spot_imgspot_img
Jumat 17 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 62

Perubahan Nama Jabar jadi Provinsi Sunda Dapat Angin Segar dari DPRD

0
Provinsi Sunda fokusjabar.id
Rd. H. Holil Aksan Umarzen

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Saat ini, nama Provinsi Jawa Barat (Jabar) belum berubah dan masih sah secara hukum. Namun, wacana untuk mengubah nama menjadi Provinsi Tatar Sunda atau Pasundan sedang di perbincangkan.

Setelah lebih dari satu dekade di perjuangkan, usulan tersebut kini mendapat angin segar setelah di bahas dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi I DPRD Jawa Barat bersama koordinator dan pendukung usulan perubahan nama, Kamis (2/7/2026).

BACA JUGA:

Tak Punya TPA, Pemkot Bandung Ajukan Status Darurat Sampah ke Pemprov Jabar

Hasil rapat menyepakati agar aspirasi tersebut di lanjutkan ke tahapan legislasi resmi melalui mekanisme yang akan di tentukan DPRD Jawa Barat.

Dewan Pembina Gerakan Pilihan Sunda (Gerpis), Holil Aksan Umarzen menyambut baik dan bangga atas persetujuan DPRD Jawa Barat yang berencana menindaklanjuti aspirasi perubahan nama Provinsi Jawa Barat.

“Keputusan tersebut merupakan hasil audiensi antara DPRD Jawa Barat dengan tim pengusul serta menjadi tonggak penting dalam perjuangan mengembalikan identitas historis dan kultural masyarakat Sunda,” katanya.

Menurut Holil, keputusan DPRD Jawa Barat tersebut merupakan buah dari perjuangan panjang yang telah di lakukan oleh berbagai elemen masyarakat Sunda selama bertahun-tahun.

Dia turut menjadi bagian dari pengusung gagasan bersama tim Pengkaji Usulan Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat. Di antaranya Ganjar Kurnia, Adjie Esha serta para Prime Movers Kongres Sunda (Avi Taufik Hidayat, Andri Perkasa Kantaprawira) dan para Inohong Sunda yang melahirkan Maklumat Sunda Tahun 2022.

Aspirasi tersebut pernah di sampaikan secara resmi kepada Ketua DPD RI oleh Ketua LAK Galuh Pakuan R.M. Evi Silviadi bersama tokoh-tokoh Gerakan Pilihan Sunda (Andri Perkasa Kantaprawira, Hj. Eni Sumarni, Mayjen (Purn) Iwan Ridwan Sulanjana serta Ernawan S. Koesoemaatmadja) sebagai bagian dari ikhtiar konstitusional memperjuangkan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda.

“Saya menyambut baik dan bangga karena perjuangan yang telah kami bangun akhirnya mendapat ruang pembahasan secara resmi di DPRD Jawa Barat. Ini bukan sekadar perubahan nama. Melainkan ikhtiar mengembalikan identitas, marwah dan peradaban Sunda yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia,” tegas Holil.

BACA JUGA:

Gugur Saat Selamatkan Siswi, Pemprov Jabar Beri Penghargaan Atas Keberanian Satpam Banjaran

Dia menilai, di tengah era modern yang di tandai dengan globalisasi, disrupsi teknologi, persaingan ekonomi dan kompetisi antarwilayah yang semakin ketat, setiap daerah di tuntut memiliki identitas yang kuat sebagai modal pembangunan.

Nama Sunda bukan hanya simbol budaya. Retapi merupakan aset strategis yang mampu memperkuat karakter masyarakat, meningkatkan daya saing daerah, membangun citra (regional branding), menarik investasi, mengembangkan pariwisata, memperkuat ekonomi kreatif, melestarikan bahasa dan budaya, serta menjadi kebanggaan generasi muda.

“Di era modern, daerah yang memiliki identitas kuat akan lebih mudah membangun kepercayaan, memperkuat daya saing dan di kenal di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, Provinsi Sunda merupakan pilihan yang visioner, strategis dan mendasar. Baik dari aspek sejarah, budaya, sosial, ekonomi, pendidikan maupun pembangunan jangka panjang,” ungkap Ketua Dewan Paripurna Forum Koordinasi Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru (Forkoda PPDOB) Jawa Barat.

