spot_imgspot_img
Senin 20 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 71

Pangandaran Akhirnya Miliki Sekda Definitif, Agus Nurdin Siap Emban Amanah Baru

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: suasana saat mengambil sumpah jabatan Sekda Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, secara resmi melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan Agus Nurdin sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pangandaran yang baru.

Dalam prosesi tersebut, Bupati Citra menitipkan harapan besar agar Agus Nurdin mampu mengemban amanah baru ini dengan menjunjung tinggi integritas serta profesionalisme kerja.

Baca Juga: Polemik Kasus MBA, Aliansi RPB Desak Penonaktifan BK DPRD Pangandaran dan Tegakkan Kode Etik

“Semoga amanah yang diemban dapat dijalankan dengan penuh integritas dan profesionalisme. Serta membawa kemajuan bagi Pemerintah Kabupaten Pangandaran dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Citra, Jumat (3/7/2026).

Senada dengan Bupati, berbagai platform media sosial juga ramai oleh ucapan selamat dari berbagai pihak. Mereka mendoakan kelancaran tugas sang Sekda baru.

“Semoga amanah ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab, membawa kemajuan bagi daerah, dan senantiasa diberikan kekuatan serta berkah,” jelas Citra.

Kehadiran Agus Nurdin membuat Pemkab Pangandaran kini resmi memiliki nakhoda Sekda definitif. Agus Nurdin bakal memegang peran krusial sebagai motor penggerak roda birokrasi. Kemudian mengawal program-program strategis pemerintah daerah, serta memastikan kualitas pelayanan publik berjalan optimal bagi masyarakat.

Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pangandaran bersama masyarakat luas pun menyambut antusias momen ini. Mereka memberikan ucapan selamat. Selanjutnya momentum pelantikan ini menandai langkah penting Pemkab Pangandaran dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan mengakselerasi roda pembangunan di daerah.

(Sajidin)

Krisis Air Bersih di Bojonggambir Tasikmalaya, Polisi Salurkan 4.000 Liter untuk Warga

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Personel Polsek Bojonggambir, siap menyalurkan bantuan air bersih bagi warga di Kec.Bojonggambir yang menjerit kekurangan air akibat kemarau (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Musim kemarau yang tengah melanda berbagai wilayah kini melumpuhkan ketersediaan air bersih di Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya. Kondisi kering kerontang ini membuat ratusan warga mulai menjerit akibat kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Merespons jeritan warga tersebut, Polsek Bojonggambir Polres Tasikmalaya bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya bergerak cepat. Mereka turun langsung menyalurkan ribuan liter air bersih guna meringankan beban warga yang terdampak kekeringan, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga: SPAM Rp10 Miliar di Kota Tasikmalaya Alami Kebocoran, Pasokan Air Bersih Belum Optimal

Aksi sosial kali ini menyasar pemukiman warga di Dusun Kostasari, Desa Pedangkamulyan, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya. Rona bahagia terpancar dari wajah warga saat selang dari tangki pengangkut mulai mengalirkan air bersih ke bak-bak penampungan di rumah mereka.

Kapolsek Bojonggambir Iptu Agus Sukmana, Camat Ucu Mulyana, Bhabinkamtibmas Briptu Rudi Anugrah, serta Kepala Desa Pedangkamulyan Nanang Romansyah memimpin langsung jalannya distribusi air bersih ini. Mereka bahkan ikut menarik selang untuk mengalirkan air ke wadah-wadah milik warga.

“Bantuan air bersih ini sebagai rasa empati dan kepedulian kami terhadap warga yang saat ini kesulitan mendapatkan air bersih karena musim kemarau, aksi sosial ini pun rangkaian peringatan HUT Bhayangkara Ke-80,” ungkap Iptu Agus Sukmana, Jumat (3/7/2026).

Iptu Agus menjelaskan, penyaluran air bersih ini menyasar dua desa yang mengalami dampak kekeringan paling parah. Pihaknya menggelontorkan total bantuan hingga mencapai lebih dari 4.000 liter air bersih hari ini.

“Ada dua Desa yang sangat terdampak kekeringan di Kecamatan Bojonggambir yakni Desa Kertanegka dan Pedangkamulyan. Empat ribuan liter air bersih sudah disalurkan untuk warga di dua Desa tersebut,” ujarnya.

Armada Tangki Khusus

Pihak kepolisian memanfaatkan armada tangki khusus untuk mendistribusikan air secara merata kepada warga yang sudah mengantre tertib dengan membawa jerigen.

“Aksi sosial ini merupakan sinergi dan kolaborasi dengan lintas sektor, bersama unsur pemerintahan Kecamatan, Bhabinkamtibmas, serta kepala desa setempat,” jelas Iptu Agus.

Camat Bojonggambir, Ucu Mulyana, menambahkan bahwa aksi kemanusiaan ini terwujud berkat kerja sama solid antarinstansi. Pemkab Tasikmalaya melalui BPBD serta PDAM Tirta Sukapura turut menerjunkan personel dan armada untuk menyuplai air bersih ke titik-titik krisis.

“Kami bersama kepolisian, TNI dan pihak swasta, termasuk Pemda Tasikmalaya dalam hal ini BPBD dan PDAM Tirta Sukapura membantu masyarakat dengan mensuplay air bersih di lokasi terdampak ini,” ungkap Ucu Mulyana.

Pihak Kecamatan Bojonggambir berjanji akan terus mengupayakan pasokan air bantuan ini agar kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau tetap terpenuhi.

“Sesince kemaru melanda, warga di dua Desa tersebut, terpaksa mengeluarkan biaya lebih untuk membeli air galon, atau berjalan kaki dan berkendara lebih dari 2 kilometer ke Sungai Cipalu demi mendapatkan air untuk mandi, mencuci dan kakus,” terangnya.

Ihsan (36), salah satu warga terdampak, mengaku sangat bersyukur dengan adanya pembagian air bersih gratis ini. Ia mengapresiasi langkah cepat kepolisian dan pemerintah daerah yang peka terhadap penderitaan warga.

“Alhamdulilah dan terima kasih atas bantuannya dari Polsek Bojonggambir dan pak camat serta PDAM yang sangat peduli atas kesulitan warga disini mendaoatkan air bersih, dan semoga ini terus berkelanjutan hingga selesai musim kemarau,” harap Ihsan.

Kendati demikian, Ihsan juga menitipkan harapan besar agar pemerintah memberikan solusi jangka panjang yang lebih permanen. Bukan sekadar bantuan temporer lewat mobil tangki.

“Kalau bantuan tangki air bersih ini, mungkin hanya tempor atau sewaktu waktu. Tapi kalau membuat sumur bor,ini mungkin bisa menjadi solusi jangka panjang untuk ketersediaan air bersih saat menghadapi musim kemarau warga di sini,” pungkas Ihsan.

(Seda)

SPAM Rp10 Miliar di Kota Tasikmalaya Alami Kebocoran, Pasokan Air Bersih Belum Optimal

0
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id
Ket foto : Bangunan fasilitas SPAM, yang diperuntukkan untuk mengatasi kekurangan air bersih, di saat menghadapi musim kemarau (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Musim kemarau yang tengah melanda saat ini membuat kebutuhan masyarakat akan air bersih melonjak tajam. Sayangnya, sejumlah fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya pada tahun 2025 justru belum bisa berfungsi optimal akibat mengalami kebocoran teknis.

Padahal, Pemkot Tasikmalaya menggelontorkan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025 hingga Rp10 miliar untuk membangun 16 titik SPAM tersebut. Infrastruktur ini awalnya diproyeksikan mampu menyelamatkan warga dari krisis air bersih di tengah ancaman fenomena cuaca El Nino saat ini.

Baca Juga: Musim Haji 2026 Berakhir, Kemenhaj Kota Tasikmalaya Sampaikan Evaluasi Penting

Kepala Sub Bidang Permukiman Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Tasikmalaya, Syafri, membenarkan adanya kerusakan teknis pada beberapa fasilitas SPAM tersebut. Ia menyebut pihak dinas bersama warga kini mulai memperbaiki kebocoran agar air bersih bisa segera mengalir ke rumah-rumah penduduk.

