spot_imgspot_img
Kamis 16 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 54

Kemarau Mulai Berdampak, BPBD Ciamis Salurkan Air Bersih untuk 429 Warga Desa Kawasen

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : BPBD Kabupaten Ciamis saat menyalurkan air bersih di Dusun Panamun Desa Kawasen Kecamatan Banjarsari

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat menyelamatkan ratusan warga Dusun Panamun, Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Pihak pemerintah daerah menyalurkan bantuan air bersih menyusul kepungan musim kemarau yang mulai memicu krisis air untuk kebutuhan rumah tangga.

Kepala BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, membenarkan bahwa petugasnya telah menerjunkan armada tangki air ke lokasi terdampak untuk membantu warga di dua rukun tetangga (RT).

Baca Juga: OJK Tasikmalaya Edukasi Mahasiswa Unigal Ciamis soal Investasi Legal dan Pasar Moda

“Sumur-sumur milik warga saat ini sudah mulai mengalami kekeringan. Sehingga pasokan air untuk kebutuhan harian masyarakat berkurang drastis,” kata Ani Supiani, Kamis (2/7/2026).

Krisis Air Landa 429 Jiwa dalam Satu Dusun

Ani merinci, dampak kekeringan di Dusun Panamun Desa Kawasen ini mengancam hajat hidup ratusan jiwa yang tersebar dalam dua RT dan satu RW.

Berdasarkan data pendataan di lapangan, wilayah terdampak meliputi RT 26 dengan jumlah 242 jiwa, serta RT 27 yang mengayomi 187 jiwa. Dengan demikian, total warga yang sangat bergantung pada pasokan air tangki BPJS ini mencapai 429 jiwa.

Prediksi Kemarau Panjang: BPBD Minta Warga Hemat Air dan Cari Mata Air Baru

Mengingat estimasi musim kemarau tahun 2026 ini berpotensi berlangsung cukup panjang, Ani mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat mulai mengubah pola konsumsi air harian. Pihak BPBD meminta warga menghemat penggunaan air. Terlebih aktif mencari titik-titik mata air alternatif yang masih mengalir di sekitar wilayah mereka.

“Kami mengimbau warga masyarakat untuk menggunakan air sehemat mungkin sesuai dengan keperluan pokok masing-masing,” jelas Ani.

Selain itu, Ani membuka ruang bagi wilayah lain di Kabupaten Ciamis yang mulai mengalami kesulitan serupa. Pihak Pemkab Ciamis meminta pengurus pemerintah desa setempat segera mengajukan surat permohonan bantuan air bersih resmi sesuai mekanisme yang berlaku. BPBD berjanji akan langsung menindaklanjuti setiap laporan masuk sesuai dengan kapasitas armada dan ketersediaan logistik yang ada.

(Husen Maharaja)

Perubahan Nama Jabar jadi Provinsi Sunda Dapat Angin Segar dari DPRD

0
Provinsi Sunda fokusjabar.id
Rd. H. Holil Aksan Umarzen

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Saat ini, nama Provinsi Jawa Barat (Jabar) belum berubah dan masih sah secara hukum. Namun, wacana untuk mengubah nama menjadi Provinsi Tatar Sunda atau Pasundan sedang di perbincangkan.

Setelah lebih dari satu dekade di perjuangkan, usulan tersebut kini mendapat angin segar setelah di bahas dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi I DPRD Jawa Barat bersama koordinator dan pendukung usulan perubahan nama, Kamis (2/7/2026).

BACA JUGA:

Tak Punya TPA, Pemkot Bandung Ajukan Status Darurat Sampah ke Pemprov Jabar

Hasil rapat menyepakati agar aspirasi tersebut di lanjutkan ke tahapan legislasi resmi melalui mekanisme yang akan di tentukan DPRD Jawa Barat.

Dewan Pembina Gerakan Pilihan Sunda (Gerpis), Holil Aksan Umarzen menyambut baik dan bangga atas persetujuan DPRD Jawa Barat yang berencana menindaklanjuti aspirasi perubahan nama Provinsi Jawa Barat.

“Keputusan tersebut merupakan hasil audiensi antara DPRD Jawa Barat dengan tim pengusul serta menjadi tonggak penting dalam perjuangan mengembalikan identitas historis dan kultural masyarakat Sunda,” katanya.

Menurut Holil, keputusan DPRD Jawa Barat tersebut merupakan buah dari perjuangan panjang yang telah di lakukan oleh berbagai elemen masyarakat Sunda selama bertahun-tahun.

Dia turut menjadi bagian dari pengusung gagasan bersama tim Pengkaji Usulan Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat. Di antaranya Ganjar Kurnia, Adjie Esha serta para Prime Movers Kongres Sunda (Avi Taufik Hidayat, Andri Perkasa Kantaprawira) dan para Inohong Sunda yang melahirkan Maklumat Sunda Tahun 2022.

Aspirasi tersebut pernah di sampaikan secara resmi kepada Ketua DPD RI oleh Ketua LAK Galuh Pakuan R.M. Evi Silviadi bersama tokoh-tokoh Gerakan Pilihan Sunda (Andri Perkasa Kantaprawira, Hj. Eni Sumarni, Mayjen (Purn) Iwan Ridwan Sulanjana serta Ernawan S. Koesoemaatmadja) sebagai bagian dari ikhtiar konstitusional memperjuangkan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda.

“Saya menyambut baik dan bangga karena perjuangan yang telah kami bangun akhirnya mendapat ruang pembahasan secara resmi di DPRD Jawa Barat. Ini bukan sekadar perubahan nama. Melainkan ikhtiar mengembalikan identitas, marwah dan peradaban Sunda yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia,” tegas Holil.

BACA JUGA:

Gugur Saat Selamatkan Siswi, Pemprov Jabar Beri Penghargaan Atas Keberanian Satpam Banjaran

Dia menilai, di tengah era modern yang di tandai dengan globalisasi, disrupsi teknologi, persaingan ekonomi dan kompetisi antarwilayah yang semakin ketat, setiap daerah di tuntut memiliki identitas yang kuat sebagai modal pembangunan.

Nama Sunda bukan hanya simbol budaya. Retapi merupakan aset strategis yang mampu memperkuat karakter masyarakat, meningkatkan daya saing daerah, membangun citra (regional branding), menarik investasi, mengembangkan pariwisata, memperkuat ekonomi kreatif, melestarikan bahasa dan budaya, serta menjadi kebanggaan generasi muda.

“Di era modern, daerah yang memiliki identitas kuat akan lebih mudah membangun kepercayaan, memperkuat daya saing dan di kenal di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, Provinsi Sunda merupakan pilihan yang visioner, strategis dan mendasar. Baik dari aspek sejarah, budaya, sosial, ekonomi, pendidikan maupun pembangunan jangka panjang,” ungkap Ketua Dewan Paripurna Forum Koordinasi Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru (Forkoda PPDOB) Jawa Barat.

BACA JUGA:

Pemprov Jabar Tanggung Biaya Perawatan dan Beri Santunan Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

Holil menambahkan, nama Sunda memiliki legitimasi historis, filosofis, sosiologis dan kultural yang jauh lebih representatif di bandingkan sekadar penamaan berdasarkan posisi geografis sebagai Jawa Barat.

Nama tersebut merepresentasikan sebuah peradaban yang telah hidup dan berkembang selama berabad-abad.

Meski demikian, perjuangan tersebut harus tetap di tempuh melalui mekanisme konstitusional, berdasarkan kajian akademik yang komprehensif serta melibatkan partisipasi masyarakat secara luas. Dengan begitu, hasil keputusannya objektif dan dapat di pertanggungjawabkan.

Dia juga mengapresiasi seluruh pimpinan dan anggota DPRD Jawa Barat yang telah membuka ruang dialog dan memberikan persetujuan agar aspirasi tersebut di proses melalui tahapan legislasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Semoga proses ini berjalan secara demokratis, ilmiah dan konstitusional. Apapun hasil akhirnya nanti, saya berharap seluruh masyarakat tetap menjaga persatuan. Terpenting, nilai-nilai Sunda semakin hidup, budaya semakin lestari dan masyarakat Sunda semakin maju tanpa mengurangi semangat kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” imbuhnya.

Sebagai salah seorang pengusung sejak awal, Holil mengajak seluruh masyarakat Sunda untuk menjadikan momentum ini sebagai kebangkitan peradaban, bukan sekadar perubahan nomenklatur administratif.

BACA JUGA:

Kolaborasi Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung, Dedi Mulyadi Targetkan Bandung Kembali Berwibawa

“Membangun Sunda bukan hanya membangun sebuah nama. Yang kita bangun adalah peradaban, karakter dan masa depan masyarakat Sunda agar mampu berdiri sejajar dengan daerah-daerah maju di Indonesia maupun di dunia,” tutup Holil yang juga Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra).

(Bambang Fouristian)

Sawala Adat Budaya Sunda 10 Segera Digelar di Museum Bumi Nyai Tanggulun Garut

0
Sawala Adat Budaya Sunda Nyai Tanggulun fokusjabar.id
Ketua Bidang Seni dan Budaya Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Rachmansyah

GARUT, FOKUSJabar.id: Sawala Adat Budaya Sunda ke-X segera di gelar di Museum Bumi Nyai Tanggulun di Kampung Cianten Desa Ciwangi Kecamatan Balubur Limbangan Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), Senin (6/7/2026).

Kegiatan tersebut di sambut baik Ketua Bidang Seni dan Budaya Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Rachmansyah. Menurut Dia, Sawala Adat Budaya Sunda merupakan ritual turun-temurun.

BACA JUGA:

Optimalkan Pendapatan Daerah, Pemkab Garut-OJK Bersinergi

“Kami tentunya menyambut baik kegiatan ini dengan hati yang lapang dan semangat tinggi,” ungkap Dia, Kamis (2/7/2026).

Sebagai informasi, Museum Bumi Nyai Tanggulun merupakan ruang seni dan budaya yang di kelola oleh Yayasan Bhakti Asih Bumi Tangulun.

Museum tersebut menampilkan karya seni dan peninggalan bersejarah lokal. Fasilitas ini menjadi pusat kegiatan edukasi untuk melestarikan budaya dan tradisi Sunda.

Menurut Rachmansyah, Sawala Nyai Tanggulun mengajarkan kita untuk mengenal akar sejarah sendiri dan memahami falsafah hidup leluhur.

Karenanya, sebagai tindak lanjut strategis, sejumlah langkah segera di lakukan. Di antaranya,  menyusun susunan acara dan menunjuk pemandu dengan pemahaman budaya yang memadai.

Menyiapkan busana, atribut dan perlengkapan adat sesuai standar nilai budaya yang berlaku.

BACA JUGA:

Bupati Garut Apresiasi Pengabdian Polri untuk Masyarakat

“Acara sakralnya memberikan pengetahuan tentang 7 warisan leluhur Nyai Tanggulun (Pusaka lintas benua). Di antaranya, Qur’an/kitab kuno, Bokor peninggalan leluhur, Air Kahuripan, pohon Kelapa dan pohon Kawung),” ungkap Dia.

Bertindak sebagai pengarah kegiatan Sawala Adat Budaya Sunda ke-X, Dia menegaskan, peristiwa ini membuktikan kesungguhan PM Gatra dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan zaman dan kelestarian tradisi.

(Bambang Fouristian)

Pemkab Pangandaran Pasang WiFi Publik Gratis di 6 Titik

0
WiFi Publik Gratis Pangandaran fokusjabar.id
WiFi Publik Gratis di Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Nongkrong di Alun-alun Parigi atau upload sunset di Pantai Batukaras kini tak perlu boros kuota lagi karena Pemkab Pangandaran Jawa Barat (Jabar), resmi meluncurkan layanan WiFi Publik gratis di 6 titik strategis

WiFi Publik gratis Pemkab Pangandaran mulai berlaku Kamis (2/7/2026).

BACA JUGA:‎

Tak Banyak yang Tahu, Kadis Disdikpora Pangandaran Pernah Nyaris Berseragam Persib

‎Program ini di garap Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian atau Diskominfo Pangandaran sebagai langkah memperluas akses digital dan mendorong ekonomi kreatif di daerah wisata.

‎Kepala Diskominfo Pangandaran, Tonton Guntari memastikan seluruh titik sudah bisa langsung di gunakan masyarakat dan wisatawan.

‎“Enam lokasi yang sudah aktif WiFi Publik gratis, UMKM Alun-alun Parigi, Pasar Gimbal Mangunjaya, Masjid Al-Jabbar Kalipucang, Taman Sunset Pangandaran, Pantai Batukaras dan Pantai Madasari,” kata Tonton.

‎”Cukup hubungkan smartphone, tablet atau laptop ke jaringan WiFi Publik yang tersedia. Tanpa biaya, tanpa registrasi ribet,” tambahnya.

‎Tonton menyebut, WiFi gratis ini punya dampak multisektoral.

‎“Bagi sektor ekonomi, fasilitas ini sangat mendukung pelaku UMKM untuk jualan online, memperluas promosi serta memudahkan transaksi digital,” katanya.

‎Untuk pelajar dan mahasiswa, WiFi ini bisa di pakai belajar atau kerja dengan gaya Work From Anywhere atau WFA.

‎“Sementara untuk pariwisata, wisatawan bisa langsung unggah keseruan secara real-time. Itu promosi gratis bagi destinasi wisata Pangandaran,” ujarnya.

‎Kepala Bidang Aptikasan Diskominfo Pangandaran, Galih Avomegi menjelaskan, 6 titik itu tidak asal pilih.

‎“Kami merujuk pada regulasi pusat. Area krusial seperti fasilitas umum, sentra ekonomi dan pariwisata unggulan harus ter-cover jaringan stabil,” katanya.

BACA JUGA:

SMKN 1 Pangandaran Resmi Jadi SMK Maung, Nilai di Bawah 80 Gugur

‎Langkah ini mengacu pada Surat Edaran Kemendagri Nomor 500.8.7/4586/Bangda, PP No46 Tahun 2021 dan Permendagri No15 Tahun 2024 tentang fasilitasi internet di ruang publik.

‎Ke depan, cakupannya akan di perluas. Hal ini sejalan dengan arahan pusat soal penanganan blankspot sampai tingkat desa.

‎”Kami akan terus evaluasi dan tambah titik penting lainnya di Pangandaran,” jelas Galih.

‎Program WiFi Publik ini merupakan bagian dari Asta Cita ke-3 pemerintah untuk mendorong kewirausahaan, industri kreatif dan pembangunan infrastruktur.

‎Menurutnya, program Ini juga selaras dengan RPJMN 2025-2029 yang menjadikan transformasi digital sebagai prioritas.

‎“Target kami, literasi digital naik, UMKM maju dan daya saing pariwisata Pangandaran makin kuat di era digital,” kata Tonton. \\

(Sajidin)

Satpol PP Kota Bandung Sita 274.427 Batang Rokok Ilegal

0
satpol pp rokok ilegal fokusjabar.id
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung Bambang Sukardi (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) terus memperketat pengawasan dan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal yang masih di temukan di sejumlah wilayah.

Menurut Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, upaya tersebut di lakukan untuk menekan potensi kerugian negara akibat hilangnya penerimaan cukai sekaligus mengendalikan peredaran produk yang di nilai berisiko bagi masyarakat.

BACA JUGA:

Libur Sekolah, Satpol PP Kota Bandung Patroli 24 Jam

Selain di jual dengan harga lebih murah, rokok ilegal di ketahui masih beredar melalui berbagai jalur distribusi. Produk tersebut di pasok ke warung serta toko secara langsung maupun melalui jasa ekspedisi dan jasa titipan.

Bambang Sukardi mengatakan, sepanjang tahun 2025 pihaknya bersama Bea Cukai telah melakukan penindakan dan menyita sebanyak 274.427 batang rokok ilegal dari sejumlah kios dan toko di Kota Bandung.

“Penertiban itu sudah jadi program kita di bawah kerja sama antara Bidang PPHD dengan Bea Cukai dan kadang-kadang kita juga kerja sama dengan Provinsi Jawa Barat,” kata Bambang, Kamis (2/7/2026).

Dia menyebut, sasaran operasi tidak hanya menyasar kios. Tetapi juga toko yang telah masuk pemetaan dan target pengawasan bersama Bea Cukai.

Ia menyebut, pemasok rokok ilegal umumnya menggunakan cara distribusi tertutup dan di lakukan secara sembunyi-sembunyi. Sehingga pengawasan terus di perkuat.

“Makanya kita selalu lihat targetnya sesuai dengan sasaran hasil mitigasi kita. Kalau ada temuan kita langsung amankan bersama Bea Cukai,” katanya.

Bambang menjelaskan, setiap rokok ilegal yang di temukan dalam operasi penertiban langsung di amankan sebagai barang bukti dan di proses sesuai ketentuan. Barang tersebut kemudian di musnahkan setelah mendapat persetujuan dari petugas Bea Cukai.

“Rokok ilegal memang tidak boleh di simpan, harus di musnahkan dan itu tercatat sebagai barbuk yang sudah di amankan oleh Bea Cukai,” jelasnya.

BACA JUGA:

Harga Ayam Potong di Pasar Kosambi Kota Bandung Turun Akibat Perang Harga

Bambang memastikan, operasi penertiban rokok ilegal akan terus di lakukan sebagai bagian dari upaya menjaga penerimaan negara dan menekan peredarannya di masyarakat.

“Penertiban akan terus kami lakukan bersama Bea Cukai. Tujuannya bukan hanya mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor cukai. Tetapi juga menekan peredaran rokok ilegal agar tidak semakin meluas di Kota Bandung,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Libur Sekolah, Satpol PP Kota Bandung Patroli 24 Jam

0
satpol pp kota bandung fokusjabar.id
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung Bambang Sukardi (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) meningkatkan patroli selama 24 jam di sejumlah kawasan wisata dan pusat keramaian selama masa libur sekolah.

Hal itu di lakukan untuk menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan masyarakat serta wisatawan yang memadati kawasan pusat kota.

BACA JUGA:

Terminal Cicaheum Tutup, 150 Bus Hijrah ke Leuwipanjang, Keberangkatan Langsung Melonjak

Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi mengatakan, patroli di lakukan dalam tiga shift. Dengan begitu, pengawasan berlangsung sepanjang hari. Terutama di kawasan yang menjadi tujuan wisata.

“Kita ada monitor. Karena kita kan ada tiga shift. Jadi dimonitor 24 jam. Apalagi sedang liburan sekolah, terutama yang berada di kawasan perkotaan,” kata Bambang, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, patroli di perketat menyusul meningkatnya wisatawan di sejumlah kawasan wisata. Terutama di jalan Asia Afrika. Pengawasan di lakukan agar aktivitas para pengunjung tetap aman, tertib dan nyaman.

“Tadi juga saya lewat ke Jalan Asia Afrika, ternyata luar biasa juga pengunjung di sana. Jangan sampai kenyamanan para pengunjung terganggu dengan adanya beberapa pelanggaran. Misalnya pengamen yang memaksa, foto yang memaksa. Itu kan tidak di perkenankan,” katanya.

Selain melakukan penertiban, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar menjaga ketertiban, keselamatan dan kebersihan selama berada di ruang publik.

“Pada prinsipnya kita mengimbau. Yang paling pokok jaga keselamatan, ketertibannya, kemudian jangan membuang sampah,” ucapnya.

Bambang menjelaskan, pengawasan di fokuskan di sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas wisatawan. Seperti Jalan Dalam Kaum, Alun-alun Bandung, Jalan Kepatihan, Jalan Asia Afrika, Braga Pendek, Braga Panjang hingga Jalan Suniaraja.

“Pusat kota menjadi perhatian kita karena merupakan pusat pergerakan wisatawan,” jelasnya.

Tak hanya mengawasi aktivitas masyarakat, Satpol PP juga melakukan patroli khusus untuk menertibkan bangunan liar, kios, spanduk, baliho, banner, hingga reklame yang dipasang tidak sesuai aturan.

BACA JUGA:

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Cimahi Tampilkan Atraksi K9 dan Simulasi Penanganan Tawuran

“Itu juga kita awasi, karena sesuai arahan Pak Gubernur tidak boleh ada pemasangan kembali di tempat-tempat perkotaan yang melanggar ketentuan,” ujarnya.

Selain itu, patroli malam tetap di lakukan secara rutin. Khususnya terhadap tempat hiburan malam. Selain menjadi agenda pengawasan menjelang hari besar keagamaan, patroli juga di lakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat.

“Banyak juga pengaduan dari masyarakat. Ada beberapa tempat hiburan yang meresahkan ataupun di sinyalir menjual minuman tidak berizin. Itu tetap kita tindak dan kita tindak lanjuti,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Ini Jadwal Latihan Perdana Persib Bandung

0
persib bandung fokusjabar.id
Pelatih Persib, Igor Tolic (foto: persib.co.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic segera mematangkan agenda persiapan tim menjelang bergulirnya kompetisi pada musim 2026/2027.

Rencananya, Dia mulai program latihan pada 7 Juli 2026 mendatang. Bagi Igor Tolic, ini akan menjadi momen spesial yang di percaya menjadi pelatih kepala Persib Bandung.

BACA JUGA:

Jaga Identitas Sakral Klub, Balad Galuh Janji Setia Kawal PSGC Ciamis di Kasta Liga 2

“Kami akan mulai latihan pada tanggal 7 Juli,” kata Tolic di kutip persib.co.id, Kamis (2/7/2026).

Menurut Dia, manajemen, tim pelatih dan pemain saat ini tengah berkoordinasi intensif agar masa persiapan pramusim ini bisa berjalan dengan baik.

“Kami sedang mengupayakan segala hal agar seluruh pemain dapat hadir sejak awal,” ucapnya.

Agenda pramusim di nilai sangat krusial bagi tim kebanggaan Bobotoh.

Selain berstatus sebagai juara bertahan dalam tiga musim beruntun, Pangeran Biru juga di hadapkan pada jadwal kompetisi yang sangat padat. Termasuk ajang ASEAN Club Championship (ACC) 2026/2027 dan AFC Champions League Two.

BACA JUGA:

PSGC Ciamis Resmi Jadi Tim Satelit Persib, dr. Imam Siap Turunkan Tim Medis Terbaik untuk Liga 2

Meurutnya, kehadiran pemain sejak sesi latihan perdana di harapkan dapat mempercepat proses adaptasi taktik serta pemulihan kondisi fisik setelah libur kompetisi.

Tim pelatih ingin memastikan kedalaman skuad pramusim ini terbangun dengan kokoh demi menjaga stabilitas performa tim di semua ajang yang akan di ikuti.

(Bambang Fourisrtian)