PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: DPD KNPI Kabupaten Pangandaran resmi meluncurkan program Diskusi Strategis Akselerasi Pemuda Progresif dan Beasiswa. Mereka menggelar acara peluncuran perdana ini di PKBM Brilliant, Kecamatan Cigugur.
Organisasi kepemudaan ini membuka pintu program selebar-lebarnya bagi seluruh pemuda-pemudi di Kabupaten Pangandaran. Langkah tersebut menjadi upaya nyata untuk memperluas akses pendidikan tinggi melalui fasilitas Beasiswa KIP Kuliah.
Baca Juga: Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun 50 Persen Lebih
Sekretaris DPD KNPI Kabupaten Pangandaran, Tian Kadarisman, S.Pd., mengungkapkan bahwa program ini lahir dari keresahan panjang terkait hambatan pendidikan di daerah. Menurutnya, faktor finansial dan minimnya informasi sering kali menjegal langkah anak muda untuk kuliah.
“Situasi pendidikan tinggi di Kabupaten Pangandaran saat ini masih menantang. Banyak pemuda kita memiliki potensi akademik yang luar biasa, namun terbentur oleh ketidaktahuan prosedur dan kendala finansial. Kami ingin memastikan tidak ada lagi pemuda atau pemudi di Pangandaran yang putus cita-citanya hanya karena biaya,” ujar Tian, Minggu (19/7/2026).
KNPI membidik target besar berupa pemerataan akses pendidikan tinggi hingga menyentuh 93 desa di seluruh Pangandaran. Mereka berkomitmen mendampingi para calon mahasiswa secara konsisten mulai dari tahapan pendaftaran administrasi hingga resmi mengenakan almamater kampus.
“Target kami minimal ada dua perwakilan pemuda-pemudi setiap tahunnya dari tiap desa yang melanjutkan pendidikan tinggi, syukur-syukur bisa lebih. KNPI akan terus konsisten berkolaborasi untuk memfasilitasi setiap tahapan, mulai dari pendaftaran hingga mereka diterima,” tegasnya.
Fokus Menimba Ilmu dan Kembali untuk Memajukan Daerah
Tian menekankan bahwa para mahasiswa penerima beasiswa kelak tidak perlu lagi memikirkan beban biaya perkuliahan. Tugas utama mereka hanyalah fokus menyerap ilmu dan kembali ke kampung halaman untuk memajukan daerah.
Pemilik PKBM Brilliant, Rina Herlina menyatakan dukungan penuh terhadap kolaborasi strategis ini. Pihaknya siap membuka gerbang selebar-lebarnya bagi siapa saja yang ingin melanjutkan studi secara gratis tanpa pungutan biaya.
“Masa depan yang cerah adalah milik mereka yang berani belajar. PKBM Brilliant membuka gerbang selebar-lebarnya bagi siapa saja yang ingin melanjutkan studi secara gratis. Program ini adalah bukti nyata komitmen kami untuk mendampingi siswa tidak hanya sampai lulus sekolah, tetapi hingga mereka mampu berpijak di jenjang pendidikan tinggi,” tutur Rina.
Pada kesempatan yang sama, praktisi pendidikan Dr. C. Kasmin menjelaskan bahwa KIP Kuliah sebenarnya merupakan solusi luar biasa dari pemerintah. Sayangnya, program ini sering kali luput dari pemanfaatan masyarakat akibat minimnya proses pendampingan teknis.
“KIP Kuliah adalah program pemerintah yang memberikan fasilitas luar biasa: bebas biaya pendidikan (UKT) selama 8 semester untuk S1, dan bantuan biaya hidup yang sangat membantu, yakni antara Rp4,8 juta hingga Rp8,4 juta per semester. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir tentang biaya makan atau kebutuhan hidup selama kuliah,” papar Dr. Kasmin.
Prioritas Pemuda dari Pelosok Daerah Pangandaran
Ia menambahkan bahwa KNPI dan PKBM Brilliant akan membimbing calon mahasiswa untuk memilih kampus mitra, seperti Politeknik Jatiluhur, Uninus, Ars University, hingga ITB Swadharma. Tim gabungan ini bakal memprioritaskan anak muda di wilayah pelosok yang selama ini terisolasi dari informasi akademik.
“Kami membimbing dari nol hingga dinyatakan diterima, karena kami ingin memastikan akses ini benar-benar menyentuh mereka yang berada di wilayah pesisir maupun pegunungan yang selama ini minim informasi,” tambahnya.
Program pendampingan beasiswa ini terbuka bagi seluruh lulusan SMA, SMK, MA, MAK, hingga lulusan PKBM Paket C tahun kelulusan 2024, 2025, dan 2026.
Masyarakat yang berminat dapat langsung menghubungi DPD KNPI Kabupaten Pangandaran untuk mendapatkan bantuan teknis. Pihak organisasi siap mengawal proses pemetaan masa depan dan pemilihan program studi yang paling relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
(Sajidin)



