GARUT, FOKUSJabar.id : Garut kini tengah berduka karena harus rela kehilangan Nitta K Wijaya (Bunda Nitta), salah satu sosok wanita tangguh dan gigih dalam memperjuangkan hak perempuan dan anak.
Dengan segala keterbatasan, tekanan dan ancaman dari pihak-pihak tertentu, Bunda Nitta dengan gigih terus mendampingi berbagai kasus yang menimpa perempuan dan anak. Di antaranya, Human Trafficking, pelecehan seksual dan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
BACA JUGA:
Ormas GAS Dukung Langkah Wakil Bupati Garut Bongkar Pungli
Sebelum sakit dan di panggil sang maha kuasa, Ketua Bidang Advokasi, Pendampingan dan Pemulihan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut ini tercatat sudah mendampingi 51 kasus yang meliputi KDRT, kekerasan terhadap anak, seksual dan bully.
Atas dedikasi dan pengabdiannya menangani permasalahan perempuan dan anak, almarhumah mendapat berbagai macam penghargaan. Salah satunya dari Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat (DPC PD) Kabupaten Garut.
Penghargaan tersebut di berikan Ketua DPC PD Garut, Ahmad Bajuri tepat di Hari Kartini tahun 2017 lalu bersama tujuh orang perempuan lainnya yang telah berjasa di bidangnya masing-masing.
Menurut mantan Ketua DPRD Garut periode 2009-2014, pemberian penghargaan tersebut sebagai salah satu apresiasi dan bentuk penghormatan kepada perempuan-perempuan Garut yang di nilai telah berjasa, membangun serta peduli terhadap Kota Intan.
“ Kami sangat kehilangan sosok Beliau yang begitu peduli di bidang sosial. Khususnya perlindungan perempuan dan anak. Semoga apa yang telah di lakukan almarhumah menjadi ladang amal ibadah dan di terima Allah SWT,” ucap Bajuri.
Dia berharap, semua kiprah yang telah di lakukan Bunda Nitta menjadi tauladan untuk kita semua dalam memperjuangkan sekaligus mengadvokasi perlindungan buat masyarakat yang membutuhkan.
Seperti di ketahui, Bunda Nitta meninggal dunia di ruang Puspa Utama No8 Rumah Sakit Umum (RSU) dr. Slamet Garut, Jumat (14/9/2018).
(Andian/Bam’s)



