spot_imgspot_img
Jumat 17 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

20 Tahun Tsunami: 880 Siswa SMAN 1 Pangandaran Dilatih Hadapi Bencana

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Sebanyak 880 pelajar SMAN 1 Pangandaran Jawa Barat (Jabar) mendadak panik. Suara sirine gempa yang berbunyi berulang kali membuat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terhenti.

‎Mereka yang tengah fokus belajar langsung berlindung di bawah meja. Dalam hitungan detik, suasana kelas yang tadinya tenang berubah menjadi gelisah.

BACA JUGA:

52 Hektare Sawah di Pangandaran Kekeringan

‎Suara sirine yang tak kunjung berhenti membuat ratusan pelajar berhamburan keluar ruangan untuk menyelamatkan diri ke zona yang lebih aman.

‎Suasana semakin mencekam saat para guru berteriak memberikan instruksi agar seluruh siswa tetap tenang dan berlindung.

‎Beberapa siswa di gedung lantai dua tampak turun sambil memegangi kepala menggunakan tas sekolahnya. Ada juga yang menggunakan kursi sebagai pelindung. Sebagian lagi berpegang tangan dengan temannya.

‎Setelah sirine berbunyi selama kurang lebih satu menit, pengeras suara sekolah kemudian mengumumkan bahwa ini adalah simulasi gempa bumi dan tsunami.

‎Mendengar pengumuman itu, para siswa berjalan merunduk mengikuti jalur evakuasi yang sudah di tentukan menuju titik kumpul di lapangan utama sekolah.

‎Kepala SMAN 1 Pangandaran, Mulyana mengatakan, simulasi ini sengaja di gelar untuk melatih kesiapsiagaan warga sekolah. Mengingat Pangandaran merupakan daerah rawan bencana gempa dan tsunami.

‎“Jadi ketika terjadi gempa, para siswa sudah tahu apa yang harus di lakukan. Selamatkan diri dulu, jangan panik dan ikuti jalur evakuasi,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).

Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami mengatakan, 17 Juli merupakan peringatan 20 tahun tsunami di wilayahnya.

‎”Jadi 17 Juli 2006 itu terjadi tsunami di Pangandaran) dengan gempa 7,7 magnitudo. Gempanya tidak begitu besar tetapi di susul dengan tsunami yang begitu dahsyat,” kisah Citra.

BACA JUGA:

Video Bupati Pangandaran Citra Pitriyami Joget Bareng Kader Posyandu Viral di Media Sosial

‎Citra mengatakan, akibat bencana tersebut, lebih dari 600 jiwa meninggal dunia akibat tersapu ombak.

‎”Itu terjadi karena keterkejutan dan ketidaktahuan masyarakat dalam menghadapi bencana,” katanya.

‎Oleh karena itu, pihaknya mengadakan simulasi guna mengantisipasi apabila terjadi gempa bumi.

‎”Pusatnya di SMAN 1 Pangandaran. Dengan begitu, anak-anak sekolah sudah tahu apa yang harus di lakukan apabila terjadi bencana tsunami,” ujarnya.

‎(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru