spot_imgspot_img
Senin 14 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemprov Jabar Batal Bangun Permanen Jembatan Pongpet Pangandaran?

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Pemerintah Provinsi Jawa Barat dipastikan tidak jadi membangun jembatan permanen di titik Jembatan Pongpet yang anjlok saat prosesi peresmian beberapa waktu lalu.

‎Hal ini karena jembatan gantung yang berlokasi di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran itu akan dibangun kembali oleh TNI Angkatan Darat.

‎Kepala Desa Margacinta Enceng Anwar Solihin mengatakan, Pemprov Jabar memilih membangun jembatan permanen di titik yang lebih pendek karena dinilai lebih murah.

Baca Juga: Soal Jembatan Pongpet Pangandaran, KSAD Maruli Persilakan Pemda Bangun Beton Permanen

‎”Kalau jembatan gantung itu kan 63 meter. Kalau untuk jembatan permanen supaya agak murah ataupun tidak kemahalan, maka cari tempat atau titik yang agak dekat. Ada di sini, 40 meter,” kata Enceng kepada wartawan, Senin (14/9/2026).

‎Meski batal, Pemprov Jabar tetap akan membangun jembatan permanen di lokasi yang tidak jauh dari Jembatan Pongpet.

Janji Gubernur Jabar

‎Menurut Enceng, rencana itu merupakan janji Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat merespons viralnya insiden jembatan gantung yang anjlok.

‎Enceng menjelaskan saat ini sudah ada dua tim dari Pemprov Jabar yang turun ke lokasi. Satu tim mengukur kontur tanah untuk kedalaman pondasi. Tim kedua meninjau titik lokasi terkait jarak dan lebar jembatan.

‎Untuk target pembangunan, Enceng memperkirakan baru bisa terealisasi pada 2027 jika mengandalkan APBD Provinsi.

‎”Kalau memang mengandalkan APBD provinsi ya pasti paling tidak tahun 2027. Tapi kalau misalkan ada dana taktis, misalkan BTT atau belanja tidak terduga yang nominalnya fantastis, ya mungkin bisa juga dibangun akhir tahun ini,” ujarnya.

‎Ia berharap Pemprov bisa menggunakan dana BTT agar pembangunan bisa dipercepat dan masuk dalam perubahan anggaran 2026.

‎”Kalau misalkan murni tahun 2027 ya berarti pertengahan tahun 2027,” kata Enceng.

Membutuhkan Akses Jembatan

‎Enceng menegaskan keberadaan jembatan permanen sangat dibutuhkan warga, khususnya untuk sektor pertanian yang memerlukan akses kendaraan roda empat.

‎Selama ini, kendaraan pengangkut hasil pertanian harus memutar jauh.

Baca Juga: KSAD Maruli Ungkap Biaya Bangun Ulang Jembatan Pongpet Pangandaran, Sekitar Rp360 Juta

‎”Kalau lewat selatan melewati empat desa, lewat utara melewati lima desa,” ujarnya.

‎Ia berharap pembangunan jembatan permanen dapat memperlancar distribusi hasil pertanian sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.

‎Dengan demikian, jembatan gantung yang diperbaiki TNI AD tetap menjadi akses perintis, sedangkan jembatan permanen nantinya diharapkan menjadi akses utama masyarakat.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru