. Karena itu adalah bagian dari identitas tubuh kita sebagai bangsa Indonesia.

“Museum itu memiliki beberapa fungsi yakni untuk pelestarian juga sebagai bagian belajar. Akan tetapi ini belum menjadi apa hakikat dari museum itu sendiri,” imbuhnya.

Padahal apabila dijadikan sebagai sumber belajar lanjut dia perwujudan dari teori Taksonomi Bloom yakni Kognitif, Afektif, Psikomotoris museum adalah salah satu sumber yang akan mendatangkan keuntungan bagi ilmu pengetahuan.

(Boip/DAR)

Usai Libur, Tiga Pemain Asing Persib Dalam Kondisi Bugar

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persib Bandung terus mempersiapkan diri dengan menggelar latihan di Stadion Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Senin (3/9/2018),

Pada sesi latihan persiapan menghadapi Arema FC pada laga kandang Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, 13 September 2018 itu, Bojan Malisic sudah terlihat bergabung.

Dengan hadirnya Mali, jumlah pemain asing yang berlatih menjadi tiga orang setelah sebelumnya Oh In-Kyun dan Jonathan Bauman latihan terlebih dahulu.

Pelatih fisik Persib Yaya Sunarya mengatakan, mayoritas kondisi pemain asing usai liburan cukup bugar, termasuk Bauman yang maulai bergabung Minggu (2/9/2018).

“Sejauh ini untuk Bauman kita sudah bikin latihan. Cukup secara persuasif kita bicara sama dia dan dia hanya kelelahan di perjalanan,” kata Yaya, Senin (3/9/2018).

Pemain asal Argentina ini menurut Yaya bisa menjalankan seluruh program latihan yang diberikan oleh staf pelatih dengan maksimal.

“Ketika saya bikin latihan aerobik moderat, kodisinya bisa lumayan bagus,” kata dia.

(Arif/LIN)

Intensitas Latihan Persib Diturunkan 

0
yaya sunarya fokusjabar.id
Pelatih fisik Persib Bandung, Yaya Sunarya. (foto web)
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pemain Persib Bandung mendapatkan materi dengan intensitas yang tidak terlalu tinggi pada sesi latihan di Stadion Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Senin (3/9/2018).
Pelatih fisik Persib, Yaya Sunarya membeberkan alasannya. Menurut dia, pada pekan sebelumnya tim kebanggaan Bobotoh ini mendapatkan materi fisik.
Supardi dan kawan-kawan menurut Yaya ,ditekankan untuk menjaga sentuhan bola pascalibur selama dua pekan dan tidak memiliki agenda pertandingan.
” Hari ini memang low intensity. Kita tekankan adalah ball feeling. Bagaimana mereka punya sentuhan di crossing dan finishing. Secara teknis, memang program low intensity tapi tetap ball feeling,” kata Yaya di Stadion Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Senin (3/9/2018).
Sesi latihan tersebut merupakan rangkaian persiapan tim kebanggaan Bobotoh sebelum berhadapan dengan Arema FC pada pertandingan kandang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, 13 September 2018.
(Arif/Bam’s)

‎Indonesia Berada di Posisi Empat Asian Games 2018, Gomez Ucapkan Selamat

0
Pelatih Persib Mario Gomez (foto Web)
Pelatih Persib Mario Gomez (foto Web)
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Indonesia mengumpulkan 31 mendali emas pada Asian Games 2018. Atas torehan tersebut, Indonesia berada di posisi keempat pada akhir Asian Games 2018.
Jumlah emas yang diraih pada Asian Games 2018 menjadi yang terbanyak bagi Indonesia selama keiikutsertaannya dalam ajang multi event empat tahunan ini.
Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez turut mengucapkan selamat bagi Indonesia yang berhasil meraih prestasi pada Asian Games 2018. Hasil tersebut menurutnya tidak lepas dari kerja keras para atlet.
“Selamat untuk Indonesia, sebuah prestasi yang membanggakan negara. Ini merupakan hasil kerja keras dan latihan selama ini,” ucapn Gomez dikutip laman Persib, Senin (3/9/2018).
Pelatih asal Argentina ini berharap, hasil yang diraih pada Asian Games 2018 tidak membuat Indonesia cepat puas. Pasalnya, masih banyak tantangan yang harus dilalui pada event-event lainnya.
“Jangan cepat puas dengan prestasi ini. Kalian harus terus bekerja keras untuk meraih hasil yang lebih baik. Mungkin, di Olimpiade pun kalian bisa memberikan yang terbaik. Sekali lagi, selamat,” katanya.
(Arif/Bam’s)

Minimalisasi “Bullying”, Pembina Gugus Tugas Canangkan Roadshow Edukasi

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pembina Gugus Tugas Kota Layak Anak yang juga istri Wakil Wali Kota Bandung Oded Muhammad Danial, Siti Muntamah, menyebut, kurangnya sumber daya manusia (SDM) di SDN 023 Pajagalan, Kota Bandung menjadi salah satu faktor terjadinya aksi perundungan di sekolah tersebut.

Seperti diketahui, beberapa hari terakhir warganet dihebohkan dengan viralnya video aksi ‘bullying’ yang dilakukan sejumlah siswa SD terhadap temannya. Mirisnya, insiden itu terjadi di dalam kelas. Dan, diketahui aksi tak terpuji itu terjadi di SDN 023 Pajagalan, Kota Bandung.

“Di sekolah itu ada sekitar 800 siswa dengan jumlah guru sebanyak 32 orang. Bisa dibayangkan 32 guru mengurus 800 anak. Tentu saja ini perlu dibantu, saya pikir bagus kalau komite sekolah membantu stakeholder (pemangku kepentingan) sekolah menjaga anak secara bergantian. Karena ini tanggung jawab kita bersama,” kata Siti Muntamah usai bertemu orangtua dan komite sekolah di SDN 023 Pajagalan, Kota Bandung, Senin (3/9/2018).

Siti pun tidak menampik jika aksi perundungan adalah sebuah fenomena gunung es yang penyebabnya beragam.

Artinya, banyak hal yang perlu dilakukan untuk mengurai fenomena tersebut. Salah satunya dengan menghadirkan keramahan sekolah.

“Dan, yang tidak bisa tergantikan adalah (suasana) di rumah. Maka itu, konseling keluarga harus kita tingkatkan. Kemudian, sekolah ramah anak akan kita intens dan implementasikan di sekolah-sekolah di Kota Bandung,” jelas dia.

Kendati belum mengetahui pasti kondisi korban, pihaknya memastikan jika yabg bersangkutab telah diberikan konseling oleh psikolog guna menghilangkan trauma yang terdapat pada dirinya. Begitupun dengan anak yang menjadi pelaku aksi kekerasan tersebut.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, pihaknya akan mengolaborasikan seluruh pemangku kepentingan yang ada, dari Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat, dalam hal ini Bidang Pemenuhan dan Perlindungan Hak Anak, serta Pusat Pembelajaran Keluarga.

“Jadi, kita akan roadshow untuk mengedukasi masyarakat agar kedepannya aksi ‘bullying’ semakin berkurang,” jelas dia.

(LIN)

Ketua KONI Garut: Penyambutan Ini sebagai Bentuk Penghargaan bagi Para Atlet

0
Enam atlet Pencak Silat Peraih Emas asal Garut

GARUT, FOKUSJabar.id : Enam atlet Pencak Silat asal Kabupaten Garut peraih medali emas Asian Games 2018 tiba di Kota Intan sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (3/9/2018).

Ke-enam atlet tersebut yakni, Nunu Nugraha, Agi Faisal dan Asep Yuldan Sani (tim putra), Lutfi Nurhasanah, Gina Tri Lestari serta Pramudyta Yuritya (tim putri).

BACA JUGA:

MinyaKita di Pasar Manis Ciamis Menghilang?

Mereka di sambut di perbatasan Garut-Bandung. Tepatnya, di wilayah Kecamatan Kadungora. Nunu dan kawan-kawan di sambut Bupati Garut, Rudy Gunawan, Wakil Bupati, Helmi Budiman, Kapolres Garut, Dandim 0611 Garut, Ketua KONI, pimpinan SKPD, Uniga, Ontel Community dan yang lainnya.

Enam atlet yang sudah mengibarkan Merah Putih sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Garut khususnya, di arak keliling Kota Intan.

Rutenya dari Kadungora, Leles, Warungpeuteuy, Jalan Otista – Jalan KH. Anwar Musaddad, Jalan Otista, Cimanuk, Ahmad Yani, Pengkolan, Ciledug, Papandayan, Cikuray, Siliwangi, Dewi Sartika dan berakhir di Alun-alun Garut.

Terpantau FOKUSJabar, di sepanjang jalan ratusan warga berjejer menyambut rombongan atlet berprestasi.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Garut, Abdussy Syakur Amin menegaskan, prestasi yang telah di raih atlet Pencak Silat Garut merupakan babak sejarah baru.

Dia berharap, prestasi tersebut di pertahankan sekaligus di ikuti oleh para atlet Garut lainnya.

