spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7909

Partai Demokrat: Semasa Hidupnya Bunda Nitta adalah Sosok Wanita Hebat  

0
demokrat fokusjabar.id
(foto: web)

GARUT, FOKUSJabar.id : Garut kini tengah berduka karena harus rela kehilangan Nitta K Wijaya (Bunda Nitta), salah satu sosok wanita tangguh dan gigih dalam memperjuangkan hak perempuan dan anak.

Dengan segala keterbatasan, tekanan dan ancaman dari pihak-pihak tertentu, Bunda Nitta dengan gigih terus mendampingi berbagai kasus yang menimpa perempuan dan anak. Di antaranya, Human Trafficking, pelecehan seksual dan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

BACA JUGA:

Ormas GAS Dukung Langkah Wakil Bupati Garut Bongkar Pungli

Sebelum sakit dan di panggil sang maha kuasa, Ketua Bidang Advokasi, Pendampingan dan Pemulihan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut ini tercatat sudah mendampingi 51 kasus yang meliputi KDRT, kekerasan terhadap anak, seksual dan bully.

Atas dedikasi dan pengabdiannya menangani permasalahan perempuan dan anak, almarhumah mendapat berbagai macam penghargaan. Salah satunya dari Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat (DPC PD) Kabupaten Garut.

Penghargaan tersebut di berikan Ketua DPC PD Garut, Ahmad Bajuri tepat di Hari Kartini tahun 2017 lalu bersama tujuh orang perempuan lainnya yang telah berjasa di bidangnya masing-masing.

Menurut mantan Ketua DPRD Garut periode 2009-2014, pemberian penghargaan tersebut sebagai salah satu apresiasi dan bentuk penghormatan kepada perempuan-perempuan Garut yang di nilai telah berjasa, membangun serta peduli terhadap Kota Intan.

“ Kami sangat kehilangan sosok Beliau yang begitu peduli di bidang sosial. Khususnya perlindungan perempuan dan anak. Semoga apa yang telah di lakukan almarhumah menjadi ladang amal ibadah dan di terima Allah SWT,” ucap Bajuri.

Dia berharap, semua kiprah yang telah di lakukan Bunda Nitta menjadi tauladan untuk kita semua dalam memperjuangkan sekaligus mengadvokasi perlindungan buat masyarakat yang membutuhkan.

Seperti di ketahui, Bunda Nitta meninggal dunia di ruang Puspa Utama No8 Rumah Sakit Umum (RSU) dr. Slamet Garut, Jumat (14/9/2018).

(Andian/Bam’s)

Charles Bonar Sirait Sharing Ilmu dalam Komunikasi Bisnis

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : ‎Presenter sekaligus penulis buku best seller ‘The Power of Public Speaking’, Charles Bonar Sirait akan memberikan pengalaman dan cara-cara berkomunikasi dalam organisasi bisnis di Kota Bandung. Berlokasi di The Luxton Hotel, Jalan Ir H Djuanda Kota Bandung, Charles Bonar Sirait akan paparkan beberapa kiat dalam komunikasi bisnis pada acara ‘Bandung Executive Workshop : Communication for Business’ atas kerjasama Persona Leaning dan The Luxton Hotel pada Kamis (20/9/2018).

“Saya sangat senang bisa hadir di Kota Bandung dan menyampaikan hal ini karena persoalan di bangsa ini dimulai dari masalah komunikasi. Dan di kegiatan seminar sehari nanti, saya akan paparkan terkait komuinikasi bisnis dalam sebuah organisasi bisnis atau korporasi,” ujar Charles saat memberikan keterangan kepada pers di The Luxton Hotel, Jalan Ir H Djuanda Kota Bandung, Jumat (14/9/2018).

‎Charles menuturkan, Bandung merupakan kota yang strategis dan kreatif. Dengan dasar tersebut, akan sangat dibutuhkan sebuah komunikasi bisnis yang baik dalam menyampaikan produk kreatif hasil karya generasi muda Kota Bandung.

Pada seminar sehari tersebut, Charles mengaku akan menyampaikan terkait tiga topik utama. Yakni kemampuan dalam melakukan persentasi, kemampuan berkomunikasi atau communication skill dan kemampuan negosiasi.

“‎Tiga kemampuan itu menjadi kunci yang bisa membuat orang di korporasi sukses‎ tapi sekaligus bisa menjadi ‎mereka gagal. Jadi tiga topik ini jadi primadona, karena jika ‎tiga hal tersebut rusak maka berakibat pada konflik diantara orang perusahaan‎. Nanti, akan lebih banyak simulasi atau praktek secara langsung, dan teori hanya sekitar 30 persen,” tegasnya.

‎Associate Partner Persona Learning, Sinta Purnama Hasibuan menuturkan, kegiatan seminar merupakan inisiasi dari Charles Bonar Sirait yang disodorkan kepada pihaknya sebagai konsultan pelatihan yang khusus di bidang services and communications. Peserta seminar Bandung Executive Workshop yang mengangkat tema ‘Communication for Business’ dibatasi hanya untuk 70 orang per kelas.

“Untuk nilai investasinya, satu orang sebesar Rp1,5 juta. Dan untuk korporasi, dari 10 pendaftar mendapat gratis satu orang,” ujar Sinta.

General Manager The Luxton Hotel, ‎Mujono mengaku sangat bangga bisa menjadi tempat pelaksanaan seminar. Acara ini, diharapkan bisa menggerakkan bisnis di Kota Bandung dan Jabar pada umumnya.

“Ini momen dan kesempatan yang sangat penting untuk‎ sharing dan belajar untuk mengetahui komunikasi bisnis,” tegas Mujono. (ageng)
Charles Bonar Sirait Akan Sharing Ilmu dalam Komunikasi Bisnis

(ageng)

BKKBN Sosialisasikan KB di Desa Cangkuang Kulon Kecamatan Dayeuh Kolot

0
(FOKUSJABAR/Budi)

BANDUNG, FOKUSJabar. co. id : Sekretaris BKKBN Jawa Barat Rahmat multan mengungkapkan pengendalian penduduk harus direncanakan dari mulai angka kelahiran dan angka kematian.

Untuk itu, kata ia BKKBN mempunyai program 4 T (terlalu banyak melahirkan, telalu sering atau terlalu dekat, terlalu tua, dan terlalu muda ).

“Pola kawin akan mempengaruhi jumlah penduduk, karena ada beberapa orang yang akan dilahirkan. JKN ( Jaminan Kesehatan Nasional) sesuai dengan uu 40 tahun 2004 yang baru dilaksanakn tahun 2014, setiap warga wajib menjadi peserta BPJS Kesehatan. JKN merupakan bagian dari BPJS Kesehatan,” katanya dalam acara sosialisasi, Jumat, (14/09/2018) di Desa Cangkuang Kulon Kecamatan Dayeuh Kolot Kabupaten Bandung.

Sementara itu perwakilan BKKBN Kabupaten Bandung Endi suryandi menilai kekerasan rumah tangga itu bagian dari KB. KB tidak hanya masalah KB saja tapi juga sebagai peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pengendalian penduduk juga bagian dari KB itu sendiri. Kesehatan ibu dalam rumah tangga harus ditanggulangi karena kelahiran anak dengan jarak yang sangat dekat akan berdampak buruk bagi seorang istri dan akan berakibat kepada kematian,” ujarnya.

Menurut ia, alat kontrasepsi digunakan untuk mengendalikan jumlah penduduk, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjamin kesehatan dalam keluarga.

“Alat kontrasepsi berbagai macam jangka waktunya, seperti pil tiap hari, implant tiga bulan dan pasektopi jangka panjang,” jelasnya.

Di akhir acara BKKBN Perwakilan Jawa Barat bersama Mitra Kerja bersama sama membagikan sejumlah doorprise berupa TV, Sepeda, Penanak Nasi, acara pun berlangsung semakin meriah.

Acara berlangsung di dua sesi, yaitu pada saat pelayanan KB dan Acara Sosialisasi pemberian materi tentang KB.

(Budi)

Tokoh Olahraga Jabar Sarankan KONI Pusat Tidak Keluarkan SK untuk Kepengurusan Ahmad Saefudin

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Terpilihnya Ahmad Saefudin secara aklamasi sebagai Ketua Umum KONI Jabar 2018-2022 dipersoalkan beberapa tokoh olahraga Jabar. Salah satunya diungkapkan mantan Ketua Umum KONI Kota Bandung dan mantan Ketua Umum Pengprov Porserosi Jabar, Herry Mei Oloan.

“Saya dulu juga yang mempersoalkan status Ahmad Saefudin saat Musorprov 2014 yang saat itu kalau gak salah dia masih kolonel dan saya masih menjadi Ketua Umum Porserosi Jabar. Dan pada Musorprov kali ini, saya tetap konsisten dengan komitmen saya mempertanyakan status Ahmad‎ Saefudin,” ujar Herry saat ditemui di salah satu hotel di Kota Bandung, Jumat (14/9/2018).

Herry menuturkan, dirinya hanya ‎ingin menempatkan persoalan yang terjadi dalam kepengurusan KONI Jabar ini pada aturan main yang sebenarnya. Tetap berpegang pada aturan yang berlaku ‎yakni UU Nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan.

“Terlepas Musorprov yang sudah dilaksanakan karena itu ‎wilayah mereka, saya tetap pada pemikiran saya yakni berpegang pada aturan. ‎Apalagi jika saya cermati perkembangan, sudah ada sikap yang disampaikan Pemprov Jabar atas kajian hukum menyangkut soal status ketua dan perwakilan pemprov yang tidak hadir saat Musorprov digelar‎,” terangnya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, seharusnya bisa ditangkap‎ oleh KONI Pusat jika memang masih ada sebuah persoalan di kepengurusan KONI Jabar. Sebagai insan olahraga, dirinya pun menyarankan KONI Pusat untuk kembali kepada aturan‎ dan apa yang dihasilkan pada Musorprov tidak dilanjutkan dengan mengeluarkan Surat Keputusan.

“Apalagi saat ini sedang ada gugatan ke BAORI dari beberapa rekan-rekan cabang olahaga‎, KONI daerah dan badan fungsional. Itu kan sedang berproses dan ‎hasil keputusan BAORI akan menentukan ‎status kepengurusan KONI Jabar saat ini‎,” tegasnya.

Jika dirunut ke belakang, lanjutnya, seharusnya SK KONI Jabar sebelumnya pun dicabut dulu karena melanggar aturan. Pasalnya, sebagai seorang tentara aktif dan ‎memegang jabatan struktural, sudah jelas dilarang oleh aturan UU SKN dan PP Nomor 16/2007.

“Jadi tidak ada urusan dengan izin dari instansi beliau, karena saat masuk ruangan olahraga maka gugur karena sifatnya larangan. Kita ‎harus berpijak pada aturan main di undang-undang dan peraturan,” tambahnya.

Dengan berpijak pada aturan, lanjutnya, merupakan ‎salah satu bentuk konkrit dari revolusi mental yang digaungkan pemerintah. ‎Herry pun menyarankan semua stakeholder yang berkepentingan dengan keolahragaan untuk kembali berpijak dan taat pada aturan undang-undang. ‎Pelanggaran yang pernah dilakukan di tahun 2014 jangan kembali terulang dan seolah-olah ‎menutup mata‎ dengan pelanggaran yang terjadi.

“Sadar diri lah lamun ngalanggar mah, jangan memaksakan diri kalau melanggar mah. ‎Kalau ingin memaksakan, ikuti aturan main, ‎pensiun dini misalnya. Jangan ‎seolah-olah antar lembaga ini dibenturkan dengan memaksakan diri, ini tidak sehat. ‎Kasihan masyarakat olahraga yang dihadapkan pada ketidakjelasan apalagi dengan sikap provinsi melalui kajian hukum yang sudah menyatakan melanggar tapi ‎ternyata tetap dipaksakan. Artinya KONI tidak taat aturan karena telaahan hukum itu bukan atas selera. ‎Jadi KONI Pusat harusnya tahu betul yan terjadi di KONI Jabar, jangan menutup mata,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)

Kembali Pimpin KONI Jabar, Ahmad Saefudin ‎Siap Tingkatkan Prestasi Atlet

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Ahmad Saefudin akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum KONI Jabar periode 2018-2022 setelah melaju sebagai calon tunggal pada Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Jabar 2018 di Hotel Grand Aquila, Jalan Pasteur Kota Bandung, Kamis (13/9/2018) malam.

Memegang tampuk kepemipinan pada induk organisasi olahraga untuk kali kedua, Ahmad bertekad membawa prestasi atlet Jabar hingga level Olimpiade.

“Alhamdulilah, ternyata rekan-rekan anggota KONI Jabar yang hadir dan beri dukungan kepada kami 85 suara dan itu sangat mayoritas. Suara mayoritas dari anggota KONI Jabar ini bukan karena sesuatu hal tapi karena mereka meyakini momen prestasi olahraga ini layak ditingkatkan lebih tinggi,” ujar Ahmad saat ditemui usai terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum KONI Jabar 2018-2022.

Konsekuensi logis dari kepercayaan yang diberikan, lanjut Ahmad, dihadapkan pada tantangan yang semakin berat kedepan. Selain mempertahankan prestasi juara umum PON di Papua pada tahun 2020, Ahmad bertekad untuk membawa prestasi atlet Jabar menembus level internasional hingga Olimpiade 2020.

“Ini menjadi kerja besar kita ke depan. Keunggulan atlet kita di ajang Asian Games 2018 kemarin, sudah harus dinaikan tingkatnya. Semoga saja di ajang Olimpiade 2020 di Tokyo, ada satu atau dua orang atlet Jabar yang bisa berlaga di multieven olahraga tertinggi di dunia tersebut,” terangnya.

Untuk mencapai hal tersebut, Ahmad mengaku sudah menyiapkan beberapa terobosan pun akan disiapkan dan dilakukan kepengurusan KONI Jabar 2018-2022.‎ Setelah berkoordinasi dan melaporkan hasil Musorprov KONI Jabar 2018 ke Gubernur Jabar, Ridwan Kami, pihaknya akan langsung bekerja mengejar target tersebut.

“Setelah berkoordinasi dan melaporkan hasil Musorprov ini, kita akan tahu bagaimana keingian dan harapan Pak Gubernur dalam rangka meningkatkan prestasi olahraga serta diselaraskan dengan program kerja KONI Jabar empat tahun kedepan,” tuturnya.

Beberapa langkah terobosan yang akan dilakukan dan menjadi misi prioritas diantaranya ‎mewujudkan sumber daya atlet Jabar untuk unggul dalam segala hal melalui berbagai pelatihan dan program. Selain itu, pihaknya akan berupaya mendorong dan menumbuhkan sentra-sentra pembinaan di setiap kabupaten dan kota di Jabar.

“Kebijakan pemerintah harus mndukung dan ini jadi arah pembinaan riil kedepan. Kita pun akan mendorong bagaimana ‎SPOrT Jabar di Arcamanik menjadi tempat pembinaan terpadu sekaligus pengembangkan iptek olahraga,” tambahnya.

Sementara untuk kepengurusan KONI Jabar 2018-2022‎, Ahmad menegaskan akan secepatnya membentuk kepengurusan yang solid maksimal dalam dua pekan kedepan. Sehingga beberapa tugas yang sudah menunggu seperti menyukseskan Porda XIII Jabar di Kabupaten Bogor bisa langsung disiapkan.

“Setelah Porda XIII Jabar, kita akan langsung mempersiapkan diri menghadapi babak kualifikasi PON XX yang rencananya digelar di bulan April 2019 dengan membentuk Pelatda PON XX bayangan. Dan yang terbaru, saya akan bentuk sebuah divisi baru di kepengurusan KONI Jabar 2018-2022 yakni bidang industri olahraga sehingga olahraga tidak hanya sekadar hoby tapi sebuah profesi,” pungkasnya.

Dalam penyusunan kepengurusan KONI Jabar 2018-2022, Ahmad Saefudin sebagai Ketua Umum KONI Jabar 2018-2022 terpilih sekaligus Ketua Formatur diberikan waktu maksimal selama 30 hari. Ahmad pun akan dibantu oleh dua orang anggota tim formatur yakni Gianto Hartono dari FORKI Jabar dan Muhammad Rusdi dari KONI Kabupaten Bogor.

(ageng/bam’s)

Sesuai Persekjen Kemendikbud No1/2018, Disdik Garut Segera Terbitkan SK Penugasan Guru Honorer  

0
Konsultasi Komisi A DPRD Garut ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi jawa Barat

BANDUNG,FOKUSJabar.id : Menyusul permasalahan yang menerpa para guru honorer, Komisi A DPRD Kabupaten Garut melakukan konsultasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Jumat (14/9/2018).

Menurut Sekretaris Komisi A DPRD Garut, Dadang Sudrajat, konsultasi tersebut menemui titik terang. Mereka dipastikan bakal menerima SK penugasan yang akan menjadi dasar mendapatkan hak tunjangan profesi guru seperti yang selama ini menjadi harapan para honorer.

SK penugasan sambung Dadang, secara regulasi sudah diberikan ruang oleh Peraturan Sekjen (Persekjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan No1 tahun 2018. Dimana, semua honorer yang mengajar di sekolah negeri harus diberi SK oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai bagian dari Pemerintah Daerah (Pemda).

Baca Juga: Pergerakan Penumpang Di 19 Bandara Naik 143 Persen Di Juli 2020

Untuk itu, pihaknya meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut segera menindaklanjuti Persekjen Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan No1 tahun 2018. Dengan begitu, para guru honorer mendapatkan hak-haknya sebagai guru.

“ Kami minta Disdik Garut segera menindaklanjuti Persekjen Kementerian dan Kebudayaan No1 tahun 2018 agar mereka mendapatkan hak-haknya sebagai guru,” tegas Dadang yang juga Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) Kabupaten Garut, Jumat (14/9/2018) siang.

Pihaknya pun mendesak Plt Kadisdik Kabupaten Garut, Djajat Darajat meminta maaf kepada para guru honorer.

“ Plt Kadisdik harus minta maaf atas pernyataannya yang telah melecehkan para guru honorer,” tambah Dadang.

Untuk melahirkan kualitas pendidikan, Bupati Garut, Rudy Gunawan segera mengganti Plt Kadisdik yang disesuaikan dengan ilmu kependidikannya agar bisa memahami permasalahan guru dan dunia pendidikan.

“ Disdik harus dikelelola oleh pejabat yang linier dengan ilmu kependidikannya. Dengan begitu, bisa memahami permasalahan tentang guru dan dunia pendidikan untuk melahirkan kualitas pendidikan,” pungkas Dadang.

(Andian/Bam’s)

Kemampuan Komunikasi Minim Diawali dari Keluarga dan Pendidikan

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Presenter televisi yang kini banting setir sebagai pemateri di berbagai kegiata seminar public speaking, Charles Bonar Sirait (47) menyebut jika persoalan bangsa yang terjadi saat ini sebagian besar diawali karena pola komunikasi yang salah. Kurangnya kemampuan komunikasi diawali dari konsep pendidikan Indonesia yang tidak tepat.

“Kemampuan komunikasi seseorang itu diawali dari kelompok terkecil yakni keluarga. Jadi, jika banyak terjadi miss-komunikasi di sebuah perusahaan, organisasi bisnis, hingga dalam kehidupan berbangsa, maka patut diduga jika ada kegagalan dalam membangun komunikasi dalam keluarga,” ujar Charles saat ditemui di The Luxton Hotel, Jalan Ir H Djuanda (Dago) Kota Bandung, Jumat (14/9/2018).

‎Selain dari keluarga, kemampuan komunikasi masyarakat pun tidak terbentuk sejak masa pendidikan. Konsep pendidikan di Indonesia, dinilai Charles, kurang tepat dengan tidak memberikan porsi cukup bagi siswa mengembangkan kemampuan berkomunikasi.

“‎Pendidikan kita sejak SD sampai SMA itu sangat minim memberikan waktu bagi siswa untuk tampil berbicara di depan kelas sehingga kemampuan berkomunikasi tidak terlatih. Untuk itu, konsep pendidikan di negara kita ini harus diubah dengan makin banyak memberikan siswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasinya,” terangnya.

Khusus untuk kalangan profesional, kemampuan komunikasi atau public speaking menjadi sangat penting dikuasai. Namun di balik itu, kalangan profesional sangat minim memiliki waktu untuk belajar tentang komunikasi yang baik dalam berorganisasi atau berbisnis maupun dalam hal public speaking.

“Saya pun mendorong ‎hotel-hotel untuk bisa menggelar pelatihan-pelatihan atau seminar terkait komunikasi ini, karena sebagian besar kalangan profesional ‎itu menghabiskan waktu di hotel. Saya pun mendorong pemerintan untuk menyediakan slot pendidikan lanjutan terkait komunikasi,” tegas pria berdarah batak kelahiran Jakarta, 19 Maret 1971 ini.

(ageng)

‎