spot_imgspot_img
Senin 20 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Guru PAUD Tasikmalaya Dibekali Cara Baru Menanamkan Disiplin dan Kemandirian pada Anak

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ratusan tenaga guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka memadati agenda Peningkatan Kompetensi Guru yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.

Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru menggelar acara keilmuan ini di Horison Hotel Tasikmalaya, Minggu (19/7/2026). Momentum berharga ini menghadirkan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara, Direktur Guru PAUD dan PNF Saiful Bahri, serta Anggota Komisi X DPR RI H. Ferdiansyah sebagai pemateri profesional.

Baca Juga: Warga Taraju Masih Menunggu, Pemkab Tasikmalaya Tagih Janji Dedi Mulyadi Perbaiki Jalan Rusak

Panitia mengemas kegiatan ini dengan tajuk Implementasi 7 Kebiasaan Anak-anak PAUD Melalui Buku Cerita Bergambar serta mengusung tema Cerita Sederhana Berdampak Luar Biasa. Agenda ini mengangkat metode pembelajaran lewat buku cerita bergambar untuk menyuntikkan nilai-nilai akhlak dan karakter sejak usia dini.

Para peserta menerima pengenalan mendalam mengenai metode pembelajaran karakter yang berkolaborasi dengan tujuh kebiasaan harian anak. Kebiasaan tersebut meliputi aktivitas bangun tidur, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, hingga tidur lebih awal.

Anggota DPR RI, Ferdiansyah menjelaskan bahwa pelatihan kali ini sengaja memfokuskan perhatian pada media buku cerita bergambar. Langkah ini bertujuan agar para pendidik mampu menyampaikan nilai-nilai kehidupan sehari-hari lewat cara yang mudah anak-anak cerna.

Ferdiansyah menilai pendekatan ini sangat ideal untuk psikologi anak usia dini. Menurutnya, penanaman karakter tidak harus bermula dari perkara besar, melainkan dari kebiasaan kecil yang mudah melekat dalam memori ingatan anak.

“Anak-anak usia belia, perlu kita ajak bercerita tentang hal-hal sederhana. Misalnya bagaimana mandiri memakai baju dan sepatu sendiri dengan rapi, belajar disiplin, dan peduli lingkungan. Hal kecil seperti itu kalau dibiasakan akan membentuk karakter kuat hingga sampai menua nanti,” ungkap Ferdiansyah.

Guru Sebagai Teladan dan Madrasah Pertama Bagi Anak

Ia menekankan pentingnya peran guru sebagai teladan dan madrasah pertama bagi anak-anak di sekolah. Oleh sebab itu, guru PAUD wajib memiliki kompetensi mumpuni karena setiap tindakan mereka akan lebih cepat anak-anak tiru daripada sekadar nasihat lisan.

Ferdiansyah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh terhadap program peningkatan kompetensi bagi para tenaga guru di Indonesia. Ia berharap kegiatan serupa bisa bergulir secara berkelanjutan demi mencetak guru PAUD Tasikmalaya yang semakin profesional.

“Kompetensi guru-guru ini harus terus meningkat pasalnya, dari mereka ini lah, anak-anak kita mendapatkan ilmu pertama untuk masa depannya. Kualitas guru tentu mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang pintar, cerdas, serta berkarakter dan berakhlak mulia,” paparnya.

Apresiasi tinggi juga datang dari Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara yang turut membakar motivasi para peserta. Ia menyebut guru PAUD memegang kontribusi yang sangat strategis dalam menyusun fondasi awal kecerdasan anak.

“Di usia emas inilah, anak-anak mulai terbentuk keimanannya, taqwa, dan karakter serta akhlaknya. Guru PAUD adalah garda terdepan sekaligus madrasah pertama bagi mereka, karenanya semangat tenaga guru untuk terus belajar, dan terus tingkatkan kompetensi menjadi hal yang penting,” katanya.

Ia menilai penggunaan buku cerita bergambar dalam metode 7 kebiasaan anak bisa menjadi jembatan komunikasi yang menyenangkan. Narasi cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari akan membuat anak-anak serta orang tua lebih mudah memahaminya.

Guru Harus Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran

Ia mendorong para guru untuk selalu kreatif dalam mengembangkan media pembelajaran di ruang kelas. Langkah kreatif tersebut berguna agar anak-anak tidak hanya menyerap nilai universal pendidikan, tetapi juga mencintai kebudayaan serta kearifan lokal daerah.

Ia berharap peningkatan kompetensi ini mampu memperluas wawasan dan mendongkrak kualitas pengajaran para guru PAUD. Harapan besarnya, para pendidik bisa sukses menyemaikan nilai kemandirian dan kedisiplinan pada generasi emas.

“Jika sejak dini mereka sudah ditanamkan nilai-nilai etika, moral dan agama yang baik, sehingga ketika ada tantangan, cobaan dan godaan saat sudah dewasa, mereka akan lebih kuat dan tidak mudah terpengaruh,” tandasnya.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru