spot_imgspot_img
Kamis 16 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 59

PSGC Ciamis Resmi Jadi Tim Satelit Persib, dr. Imam Siap Turunkan Tim Medis Terbaik untuk Liga 2

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Pemilik sekaligus Pendiri Rumah Sakit Orthopaedi (RSOP) Ciamis serta Owner Kaffe DOI, dr. H. Iman Solichin

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dunia sepak bola Priangan Timur resmi mengukir sejarah baru. PSGC Ciamis kini menyandang status sebagai Tim Satelit Persib Bandung setelah manajemen kedua belah pihak menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama jangka panjang di RSOP Kabupaten Ciamis, Rabu (1/7/2026).

Kolaborasi strategis ini mengakhiri kepanikan manajemen Laskar Galuh dalam memenuhi standar tinggi kompetisi Liga 2, terutama setelah mendapatkan suntikan dana segar senilai Rp7,5 miliar dari donatur besar, dr. H. Iman Solichin (dr. Imam).

Baca Juga: Regulasi Liga 2 Wajibkan 8 Pemain U-21, Persib Siap Orbitkan Talenta Lokal Ciamis di PSGC

Penanganan Ortopedi Jadi Kunci Lahirnya Atlet Berkarakter

Sebagai Pemilik sekaligus Pendiri Rumah Sakit Orthopaedi (RSOP) Ciamis serta Owner Kaffe DOI, dr. H. Iman Solichin membawa visi besar untuk menyelaraskan dunia medis dan olahraga. Menurutnya, jaminan layanan ortopedi yang prima menjadi bagian krusial dalam menciptakan prestasi olahraga yang berkelanjutan.

Melalui fasilitas medis modern, dr. Imam ingin membentuk atlet yang berkarakter, memiliki fisik prima, serta memahami kondisi tubuh mereka sendiri secara mendalam. Pemahaman ini sangat penting agar para pemain mampu memaksimalkan potensi diri dalam setiap pertandingan tanpa bayang-bayang cedera parah.

“Seorang pemain sepak bola membutuhkan penanganan cedera yang sangat cepat. Ini yang saya tawarkan sejak awal untuk PSGC Ciamis. Kami ingin dunia ortopedi mengawal langsung proses terciptanya prestasi para pemain profesional,” ujar dr. Imam.

Siapkan Tim Medis Khusus dan Sentuhan Psikologis Lapangan

Lebih lanjut, dr. Imam yang sangat memahami aspek psikologis dan emosional manusia berencana menerjunkan tim medis khusus untuk mendampingi Laskar Galuh di Liga 2. Ia ingin mengemas atmosfer pertandingan menjadi lebih menarik dan segar, termasuk menyiapkan staf pendukung visual di pinggir lapangan demi mendongkrak mentalitas tim.

“Saya seorang dokter yang memahami betul masalah psikologis. Bagaimana kita harus mengelola emosi dan membangun atmosfer tim. Saya akan mengirimkan tim medis terbaik beserta staf pendukung yang representatif untuk mendampingi setiap laga PSGC Ciamis. Jika ada yang melayangkan protes, biar saya yang menghadapinya langsung,” tegas dr. Imam.

Sinergi antara manajemen profesional Persib Bandung, kekuatan finansial baru, serta jaminan medis mutakhir dari RSOP Ciamis kini membuat PSGC Ciamis menjelma sebagai kekuatan baru yang sangat siap mengarungi ketatnya persaingan Liga 2.

(IrfansyahRiza)

Regulasi Liga 2 Wajibkan 8 Pemain U-21, Persib Siap Orbitkan Talenta Lokal Ciamis di PSGC

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
CEO PSGC Ciamis Herdiat Sunarya, Ketua Balad Galuh Ciamis Dian Ghozin dan Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Manajemen Persib Bandung membawa misi ganda dalam mengelola PSGC Ciamis sebagai tim satelit untuk mengarungi kompetisi Liga 2. Selain mengejar prestasi makro, Pangeran Biru berkomitmen penuh memberikan ruang dan panggung bagi talenta-talenta lokal asli Ciamis agar bisa unjuk gigi di level profesional.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, menjelaskan bahwa pihaknya akan memfasilitasi para pemain lokal potensial eks skuad Liga 3 kemarin untuk naik kelas. Namun, mereka wajib melewati proses seleksi ketat guna memenuhi standar tinggi kompetisi Liga 2.

Baca Juga: Persib Agendakan Laga Persahabatan Akbar Melawan PSGC di Stadion Galuh

Maksimalkan Aturan Pemain Muda dan Kuota Home Ground Player

Adhitia mengungkapkan bahwa komitmen Persib dalam mengorbitkan pemain lokal Ciamis ini selaras dan mendapat dukungan penuh dari regulasi resmi kompetisi Liga 2.

“Regulasi Liga 2 mewajibkan setiap tim mendaftarkan minimal 8 pemain di bawah usia 21 tahun (Under-21) dalam squad list. Selain itu, 2 pemain muda wajib bermain penuh selama 2×45 menit pada setiap pertandingan,” jelas Adhitia mengenai aturan ketat kompetisi.

Lebih menarik lagi, regulasi juga menginstruksikan bahwa sebagian dari pemain muda tersebut harus berstatus home ground player atau pemain asli binaan daerah setempat. Atas dasar itulah, begitu tim kepelatihan baru PSGC terbentuk, agenda pertama manajemen adalah menggelar trial dan seleksi pemain lokal.

Saat ini, manajemen Persib bahkan sudah mengantongi sekitar 3 hingga 4 nama pemain potensial PSGC dari kompetisi Liga 3 musim lalu. Pihak manajemen akan memanggil nama-nama tersebut untuk mengikuti proses seleksi awal.

Target Prestasi Tinggi dan Siasat Aturan Tim Satelit

Mengenai target pencapaian PSGC Ciamis di Liga 2, Adhitia menegaskan tim harus tetap mengusung mental juara. Terlebih membidik tiket promosi ke Liga 1. Meskipun demikian, ia tidak menampik adanya benturan regulasi global mengenai status tim satelit.

Secara aturan sepak bola profesional, dua klub yang memiliki kepemilikan atau afiliasi manajemen yang sama tidak boleh berkompetisi dalam satu kasta liga yang sama. Artinya, jika Persib berada di Liga 1, maka PSGC Ciamis harus tetap bertahan di Liga 2 meskipun berhasil menjuarai kompetisi.

“Yang paling penting, tim ini harus berkompetisi secara maksimal terlebih dahulu. Sebab, ketika tim bermain maksimal, bakat-bakat terbaik dari pemain muda akan terlihat jelas. Dari sana, mereka bisa naik ke Persib Bandung,” tambah Adhitia.

Peluang Sistem Transfer Bebas Kapan Saja

Adhitia juga membeberkan adanya rencana implementasi aturan baru dari operator liga mengenai fleksibilitas perpindahan pemain. Khusus untuk tim satelit seperti di Eropa.

Jika selama ini perpindahan pemain hanya bisa terjadi pada jendela transfer resmi (Juli-Agustus dan Januari-Februari), aturan baru tim satelit nantinya memungkinkan pemain Persib dan PSGC Ciamis bertukar posisi kapan saja sesuai kebutuhan darurat tim utama maupun tim satelit.

Demi menjaga keseimbangan performa dan mengarahkan mental para pemain muda Ciamis di lapangan, Persib juga berencana menyisipkan beberapa pemain senior berpengalaman ke dalam skuad Laskar Galuh untuk musim depan.

(IrfansyahRiza)

Bupati Garut Apresiasi Pengabdian Polri untuk Masyarakat

0
Bupati Garut pengabdian Polri fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin mengatakan, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum untuk mengapresiasi pengabdian Polri sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Bupati Garut bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan amanat tertulis Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam amanatnya, mengapresiasi kepada seluruh jajaran Kepolisian atas dedikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

BACA JUGA:

30 H Sawah Kekeringan, Petani Desa Cibunar Garut Gagal Panen

“Saya apresiasi serta ucapan terima kasih atas kerja keras, pengabdian dan pengorbanan yang telah saudara-saudara tunjukkan dalam menjaga stabilitas keamanan dalam negeri secara profesional dan tanpa lelah,” kata Bupati saat membacakan amanat Presiden Prabowo Subianto di Alun-Alun Garut, Kecamatan Garut Kota, Rabu (1/7/2026).

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat.” Tema tersebut menegaskan, pengabdian Polri berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat serta pelaksanaan tugas sesuai amanat peraturan perundang-undangan.

Presiden Republik Indonesia juga menegaskan, tantangan Polri ke depan akan semakin kompleks.

Selain menghadapi berbagai bentuk kejahatan yang terus berkembang, Polri juga di tuntut memperkuat reformasi birokrasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Melalui amanat tersebut, Presiden memberikan arahan kepada seluruh jajaran Polri untuk memperkuat reformasi kelembagaan, meningkatkan profesionalitas dalam pelaksanaan tugas, memperkuat kapasitas SDM dalam menghadapi berbagai ancaman yang semakin kompleks.

Selain itu, meningkatkan fleksibilitas organisasi menghadapi dinamika lingkungan strategis serta memperkuat legitimasi institusi Polri di tengah masyarakat.

BACA JUGA:

Budi Rahadian: HUT ke-80 Bhayangkara jadi Titik Penguatan Profesionalisme Polri

Presiden berpesan agar setiap personel Polri menjadikan pengabdian sebagai insan Bhayangkara sebagai panggilan mulia untuk terus meningkatkan profesionalisme dan memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.

Bupati Garut mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara Pemerintah Kabupaten dan Polres Garut dalam menciptakan situasi yang aman, tertib dan kondusif.

(Bambang Fouristian)

Persib Agendakan Laga Persahabatan Akbar Melawan PSGC di Stadion Galuh

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan dalam konferensi Pers PSGC menjadi Tim Satelit Persib di RSOP Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Manajemen Persib Bandung langsung merancang agenda besar setelah meresmikan PSGC Ciamis sebagai tim satelit mereka. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, menjanjikan sebuah laga persahabatan akbar antara Persib Bandung melawan PSGC Ciamis yang akan mengambil tempat di Stadion Galuh, Ciamis.

Penandatanganan MOu kerjasama berlangsung di RSOP Ciamis, Rabu (1/7/2026).

Baca Juga: Persib Resmi Jadikan PSGC Ciamis Tim Satelit, Akademi hingga Pemain Akan Disinergikan

Adhitia menegaskan bahwa keputusan menunjuk Laskar Galuh sebagai tim satelit murni berlandaskan ikatan emosional yang sangat kuat antarkedua belah pihak.

Manajemen Pangeran Biru sangat memahami bahwa basis pendukung setia PSGC Ciamis memiliki irisan hingga 100 persen dengan Bobotoh Persib.

Segera Umumkan Pelatih Baru Sebelum Kick-Off Liga 2

Sebagai langkah awal sebelum genderang kompetisi Liga 2 bertalu, manajemen Persib berkomitmen untuk segera mengumumkan jajaran tim kepelatihan baru yang akan menakhodai PSGC Ciamis. Paralel dengan persiapan teknis tersebut, manajemen juga mematangkan rencana duel persahabatan kedua tim demi menghibur masyarakat Ciamis.

Adhitia pun menitipkan pesan penting kepada seluruh pencinta sepak bola di Priangan Timur saat menyaksikan laga bertajuk persaudaraan tersebut nanti.

“Kami akan menggelar laga persahabatan di Stadion Galuh. Saya hanya meminta tolong kepada warga Ciamis dan Bobotoh untuk menonton dengan tertib dari atas tribun, jangan ada yang berada di pinggir lapangan. Kita tunjukkan ke tingkat nasional bahwa Bandung dan Ciamis tos ngahiji (sudah bersatu),” pungkas Adhitia.

Melalui laga ini, kedua manajemen ingin mengirimkan pesan kuat ke panggung sepak bola nasional bahwa kolaborasi ini tidak hanya menyatukan aspek pengelolaan klub, melainkan juga menyatukan semangat seluruh suporter di Jawa Barat.

(IrfansyahRiza)

30 H Sawah Kekeringan, Petani Desa Cibunar Garut Gagal Panen

0
Petani Desa Cibunar fokusjabar.id
Kondisi tanaman padi di Desa Cibunar

GARUT, FOKUSJabar.id: Puluhan petani di Desa Cibunar Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) mengalami gagal panen. Bagaimana tidak, sekitar 30 hektare sawah padi mereka rusak dan tidak bisa di panen akibat kekeringan selama satu bulan terakhir.

Kerugian yang di alami petani sekitar Rp100 juta. Musim Tanam (MT) II, Mei-Juni 2026 menjadi salah satu yang terberat bagi petani Desa Cibunar.

BACA JUGA:

Budi Rahadian: HUT ke-80 Bhayangkara jadi Titik Penguatan Profesionalisme Polri

“Air kering, tanaman padi mati sebelum berbuah,” kata Petani Kampung Salam Desa, RW11 Desa Cibunar, H. Juharya, Rabu (1/7/2026).

Menurut Dia, lahan pertanian di Desa Cibunar merupakan lahan tadah hujan, salah satunya Blok Cilok. Sehingga Ketika musim kemarau tiba tidak bisa di tanami.

“Saat ini tak ada hujan. Tanaman Padi umur satu bulan langsung menguning,” ungkapnya.

Kondisi tersebut di benarkan petani lainnya, Asep. Dia menyebut, gagal panen paling parah terjadi di lahan tadah hujan dan sawah yang jauh dari sumber air.

Gagal panen memukul ekonomi warga. Banyak petani terpaksa mencari pekerjaan sampingan untuk menutup kebutuhan sehari-hari dan bayar utang pupuk.

“Kami tidak bisa berbuat banyak. Untuk biaya hidup sehari-hari ada yang beralih menjadi buruh dan urbanisasi,” kata Asep.

Petani Desa Cibunar berharap, pemerintah mengalokasikan anggaran pembuatan sumur dangkal agar tak lagi kesulitan air saat musim kemarau.

“Satu-satunya harapan kami, pemerintah membuat sumur dangkal,” tegas Asep.

BACA JUGA:

Arti dan Makna Logo Wanoja Gatra Spirit of Limbangan Ngadaun Ngora

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia akan berlangsung lebih kering dan berdurasi lebih panjang.

Puncak musim kemarau di perkirakan terjadi pada bulan Juli hingga September 2026. Dengan dampak terluas di proyeksikan pada bulan Agustus.

Berikut rincian prediksi BMKG:

Awal musim kemarau mulai telah di mulai secara bertahap sejak April hingga Juni 2026.

Awal musim kemarau ini di prediksi datang lebih awal di sebagian besar wilayah.

Faktor pemicu adanya indikasi fenomena El Niño yang mulai aktif pada pertengahan tahun memicu kondisi menjadi lebih kering dan panas.

Masyarakat di imbau untuk memperkuat antisipasi ketersediaan air bersih dan bersiap menghadapi risiko kekeringan maupun Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

(Bambang Fouristian)

Persib Resmi Jadikan PSGC Ciamis Tim Satelit, Akademi hingga Pemain Akan Disinergikan

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
CEO PSGC Ciamis, Herdiat Sunara, Sponsor PSGC Ciamis Dr. Imam dan Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan dalam penandatanganan MOu Kerjasama Persib dan PSGC Ciamis di RSOP Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sejarah baru resmi tercipta bagi dunia sepak bola Priangan Timur. PSGC Ciamis kini resmi menyandang status sebagai Tim Satelit Persib Bandung setelah manajemen kedua klub menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama jangka panjang di RSOP Kabupaten Ciamis, Rabu (1/7/2026).

Kolaborasi strategis ini mengakhiri kepanikan manajemen Laskar Galuh menjelang bergulirnya kompetisi Liga 2 yang menuntut standar tata kelola klub profesional tingkat tinggi.

Baca Juga: Persib Resmi Umumkan Rekrut Gabriel Mutombo

Sempat Panik dan Lutut Gemetar Pikirkan Finansial Liga 2

CEO PSGC Ciamis, Herdiat Sunara, membeberkan kisah emosional di balik layar sebelum kesepakatan megah ini terwujud. Herdiat mengaku sempat mengalami kepanikan luar biasa dan merasa kebingungan saat PSGC lolos ke babak 32 besar.

Kepanikan Herdiat semakin memuncak ketika ia mulai mengulik rincian biaya operasional pengelolaan klub Liga 2 dari beberapa pemilik tim profesional.

“Begitu nanya anggaran ke dua sampai tiga klub profesional, langsung lutut saya bergetar. Beruntung, pada pertengahan Maret, saya bertemu Pak Adit (Adhitia Putra Herawan) hingga akhirnya kami sowan ke sesepuh Persib asal putra daerah, Pak Haji Umuh Muchtar, yang langsung memberikan dukungan penuh,” ungkap Herdiat jujur.

Herdiat juga menceritakan peran luar biasa dari seorang donatur bernama Dr. Imam. Melalui komunikasi singkat sebelum bertolak ke Rumania, Dr. Imam langsung merespons keluhan finansial PSGC dengan tindakan nyata yang sangat mengejutkan.

“Saya tidak menyangka sama sekali dengan respons luar biasa dari Pak Dr. Imam. Besoknya saat kami cek di rekening PSGC, sudah tertera dana segar senilai Rp7,5 miliar. Kami merasa sangat tertolong,” tambah Herdiat.

Tiga Poin Sakral Kolaborasi Persib dan PSGC Ciamis

Meskipun Persib Bandung mengambil alih pengelolaan tim, Herdiat memastikan dua hal penting yang menjadi tuntutan warga Ciamis tetap aman. Pertama, PSGC tidak akan mengubah nama klub kebanggaan masyarakat tersebut. Kedua, Laskar Galuh akan tetap menggunakan Stadion Galuh sebagai markas utama (home base) mereka.

Sementara itu, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, menjelaskan tiga poin utama dari kesepakatan strategis ini:

  1. Tata Kelola Profesional: Persib akan membantu PSGC Ciamis memenuhi standar ketat club licensing Liga 2, mulai dari pembenahan rumput, lampu stadion, hingga fasilitas tempat latihan.
  2. Berbagi Pemain (Share Knowledge & Squad): PSGC Ciamis akan menjadi wadah bagi para pemain muda potensial Persib untuk memburu menit bermain (match fitness). Komposisi tim akan memadukan bakat muda seperti penggawa Timnas U-20, Nazril Afaro, dengan bantuan beberapa pemain senior Persib. Persib juga sedang menjajaki pengiriman tiga pemain berlabel nasional ke Ciamis.
  3. Penyelarasan Akademi Sepak Bola: Persib akan menurunkan seluruh kurikulum Akademi Persib yang paling mutakhir untuk membangun Akademi Sepak Bola PSGC Ciamis.

(IrfansyahRiza)

Hartono Soekwanto Ungkap Kiprah Dr. Veronica Janty dalam Pengembangan Akupuntur Telinga

0
Hartono Soekwanto bersama trofi mewah hasil kolaborasi antara desainer Indonesia dan UMKM asal Boyolali menjadi simbol kemenangan di ajang bergengsi World Nishikigoi Club (WNC) yang digelar di Hiroshima, Jepang
Hartono Soekwanto bersama trofi mewah hasil kolaborasi antara desainer Indonesia dan UMKM asal Boyolali menjadi simbol kemenangan di ajang bergengsi World Nishikigoi Club (WNC) yang digelar di Hiroshima, Jepang

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pengusaha sukses asal Bandung sekaligus Bos Koi, Hartono Soekwanto, membagikan sebuah kisah inspiratif mengenai dunia pengobatan alternatif. Kali ini, ia menyoroti sosok dalam dunia medis, Dr. Veronica Janty, yang berhasil membawa praktik akupuntur di Indonesia ke level yang jauh lebih tinggi. Prakterk Dr. Veronica Janty di Jl. Hegar Asih II No.48, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat.

Dokter Veronica terkenal berkat keahliannya mengembangkan metode aurikular akupuntur atau terapi tusuk jarum khusus pada area telinga.

Menemukan Integrasi Saraf Seluruh Organ di Daun Telinga

Jika praktik akupuntur konvensional menyebarkan tusukan jarum ke berbagai bagian tubuh, Dokter Veronica justru menemukan formula yang lebih spesifik. Lewat studinya, ia membuktikan bahwa jaringan saraf dari seluruh organ tubuh manusia mulai dari paru-paru, jantung, hingga sistem pencernaan terintegrasi secara sempurna pada daun telinga.

Melalui pemetaan titik saraf di telinga tersebut, Dokter Veronica mampu menstimulasi kesembuhan berbagai penyakit dari satu pusat. Metode unik inilah yang membuat nama beliau sangat populer di Kota Kembang sebagai ahli pengobatan alternatif yang mujarab.

Menjadi Jujukan Pasien Stroke, GERD, hingga Program Diet

Kehebatan klinis Dokter Veronica menarik perhatian banyak pasien dari berbagai kalangan. Banyak penderita stroke yang mendatangi tempat praktiknya untuk memulihkan fungsi gerak tubuh mereka.

Selain penyakit berat, terapi jarum telinga ini juga menjadi solusi efektif untuk mengatasi masalah lambung kronis (gut health dan GERD) serta membantu menyukseskan program diet sehat. Beberapa tokoh lokal, termasuk Umar Swat dan Pak Ogel, rutin menjalani terapi di sini untuk menjaga kebugaran tubuh serta menyembuhkan masalah pencernaan mereka.

Bagi masyarakat yang ingin merasakan langsung manfaat terapi saraf telinga ini, Dr. Veronica Janty membuka klinik praktiknya di Jl. Hegar Asih II No.48, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat.

(Irfansyah)