spot_imgspot_img
Jumat 3 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Rizky Bagja dan Sergio van Dijk Bangun Neo Gen Academy untuk Pembinaan Sepak Bola Usia Dini

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Mantan penjaga gawang Persib Bandung, Rizky Bagja, menunjukkan kepedulian nyata terhadap pembinaan sepak bola usia dini dengan membidani lahirnya Neo Gen Football Academy. Sebagai gebrakan awal, akademi ini menggelar seleksi perdana bagi pesepak bola usia 10 tahun di Lapangan PPI Kota Bandung, Jumat (3/7/2026), untuk menyaring tim yang akan berlaga di turnamen internasional bergengsi, Singa Cup, di Singapura.

“Ya, kegiatan hari ini itu untuk pelaksanaan seleksi, khususnya untuk pembinaan usia muda di usia 10 tahun,” kata Rizky Bagja yang juga menjadi founder Neo Gen Football Academy.

“Rencananya kita akan mendirikan sebuah akademi baru di Kota Bandung, namanya Neo Gen Academy. Mereka akan kita berikan kesempatan pada hari ini melakukan seleksi untuk turnamen internasional di Singapura,” ujar Bagja.

Pada tahap pertama ini, sebanyak 70 peserta dari total 230 pendaftar unjuk gigi dalam seleksi yang akan berlangsung bertahap hingga Minggu besok. Tim kepelatihan nantinya hanya akan memilih sekitar 15 sampai 20 pemain terbaik untuk terbang ke Singapura. Sementara itu, untuk kelompok usia 15 tahun, akademi tengah mempersiapkan mereka guna melakoni turnamen di Bali pada September 2026 mendatang.

Rizky menegaskan bahwa Neo Gen Academy sengaja tidak langsung membuka seluruh kelompok umur sekaligus demi menjaga kualitas serta fokus pembinaan.

“Jadi tidak kita buka semua usia sekaligus. Kita ingin memberikan konsep yang terstruktur sehingga komponen SDM dan pelatih benar-benar siap memberikan manfaat bagi pemain,” ungkapnya.

Neo Gen Academy Mengutamakan Perkembangan Skill dan Karakter Individu Pemain

Membawa angin segar bagi dunia sepak bola usia dini, Neo Gen Academy mengusung konsep yang berbeda dari akademi kebanyakan. Mereka tidak menjadikan trofi juara sebagai target mutlak, melainkan menitikberatkan pada proses perkembangan kemampuan (skill) dan karakter individu pemain.

“Yang menjadi concern kami adalah pembinaan. Pembinaan sekarang ini banyak yang ingin instan juara, padahal konteks pembinaan adalah bagaimana anak bisa berproses dari yang tidak bisa menjadi bisa. Kita harus percaya pada progres, hasil untuk usia dini akan mengikuti,” tegas Rizky.

Proyek idealis ini turut menggandeng sejumlah nama besar di dunia sepak bola profesional. Selain Rizky Bagja, mantan striker naturalisasi Persib, Sergio van Dijk, juga tercatat sebagai salah satu founder yang menyokong penuh akademi ini.

Untuk melahirkan pemain sepak bola modern yang komplet, Neo Gen menyiapkan fasilitas kurikulum premium. Mulai dari pendampingan psikolog olahraga, konsultasi gizi bersama dokter ahli dan kelas bahasa Inggris. Kemudian program edukasi bagi orang tua (parenting), laga uji coba, hingga penyediaan program beasiswa lewat sistem promosi-degradasi.

Tak tanggung-tanggung, akademi yang secara bertahap akan menampung kelompok usia 6 hingga 15 tahun ini sudah menjalin kemitraan strategis dengan sejumlah klub di Jepang, Portugal, dan Belanda. Kolaborasi global ini membuka jalan lebar bagi para pemain muda lokal untuk mencicipi program latihan hingga trial di luar negeri. Rizky berharap Neo Gen mampu menjadi jembatan emas bagi talenta muda Indonesia menembus panggung internasional.

(Arif)

spot_img

Berita Terbaru