spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7910

Emil Salahkan Wartawan ‘Adu Domba’ dengan Sandiaga Uno

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) menilai, kontroversi pertentangan dirinya dengan Bakal calon wakil presiden (Bacawapres) Sandiaga Uno, berlebihan. Bahkan Emil memastikan tidak ada permusuhan dengan Sandiaga.

Emil menyebutkan bahwa penyebab ramainya pertentangan dengan Sandi soal suksesi Pilpres 2019 itu, gara-gara awak media.

“Saya ini sahabat Pak Sandi Uno, orang banyak yang tidak tahu, hanya maaf yah cara wartawan menulis ini suka membuat tafsir jadi heboh, ” kata Emil di MUI Jabar  Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Jumat (14/9/2018).

Emil mengatakan, saat suksesi Pilgub DKI Jakarta pun Sandiaga mendapat nasehat, bahkan kerap datang ke Pendopo saat dirinya menjabat Wali Kota Bandung.

“Saya membantu beliau waktu mau jadi Wakil Gubernur DKI, saya beri nasehat tiga kali, istrinya main ke pendopo, saya bilang ‘kang kalau mau menang gini – gini’, saya kasih tips – tips, sok tanyain ke beliau,” katanya.

Menurut dia, cara – cara tersebut sebagai bentuk menjaga hubungan baik dengan Sandiaga Uno dalam kondisi apapun. Bahkan, dalam suksesi politik, Emil menganggap, sudah seharusnya semua pihak berperan sesuai koridor yang berlaku.

“Itu bagaimana saya menghormati beliau, hanya poinnya kita latih masyarakat ini dengan sebuah situasi yang sesuai aturan. Kan saya bilang, kalau tidak sesuai aturan jangan dilakukan, kalau sesuai aturan jangan dilarang, karena itu adalah hak, ” tutur dia.

Emil pun menyambut baik niatan Sandiaga untuk bertemu.

” Dengan senang hati, beliau sahabat saya, istrinya juga sahabat istri saya, ” kata dia.

Seperti diketahui, dua figur  menjadi sorotan karena salah paham. Untuk mencairkan suasana, Sandi meminta maaf. Menurut dia, pernyataan bahwa kepala daerah agar fokus menjalankan roda pemerintahan dan tidak ikut aktif dalam suksesi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 adalah ditujukan untuk pemimpin daerah yang berasal dari partai koalisi pendukungnya.

“Saya klarifikasi, pernyataan kami untuk koalisi Prabowo – Sandi. Kami memutuskan kepala daerah yang terpilih dari koalisi, fokus membangun daerahnya,” tegas Sandi saat di Bandung Barat.

Emil pun menanggapi pernyataan Bakal calon wakil presiden (Bacawapres) Sandiaga Uno yang meminta kepala daerah agar fokus membangun daerahnya tanpa ikut dalam suksesi Pilpres 2019.

Menurut dia, Sandiaga Uno agar menginstrospeksi diri sebelum mengkritik dalam kontestasi politik praktis.

“Pak Sandiaga Uno yang terhormat, tolong sebelum memberikan statment berkaca pada pengalaman pribadi,” tegas Emil di Gedung Sate Kota Bandung Jawa Barat, Rabu (12/9/2018).

Emil mengatakan, keikutsertaan Sandiaga Uno dalam suksesi politik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat dan Jawa Tengah 2018 terlihat jelas pada saat menjabat sebagai Wakil gubernur DKI Jakarta.

(LIN)

Israel Akan Hentikan Bantuan Kemanusiaan untuk Suriah

0
(foto web)

ISRAEL, FOKUSJabar.id: Tentara Israel mengumumkan akan mengakhiri operasinya di Suriah, Kamis (13/9/2018) waktu setempat.

Kehadiran pasukan Israel di Suriah bertujuan untuk menyediakan bantuan kemanusiaan dan medis bagi warga sipil Suriah dengan di Dataran Tinggi Golan.

Israel mengatakan bahwa batas waktu bantuan ke Suriah telah habis. Israel juga menyebut dengan memberikan bantuan kemanusiaan dilakukan agar pihaknya tidak terlibat dalam konflik.

“Bantuan kemanusiaan ini telah berakhir dengan kembalinya rezim Suriah di bagian selatan Suriah,” kata tentara Israel, seperti dilansir CNN.

Dalam lima tahun terakhir, 4.900 warga sipil Suriah termasuk 1.300 anak telah dirawat di rumah sakit Israel. Sementara 7.000 orang lainnya dirawat di sebuah rumah sakit lapangan dekat garis gencatan senjata Golan, katanya.

Makanan, peralatan medis, obat-obatan, tenda, generator, bahan bakar dan pakaian diberikan kepada mereka sebagai bagian dari apa yang disebut oleh tentara Israel ‘Operation Good Neighbor’.

Meski memberikan bantuan bagi warga Suriah sejak pecah konflik di Suriah pada tahun 2011, namun Israel konsisten menolak untuk menampung para pengungsi akibat perang.

Israel mengatakan telah berusaha untuk tetap berada di luar dari perang di Suriah, dengan yang secara teknis masih berperang.

Meski demikian, negara itu telah berulang kali melakukan serangan udara terhadap pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan sekutu-sekutunya, Hizbullah Lebanon dan Iran.

(Agung)

Ini yang Membuat Atep Senang Saat Menjamu Arema 

0
Foto: web
BANDUNG,FOKUSJabar.id: Persib Bandung berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-0 atas Arema FC pada pertandingan kandang Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Kamis (13/9/2018).
Satu gol dicetak mantan kapten tim, Atep pada menit 43. Seusai pertandingan, pemain bernomor punggung 7 ini mengaku senang bisa mendapat kesempatan tampil dan membawa Maung Bandung meraih poin penuh.
” Yang pasti Alhamdulillah buat saya sangat bersyukur. Selain meraih tiga poin juga bisa mencetak gol,” kata Atep seusai laga.
” Saya senang luar biasa, saya bisa cetak gol lagi di Liga 1 setelah sebelumnya banyak di bangku cadangan,” ungkapnya.
(Arif/Bam’s) 

Kisruh Plt Kadisdik Garut vs Guru Honorer Meruncing, Dewan Pendidikan Prihatin

0
Pengurus Dewan Pendidikan garut, Mamun

GARUT, FOKUSJabar.id : Bentuk keprihatinan kepada para guru honorer yang telah diperlakukan kurang baik oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Garut, Djajat Darajat terus mewarnai pemberitaan dan menuai cuitan dari para netizen.

Salah satunya disampaikan pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, Mamun. Dia mengaku prihatin atas pernyataan Plt Kadisdik yang menyebut bahwa guru honorer illegal dan tidak sah member nilai.

“ Saya atas pribadi dan pengurus Dewan Pendidikan Garut sangat prihatin. Pernyataan PLt Kadisdik sangat melukai para pahlawan tanpa tanda jasa,” katanya.

Menurut dia, tidak ada perbedaan antara honorer dan PNS. Mereka tentunya telah berjasa untuk mencerdaskan anak bangsa dan kapasitasnya telah diakui pemerintah.

“ Banyak guru honorer yang mendapatkan sertifikasi. Jadi, dimana letak ilegalnya?,” tanya dia.

Mamun menuding, Plt Kadisdik tidak paham tentang UU guru dan dosen. Selain itu, tidak paham tentang kontribusi guru honorer yang telah lama ada dan sangat berjasa.

Bahkan dia mendengar dari beberapa sumber, katanya Plt Kadisdik jarang memimpin apel atau briefing.

“ Beliau tidak bisa diplomasi dan menghargai kondisi yang ada. Pada saat menerima audensi dengan para guru honrer di DPRD Garut, harusnya bisa menenangkan para honorer yang sedang galau, bukan malah membikin down. Kasihan mereka, sudah jatuh tertimpa tangga,” tegas Mamun.

Kondisi saat ini, Kabupaten Garut kekurangan guru PNS. Karenanya, peran para guru honorer sangat dibutuhkan.

“ Guru honorer yang direkrut Kepala Sekolah adalah sah kebedaannya. Bahkan, ada diantaranya yang sudah diakui legalitasnya oleh pemerintah pusat,” pungkasnya.

(Andian/Bam’s)

Dituduh Sebagai Sarang Terorisme, PKS Jabar akan Laporkan Demonstran ke Polisi

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat berencana melaporkan puluhan demonstran yang melakukan aksi di depan kantornya ke polisi.

Sekretaris Umum DPW PKS Jabar, Nefi Hendri mengatakan, puluhan massa yang tergabung dalam Garda Nasional Rakyat (GNR) Jabar membawa beberapa atribut (pamflet) yang menuduh PKS sebagai sarang terorisme.

“ Demonstrasi yang bertujuan untuk menyatakan pendapat jika terdapat nuansa menuduh sebuah institusi sebagai sarang terorisme adalah permasalahan serius. Kami akan pertimbangkan ini, apakah akan kami laporkan, kami harus diskusi dengan pimpinan terlebih dahulu, yang jelas alat buktinya, rekamannya sudah kami dapatkan,” kata Nefi.

Di dalam beberapa pamflet yang dibawa demonstran GNR Jabar itu bertuliskan, “PKS SARANG TERORIS Dan ORMAS TERLARANG YANG INGIN MENGGANTI IDEOLOGI”. Nefi mengungkapkan, padahal tema utama GNR Jabar berdemonstrasi di depan kantor DPW PKS Jabar adalah memprotes tanda pagar (tagar) #2019GantiPresiden.

