spot_imgspot_img
Kamis 30 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 400

Puluhan Ribu Pengunjung Serbu Bandung Zoo

0
bandung zoo fokusjabar.id
Antrean Pengunjung di Kebun Bintang Bandung atau Bandung Zoo Minggu (4/1/2026)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Puluhan ribu pengunjung memadati Bandung Zoo sejak Minggu (4/1/2026) pagi. Antusiasme masyarakat meningkat seiring kebijakan masuk gratis yang diberlakukan selama libur panjang.

Tingginya jumlah pengunjung membuat pengelola Bandung Zoo meningkatkan pengawasan dengan melibatkan Satpol PP dan Kepolisian.

BACA JUGA:

Baru Dibuka, Forest Walk Babakan Siliwangi Kota Bandung Dikeluhkan Pengunjung

Para petuhas disiagakan di sejumlah titik untuk mengantisipasi kepadatan serta menjaga ketertiban pengunjung.

Salah seorang pengunjung asal Ciganitri Buah Batu, Ida mengaku rela mengantre demi mengisi waktu liburan anak-anaknya.

“Yang pertama karena gratis. Sekalian mengisi waktu liburan anak-anak sekolah. Lumayan,” kata Ida.

Ida mengaku mengetahui informasi masuk gratis dari media sosial. Dia berharap, ke depan Bandung Zoo tetap dibuka untuk umum dengan harga tiket yang terjangkau.

“Saya tahu dari medsos. Harapannya, ke depan Bandung Zoo dibuka lagi seperti biasa. Yapi dengan harga tiket yang murah dan terjangkau untuk masyarakat bawah,” ucapnya.

Ida juga menyinggung kondisi satwa yang ramai diperbincangkan warganet. Menurutnya, keprihatinan tersebut mendorong sebagian pengunjung memberikan donasi sukarela.

“Kalau lihat di medsos memang memprihatinkan. Terlihat ada satwa yang kurus. Makanya tadi lihat juga ada yang donasi seikhlasnya. Ada yang uang ada juga sayuran buat pakan,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Selain Rusak, Forest Walk Babakan Siliwangi Kota Bandung Minim Pengamanan

Humas Bandung Zoo, Sulhan Syafi membenarkan adanya lonjakan pengunjung sejak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Sejak libur Nataru, lonjakannya luar biasa. Rata-rata per hari sekitar 10 ribu pengunjung,” kata Sulhan.

Menurutnya, lonjakan tersebut merupakan dampak dari pernyataan Pemerintah Kota Bandung yang menyebut Bandung Zoo sebagai ruang terbuka hijau yang dapat dikunjungi masyarakat tanpa tiket.

Sulhan menegaskan, saat ini pengunjung bebas masuk tanpa tiket. Namun pengelola tetap membuka opsi donasi secara sukarela.

“Masuk gratis. Bagi yang mau donasi, kami siapkan boks untuk pakan atau donasi dana. Tapi tidak ada tiket masuk,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi kepadatan, pihak pengelola mengerahkan 127 karyawan untuk berjaga. Khususnya di area kandang satwa. Sejumlah aktivitas juga dibatasi demi keamanan dan kenyamanan.

“Feeding kami tutup. Pengunjung hanya bisa berkeliling, foto dengan satwa dan menyaksikan atraksi pukul 11.00 WIB. Pengunjung boleh berkeliling, botram dan berkegiatan lain. Tapi tidak memberi makan satwa,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Libur Nataru, Kunjungan Wisatawan ke Kota Bandung Tembus  4,5 juta Orang

Melihat tingginya animo masyarakat, pihaknya berharap segera ada pengelolaan sementara agar sistem tiket dapat kembali diberlakukan guna mengontrol jumlah pengunjung.

“Harapan kami, ke depan ada pengelolaan sementara supaya penjualan tiket bisa dibuka lagi dan pengunjung lebih terkontrol,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Persik vs Persib, Bojan Bicara Sosok Ezra Walian 

0
persib bandung@fokusjabar.id
Pelatih Persib, Bojan Hodak. (Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persib Bandung akan berhadapan dengan Persik Kediri pada pertandingan tandang kompetisi Super League 2025/2026.

Pertandingan yang akan berlangsung di Stadion Brawijaya Kediri, Senin (5/1/2026). Akan menjadi ajang reuni lantaran Persik Kediri di perkuat oleh Ezra Walian yang merupakan mantan pemain Persib.

Menurut pelatih Persib, Bojan Hodak, Ezra Walian merupakan pemain berkualitas yang di miliki oleh Persik. Dan saat bersama skuat Maung Bandung dia mampu menampilkan permainan terbaiknya.