“ Ini tentunya sejarah baru. Bagaimana tidak, atlet Garut telah berhasil menyumbang emas dalam pesta olahraga empat tahunan yang pesertanya dari Negara-negara Asia,” kata Syakur nampak bangga.

Menurut Syakur, penyambutan terhadap mereka sebagai bentuk motivasi dan penghargaan kepada para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa. Khususnya Kabupaten Garut dan Provinsi Jawa Barat.

(Andian/Bam’s)

Preanger Fest Siapkan Perayaan Musik Ikonik Lintas Generasi asal Jabar

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Sejak lama Bandung dikenal sebagai penghasil musisi bertalenta yang bahkan mendunia.

Tidak heran jika Bandung sering dijuluki kiblatnya musik Indonesia. Kontribusi musisi Bandung di industri musik Indonesia sudah dimulai sejak beberapa dekade lalu.

Mulai dari Bimbo hingga Burgerkill, mulai dari Harry Roesli hingga Mocca berasal dari Kota Kembang.

Semuanya umumnya berkarya dalam semangat indie. Mereka berani menantang arus umum dengan memberikan musik yang lebih segar dan kemudian diikuti oleh banyak orang.

Jika membahas musik dan Bandung tentunya tidak terlepas dari pergerakannya yang pernah terjadi di tahun 90-an di GOR Saparua, dimana telah melahirkan band-band sukses asal Bandung.

Sebut saja PAS Band, Burgerkill, Pure Saturday, The Milo, Koil, Puppen (RIP). Mereka adalah sebagian kecil dari band-band yang pernah merasakan atmosfer kejataan masa itu.

Hal itu pulalah yang menjadi tolok ukur sejarah musik di Bandjmung bahkan nasional.

Gegap gempita warna pergerakan musik Bandung telah menjadi spirit yang membangun bagi para penikmatnya. Di era 2000an lahirlah Mocca, The SIGIT, HMGNC, Polyester Embassy, dan Rocket Rockers yang menjadi pionir di masa itu.

Sebagian besar nama tersebut akan digiring kembali di perayaan festival musik bertajuk ‘Preanger Fest’ pada tanggal 13-14 Oktober di Lapangan PPI Bandung yang akan menampilkan lebih dari 40 musisi Parahyangan yang akan berbagi di tiga stage.

Tidak hanya itu, Preanger Fest pun ingin menularkan semangat ini kepada kota lain di tanah Parahyangan dengan memberikan kesempatan kepada musisi di kota tersebut untuk bisa tampil di panggung bergairah ini.

“Preanger Fest hadir untuk mengingatkan bahwa band-band Bandung pernah dan masih berjaya. Bermula dari sebuah kerinduan akan atmosfer pada era 90-an yang solid dan inspiratif, maka acara ini dibuat, ” kata Indradjid Sofwan perwakilan Havas Indonesia selaku penyelenggara.

Dengan membawa semangat ‘Lokal Kudu Vokal’, pihaknya berharap generasi sekarang bisa merasakan semangat kebanggaan lokal dan dampak positif.

” Tentunya ini untuk mengingatkan kepada orang banyak bahwa Bandung adalah kota segudang musisi berbakat dan memicu untuk selalu berkarya,” kata dia.

Preanger Fest membawa semangat seperti yang terlihat di Saparua di masa lalu dan digabungkan dengan spirit atmosfer ‘Lokal Kudu Vokal’ yang cocok dengan generasi masa sekarang.

Puluhan band akan datang dari berbagai generasi dan memuaskan scene musik Jawa Barat dari berbagai genre.

Rock, metal, punk, pop, folk, electronic semua melebur dalam dua hari. Semuanya dipilih karena mempunyai sejarah dalam pergerakan komunitas musik di Bandung, mereka memberikan kebanggaan bagi Bandung.

Bukan hanya musik, acara ini pun akan menampilkan seni serta marketplace, tentunya masih sejalan dengan kebanggaan anak Bandung.

“Acara ini akan jadi ajang pamer kreativitas dan bertemu langsung dengang talent-talent berbakat. Jadilah bagian dari pergerakan massif dari musisi Jawa Barat. Saksikan dan apresiasi musisi lokal di Preanger Fest. Mari ingatkan lagi bahwa Bandung adalah kota yang menghasilkan segudang musik berbakat. Preanger Fest: Lokal Kudu vokal, ” tutur Indrajid.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai harga tiket, line-up, dan seputar PreAnger Fest, silakan kunjungi Instagram @preangerfest dan Facebook @preangerfest

(LIN)