BACA JUGA:

Pemprov Jabar Tanggung Biaya Perawatan dan Beri Santunan Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

Holil menambahkan, nama Sunda memiliki legitimasi historis, filosofis, sosiologis dan kultural yang jauh lebih representatif di bandingkan sekadar penamaan berdasarkan posisi geografis sebagai Jawa Barat.

Nama tersebut merepresentasikan sebuah peradaban yang telah hidup dan berkembang selama berabad-abad.

Meski demikian, perjuangan tersebut harus tetap di tempuh melalui mekanisme konstitusional, berdasarkan kajian akademik yang komprehensif serta melibatkan partisipasi masyarakat secara luas. Dengan begitu, hasil keputusannya objektif dan dapat di pertanggungjawabkan.

Dia juga mengapresiasi seluruh pimpinan dan anggota DPRD Jawa Barat yang telah membuka ruang dialog dan memberikan persetujuan agar aspirasi tersebut di proses melalui tahapan legislasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Semoga proses ini berjalan secara demokratis, ilmiah dan konstitusional. Apapun hasil akhirnya nanti, saya berharap seluruh masyarakat tetap menjaga persatuan. Terpenting, nilai-nilai Sunda semakin hidup, budaya semakin lestari dan masyarakat Sunda semakin maju tanpa mengurangi semangat kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” imbuhnya.

Sebagai salah seorang pengusung sejak awal, Holil mengajak seluruh masyarakat Sunda untuk menjadikan momentum ini sebagai kebangkitan peradaban, bukan sekadar perubahan nomenklatur administratif.

BACA JUGA:

Kolaborasi Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung, Dedi Mulyadi Targetkan Bandung Kembali Berwibawa

“Membangun Sunda bukan hanya membangun sebuah nama. Yang kita bangun adalah peradaban, karakter dan masa depan masyarakat Sunda agar mampu berdiri sejajar dengan daerah-daerah maju di Indonesia maupun di dunia,” tutup Holil yang juga Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra).

(Bambang Fouristian)

Sawala Adat Budaya Sunda 10 Segera Digelar di Museum Bumi Nyai Tanggulun Garut

0
Sawala Adat Budaya Sunda Nyai Tanggulun fokusjabar.id
Ketua Bidang Seni dan Budaya Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Rachmansyah

GARUT, FOKUSJabar.id: Sawala Adat Budaya Sunda ke-X segera di gelar di Museum Bumi Nyai Tanggulun di Kampung Cianten Desa Ciwangi Kecamatan Balubur Limbangan Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), Senin (6/7/2026).

Kegiatan tersebut di sambut baik Ketua Bidang Seni dan Budaya Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Rachmansyah. Menurut Dia, Sawala Adat Budaya Sunda merupakan ritual turun-temurun.

BACA JUGA:

Optimalkan Pendapatan Daerah, Pemkab Garut-OJK Bersinergi

“Kami tentunya menyambut baik kegiatan ini dengan hati yang lapang dan semangat tinggi,” ungkap Dia, Kamis (2/7/2026).

Sebagai informasi, Museum Bumi Nyai Tanggulun merupakan ruang seni dan budaya yang di kelola oleh Yayasan Bhakti Asih Bumi Tangulun.

Museum tersebut menampilkan karya seni dan peninggalan bersejarah lokal. Fasilitas ini menjadi pusat kegiatan edukasi untuk melestarikan budaya dan tradisi Sunda.

Menurut Rachmansyah, Sawala Nyai Tanggulun mengajarkan kita untuk mengenal akar sejarah sendiri dan memahami falsafah hidup leluhur.

Karenanya, sebagai tindak lanjut strategis, sejumlah langkah segera di lakukan. Di antaranya,  menyusun susunan acara dan menunjuk pemandu dengan pemahaman budaya yang memadai.

Menyiapkan busana, atribut dan perlengkapan adat sesuai standar nilai budaya yang berlaku.

BACA JUGA:

Bupati Garut Apresiasi Pengabdian Polri untuk Masyarakat

“Acara sakralnya memberikan pengetahuan tentang 7 warisan leluhur Nyai Tanggulun (Pusaka lintas benua). Di antaranya, Qur’an/kitab kuno, Bokor peninggalan leluhur, Air Kahuripan, pohon Kelapa dan pohon Kawung),” ungkap Dia.

Bertindak sebagai pengarah kegiatan Sawala Adat Budaya Sunda ke-X, Dia menegaskan, peristiwa ini membuktikan kesungguhan PM Gatra dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan zaman dan kelestarian tradisi.

(Bambang Fouristian)

Pemkab Pangandaran Pasang WiFi Publik Gratis di 6 Titik

0
WiFi Publik Gratis Pangandaran fokusjabar.id
WiFi Publik Gratis di Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Nongkrong di Alun-alun Parigi atau upload sunset di Pantai Batukaras kini tak perlu boros kuota lagi karena Pemkab Pangandaran Jawa Barat (Jabar), resmi meluncurkan layanan WiFi Publik gratis di 6 titik strategis

WiFi Publik gratis Pemkab Pangandaran mulai berlaku Kamis (2/7/2026).

BACA JUGA:‎

Tak Banyak yang Tahu, Kadis Disdikpora Pangandaran Pernah Nyaris Berseragam Persib

‎Program ini di garap Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian atau Diskominfo Pangandaran sebagai langkah memperluas akses digital dan mendorong ekonomi kreatif di daerah wisata.

‎Kepala Diskominfo Pangandaran, Tonton Guntari memastikan seluruh titik sudah bisa langsung di gunakan masyarakat dan wisatawan.

‎“Enam lokasi yang sudah aktif WiFi Publik gratis, UMKM Alun-alun Parigi, Pasar Gimbal Mangunjaya, Masjid Al-Jabbar Kalipucang, Taman Sunset Pangandaran, Pantai Batukaras dan Pantai Madasari,” kata Tonton.

‎”Cukup hubungkan smartphone, tablet atau laptop ke jaringan WiFi Publik yang tersedia. Tanpa biaya, tanpa registrasi ribet,” tambahnya.

‎Tonton menyebut, WiFi gratis ini punya dampak multisektoral.

‎“Bagi sektor ekonomi, fasilitas ini sangat mendukung pelaku UMKM untuk jualan online, memperluas promosi serta memudahkan transaksi digital,” katanya.

‎Untuk pelajar dan mahasiswa, WiFi ini bisa di pakai belajar atau kerja dengan gaya Work From Anywhere atau WFA.

‎“Sementara untuk pariwisata, wisatawan bisa langsung unggah keseruan secara real-time. Itu promosi gratis bagi destinasi wisata Pangandaran,” ujarnya.

‎Kepala Bidang Aptikasan Diskominfo Pangandaran, Galih Avomegi menjelaskan, 6 titik itu tidak asal pilih.

‎“Kami merujuk pada regulasi pusat. Area krusial seperti fasilitas umum, sentra ekonomi dan pariwisata unggulan harus ter-cover jaringan stabil,” katanya.

BACA JUGA:

SMKN 1 Pangandaran Resmi Jadi SMK Maung, Nilai di Bawah 80 Gugur

‎Langkah ini mengacu pada Surat Edaran Kemendagri Nomor 500.8.7/4586/Bangda, PP No46 Tahun 2021 dan Permendagri No15 Tahun 2024 tentang fasilitasi internet di ruang publik.

‎Ke depan, cakupannya akan di perluas. Hal ini sejalan dengan arahan pusat soal penanganan blankspot sampai tingkat desa.

‎”Kami akan terus evaluasi dan tambah titik penting lainnya di Pangandaran,” jelas Galih.

‎Program WiFi Publik ini merupakan bagian dari Asta Cita ke-3 pemerintah untuk mendorong kewirausahaan, industri kreatif dan pembangunan infrastruktur.

‎Menurutnya, program Ini juga selaras dengan RPJMN 2025-2029 yang menjadikan transformasi digital sebagai prioritas.

‎“Target kami, literasi digital naik, UMKM maju dan daya saing pariwisata Pangandaran makin kuat di era digital,” kata Tonton. \\

(Sajidin)

Satpol PP Kota Bandung Sita 274.427 Batang Rokok Ilegal

0
satpol pp rokok ilegal fokusjabar.id
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung Bambang Sukardi (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) terus memperketat pengawasan dan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal yang masih di temukan di sejumlah wilayah.

Menurut Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, upaya tersebut di lakukan untuk menekan potensi kerugian negara akibat hilangnya penerimaan cukai sekaligus mengendalikan peredaran produk yang di nilai berisiko bagi masyarakat.

BACA JUGA:

Libur Sekolah, Satpol PP Kota Bandung Patroli 24 Jam

Selain di jual dengan harga lebih murah, rokok ilegal di ketahui masih beredar melalui berbagai jalur distribusi. Produk tersebut di pasok ke warung serta toko secara langsung maupun melalui jasa ekspedisi dan jasa titipan.

Bambang Sukardi mengatakan, sepanjang tahun 2025 pihaknya bersama Bea Cukai telah melakukan penindakan dan menyita sebanyak 274.427 batang rokok ilegal dari sejumlah kios dan toko di Kota Bandung.

“Penertiban itu sudah jadi program kita di bawah kerja sama antara Bidang PPHD dengan Bea Cukai dan kadang-kadang kita juga kerja sama dengan Provinsi Jawa Barat,” kata Bambang, Kamis (2/7/2026).

Dia menyebut, sasaran operasi tidak hanya menyasar kios. Tetapi juga toko yang telah masuk pemetaan dan target pengawasan bersama Bea Cukai.

Ia menyebut, pemasok rokok ilegal umumnya menggunakan cara distribusi tertutup dan di lakukan secara sembunyi-sembunyi. Sehingga pengawasan terus di perkuat.

“Makanya kita selalu lihat targetnya sesuai dengan sasaran hasil mitigasi kita. Kalau ada temuan kita langsung amankan bersama Bea Cukai,” katanya.

Bambang menjelaskan, setiap rokok ilegal yang di temukan dalam operasi penertiban langsung di amankan sebagai barang bukti dan di proses sesuai ketentuan. Barang tersebut kemudian di musnahkan setelah mendapat persetujuan dari petugas Bea Cukai.

“Rokok ilegal memang tidak boleh di simpan, harus di musnahkan dan itu tercatat sebagai barbuk yang sudah di amankan oleh Bea Cukai,” jelasnya.

BACA JUGA:

Harga Ayam Potong di Pasar Kosambi Kota Bandung Turun Akibat Perang Harga

Bambang memastikan, operasi penertiban rokok ilegal akan terus di lakukan sebagai bagian dari upaya menjaga penerimaan negara dan menekan peredarannya di masyarakat.

“Penertiban akan terus kami lakukan bersama Bea Cukai. Tujuannya bukan hanya mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor cukai. Tetapi juga menekan peredaran rokok ilegal agar tidak semakin meluas di Kota Bandung,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Libur Sekolah, Satpol PP Kota Bandung Patroli 24 Jam

0
satpol pp kota bandung fokusjabar.id
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung Bambang Sukardi (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) meningkatkan patroli selama 24 jam di sejumlah kawasan wisata dan pusat keramaian selama masa libur sekolah.

Hal itu di lakukan untuk menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan masyarakat serta wisatawan yang memadati kawasan pusat kota.

BACA JUGA:

Terminal Cicaheum Tutup, 150 Bus Hijrah ke Leuwipanjang, Keberangkatan Langsung Melonjak

Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi mengatakan, patroli di lakukan dalam tiga shift. Dengan begitu, pengawasan berlangsung sepanjang hari. Terutama di kawasan yang menjadi tujuan wisata.

“Kita ada monitor. Karena kita kan ada tiga shift. Jadi dimonitor 24 jam. Apalagi sedang liburan sekolah, terutama yang berada di kawasan perkotaan,” kata Bambang, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, patroli di perketat menyusul meningkatnya wisatawan di sejumlah kawasan wisata. Terutama di jalan Asia Afrika. Pengawasan di lakukan agar aktivitas para pengunjung tetap aman, tertib dan nyaman.

“Tadi juga saya lewat ke Jalan Asia Afrika, ternyata luar biasa juga pengunjung di sana. Jangan sampai kenyamanan para pengunjung terganggu dengan adanya beberapa pelanggaran. Misalnya pengamen yang memaksa, foto yang memaksa. Itu kan tidak di perkenankan,” katanya.

Selain melakukan penertiban, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar menjaga ketertiban, keselamatan dan kebersihan selama berada di ruang publik.

“Pada prinsipnya kita mengimbau. Yang paling pokok jaga keselamatan, ketertibannya, kemudian jangan membuang sampah,” ucapnya.

Bambang menjelaskan, pengawasan di fokuskan di sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas wisatawan. Seperti Jalan Dalam Kaum, Alun-alun Bandung, Jalan Kepatihan, Jalan Asia Afrika, Braga Pendek, Braga Panjang hingga Jalan Suniaraja.

“Pusat kota menjadi perhatian kita karena merupakan pusat pergerakan wisatawan,” jelasnya.

Tak hanya mengawasi aktivitas masyarakat, Satpol PP juga melakukan patroli khusus untuk menertibkan bangunan liar, kios, spanduk, baliho, banner, hingga reklame yang dipasang tidak sesuai aturan.

BACA JUGA:

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Cimahi Tampilkan Atraksi K9 dan Simulasi Penanganan Tawuran

“Itu juga kita awasi, karena sesuai arahan Pak Gubernur tidak boleh ada pemasangan kembali di tempat-tempat perkotaan yang melanggar ketentuan,” ujarnya.

Selain itu, patroli malam tetap di lakukan secara rutin. Khususnya terhadap tempat hiburan malam. Selain menjadi agenda pengawasan menjelang hari besar keagamaan, patroli juga di lakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat.

“Banyak juga pengaduan dari masyarakat. Ada beberapa tempat hiburan yang meresahkan ataupun di sinyalir menjual minuman tidak berizin. Itu tetap kita tindak dan kita tindak lanjuti,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Ini Jadwal Latihan Perdana Persib Bandung

0
persib bandung fokusjabar.id
Pelatih Persib, Igor Tolic (foto: persib.co.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic segera mematangkan agenda persiapan tim menjelang bergulirnya kompetisi pada musim 2026/2027.

Rencananya, Dia mulai program latihan pada 7 Juli 2026 mendatang. Bagi Igor Tolic, ini akan menjadi momen spesial yang di percaya menjadi pelatih kepala Persib Bandung.

BACA JUGA:

Jaga Identitas Sakral Klub, Balad Galuh Janji Setia Kawal PSGC Ciamis di Kasta Liga 2

“Kami akan mulai latihan pada tanggal 7 Juli,” kata Tolic di kutip persib.co.id, Kamis (2/7/2026).

Menurut Dia, manajemen, tim pelatih dan pemain saat ini tengah berkoordinasi intensif agar masa persiapan pramusim ini bisa berjalan dengan baik.

“Kami sedang mengupayakan segala hal agar seluruh pemain dapat hadir sejak awal,” ucapnya.

Agenda pramusim di nilai sangat krusial bagi tim kebanggaan Bobotoh.

Selain berstatus sebagai juara bertahan dalam tiga musim beruntun, Pangeran Biru juga di hadapkan pada jadwal kompetisi yang sangat padat. Termasuk ajang ASEAN Club Championship (ACC) 2026/2027 dan AFC Champions League Two.

BACA JUGA:

PSGC Ciamis Resmi Jadi Tim Satelit Persib, dr. Imam Siap Turunkan Tim Medis Terbaik untuk Liga 2

Meurutnya, kehadiran pemain sejak sesi latihan perdana di harapkan dapat mempercepat proses adaptasi taktik serta pemulihan kondisi fisik setelah libur kompetisi.

Tim pelatih ingin memastikan kedalaman skuad pramusim ini terbangun dengan kokoh demi menjaga stabilitas performa tim di semua ajang yang akan di ikuti.

(Bambang Fourisrtian)

99 Mahasiswa STISIP Bina Putera Banjar Ikut Program KKN

0
STISIP Bina Putera Banjar fokusjabar.id
Wakil Wali Kota Banjar Supriana menyematkan topi tanda pelepasan KKN. (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Sedikitnya 99 mahasiswa semester VI STISIP Bina Putera Banjar resmi mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2025/2026.

