spot_imgspot_img
Kamis 16 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 60

30 H Sawah Kekeringan, Petani Desa Cibunar Garut Gagal Panen

0
Petani Desa Cibunar fokusjabar.id
Kondisi tanaman padi di Desa Cibunar

GARUT, FOKUSJabar.id: Puluhan petani di Desa Cibunar Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) mengalami gagal panen. Bagaimana tidak, sekitar 30 hektare sawah padi mereka rusak dan tidak bisa di panen akibat kekeringan selama satu bulan terakhir.

Kerugian yang di alami petani sekitar Rp100 juta. Musim Tanam (MT) II, Mei-Juni 2026 menjadi salah satu yang terberat bagi petani Desa Cibunar.

BACA JUGA:

Budi Rahadian: HUT ke-80 Bhayangkara jadi Titik Penguatan Profesionalisme Polri

“Air kering, tanaman padi mati sebelum berbuah,” kata Petani Kampung Salam Desa, RW11 Desa Cibunar, H. Juharya, Rabu (1/7/2026).

Menurut Dia, lahan pertanian di Desa Cibunar merupakan lahan tadah hujan, salah satunya Blok Cilok. Sehingga Ketika musim kemarau tiba tidak bisa di tanami.

“Saat ini tak ada hujan. Tanaman Padi umur satu bulan langsung menguning,” ungkapnya.

Kondisi tersebut di benarkan petani lainnya, Asep. Dia menyebut, gagal panen paling parah terjadi di lahan tadah hujan dan sawah yang jauh dari sumber air.

Gagal panen memukul ekonomi warga. Banyak petani terpaksa mencari pekerjaan sampingan untuk menutup kebutuhan sehari-hari dan bayar utang pupuk.

“Kami tidak bisa berbuat banyak. Untuk biaya hidup sehari-hari ada yang beralih menjadi buruh dan urbanisasi,” kata Asep.

Petani Desa Cibunar berharap, pemerintah mengalokasikan anggaran pembuatan sumur dangkal agar tak lagi kesulitan air saat musim kemarau.

“Satu-satunya harapan kami, pemerintah membuat sumur dangkal,” tegas Asep.

BACA JUGA:

Arti dan Makna Logo Wanoja Gatra Spirit of Limbangan Ngadaun Ngora

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia akan berlangsung lebih kering dan berdurasi lebih panjang.

Puncak musim kemarau di perkirakan terjadi pada bulan Juli hingga September 2026. Dengan dampak terluas di proyeksikan pada bulan Agustus.

Berikut rincian prediksi BMKG:

Awal musim kemarau mulai telah di mulai secara bertahap sejak April hingga Juni 2026.

Awal musim kemarau ini di prediksi datang lebih awal di sebagian besar wilayah.

Faktor pemicu adanya indikasi fenomena El Niño yang mulai aktif pada pertengahan tahun memicu kondisi menjadi lebih kering dan panas.

Masyarakat di imbau untuk memperkuat antisipasi ketersediaan air bersih dan bersiap menghadapi risiko kekeringan maupun Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

(Bambang Fouristian)

Persib Resmi Jadikan PSGC Ciamis Tim Satelit, Akademi hingga Pemain Akan Disinergikan

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
CEO PSGC Ciamis, Herdiat Sunara, Sponsor PSGC Ciamis Dr. Imam dan Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan dalam penandatanganan MOu Kerjasama Persib dan PSGC Ciamis di RSOP Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sejarah baru resmi tercipta bagi dunia sepak bola Priangan Timur. PSGC Ciamis kini resmi menyandang status sebagai Tim Satelit Persib Bandung setelah manajemen kedua klub menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama jangka panjang di RSOP Kabupaten Ciamis, Rabu (1/7/2026).

Kolaborasi strategis ini mengakhiri kepanikan manajemen Laskar Galuh menjelang bergulirnya kompetisi Liga 2 yang menuntut standar tata kelola klub profesional tingkat tinggi.

Baca Juga: Persib Resmi Umumkan Rekrut Gabriel Mutombo

Sempat Panik dan Lutut Gemetar Pikirkan Finansial Liga 2

CEO PSGC Ciamis, Herdiat Sunara, membeberkan kisah emosional di balik layar sebelum kesepakatan megah ini terwujud. Herdiat mengaku sempat mengalami kepanikan luar biasa dan merasa kebingungan saat PSGC lolos ke babak 32 besar.