“Memang pembangunannya sudah selesai, namun tidak semua SPAM berjalan dan berfungsi sebagaimana mestinya. Karena sesuatu hal, salah satunya yang disorot warga adalah bangunan SPAM di wilayah Perumahan Sirnagalih Kec. Indihiang Kota Tasikmalaya yang mengalami kebocoran, sehingga tidak dapat mengalirkan air,” ungkap Syafri, Jumat (3/7/2026).

Syafri menjelaskan bahwa dinasnya sebenarnya telah menyerahkan seluruh proyek infrastruktur tersebut kepada masyarakat melalui Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan. Dengan demikian, tanggung jawab pengelolaan dan perawatan harian kini berada di tangan pengurus RT dan RW setempat. Sementara DPUTR hanya berkewajiban melakukan pemantauan rutin.

“Sebanyak 16 titik SPAM yang kita bangun tahun 2025 lalu, anggarannya bersumber dari DAK senilai kurang lebih 10 Miliar. Setelah pembangunan rampung, Infrastruktur ini sudah diserahkan ke warga, sehingga pengelolaan dan pemeliharaannya menjadi tanggung jawab warga sekitar,” ujarnya.

Janji Perbaikan SPAM dari DPUTR Kota Tasikmalaya

Meski begitu, Syafri berjanji pemerintah tidak akan lepas tangan begitu saja menghadapi kendala operasional pasca-pembangunan seperti pipa bocor atau pompa mampet.

“Wajar ada kendala setelah pembangunan dan pengoperasiannya oleh warga sekitar. Tapi kami tidak lepas tangan. Jika ada laporan masyarakat terkait masalah teknis di lapangan, kami pun siap membantu dan menindaklanjuti,” paparnya.

Ia mengimbau masyarakat penerima manfaat untuk lebih proaktif menjaga instalasi air tersebut secara mandiri. Terlebih tidak hanya berpangku tangan menunggu bantuan pemerintah.

“SPAM ini aset bersama. Kalau merawatnya dengan baik, dampaknya akan terasa lebih lama. Apalagi saat kemarau seperti sekarang, Infrastruktur ini tentu sangat masyarakat butuhkant,” imbuhnya.

Kehadiran jaringan perpipaan SPAM ini sebenarnya menjadi angin segar untuk memangkas pengeluaran warga. Biasanya warga sebelum adan SPAM harus membeli air tangki saat sumur mengering. Syafri berharap masyarakat bisa kompak menjaga kebersihan area sumber air dan merawat mesin pompa agar pasokan air mengalir tanpa henti.

“Mengingat musim kemarau yang mungkin akan berlangsung cukup lama, keberadaan SPAM menjadi solusi tepat untuk mendapatkan persediaan air bersih. Sehingga, mari kita jaga dan pelihara fasilitas umum ini demi memberikan manfaat berkelanjutan. Terlebih memberi solusi dalam mengatasi kekurangan air bersih,” pungkas Syafri.

(Seda)

Rizky Bagja dan Sergio van Dijk Bangun Neo Gen Academy untuk Pembinaan Sepak Bola Usia Dini

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Foto: Rizky Bagja dan Sergio van Dijk Bangun Neo Gen Academy untuk Sepak Bola Usia Dini. (Arif)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Mantan penjaga gawang Persib Bandung, Rizky Bagja, menunjukkan kepedulian nyata terhadap pembinaan sepak bola usia dini dengan membidani lahirnya Neo Gen Football Academy. Sebagai gebrakan awal, akademi ini menggelar seleksi perdana bagi pesepak bola usia 10 tahun di Lapangan PPI Kota Bandung, Jumat (3/7/2026), untuk menyaring tim yang akan berlaga di turnamen internasional bergengsi, Singa Cup, di Singapura.

“Ya, kegiatan hari ini itu untuk pelaksanaan seleksi, khususnya untuk pembinaan usia muda di usia 10 tahun,” kata Rizky Bagja yang juga menjadi founder Neo Gen Football Academy.

“Rencananya kita akan mendirikan sebuah akademi baru di Kota Bandung, namanya Neo Gen Academy. Mereka akan kita berikan kesempatan pada hari ini melakukan seleksi untuk turnamen internasional di Singapura,” ujar Bagja.

Pada tahap pertama ini, sebanyak 70 peserta dari total 230 pendaftar unjuk gigi dalam seleksi yang akan berlangsung bertahap hingga Minggu besok. Tim kepelatihan nantinya hanya akan memilih sekitar 15 sampai 20 pemain terbaik untuk terbang ke Singapura. Sementara itu, untuk kelompok usia 15 tahun, akademi tengah mempersiapkan mereka guna melakoni turnamen di Bali pada September 2026 mendatang.

Rizky menegaskan bahwa Neo Gen Academy sengaja tidak langsung membuka seluruh kelompok umur sekaligus demi menjaga kualitas serta fokus pembinaan.

“Jadi tidak kita buka semua usia sekaligus. Kita ingin memberikan konsep yang terstruktur sehingga komponen SDM dan pelatih benar-benar siap memberikan manfaat bagi pemain,” ungkapnya.

Neo Gen Academy Mengutamakan Perkembangan Skill dan Karakter Individu Pemain

Membawa angin segar bagi dunia sepak bola usia dini, Neo Gen Academy mengusung konsep yang berbeda dari akademi kebanyakan. Mereka tidak menjadikan trofi juara sebagai target mutlak, melainkan menitikberatkan pada proses perkembangan kemampuan (skill) dan karakter individu pemain.

“Yang menjadi concern kami adalah pembinaan. Pembinaan sekarang ini banyak yang ingin instan juara, padahal konteks pembinaan adalah bagaimana anak bisa berproses dari yang tidak bisa menjadi bisa. Kita harus percaya pada progres, hasil untuk usia dini akan mengikuti,” tegas Rizky.

Proyek idealis ini turut menggandeng sejumlah nama besar di dunia sepak bola profesional. Selain Rizky Bagja, mantan striker naturalisasi Persib, Sergio van Dijk, juga tercatat sebagai salah satu founder yang menyokong penuh akademi ini.

Untuk melahirkan pemain sepak bola modern yang komplet, Neo Gen menyiapkan fasilitas kurikulum premium. Mulai dari pendampingan psikolog olahraga, konsultasi gizi bersama dokter ahli dan kelas bahasa Inggris. Kemudian program edukasi bagi orang tua (parenting), laga uji coba, hingga penyediaan program beasiswa lewat sistem promosi-degradasi.

Tak tanggung-tanggung, akademi yang secara bertahap akan menampung kelompok usia 6 hingga 15 tahun ini sudah menjalin kemitraan strategis dengan sejumlah klub di Jepang, Portugal, dan Belanda. Kolaborasi global ini membuka jalan lebar bagi para pemain muda lokal untuk mencicipi program latihan hingga trial di luar negeri. Rizky berharap Neo Gen mampu menjadi jembatan emas bagi talenta muda Indonesia menembus panggung internasional.

(Arif)

Kebakaran Lahan Dekat Bendungan Leuwikeris Ciamis, Damkar dan BPBD Turun Tangan

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Kebakaran Lahan Dekat Bendungan Leuwikeris Ciamis, Damkar dan BPBD Turun Tangan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kobaran api yang membumbung tinggi mendadak memicu suasana mencekam bagi warga di sekitar lingkungan Bendungan Leuwikeris, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (3/7/2026) malam sekitar pukul 19.20 WIB. Salah seorang warga setempat, Pendi, mengungkapkan bahwa si jago merah mulai melahap area di sebelah selatan Kantor Fasilitas Operasional Lapangan PT Hutama Karya di Blok Cibatok.

Pendi menceritakan, kobaran api menyala sangat terang di tengah kegelapan malam. Kondisi tersebut langsung memicu kekhawatiran besar di kalangan masyarakat sekitar karena posisi titik api berada cukup dekat dengan pemukiman penduduk.

Baca Juga: Cari Untung di Ciamis tapi Bagi CSR di Luar Daerah, Bupati Herdiat Semprot Bank Negara dan Swasta

“Beruntung tim pemadam kebakaran segera tiba di lokasi untuk melakukan penanganan dan melokalisir kobaran api agar tidak semakin meluas,” kata Pendi.

Hingga saat ini, pihak terkait belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai penyebab pasti maupun potensi korban akibat kebakaran lahan tersebut.

“Terlihat di lokasi dua mobil Damkar sedang berjibaku memadamkan api yang sedang membakar ilalang di lokasi itu,” ucap Pendi.

Merespons peristiwa tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, membenarkan insiden tersebut. Kebakaran melanda areal perkebunan di lingkungan Leuwikeris. Pihaknya bergerak cepat mengirimkan bantuan ke lokasi kejadian.

“Pihak BPBD telah diterjunkan sebanyak Delapan personel untuk membantu memadamkan api yang sedang membakar lahan itu,” ungkap Ani.

(Husen Maharaja)

Polemik Kasus MBA, Aliansi RPB Desak Penonaktifan BK DPRD Pangandaran dan Tegakkan Kode Etik

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Tian Kadarisman

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Aliansi Rakyat Pangandaran Bergerak (RPB) meluruskan polemik terkait dugaan pelanggaran etik oleh oknum anggota DPRD Pangandaran dalam pusaran kasus investasi MBA. RPB menegaskan bahwa desakan mereka bukanlah sebuah gerakan politik untuk menjatuhkan kader partai tertentu, melainkan tuntutan prosedural demi menjaga marwah lembaga legislatif.

“Desakan kami bukan untuk menjatuhkan individu atau kader partai tertentu. Ini tuntutan prosedural murni demi menjaga martabat dan integritas DPRD sebagai wakil rakyat,” ujar juru bicara RPB, Tian, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga: Bupati Pangandaran Laporkan Kapal Tongkang Batu Bara Karam ke Kemenhub RI

Setelah berkoordinasi dengan Polres Pangandaran, RPB mendapati hasil bahwa penanganan perkara pidana UU ITE dan penegakan kode etik di DPRD merupakan dua jalur independen yang tidak saling mengikat. Oleh karena itu, RPB menyayangkan pernyataan DPC Partai Golkar Pangandaran yang justru langsung menggulirkan wacana Pemberhentian Antar Waktu (PAW).

“Kami nilai itu disorientasi. PAW itu ranah internal partai. Sementara yang kami tuntut adalah penegakan kode etik pejabat publik di DPRD yang harus diproses Badan Kehormatan,” kata Tian.

“Sangat disayangkan, partai justru bicara teknis PAW dan kalkulasi suara pengganti, tapi tidak menyentuh aspek kode etik. Mengapa partai lebih fokus pada nasib kadernya daripada merespons dugaan pengkhianatan amanat rakyat?” lanjutnya.

Dugaan Pelanggaran Berlapis

Dalam analisis hukumnya, RPB mengindikasikan adanya dugaan pelanggaran berlapis oleh oknum anggota dewan tersebut:

  1. Peraturan DPRD No. 2 Tahun 2020: Pasal 4 ayat 12 secara tegas melarang penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan komersial, sementara Pasal 14 mewajibkan anggota dewan menjaga citra lembaga.
  2. Mandat Otonom BK: Berdasarkan Peraturan DPRD No. 3 Tahun 2020, Badan Kehormatan (BK) tidak perlu menunggu putusan pengadilan karena tugasnya memproses kepatutan perilaku, bukan membuktikan unsur pidana.
  3. Sumpah Jabatan (UU No. 23 Tahun 2014): Tindakan oknum tersebut dinilai mengingkari sumpah untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat, bukan malah terlibat dalam skema investasi yang merugikan masyarakat.
  4. Proses Paralel: Kasus pidana di Polda Jabar dan proses etik di BK tetap bisa berjalan beriringan.

“Jabatan publik tidak memberi perlindungan hukum. Kelalaian menjaga integritas moral jabatan sudah terjadi saat menggunakan status kedewanan untuk mempromosikan investasi,” tegas Tian.

Selain itu, RPB juga mengendus adanya potensi konflik kepentingan yang kuat di internal BK. Pasalnya, Ketua BK sendiri ikut terseret menjadi pihak terlapor dalam kasus ini.

“Kami mendesak penonaktifan sementara Ketua BK dari AKD (Alat Kelengkapan Dewan) selama proses penegakan etik berlangsung. Bagaimana mungkin proses objektif jika yang memeriksa adalah pihak yang juga terlapor?” jelas Tian.

“Penonaktifan ini bukan untuk menjatuhkan siapa-siapa. Tujuannya agar proses etik tidak cacat secara moral dan hukum,” tambahnya.

Sebagai penutup, RPB mengingatkan bahwa DPRD Pangandaran memiliki tanggung jawab moral yang besar kepada konstituennya.

“Kepentingan kami tunggal, kembalinya marwah DPRD Pangandaran melalui penegakan kode etik yang adil, transparan, dan tidak tebang pilih. Jika DPRD tidak bisa membersihkan dirinya sendiri, maka rakyat akan mencatat lembaga ini sedang krisis integritas akut,” pungkas Tian.

(Sajidin)

Pemkot Bandung Kejar Target Bangun 220 Titik Pengolahan Sampah Mandiri

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat upaya penanganan sampah dengan membangun hingga 220 titik pengolahan sampah berbasis kewilayahan (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kini tengah memacu pembangunan 220 titik pengolahan sampah berbasis kewilayahan. Langkah strategis ini menjadi bagian dari transformasi besar-besaran agar Kota Kembang tidak lagi bergantung pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang saat ini memberlakukan pembatasan kuota ketat.

Ketua Tim Pengurangan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Syahriani, menegaskan bahwa perubahan sistem ini bersifat mendesak. Apalagi, volume produksi sampah di Kota Bandung saat ini menyentuh angka fantastis, yakni 1.511 ton setiap harinya.

Baca Juga: Sempat Hebohkan Gedung Sate, Hartono Soekwanto Bawa Sapi Viral “Matilda” Gebrak Jakarta International Pet Show

“Pembatasan kuota TPA Sarimukti harus menjadi momentum perubahan. Kota Bandung tidak bisa lagi bergantung pada pola lama ‘kumpul, angkut, buang’. Ke depan, sampah harus diselesaikan sedekat mungkin dengan sumbernya melalui pengelolaan di tingkat rumah tangga dan kewilayahan,” kata Syahriani, Jumat (3/7/2026).

Saat ini, DLH Kota Bandung sedang mendata dan memverifikasi sejumlah lokasi potensial untuk memfasilitasi pengolahan sampah tersebut. Program ambisius ini juga menggandeng berbagai pihak luar. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, misalnya, tengah menguji coba teknologi Refuse Derived Fuel (RDF). Selain itu, Mabes TNI AD juga berencana menyumbang mesin pengolah sampah guna mempercepat proses eksekusi di lapangan.

“Pembangunan hingga 220 titik pengolahan sampah bukan sekadar menambah infrastruktur, tetapi membangun ekosistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Harapannya, setiap wilayah mampu mengolah sebagian besar sampahnya sendiri sehingga hanya residu yang dikirim ke TPA,” jelas Syahriani.

Strategi Pengurangan Volume Sampah

Lewat program terintegrasi ini, Pemkot Bandung membidik pengurangan volume sampah antara 125 hingga 250 ton per hari. Strateginya meliputi pembuatan kompos dari sampah organik, optimalisasi bank sampah untuk bahan anorganik bernilai ekonomis, serta menyulap sampah bernilai rendah menjadi bahan bakar alternatif lewat teknologi RDF.

“Kami menargetkan pengurangan sampah sebesar 125 hingga 250 ton per hari. Namun, keberhasilan target ini tidak hanya bergantung pada teknologi seperti RDF, melainkan juga perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah sejak dari sumber,” tambahnya.

Langkah Pemkot Bandung ini mendapat lampu hijau dan dukungan penuh dari legislatif. Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Nunung Nurasiah, menyatakan pihaknya siap mengawal program ini dari sisi regulasi, anggaran, hingga pengawasan di lapangan.

“DPRD Kota Bandung memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program penanganan sampah. Melalui fungsi pengawasan, kami terus memastikan setiap program yang telah direncanakan dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Nunung.

Nunung mengingatkan bahwa secanggih apa pun infrastruktur yang pemerintah siapkan, kunci utama kesuksesan program ini tetap berada di tangan warga. Edukasi masif harus terus berjalan agar budaya memilah sampah dari rumah bisa menekan volume buangan ke TPA secara signifikan.

“Sehebat apa pun teknologi yang dimiliki pemerintah, keberhasilan pengelolaan sampah tetap bergantung pada keterlibatan masyarakat. Penanganan sampah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen,” tutupnya.

(Yusuf Mugni)