Program pengabdian masyarakat tersebut mengusung tema “Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Potensi Desa” dengan lokasi KKN di empat kecamatan.

BACA JUGA:

HUT Bhayangkara Ke-80, Polres Banjar Bagikan Traktor Gratis Demi Pacu Ketahanan Pangan

Pelepasan peserta KKN Bina Putera Banjar di hadiri jajaran civitas akademika serta Wakil Wali Kota Banjar, Supriana, Kamis (2/7/2026) di Pendopo.

Ketua STISIP Bina Putera Banjar, Tina Cahya Mulyatin mengatakan, peserta KKN berasal dari dua program studi. Yakni, Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Bisnis.

Seluruhnya merupakan mahasiswa semester VI yang akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat selama program KKN berlangsung.

“Hari ini kami melepas 99 peserta KKN dari dua program studi,” ujarnya.

Menurut Tina, pelaksanaan KKN 2026 memiliki perbedaan di bandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya mahasiswa di terjunkan ke wilayah Kabupaten Ciamis, kali ini seluruh peserta di tempatkan di Kota Banjar sebagai bentuk dukungan terhadap program pembangunan daerah.

“Kami ingin menyinkronkan program KKN dengan program Pemerintah Kota Banjar. STISIP Bina Putera Banjar ingin berkontribusi terhadap perkembangan Kota Banjar. Khususnya dalam bidang ekonomi, dengan menggali berbagai potensi yang di miliki desa,” katanya.

Ia menjelaskan, penentuan tujuh desa lokasi KKN di lakukan setelah pihak kampus melakukan kajian terhadap program prioritas Pemerintah Kota Banjar. Terutama yang di susun oleh Bappelitbangda dan perangkat daerah terkait.

Selain melihat potensi desa, penempatan mahasiswa juga di  sesuaikan dengan kebutuhan pembangunan yang sedang di jalankan pemerintah.

“Kami melihat potensi desa sekaligus menyelaraskannya dengan program-program pemerintah. Harapannya, mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan membantu mendorong pengembangan ekonomi lokal,” jelasnya.

Tina berharap, kolaborasi antara STISIP Bina Putera Banjar dan Pemerintah Kota dapat terus berlanjut. Sehingga program KKN menjadi agenda berkelanjutan.

BACA JUGA:

Perumda Tirta Anom Umumkan Gangguan Air, Ini Penyebab dan Imbauannya

“Kalau kerja sama ini berjalan baik, kami berharap program KKN dapat terus berlanjut. Tahun ini fokus pada pengembangan ekonomi desa. Dan tahun berikutnya bisa di kembangkan ke bidang sosial, budaya maupun tema lainnya yang tetap berkesinambungan di desa yang sama,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keterbatasan jumlah peserta membuat kampus belum dapat menjangkau seluruh desa dan kelurahan di Kota Banjar.

“Dengan jumlah peserta 99 orang, tentu kami belum bisa mencakup seluruh desa dan kelurahan. Karena itu kami menentukan lokasi berdasarkan skala prioritas sesuai program pembangunan daerah. Ke depan, apabila program ini berjalan sukses, bukan tidak mungkin cakupan desa akan di perluas,” tuturnya.

Wakil Wali Kota Banjar, Supriana mengapresiasi sinergi yang di bangun STISIP Bina Putera Banjar melalui program KKN yang selaras dengan arah pembangunan daerah.

“Mahasiswa KKN di harapkan tidak hanya menjalankan kewajiban akademik. Tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Potensi yang di miliki setiap desa perlu di gali dan di kembangkan agar mampu meningkatkan perekonomian masyarakat serta mendukung program pembangunan Pemerintah Kota Banjar,” ujar Supriana.

Ia berharap, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah terus di perkuat. Sehingga hasil pengabdian mahasiswa benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kamiingin sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah ini terus berlanjut. Sehingga manfaatnya benar-benar di rasakan oleh masyarakat,” katanya.

Kehadiran mahasiswa di desa di harapkan mampu melahirkan inovasi serta mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

(Agus Purwadi)