Kepanikan Herdiat semakin memuncak ketika ia mulai mengulik rincian biaya operasional pengelolaan klub Liga 2 dari beberapa pemilik tim profesional.

“Begitu nanya anggaran ke dua sampai tiga klub profesional, langsung lutut saya bergetar. Beruntung, pada pertengahan Maret, saya bertemu Pak Adit (Adhitia Putra Herawan) hingga akhirnya kami sowan ke sesepuh Persib asal putra daerah, Pak Haji Umuh Muchtar, yang langsung memberikan dukungan penuh,” ungkap Herdiat jujur.

Herdiat juga menceritakan peran luar biasa dari seorang donatur bernama Dr. Imam. Melalui komunikasi singkat sebelum bertolak ke Rumania, Dr. Imam langsung merespons keluhan finansial PSGC dengan tindakan nyata yang sangat mengejutkan.

“Saya tidak menyangka sama sekali dengan respons luar biasa dari Pak Dr. Imam. Besoknya saat kami cek di rekening PSGC, sudah tertera dana segar senilai Rp7,5 miliar. Kami merasa sangat tertolong,” tambah Herdiat.

Tiga Poin Sakral Kolaborasi Persib dan PSGC Ciamis

Meskipun Persib Bandung mengambil alih pengelolaan tim, Herdiat memastikan dua hal penting yang menjadi tuntutan warga Ciamis tetap aman. Pertama, PSGC tidak akan mengubah nama klub kebanggaan masyarakat tersebut. Kedua, Laskar Galuh akan tetap menggunakan Stadion Galuh sebagai markas utama (home base) mereka.

Sementara itu, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, menjelaskan tiga poin utama dari kesepakatan strategis ini:

  1. Tata Kelola Profesional: Persib akan membantu PSGC Ciamis memenuhi standar ketat club licensing Liga 2, mulai dari pembenahan rumput, lampu stadion, hingga fasilitas tempat latihan.
  2. Berbagi Pemain (Share Knowledge & Squad): PSGC Ciamis akan menjadi wadah bagi para pemain muda potensial Persib untuk memburu menit bermain (match fitness). Komposisi tim akan memadukan bakat muda seperti penggawa Timnas U-20, Nazril Afaro, dengan bantuan beberapa pemain senior Persib. Persib juga sedang menjajaki pengiriman tiga pemain berlabel nasional ke Ciamis.
  3. Penyelarasan Akademi Sepak Bola: Persib akan menurunkan seluruh kurikulum Akademi Persib yang paling mutakhir untuk membangun Akademi Sepak Bola PSGC Ciamis.

(IrfansyahRiza)

Hartono Soekwanto Ungkap Kiprah Dr. Veronica Janty dalam Pengembangan Akupuntur Telinga

0
Hartono Soekwanto bersama trofi mewah hasil kolaborasi antara desainer Indonesia dan UMKM asal Boyolali menjadi simbol kemenangan di ajang bergengsi World Nishikigoi Club (WNC) yang digelar di Hiroshima, Jepang
Hartono Soekwanto bersama trofi mewah hasil kolaborasi antara desainer Indonesia dan UMKM asal Boyolali menjadi simbol kemenangan di ajang bergengsi World Nishikigoi Club (WNC) yang digelar di Hiroshima, Jepang

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pengusaha sukses asal Bandung sekaligus Bos Koi, Hartono Soekwanto, membagikan sebuah kisah inspiratif mengenai dunia pengobatan alternatif. Kali ini, ia menyoroti sosok dalam dunia medis, Dr. Veronica Janty, yang berhasil membawa praktik akupuntur di Indonesia ke level yang jauh lebih tinggi. Prakterk Dr. Veronica Janty di Jl. Hegar Asih II No.48, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat.

Dokter Veronica terkenal berkat keahliannya mengembangkan metode aurikular akupuntur atau terapi tusuk jarum khusus pada area telinga.

Menemukan Integrasi Saraf Seluruh Organ di Daun Telinga

Jika praktik akupuntur konvensional menyebarkan tusukan jarum ke berbagai bagian tubuh, Dokter Veronica justru menemukan formula yang lebih spesifik. Lewat studinya, ia membuktikan bahwa jaringan saraf dari seluruh organ tubuh manusia mulai dari paru-paru, jantung, hingga sistem pencernaan terintegrasi secara sempurna pada daun telinga.

Melalui pemetaan titik saraf di telinga tersebut, Dokter Veronica mampu menstimulasi kesembuhan berbagai penyakit dari satu pusat. Metode unik inilah yang membuat nama beliau sangat populer di Kota Kembang sebagai ahli pengobatan alternatif yang mujarab.

Menjadi Jujukan Pasien Stroke, GERD, hingga Program Diet

Kehebatan klinis Dokter Veronica menarik perhatian banyak pasien dari berbagai kalangan. Banyak penderita stroke yang mendatangi tempat praktiknya untuk memulihkan fungsi gerak tubuh mereka.

Selain penyakit berat, terapi jarum telinga ini juga menjadi solusi efektif untuk mengatasi masalah lambung kronis (gut health dan GERD) serta membantu menyukseskan program diet sehat. Beberapa tokoh lokal, termasuk Umar Swat dan Pak Ogel, rutin menjalani terapi di sini untuk menjaga kebugaran tubuh serta menyembuhkan masalah pencernaan mereka.

Bagi masyarakat yang ingin merasakan langsung manfaat terapi saraf telinga ini, Dr. Veronica Janty membuka klinik praktiknya di Jl. Hegar Asih II No.48, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat.

(Irfansyah)

Budi Rahadian: HUT ke-80 Bhayangkara jadi Titik Penguatan Profesionalisme Polri

0
HUT ke-80 Bhayangkara fokusjabar.id
Budi Rahadian, SH

GARUT, FOKUSJabar.id: Ketua DPC Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI) Kabupaten Garut, Budi Rahadian mengungkapkan, HUT ke-80 Bhayangkara menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen Polri dalam meningkatkan profesionalisme, integritas serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Momentum tersebut di nilai bukan sekadar peringatan hari lahir institusi Polri. Namun menjadi refleksi atas perjalanan panjang pengabdian selama delapan dekade dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan.

BACA JUGA:

Arti dan Makna Logo Wanoja Gatra Spirit of Limbangan Ngadaun Ngora

“Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Mudah-mudaan menjadi momentum sebagai titik penguatan profesionalisme, integritas dan pelayanan yang semakin berorientasi pada kepentingan masyarakat,” kata Budi.

Dia menyebut, “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat,” mengandung makna yang sangat mendalam.

Tema tersebut harus menjadi semangat bersama agar Polri terus menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, berintegritas serta mampu menjawab harapan masyarakat terhadap penegakan hukum yang adil dan berkeadilan.

BACA JUGA:

Sengketa Tanah Berakhir, Mantan Kades Sukarame Garut Bersyukur

“Kami keluarga besar DPC PPKHI Kabupaten Garut mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polri semakin profesional, presisi dan senantiasa menjadi pelindung, pengayom serta pelayan masyarakat yang mampu memberikan rasa aman, kepastian hukum dan keadilan,” ungkap Budi Rahadian.

Sebagai organisasi profesi yang menaungi advokat dan konsultan hukum, DPC PPKHI Kabupaten Garut memandang bahwa sinergi antara seluruh Aparat Penegak Hukum (APH) menjadi fondasi penting dalam membangun sistem hukum yang berintegritas, transparan dan berpihak pada keadilan.

Memasuki usia pengabdian yang ke-80, Polri menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring perkembangan zaman. Karena itu, peningkatan profesionalisme, integritas dan kualitas pelayanan publik harus terus menjadi prioritas agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian semakin kuat.

Kepercayaan publik merupakan modal utama yang harus di jaga melalui penegakan hukum yang objektif, pelayanan yang cepat dan humanis serta komitmen untuk selalu hadir memberikan solusi atas berbagai persoalan yang di hadapi masyarakat.

BACA JUGA:

Bupati Garut Perkuat Lindungi Generasi Muda dari Narkoba

Budi berharap, semangat “80 tahun mengabdi tidak berhenti sebagai slogan peringatan semata. Namun benar-benar di wujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas serta pengabdian kepada bangsa dan negara.

(Bambang Fouristian)

Arti dan Makna Logo Wanoja Gatra Spirit of Limbangan Ngadaun Ngora

0
Logo Wanoja Gatra fokusjabar.id
Ketum Wanoja Gatra, Hj Ai Ratna Yuliani (tengah)

GARUT, FOKUSJabar.id: Logo Wanoja Gatra merupakan representasi jati diri, semangat perjuangan dan visi besar perempuan Garut Utara dalam membangun keluarga, melestarikan budaya Sunda serta berkontribusi bagi kemajuan masyarakat.

Menurut Ketua Umum Wanoja Gatra, Hj Ai Ratna Yuliani, setiap unsur dalam logo memiliki filosofi yang saling berkaitan dan mencerminkan nilai-nilai luhur yang menjadi landasan pergerakan.

BACA JUGA:

Wanoja Gatra Spirit of Limbangan Ngadaun Ngora

  1. Bentuk Lingkaran

Lingkaran melambangkan persatuan, persaudaraan, keutuhan dan kesinambungan perjuangan.

Tidak memiliki awal maupun akhir, lingkaran menjadi simbol bahwa pengabdian perempuan kepada keluarga, masyarakat, budaya dan bangsa merupakan perjuangan yang berlangsung sepanjang masa.

  1. Tulisan “Spirit Of”

Menggambarkan jiwa dan semangat yang menggerakkan seluruh aktivitas Wanoja Gatra.

Spirit tersebut adalah semangat kebangkitan perempuan Sunda yang berlandaskan nilai agama, budaya, pendidikan, gotong royong dan pengabdian kepada masyarakat.

  1. Tulisan “Wanoja Gatra 2026”

Menjadi identitas organisasi perempuan Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra) yang resmi di bentuk pada tahun 2026.

Angka tersebut menandai awal lahirnya gerakan perempuan yang memiliki visi besar membangun peradaban melalui pemberdayaan perempuan dan pelestarian budaya.

  1. Siluet Perempuan Abstrak

Sosok perempuan di gambarkan secara abstrak sebagai simbol seluruh perempuan Garut Utara tanpa membedakan usia, profesi maupun latar belakang.

Siluet tersebut melambangkan kelembutan yang berpadu dengan keteguhan, kecerdasan, kepemimpinan, kasih sayang dan kekuatan moral sebagai pilar keluarga serta penggerak perubahan sosial.

  1. Bunga Putih

Bunga melambangkan kesucian hati, ketulusan, keikhlasan, kasih sayang serta kemuliaan akhlak.

Nilai-nilai tersebut menjadi karakter utama perempuan Sunda dalam membangun kehidupan yang harmonis.

  1. Daun Hijau

Daun melambangkan pertumbuhan, harapan, kesuburan dan keberlanjutan kehidupan.

Filosofi ini sejalan dengan semangat Ngadaun Ngora. Yaitu terus bertumbuh, memperbaharui diri, memberi manfaat dan menghadirkan kehidupan baru bagi masyarakat.

  1. Gunung

Gunung menggambarkan karakter Garut Utara yang kokoh, kuat dan memiliki cita-cita tinggi.

Gunung juga menjadi simbol keteguhan prinsip, ketahanan menghadapi tantangan serta semangat untuk terus maju tanpa meninggalkan akar budaya.

  1. Gelombang Air

Air melambangkan sumber kehidupan, kesejukan, kebersihan hati, keluwesan dan kemampuan beradaptasi.

BACA JUGA:

Musda Golkar untuk Perubahan Nasib Rakyat Garut

Sebagaimana air yang selalu memberi manfaat, perempuan di harapkan menjadi sumber keteduhan dan solusi bagi keluarga serta masyarakat.

  1. Padi

Dua tangkai padi melambangkan kemakmuran, kesejahteraan, kerja keras serta kerendahan hati.

Semakin berisi semakin merunduk, menjadi filosofi bahwa ilmu, pengalaman dan keberhasilan harus melahirkan sikap rendah hati serta pengabdian kepada sesama.

  1. Tunas Kembang Wijaya Kusumah

Tunas Kembang Wijaya Kusumah merupakan ikon utama Spirit of Limbangan Ngadaun Ngora.

Simbol ini melambangkan harapan baru, kebangkitan, regenerasi, kemuliaan dan lahirnya peradaban baru yang tumbuh dari akar budaya Sunda.

BACA JUGA:

Sengketa Tanah Berakhir, Mantan Kades Sukarame Garut Bersyukur

Dalam filosofi Limbangan, tunas Wijaya Kusumah bukan sekadar lambang bunga. Tetapi simbol kehidupan yang terus bertumbuh yang menggambarkan semangat pembaruan yang tidak pernah terputus, melahirkan generasi yang lebih unggul tanpa meninggalkan nilai-nilai leluhur.

Bagi Wanoja Gatra, Tunas Kembang Wijaya Kusumah menjadi perlambang bahwa perempuan adalah ibu peradaban, pendidik pertama dalam keluarga, penjaga budaya, pembentuk karakter bangsa dan penggerak kebangkitan masyarakat.

Dari tangan perempuan yang beriman, berilmu dan berbudaya akan lahir generasi yang mampu membawa Garut Utara menuju masa depan yang lebih maju, mandiri dan bermartabat.

  1. Dominasi Warna Hijau

Hijau merupakan warna utama PM Gatra yang melambangkan kesuburan, kehidupan, keseimbangan, harapan dan pembangunan yang berkelanjutan.

Warna tersebut juga mencerminkan kedekatan masyarakat Garut Utara dengan alam dan nilai-nilai religius.

  1. Dominasi Warna Kuning Emas

Kuning emas melambangkan kemuliaan, kehormatan, kebijaksanaan, optimisme dan kejayaan.

Warna itu mencerminkan cita-cita luhur perempuan Garut Utara untuk menjadi pribadi yang bermartabat dan bermanfaat bagi sesama.

  1. Dominasi Warna Biru

Biru melambangkan keluasan wawasan, ketenangan, kejujuran, keteguhan dan kepercayaan.

Warna ini juga merepresentasikan semangat untuk terus belajar, berpikir maju dan menghadapi perubahan zaman dengan bijaksana.

  1. Semboyan “Limbangan Ngadaun Ngora”

Semboyan ini merupakan roh dan identitas perjuangan Wanoja Gatra. Maknanya adalah semangat untuk terus tumbuh, memperbaharui diri, melahirkan gagasan, membangun generasi dan menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

BACA JUGA:

Bupati Garut Perkuat Lindungi Generasi Muda dari Narkoba

Limbangan Ngadaun Ngora mengajarkan bahwa perempuan tidak hanya menjaga kehidupan hari ini. Tetapi juga menyiapkan masa depan.

“Dengan mengusung “Spirit of Limbangan Ngadaun Ngora,” Wanoja Gatra berkomitmen menjadi organisasi perempuan yang terus tumbuh, melahirkan karya dan pemimpin perempuan. Selain itu, menjaga warisan budaya Sunda, memperkuat persaudaraan serta menjadi kekuatan moral dalam mewujudkan Garut Utara yang mandiri, maju, sejahtera dan bermartabat,” tutup Hj Ai Ratna Yuliani.

(Bambang Fouristian)

Tangis Haru Warnai Kenaikan Pangkat 70 Personel Polres Tasikmalaya, Ada Tradisi Siraman Air Kembang

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Kapolres Tasikmalaya AKBP Wahyu Pristha Utama, menyematkan ping kenaikan pangkat bagi puluhan Personel Polres Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJAbar.id: Suasana Mapolres Tasikmalaya penuh dengan rasa haru bercampur bahagia. Sebanyak 70 personel Polres Tasikmalaya resmi menyandang pangkat baru yang berlaku efektif mulai 1 Juli 2026.

Pihak kepolisian menandai momentum sakral ini melalui Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat di Lapangan Aspal Hitam Mapolres Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (30/6/2026). Kapolres Tasikmalaya, AKBP Wahyu Pristha Utama, memimpin langsung upacara khidmat tersebut dengan dihadiri oleh Pejabat Utama (PJU) Polres, para Kapolsek jajaran, perwira, serta pengurus Bhayangkari Cabang Tasikmalaya.

Baca Juga: Kejari Tasikmalaya Musnahkan Barang Bukti Perkara Pidana, Sabu hingga Ratusan Obat Keras Dimusnahkan

Kenaikan Pangkat Bukan Hadiah Rutinitas Organisasi

Dalam amanatnya, Kapolres Tasikmalaya AKBP Wahyu Pristha Utama menegaskan bahwa kenaikan pangkat bagi anggota Polri bukanlah hak yang datang secara otomatis atau sekadar rutinitas organisasi semata. Penghargaan (reward) ini murni lahir atas dedikasi, loyalitas, serta prestasi kerja nyata para personel selama menjalankan tugas.

Namun, AKBP Wahyu juga mengingatkan bahwa pangkat baru ini membawa konsekuensi moral dan tanggung jawab yang jauh lebih besar dari sebelumnya.

“Saya berharap momen ini menjadi pemantik semangat baru para personel untuk terus meningkatkan kualitas kinerja, etos dan etika profesi, serta kontribusi yang nyata dan lebih baik bagi institusi Polri dan masyarakat luas,” ungkap AKBP Wahyu Pristha Utama.

Ia meminta seluruh jajarannya memegang teguh empat pilar utama dalam memberikan pelayanan kepolisian kepada publik. Yaitu profesionalisme, keikhlasan, kesungguhan, dan penuh rasa tanggung jawab.

Rincian Lengkap Pangkat Baru 70 Personel

Dari total 70 personel yang mengikuti Korps Raport, satu orang di antaranya menerima kenaikan pangkat pengabdian khusus menjelang masa purna tugas. Berikut rincian lengkap perubahan pangkat anggota Polres Tasikmalaya:

  • AKP ke Kompol: 1 Personel
  • Aiptu ke Aipda (Pengabdian): 1 Personel
  • Aipda ke Aiptu: 22 Personel
  • Bripka ke Aipda: 25 Personel
  • Briptu ke Brigadir: 6 Personel
  • Bripda ke Briptu: 12 Personel

Setelah merampungkan sesi upacara formal, Kapolres bersama Ketua Bhayangkari Cabang Tasikmalaya dan para PJU memberikan ucapan selamat secara langsung. Kebahagiaan para personel beserta istri dan keluarga semakin lengkap saat mereka menjalani tradisi unik berupa siraman air kembang. Berlanjut prosesi jabat tangan hangat di tengah lapangan.

(Seda)

Berawal dari Dapur Rumah, Marmer Cake Oma Swat Kini Jadi Langganan Artis Indonesiaa

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Hartono Soekwanto Bersama Kontern Kreator Kulenel Ogel Zulvianto dan rekan- rekan berfoto bersama Owner Swatt Lasagna - Classic Taste

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kancah kuliner Kota Bandung selalu punya cerita menarik, terutama jika menyangkut camilan favorit para pesohor tanah air. Baru-baru ini, pengusaha sukses asal Bandung sekaligus Bos Koi, Hartono Soekwanto, meluangkan waktu untuk mengunjungi toko kue legendaris, Swatt Lasagna – Classic Taste.

Rumah produksi ini terkenal sebagai produsen marmer cake terbaik di Kota Kembang sekaligus menjadi destinasi wajib berburu oleh-oleh bagi deretan artis papan atas Indonesia.

Baca Juga: Irfan Hakim Borong 5 Gelar di Mega Jumbo Nusatic Koi Show 2026

Berawal dari Dapur Rumah dan Hobi Berbagi

Nama besar Swatt Lasagna tidak muncul lewat strategi iklan besar-besaran, melainkan berkat kelihaian tangan sang pemilik yang akrab dengan sapaan Nyonya Swat atau Oma Swat. Hartono Soekwanto, yang juga merupakan sahabat dekat Oma Swat, menceritakan bahwa bisnis ini awalnya hanya sebuah usaha rumahan biasa.

“Oma Swat pada mulanya sekadar hobi membuat kue untuk konsumsi pribadi dan membagikannya secara gratis kepada teman-teman terdekat. Karena selalu menggunakan bahan-bahan premium berkualitas tinggi, cita rasa kuenya begitu membekas. Lambat laun, para kerabat mulai mendesak Oma Swat untuk mengomersialkan bakat kuenya tersebut. Hingga akhirnya lahir toko kue favorit seperti sekarang,” jelas Hartono Soekwanto, Selasa (30/6/2026).

Magnet Bagi Para Artis Ternama


Keaslian rasa dan kualitas premium marmer cake serta lasagna buatan Oma Swat berhasil memikat lidah para selebritas papan atas. Sederet nama besar seperti Yuni Shara, Krisdayanti, Aurel Hermansyah dan Lucinta Luna kerap belanja di Swatt Lasagna – Classic. Hingga almarhum Vidi Aldiano kerap memesan kue dari tempat ini sebagai buah tangan.

Bagi para pencinta kuliner premium yang penasaran mencicipi kue langganan para artis ini, Swatt Lasagna – Classic Taste membuka gerainya di Jl. Jurang No.103, Pasteur, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat.

(IrfansyahRiza)