spot_imgspot_img
Senin 20 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BMKG Prediksi Beberapa Daerah di Jawa Barat Masih Berpotensi Hujan hingga 23 Juli 2026 Meski Kemarau Meluas

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Musim kemarau terus memperluas cengkeramannya di berbagai wilayah Indonesia. Kendati demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa fenomena ini tidak serta-merta melenyapkan potensi hujan di seluruh daerah.

Khusus untuk wilayah Jawa Barat, peluang hujan lokal bahkan masih mengancam hingga Kamis, 23 Juli 2026 mendatang. Berdasarkan analisis BMKG untuk periode sepekan ke depan, sejumlah fenomena atmosfer aktif masih memengaruhi kondisi cuaca di Tanah Air.

Baca Juga: Resmi! Mariano Peralta Gabung Persib Bandung

Dampaknya, guyuran hujan dengan intensitas ringan hingga lebat tetap berpotensi mengguyur beberapa wilayah di tengah dominasi musim kering.

Situasi anomali ini menuntut masyarakat di Jawa Barat untuk melipatgandakan kewaspadaan mereka terhadap perubahan cuaca mendadak. Walaupun mayoritas daerah sudah memasuki musim kemarau, ancaman hujan deras yang menyertakan petir dan angin kencang tetap mengintai, terutama pada sore hingga malam hari.

Catatan statistik BMKG menunjukkan bahwa hingga dasarian pertama Juli 2026, sebanyak 423 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 60,5 persen wilayah Indonesia telah resmi mencicipi musim kemarau. Pada saat yang sama, curah hujan berkategori rendah menguasai sekitar 72,38 persen wilayah nusantara.

Sementara itu, sekitar 25,99 persen area masih mengalami curah hujan kategori menengah, dan sisanya hanya menyisakan curah hujan tinggi di sebagian kecil titik.

Faktor Alam yang Merangsang Pertumbuhan Awan Hujan

Meskipun kemarau kian merata, BMKG menjelaskan masih ada deretan faktor alam yang merangsang pertumbuhan awan hujan. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Rossby Ekuatorial, sirkulasi siklonik, serta tingginya kelembapan udara menjadi pemicu utama berkumpulnya air di langit.

Di Jawa Barat sendiri, kombinasi fenomena tersebut membuat peluang hujan tetap terbuka lebar sepanjang periode 17 hingga 23 Juli 2026. Secara umum, matahari akan bersinar cerah atau cerah berawan sejak pagi hingga menjelang siang hari.

Namun, memasuki waktu sore dan malam hari, awan hitam berpotensi menurunkan hujan lokal yang kerap kali membawa serta sambaran petir dan angin kencang.

Sejumlah daerah yang mengantongi peluang hujan lebih tinggi meliputi kawasan Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung Raya, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Kuningan, Sumedang, hingga Pangandaran. Bagian selatan Purwakarta dan Subang juga masuk dalam peta kewaspadaan ini.

Kawasan pegunungan dan wilayah selatan Jawa Barat memegang prediksi sebagai area yang paling sering menerima guyuran hujan. Kondisi ini berbanding terbalik dengan kawasan Pantai Utara (Pantura) seperti Bekasi, Karawang, Subang utara, Indramayu, dan Cirebon yang lebih dominan menikmati cuaca terik.

BMKG juga mewanti-wanti masyarakat untuk mengantisipasi potensi angin kencang yang lahir dari pertumbuhan awan konvektif. Hembusan angin ini berisiko memicu pohon tumbang, merobohkan baliho, hingga mengacaukan aktivitas transportasi serta mobilitas warga di luar ruangan.

Mengingat pola cuaca tidak menentu ini masih akan bertahan hingga pertengahan pekan. BMKG mengimbau warga Jawa Barat untuk rutin memantau informasi prakiraan cuaca harian. Langkah antisipasi ini sangat penting terutama bagi masyarakat yang memiliki agenda padat di ruang terbuka atau hendak menempuh perjalanan jauh.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru