spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7911

DPT Provinsi Jabar Berkurang 183 Ribu Pemilih

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Provinsi Jawa Barat (Jabar) setelah perbaikan menjadi berkurang, dari 32,7 juta pemilih saat ditetapkan DPT Pilgub Jabar 2018 menjadi 32,4 juta pemilih.

“Jadi berkurang sekitar 183 ribu daftar pemilih,” ujar Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar, Aang Ferdiman, seusai menggelar Rapat Pleno Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP), di Kantor KPU Jabar Jumat (14/9/2018).

Dia menjelaskan, penyebab dari berkurangnya DPT Jabar yakni, pertama banyaknya pemilih yang memiliki keterangan identitas yang tidak tunggal. Meski pemilih sudah pindah tempat tetapi identitas pertama belum dihapuskan. Jadi akibatnya tercatat di dua tempat.

“Kedua adanya kesalahan dari petugas di lapangan yang melakukan pencatatan Nomor Induk KTP (NIK),” tambah Aang.

Ketiga, ucapnya, data pemilih tergandakan karena data tereplika dalam sistem informasi data pemilih (Sidalih).
Dia menjelaskan, jika saat memasukan data pemilih di Sidalih mengalami kegagalan dan data dimasukan ulang ternyata data itu menjadi ganda.

Terus yang terakhir, lanjutnya, data ganda ternyata disebabkan bukan karena orangnya tercatat lebih dari satu kali tetapi karena property elemen datanya sama padahal merepresentasikan orang yang berbeda.

“Kurang lebih, dari total rekomendasi setiap KPU kabupaten/kota ada 190 ribu data pemilih ganda. Kita sudah bersihkan menjadi 183 ribu data pemilih dan terverifikasi. Sekarang sudah kita tetapkan DPT yang baru,” ujar Aang.

Menurutnya, DPT Provinsi Jabar hasil pencermatan sejumlah 32,4 juta pemilih. Data tersebut untuk menentukan jumlah logistik Pemilu 2019 sebelum nanti dalam salinan DPT, data akan dibersihkan kembali.

(Ibenk)

Jaswita Jabar Gandeng Disdik untuk Kembangkan SDM Kepariwisataan

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : PT Jasa Kepariwisataan (Jaswita) Jabar gandeng Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) unggulan kepariwisataan. Hal tersebut dilakukan dalam mencapai visi pembangunan pariwisata di daerah.

Direktur Utama PT Jaswita Jabar, Ade Dikdik Isnandar menuturkan, ‎kerjasama dengan Disdik Jabar dilakukan untuk mengembangkan bisnis pariwisata dengan pola pentaheliks. Yakni ‎dengan menggandeng berbagai stakeholder dalam peningkatan pariwisata Jabar, salah satunya dengan Disdik Jabar.

“Kerjasama dengan Disdik ini yakni bagaimana mengembangfkan SDM unggulan melalui SMK karena mereka sudah siap kerja sesuai kurikulumnya. ‎Kami ingin beri sentuhan profesional para siswa SMK ini, dalam konteks bahasa (Inggris) hingga hospitality sehingga mereka lebih siap. Baik dalam bekerja atau sebagai pebisnis,” ujar Ade Dikdik saat ditemui usai Sosialisasi Tindak Lanjut Kesepahaman bersama antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dengan PT Jasa dan Kepariwisataan (Perseroda) Jawa Barat tentang Sinergi Dunia Pendidikan dan Usaha Pariwisata dalam Pembangunan Pariwisata Daerah serta Perlindungan Lingkungan di Fave Hotel, Paskal Hyper Square, Jalan Pasir Kaliki Kota Bandung, Jumat (14/9/2018).

SDM tersebut, lanjut Ade, akan menjadi penggerak untuk menggali potensi wisata daerahnya. Baik wisata yang bersifat wisata umum, budaya, daerah, kuliner maupun wisata khusus.

“Ini banyak potensi daerah yang belum digali sehingga mereka nanti diharapkan bisa menjadi SDM penggerak wisata di daerah‎,” terangnya.

‎Dengan pengembangan tersebut, diharapkan proporsi wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Jabar semakin meningkat. Sebelumnya, proporsi wisman yang datang ke Jabar sekitar 10-15 persen dari total wisman yang datang ke Indonesia.

“Kedepan kita menargetkan 20 persen atau sekitar 5 juta wisman datang ke Jabar di tahun 2019. Kita akui miliki keterbatasan dan terus kita perbaiki untuk menangkap peluang. Karena kita meyakini kalau sektor ‎wisata bisa jadi sumber devisa negara tertinggi sehingga kita mulai siapkan strategi,” tegasnya.

(ageng)

Perda Tentang Pengelolaan Sampah Segera Diterapkan

0
Wajah Kota Terlihat Semrawut akibat membuang sampah sembarangan (fokusjabar-Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id : Menjamurnya lokasi dan tempat-tempat pembuangan sampah liar di wilayah Kota Tasikmalaya membuat wajah Kota terlihat semrawut dan kotor dengan pemandangan sampah yang menumpuk. ini akibat masyarakat berprilaku tidak baik karena membuang sampah sembarangan tempat.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya Iwan Setiawan mengatakan, larangan dan sanksi bagi pembuang sampah sembarangan telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2012 tentang pengelolaan sampah di Kota Tasikmalaya”setiap pelanggaran ketentuan yang dimaksud pada Pasal 38 ayat (1) huruf a, ayat (3), ayat (4) dan ayat (5) diancam dengan sanksi pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan dan atau denda paling besar Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah),”ungkap Iwan Jum’at (14/09/18).

Kendati sudah jelas sanksi dan hukumannya tambah Iwan, namun hingga sekarang masyarakat masih saja membuang sampah sembarangan, akibatnya tumpukan sampah ada dimana-mana terlihat semrawut karena penanganannya tidak terkendali”mungkin karena Perda tersebut belum diberlakukan sehingga sanksi bagi masyarakat belum dikenakan sehingga masyarakat tetap membuang sampah dimana saja sembarang tempat, semoga kedepannya Perda ini segera diberlakukan,”tuturnya.

Dirinya pun mengaku, akan berkoordinasi dengan instansi terkait salah satunya Dinas Pol PP Kota Tasikmalaya sebagai Dinas penegak Perda”jika Perda ini diterapkan, saya yakin pengelolaan sampah bisa terkendali karena masyarakat tidak akan berani lagi membuang sampah sembarangan, pemberlakuan Perda ini dapat membuat jera pelaku pembuang sampah sembarangan,”tegasnya.

Lanjut Iwan, penanganan sampah bukan hanya dibebankan Dinas Lingkungan Hidup saja, apalagi Dinas terkendala keterbatasan personil, namun semua elemen masyarakat berperang penting untuk menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya”selama ini kita terus mengedukasi masyarakat melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi dan penyuluhan-penyuluhan terkait pengelolaan sampah dan menumbuhkan kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya, kita pun sudah membentuk tim 3R yakni Reduce, Reuse dan Recycle,”pungkasnya.

(Seda)

‎Taklukkan Arema, Gomez Puji Anak Asuhnya

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Penampilan Persib Bandung memang mantap. Setelah libur justru bisa menang setelah berhasil  menaklukkan Arema FC dengan skor 2-1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Kamis (13/9/2018).

Seusai pertandingan, pelatih Persib Mario Gomez mengaku sangat puas dengan hasil. Selain itu, mantan pelatih Johor Darul Ta’zim ini memuji penampilan anak asuhnya yang tampil kerja keras sepanjang laga.

“Saya pikir kami bermain baik, karena pertama kami menang (setelah Asian Games),” kata berusia 61 tahun ini seusai laga di Stadion GBLA.

Gomez menambahkan, kemenangan yang didapat pekan ke-21 ini membuat pasukannya naik ke puncak klasemen. Setelah sebelumnya sempat tergeser Bhayangkara FC.”Dan ini sangat penting kita main dan menang di kandang main dipertandingan big match lawan Arema,” ucap Gomez.

(Arif/DAR)

Kepala SMA Al-Madinah Cibatu Sebut Plt Kadisdik Garut Ciderai Dunia Pendidikan

0
Aep saepudin

GARUT, FOKUSJabar.id : Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Garut melontarkan steatmen bahwa guru honorer itu ilegal dan tidak sah mengisi buku laporan pendidikan.

Pernyataan tersebut tentu saja membuat murka seluruh guru honor. Salah satunya dari Kepala SMA Al-Madinah Cibatu, Aep saepudin. Menurutnya, Plt Kadisdik telah melukai perasaan seluruh guru honorer.

“ Kadisdik itu harus mencerminkan seorang pemimpin yang memahami betul tentang tugas dan fungsi tenaga pendidik. Guru berstatus PNS maupun honorer posisinya sama sebagai tenaga pendidik yang sama-sama mencerdaskan anak bangsa,” kata Aep, Kamis (13/9/2018) malam.

BACA JUGA:

Ormas GAS Soroti Raker Disdik Garut di Luar Kantor

Aep menambahkan, Plt Kadisdik tidak menyadari bahwa peran para guru honorer sangat besar membantu jalannya proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Satuan Pendidikan (Satpel) dari mulai TK hingga SMA.

“ Jika semua guru honorer mogok kerja, saya yakini proses KBM akan lumpuh,” ujar Aep yang juga pengurus DPC Forum Aliansi Guru dan Karyawan (Fagar) Kecamatan Cibatu.

Untuk itu, pihaknya meminta Bupati Garut, Rudy Gunawan segera mengganti Plt Kadisdik.

“ Secepatnya Pak Bupati harus mrngganti Plt Kadisdik. Jika tidak, kami se-Kabupaten Garut akan melakukan demo besar-besaran,” tegas Aep.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, uluhan perwakilan guru honorer, Rabu (12/9/2018) kemarin melakukan audensi dengan  Komisi A DPRD Garut terkait penerbitan SK penugasan dari Pemerintah Daerah (Pemda) sebagai tindak lanjut Permendikbud No8 tahun 2017 dan Permendikbud No1 tahun 2018.

Menurut Sekretaris Komisi A DPRD Garut, Dadang Sudrajat, keresahan para guru honorer tersebut tentunya harus segera di sikapi secara serius oleh Bupati Garut, Rudy Gunawan.

“ Wajar mereka merasa resah karena semakin tidak menentunya penerbitan SK penugasan dari Pemda sebagai tindak lanjut Permendikbud No8 tahun 2017 dan Permendikbud No1 tahun 2018,” kata Dadang yang juga Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Garut, Kamis (13/9/2018).

Pihaknya mengaku prihatin. Bagaimana tidak, hingga saat ini Pemda Garut belum menerbitkan SK tersebut. Terlebih, steatmen Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) yang tidak memahami akan permasalahan guru honorer.

BACA JUGA:

Fortuner Tabrak 5 Motor di Lampu Merah Cisumur Kota Tasikmalaya, Dua Korban Dirawat

Mereka tersinggung dengan steatmen yang menyatakan bahwa guru honorer bukan guru. Bahkan, memberi nilai kepada siswa pun tidak sah. Pernyataan tersebut kata Dadang, tidak layak di lontarkan seorang pejabat di lingkungan Disdik.

“ Kami berharap para guru honorer terus berjuang menuntut hak-haknya. Menurut saya, perjuangan mereka sebaiknya segera di respon karena sudah mengabdikan diri untuk mencerdaskan anak bangsa disaat kita mengalami kekurangan ribuan guru,” harap Dadang.

Komisi A tambah dia, telah meminta pimpinan DPRD Garut melayangkan surat kepada Bupati agar segera menerbitkan SK penugasan kepada para guru honorer.

Di mana secara regulasi, mereka sudah memiliki dasar hukum yang bisa di jadikan acuan untuk terbitnya SK penugasan.

(Andian/Bam’s)

Kodim 0612 Tasikmalaya Laksanakan TMMD di Desa Sukasenang

0
Kegiatan TMMD Rehab Tumah Yang Tidak Layak Huni. (fokusjabar-Seda)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id : Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Imbangan tahun 2018 yang dilaksanakan Kodim 0612/Tasikmalaya di Desa Sukasenang Kecamatan Tanjungjaya Kab Tasikmalaya. Pembukaan TMMD itu dihadiri Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol inf Nur Ahmad dan Asisten I Setda Kabupaten Tasikmalaya Ahmad Mukhsin, Muspida dan Musipika setempat, Kamis (13/09/8).

”Sesuai dengan tema, kegiatan ini akan mendorong untuk mewujudkan kemajuan desa. TMMD ini selain menumbuhkan rasa kebersamaan masyarakat dengan TNI, kegiatan ini mampu membantu meningkatkan infrastruktur masyarakat setempat karena dalam kegiatan TMMD ini melaksanakan pengaspalan jalan, rehab rumah termasuk pembuatan tembok,” kata Dandim

Menurut Dandim, mengingat karena keterbatasan kuota, untuk wilayah Tasikmalaya, TMMD tahun 2018 ini dipusatkan di satu desa yakni desa Sukasenang. Meski demikian diharapkan bisa memberikan manfaat dan nilai tambah buat masyarakat sekitar .

”Dalam kegiatan TMMD kami melakukan pengaspalan jalan sepanjang 2.000 meter di Kampung Cibuluh, Kampung Pasir Jengkol serta Sarongge, Rehab Rumah tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak sepuluh unit di Kampung Bebedehan serta pembuatan Tembok Penahan Tebing (TPT) sepanjang 18 meter,” pungkasnya.

(Seda/DAR)

Persib Kembali Amankan Poin Penuh

0
Foto: web

‎BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung berhasil meraih poin penuh seusai menaklukkan Arema FC dengan skor 2-0 pada pertandingan Liga 1 2018 pekan ke-21 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Kamis (13/9/2018).

Skuad Maung Bandung sempat kesulitan menekan pertahanan Arema FC di menit-menit awal babak pertama. Beberapa kali tim lawan mampu menakan pertahanan Persib, beruntung tidak ada gol yang tercipta.

Pelatih Persib, Mario Gomez mengubah formasi anak asuhnya dengan menarik keluar Agung Mulyadi dan memasukan Atep di menit 42. Satu menit berselang, Atep mampu mencetak gol melalui sundulannya yang membuat Persib unggul atas Arema 1-0 di babak pertama.

Memasuki babak kedua, Persib tidak menurunkan intensitas serangannya, Supardi dan kawan-kawan kembali mendapatkan peluang untuk menambah pundi-pundi gol. Namun, bola masih belum menemui sasaran.

Persib kembali menekan pertahanan Arema FC dan kemelut pun terjadi digawang Singo Edan, bola liar berhasil dimaksimalkan Bojan Malisic menjadi gol . Keunggulan Maung Bandung bertambah menjadi 2-0.

Gomez memasukan tenaga baru, Hariono menggantikan Jonathan Bauman. Menjelang laga usai, Patrich Wanggai dimasukan menggantikan Ghozali Siregar.

Persib yang memasukan tenaga baru kembali membangun serangan, namun hingga wasit meniupkan pluit panjang tidak ada gol tambahan bagi tim Maung Bandung.

(Arif)