GARUT, FOKUSJabar.id: Meski memiliki kantor megah, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) menggelar Rapat Kerja (Raker) di aula bank bjb Cabang Garut, Jalan Ahmad Yani Kecamatan Garut Kota, Jumat (10/7/2026).
Hal itu memicu pertanyaan publik terkait efisiensi anggaran. Salah satunya di sampaikan Organisasi Kemasyarakatan Gerakan Anak Sunda (Ormas GAS).
BACA JUGA:
Ini Perjalanan Panjang Gedung Megah Disdik Garut
Kegiatan yang di hadiri seluruh Pengawas Sekolah jenjang TK dan SD itu untuk mengikuti rapat teknis pelaksanaan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Tahun 2026.
“Disdik Garut kan punya gedung dua lantai yang menelan anggaran sekitar Rp9,3 milyar. Kenapa tidak di pakai? Sayang kalau hanya jadi pajangan,” tegas Sekretaris Jenderal Ormas GAS, Mulyono Khaddafi, Sabtu (11/7/2026).
Dia menilai, kebijakan Raker di aula bank bjb Cabang Garut kurang tepat di tengah upaya efisiensi anggaran pemerintah.
Menurutnya, gedung megah milik Disdik seharusnya bisa di maksimalkan untuk kegiatan internal, bukan justru raker di tempat lain.
“Ini bentuk pemborosan. Kalau Raker di tempat lain untuk apa bangun gedung? Lebih baik anggarannya di pakai untuk biaya 19 ribu anak yang putus sekolah,” ungkap Mulyono.
Gedung baru Disdik Garut sendiri di resmikan Senin (3/2/2025) lalu oleh Pj Bupati Garut, Barnas Adjidin.
BACA JUGA:
Bupati Garut: Pos JPL 19 Tingkatkan Keselamatan Perlintasan
Kantor Disdik Garut di lengkapi aula, ruang rapat dan fasilitas penunjang lainnya.
Untuk itu, Sekjen Ormas GAS menyarankan agar instansi pemerintah. Khususnya Disdik Garut memprioritaskan penggunaan aset milik sendiri.
Menurutnya, penggunaan fasilitas di luar kantor pemerintah untuk kegiatan internal harus memiliki dasar yang jelas. Dengan begitu tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
“Prinsip efisiensi harus jadi pegangan. Kecuali memang ada alasan darurat,” katanya.
(Bambang Fouristian)



