DEPOK,FOKUSJabar.id: Lahan tidur di kawasan Jalan Ir. Juanda, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, kini memiliki wajah baru. Area seluas hampir dua hektare yang terhimpit oleh pusat perbelanjaan dan jalan tol tersebut kini menjelma menjadi kawasan pertanian perkotaan (urban farming) yang produktif.
Jajaran TNI AD dari Kodim 0508/Depok menginisiasi langsung pemanfaatan lahan milik PT Pertamina ini sejak tahun 2024 silam. Mereka mengelola area yang semula terbengkalai tersebut menjadi zona ketahanan pangan melalui kombinasi sektor pertanian dan peternakan.
Baca Juga: Harga Cabai Rawit Merah Masih Tinggi, Simak Daftar Harga Pangan Nasional Terbaru
Kehadiran lahan hijau di tengah kepungan beton perkotaan ini sukses mencuri perhatian publik. Selain menyelamatkan lahan kosong, program strategis ini mengemban misi besar untuk menyokong target swasembada pangan nasional.
Personel Kodim 0508/Depok menanami hamparan tanah ini dengan aneka komoditas hortikultura yang bernilai ekonomis tinggi. Tanaman yang tumbuh subur di lokasi ini meliputi cabai, bawang merah, terung, hingga kacang panjang.
Dandim 0508/Depok, Kolonel Infanteri (Inf) Ginanjar Wahyutomo menilai keberadaan lahan pertanian ini sangat unik. Letaknya yang berada tepat di jantung aktivitas masyarakat urban memberikan nilai tambah tersendiri.
“Lahan pertanian di desa itu sudah biasa, tapi ini dibuat ditengah kota di antara mal dan jalan tol itu luar biasa,” ungkap Ginanjar Wahyutomo, Minggu (19/7/2026).
Pusat Peternakan Ayam
Selain memacu sektor bercocok tanam, pihak Kodim juga mengalokasikan sebagian area sebagai pusat peternakan ayam. Mereka menggandeng sejumlah pemangku kepentingan agar pengelolaan kawasan ini berjalan secara terpadu dan saling berkesinambungan.
Kodim 0508/Depok mengadopsi konsep integrated farming atau pertanian terintegrasi untuk memaksimalkan potensi lahan. Melalui pendekatan ini, limbah pertanian dan peternakan dapat saling menyokong kebutuhan satu sama lain.
Guna mempercepat pengembangan kawasan, jajaran Kodim menggelar aksi menanam bawang merah secara serentak pada Sabtu, 18 Juli 2026. Agenda ini turut melibatkan Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dandim menjelaskan bahwa proyek urban farming ini merupakan bukti nyata komitmen TNI AD dalam memperkuat ketahanan pangan lokal. Langkah ini sekaligus mengedukasi warga perkotaan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk tetap produktif.
Pihak Kodim memercayakan pengelolaan hasil panen sepenuhnya kepada kelompok tani binaan dengan pengawasan melekat dari personel militer. Pendampingan berkala ini bertujuan untuk mendongkrak keahlian masyarakat dalam mengelola sektor pertanian secara mandiri dan berkelanjutan.
“Hasil pertanian nantinya akan dikelola oleh kelompok tani dengan pendampingan dari Kodim. Tujuannya bukan hanya meningkatkan ketahanan pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang tambahan penghasilan bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.
(Jingga Sonjaya)



