PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Sebanyak 880 pelajar SMAN 1 Pangandaran Jawa Barat (Jabar) mendadak panik. Suara sirine gempa yang berbunyi berulang kali membuat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terhenti.
Mereka yang tengah fokus belajar langsung berlindung di bawah meja. Dalam hitungan detik, suasana kelas yang tadinya tenang berubah menjadi gelisah.
BACA JUGA:
52 Hektare Sawah di Pangandaran Kekeringan
Suara sirine yang tak kunjung berhenti membuat ratusan pelajar berhamburan keluar ruangan untuk menyelamatkan diri ke zona yang lebih aman.
Suasana semakin mencekam saat para guru berteriak memberikan instruksi agar seluruh siswa tetap tenang dan berlindung.
Beberapa siswa di gedung lantai dua tampak turun sambil memegangi kepala menggunakan tas sekolahnya. Ada juga yang menggunakan kursi sebagai pelindung. Sebagian lagi berpegang tangan dengan temannya.
Setelah sirine berbunyi selama kurang lebih satu menit, pengeras suara sekolah kemudian mengumumkan bahwa ini adalah simulasi gempa bumi dan tsunami.
Mendengar pengumuman itu, para siswa berjalan merunduk mengikuti jalur evakuasi yang sudah di tentukan menuju titik kumpul di lapangan utama sekolah.
Kepala SMAN 1 Pangandaran, Mulyana mengatakan, simulasi ini sengaja di gelar untuk melatih kesiapsiagaan warga sekolah. Mengingat Pangandaran merupakan daerah rawan bencana gempa dan tsunami.
“Jadi ketika terjadi gempa, para siswa sudah tahu apa yang harus di lakukan. Selamatkan diri dulu, jangan panik dan ikuti jalur evakuasi,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).
Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami mengatakan, 17 Juli merupakan peringatan 20 tahun tsunami di wilayahnya.
”Jadi 17 Juli 2006 itu terjadi tsunami di Pangandaran) dengan gempa 7,7 magnitudo. Gempanya tidak begitu besar tetapi di susul dengan tsunami yang begitu dahsyat,” kisah Citra.
BACA JUGA:
Video Bupati Pangandaran Citra Pitriyami Joget Bareng Kader Posyandu Viral di Media Sosial
Citra mengatakan, akibat bencana tersebut, lebih dari 600 jiwa meninggal dunia akibat tersapu ombak.
”Itu terjadi karena keterkejutan dan ketidaktahuan masyarakat dalam menghadapi bencana,” katanya.
Oleh karena itu, pihaknya mengadakan simulasi guna mengantisipasi apabila terjadi gempa bumi.
”Pusatnya di SMAN 1 Pangandaran. Dengan begitu, anak-anak sekolah sudah tahu apa yang harus di lakukan apabila terjadi bencana tsunami,” ujarnya.
(Sajidin)