“Mereka memprotes tagar #2019GantiPresiden tapi dalam atributnya ada nuansa menuduh lembaga kami sarang terorisme. Inikan serius,” tegasnya.

Sementara terkait dengan sebutan sebagai Ormas yang ingin mengganti ideologi, lebih jauh Nefi menjelaskan bahwa PKS selama berdiri di Indonesia selalu taat pada aturan dan ikut berpartisipasi dalam membangun Republik Indonesia. Menurutnya, banyak kader PKS yang sudah menjadi Bupati dan Wali Kota maupun Anggota DPRD dan DPR RI.

“Berapa kepala daerah yang kita pimpin di seluruh Indonesia ya, dari mulai Bupati, Wali Kota, Anggota DPRD, Anggota DPR RI, mereka tidak pernah mengajak merubah sistem negara ini,” tegasnya.

 (Ibenk/Bam’s)

Kampung ODF Mendidik Masyarakat Berprilaku Hidup Sehat

0
Penilaian Kampung ODF untuk meningkatkan kesadaran berprilaku sehat (fokusjabar-Seda)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id : Indikator kualitas kesehatan masyarakat dan lingkungannya yakni tertanamnya rasa mencintai dan menjaga kesehatan lingkungan sekitar.

Faktor terciptanya lingkungan sehat, salah satunya tidak ada lagi masyarakat yang membuang air besar di sembarangan tempat.

Demikian diungkapkan Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Nendi Riswandi saat penilaian Kampung Open Defecation Free (ODF) di Kelurahan Cibeuti Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.

” Program Kampung ODF untuk membentuk prilaku hidup sehat masyarakat. Dengan begitu, mereka memiliki kesadaran untuk tidak membuang tinja atau kotoran di sembarang tempat demi menjaga lingkungan tetap sehat,” ujar Nendi.

Menurut dia, sejauh ini masyarakat Kota Tasikmalaya masih banyak yang berprilaku kurang baik dengan membuang tinja sembarangan. Semisal di sungai, kali atau di selokan.

” Kita terus mendorong agar program ODF ini terus dikembangkan di wilayah Kota Tasikmalaya agar kesadaran masyarakat untuk hidup sehat semakin meningkat,” ucapnya.

Lingkungan sangat berpengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat. Karena itulah kondisi lingkungan harus dijaga agar tidak tercemar dari kotoran manusia.

” Ada tiga faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan. Yakni, faktor keturunan (genetik), lingkungan serta faktor sarana prasarana yang memadai,” papar Nendi.

Untuk menyukseskan program ODF lanjutnya, selain kesadaran masyarakat untuk berprilaku hidup sehat, dukungan pemerintah pun sangat diperlukan dengan menyediakan sarana yang memadai.

” Saya berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya bisa menyediakan dan memberikan bantuan jamban sehat atau septictank bagi keluarga yang kurang mampu atau di kampung-kampung yang tidak memiliki jamban sehat,” pungkasnya.

(Seda/Bam’s)

Wa Sobirin: Usia Bukan Penghalang untuk Perjuangkan Kepentingan Rakyat

0
dprd fokusjabar.id
H. Sobirin (Foto Bam's)

GARUT,FOKUSJabar.id: Meski usianya sudah tidak muda lagi, namun mantan Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) di Lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Garut ini tetap semangat bergabung dengan partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dia adalah H. Sobirin yang beken di panggil Wa Sobirin. Selain pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), dia juga mantan anggota DPRD Garut periode 2009-2014.

Kini usianya sudah 72 tahun, tapi semangatnya berkiprah di kancah politik tak kalah dengan generasi muda.

Terbukti dirinya tercatat di Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) DPRD Garut Daerah Pemilihan (Dapil) 1 dengan nomor urut 4.

Baca JUga: Masih Zona Orange, Pemkot Bandung Belum Bisa Membuka CFD

Sejak pensiun dari PNS, dia aktif dalam geliat politik. Kiprahnya sudah malang melintang hingga di percaya menjabat Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat (DPC PD) Kabupaten Garut.

” Semangat saya tidak akan kendur. Saya akan tetap ada di Partai Demokrat untuk peduli dan memberikan solusi bagi masyarakat Garut. Khususnya Kecamatan Cilawu, Garut Kota, Karangpawitan, Sucinaraja, Wanaraja, Pangatikan, Sukawening dan Kecamatan Karangtengah,” kata dia. 

Tujuannya menjadi wakil rakyat bukan untuk mencari keuntungan. Dia ingin menghabiskan masa tuanya untuk membangun, lebih memajukan daerah dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Kabupaten Garut.

“ Bagi saya, menjadi anggota dewan bukan untuk mencari keuntungan. Tapi amanat yang begitu besar dan tidak bisa di buat mainan. Kepentingan masyarakat harus menjadi perioritas untuk di perjuangkan,” pungkasnya.

(Andian/Bam’s)