PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Tim SAR gabungan masih terus mengupayakan pencarian terhadap seorang wisatawan asal Kabupaten Bandung yang hilang terseret arus di Pantai Barat Pangandaran. Memasuki hari ketiga, Minggu (19/7/2026), tim penyelamat belum berhasil menemukan keberadaan korban.
Petugas memfokuskan area pencarian di sekitar kawasan perairan Pantai Barat Pangandaran. Sejumlah unsur bahu-membahu dalam aksi ini, meliputi Basarnas, Satpolairud, SAR Barakuda, Balawista, TNI, Polri, PMI, hingga para relawan lokal.
Koordinator Pos SAR Pangandaran, Edwin Purnama menjelaskan bahwa tim menerapkan metode pencarian terpadu melalui jalur darat dan laut. Langkah ini bertujuan untuk memaksimalkan pelacakan posisi korban di sepanjang area pantai.
“Untuk saat ini kami melakukan penyisiran di sepanjang pesisir pantai. Di laut kami gunakan jet ski, sedangkan penyisiran di darat dilakukan menggunakan kendaraan roda empat milik Satpolairud dan Basarnas,” ujar Edwin.
Hingga saat ini, tim belum bisa menggelar operasi penyelaman karena masih menunggu kondisi cuaca dan tinggi gelombang yang benar-benar aman. Para penyelam wajib memastikan situasi perairan kondusif demi keselamatan kru di lapangan.
“Insyaallah penyelaman akan dilakukan dengan melihat kondisi cuaca terlebih dahulu. Tim penyelam akan melakukan asesmen sebelum turun ke lokasi,” katanya.
Memperluas Radius Pencarian
Selain menyisir pesisir pantai, tim juga menjadwalkan pengerahan perahu jukung milik SAR Barakuda pada siang hari. Armada ini bertugas memperluas radius pencarian di sekitar titik awal hilangnya korban.
Sebelumnya, Muhammad Rizki (20), seorang warga Bojongsoang, Kabupaten Bandung, mendadak hilang setelah gulungan arus menyeret tubuhnya saat berenang pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Peristiwa nahas tersebut berlangsung di antara Pos 3 dan Pos 4, tepat di depan Hotel Menara Laut.
Saat kejadian, korban bersama dua rekannya tengah asyik bermain di laut menggunakan papan boogie (boogie board). Ketiganya tetap nekat menerjang ombak meskipun petugas telah menutup waktu aman untuk berenang bagi pengunjung pantai.
Petugas dan warga sekitar sebenarnya berhasil menyelamatkan dua rekan korban dari gulungan ombak. Namun, arus telanjur menyeret tubuh Muhammad Rizki ke tengah laut, dan operasi pencarian hingga hari ketiga ini belum membuahkan hasil.
Kendati menghadapi kendala cuaca, tim SAR gabungan memastikan bakal terus melanjutkan proses pencarian sampai berhasil menemukan korban.
(Sajidin)