Baca Juga: Persija Jakarta Kudeta Persib Bandung, Ini Kata Mauricio Souza

“Ezra adalah pemain terbaik di Kediri. Bisa di lihat, dia bermain dengan sangat baik bersama kami tapi satu-satunya hal adalah. Dia tidak mau berada di bench,” kata Bojan Hodak.

“Sayangnya waktu itu kami memiliki Ciro di posisinya dan dia ingin menit bermain yang lebih,” ungkapnya menambahkan.

Pelatih asal Kroasia ini menuturkan, saat bersama Persib, Ezra Walian sering masuk sebagai pemain pengganti. Namun dia berperan penting di tim dan turut mengantarkan skuat Maung Bandung juara Liga 1 2023/2024.

Baca Juga: Klasemen Super League Memanas, Persib Bandung Posisi 3

“Jika kalian ingat juga, setiap dia masuk, seperti seorang supersub. Tapi dia tidak senang terhadap posisinya dan saya memahami itu. Karena itu, dia memutuskan untuk pergi,” jelasnya.

Setelah bergabung dengan Persik, Ezra Walian tetap konsisten menampilkan permainan terbaiknya. Sehingga di skuat Macan Putih di berikan kepercayaan menjadi kapten tim.

“Tapi dia bermain dengan sangat bagus di tim lain dan menjadi kapten. Jadi tentu dia bermain bagus dan saya juga tidak pernah meragukannya. Satu-satunya isu adalah pemain hanya ingin bermain,” tegasnya.

(Arif)

Hadir di Bandung, Goat Arena Serius Kembangkan Padel untuk Jangka Panjang 

0
bandung@fokusjabar.id
Hadir di Bandung, Goat Arena Serius Kembangkan Padel untuk Jangka Panjang. (Istimewa)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Goat Arena Bandung serius mengembangkan olahraga Padel untuk jangka panjang dengan menghadirkan lapangan yang mengacu standar internasional.

Seperti di ketahui, olahraga padel mengalami perkembangan yang cukup pesat di Indonesia termasuk di Kota Bandung.

Untuk itu Goat Arena di Jalan Menado No.37, Kota Bandung, hadir menjadi salah satu venue yang serius mengembangkan olahraga ini untuk jangka panjang.

Baca Juga: TAFF Roadshow, Bandung Punya Potensi Besar dalam Olahraga Flag Football

General Manager Goat Arena, Haris Adi Prayuda, mengatakan Goat Arena Bandung resmi di buka pada 17 November 2025 dan di resmikan oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih karena lokasinya berada di wilayah Stadion Siliwangi.

Haris menuturkan, di bangun dengan mengacu standar internasional, Goat Arena memiliki enam lapangan padel dan dua lapangan tenis. 

“Ketinggian ceiling tertinggi sekitar 20–20,5 meter dan terendah 12,5 meter. Jarak antar lapangan juga sudah sesuai standar internasional, sekitar 2,5 sampai 3 meter,” kata Haris.

Lebih lanjut Haris mengatakan, dengan fasilitas tersebut Goat Arena siap menggelar kejuaraan internasional dan tidak menutup kemungkinan berpeluang menjadi tuan rumah turnamen FIP Silver pada Agustus mendatang.

“Sekitar 70–80 persen kemungkinan turnamen ini di pindahkan ke Bandung dari Jakarta karena antusiasme penonton di sini lebih baik,” ucapnya menambahkan.

Untuk Semua Kalangan

Selain itu, Goat Arena mengusung konsep padel untuk semua kalangan. Konsep ini terlihat dari sistem pemesanan lapangan.

Goat Arena menurutnya, tidak menerapkan sistem keanggotaan dengan blok jam jangka panjang. Sehingga, siapapun memiliki kesempatan untuk memesan jadwal.

“Booking kami bersifat mingguan. Setiap Jumat jam empat sore, booking di buka untuk minggu berikutnya. Supaya semua orang punya kesempatan bermain dan tidak di kuasai komunitas tertentu,” jelasnya.

Baca Juga: Diva Aulia Putri, Pemain Timnas Putri Dari Jaipong ke Sepakbola

Goat Arena juga akan mengembangkan manajemen atlet, pelatih, dan event organizer khusus padel. Sejauh ini, tim Goat Arena di perkuat tiga atlet nasional, yakni Novela (atlet putri nomor satu Indonesia), Valentinos Dias (peringkat lima nasional), dan Vivin.

Tak sampai di situ Goat Arena juga memiliki rencana membangun akademi padel sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan.

Menurutnya, olahraga ini memiliki masa depan cerah di Indonesia. Seperti di ketahui, olahraga ini telah masuk Asian Games dan tengah di arahkan menuju Olimpiade. 

Kemudian di tingkat nasional, padel juga telah tercatat dalam kalender PBPI dan akan di pertandingkan di Osaka.

“Karakter padel mirip bulu tangkis dan futsal, mengandalkan agility dan game intelligence. Dengan pembinaan yang konsisten, Indonesia punya peluang besar bersaing di level dunia,” tegasnya.

(Arif)

TAFF Roadshow, Bandung Punya Potensi Besar dalam Olahraga Flag Football

0
kota bandung@fokusjabar.id
Roadshow TAFF di Lapangan Bola UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Minggu (4/1/2026). (Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Taylor Made Academy of Flag Football (TAFF) kembali melanjutkan rangkaian roadshow. Untuk pengembangan olahraga flag football di Indonesia, kali ini mengunjungi Kota Bandung.

Roadshow TAFF di Kota Bandung ini mendapat sambutan antusias, sekitar 150 peserta baik pemula hingga atlet berpengalaman. Mengikuti kegiatan yang digelar di Lapangan Bola UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Minggu (4/1/2026).

Jumlah peserta ini menjadi yang terbanyak jika dibandingkan dengan kota lainnya. Sebelumnya, TAFF telah sukses menggelar roadshow di Surabaya dan Yogyakarta.

Baca Juga: Persija Jakarta Kudeta Persib Bandung, Ini Kata Mauricio Souza

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pelatihan langsung dari Coach “22” Dana Taylor dan Coach Windra Thio. Dua pelatih berpengalaman yang telah menangani atlet di level nasional maupun internasional.

Asisten Timnas womens sekaligus founder TAFF coach “22” Dana Taylor, senang dengan antusias peserta yang mengikuti kegiatan ini. Menurut, Bandung menjadi salah satu kota yang memiliki potensi dalam olahraga flag football.

“Pengalaman ini sangat bagus, mereka benar-benar ingin belajar dan belajar banyak saat ini. Ada banyak potensi di sini untuk Bandung menjadi lebih baik. Mulai dari anak-anak sekolah. Hingga perguruan tinggi,” ujarnya, Minggu (4/1/2026).

Lebih lanjut eks pemain timnas Flag Football US 2022-2024 ini mengatakan. Hal ini menjadi permulaan yang bagus bagi perkembangan olahraga ini di Kota Bandung.

“Karena ini akan menjadi generasi yang akan datang, setelah orang dewasa yang sudah berada di sini. Jadi jika kita bisa membuat mereka berada di tempat yang benar. Dengan fundamental yang benar, dan memasukkan itu ke dalam latihan mereka, mereka akan menjadi lebih baik,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Coach Windra Thio menjelaskan, kegiatan ini digelar dengan tujuan untuk memperkenalkan flag football secara lebih luas, meningkatkankualitas teknik dan pemahaman permainan para atlet. 

Wadah Pebelajaran

Selain itu, menjadi wadah pembelajaran bagi pelatih daerah agar dapat terus meningkatkan kapasitas, metode kepelatihan, dan pemahaman sistem permainan yang lebih modern.

“Bandung memiliki potensi besar untuk perkembangan flag football. Melalui roadshow ini, kami tidak hanya fokus pada pengembangan pemain, tetapi juga ingin membantu coaches daerah untuk terus upgrade, sehingga kualitas pembinaan dapat merata dan berkelanjutan,” ujar Coach Windra Thio.

Kedepannya, pihaknya ingin rutin mengunjungi Kota Bandung dan lainnya yakni sekitar tiga bulan atau empat bulan sekali, untuk memantau dan update perkembangan flag football.

Baca Juga: Diva Aulia Putri, Pemain Timnas Putri Dari Jaipong ke Sepakbola 

“Kita mau, kalau bisa, empat kali setahun, kita cek up, buat camp beginian untuk pemain di Bandung supaya bisa lebih improve untuk mereka punya skills permainan di setiap level. SMA, di universitas,  sama yang lebih muda juga,” jelasnya.

Sementara itu, kehadiran TAFF di Bandung menjadi langkah lanjutan untuk memperluas jangkauan pengembangan flag football sekaligus memperkuat komunitas, baik di level pemain maupun pelatih.

Melalui kegiatan ini, TAFF berharap Bandung dapat menjadi salah satu pusat pertumbuhan flag football di Indonesia serta melahirkan atlet dan pelatih yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Roadshow ini terselenggara berkat kolaborasi TAFF dengan AAFI (Asosiasi American Football Indonesia), sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun ekosistem Flag football yang berkelanjutan di Indonesia.

(Arif)

Akhirnya, Zaidan Al Fatih Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal Dunia

0
tasikmalaya@fokusjabar.id
Mayat Zaidan Al Fatih ditemukan mengambang di Sungai Cikalang Curug Ojo Kec.Tawang Kota Tasikmalaya (ist)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Setelah di laporkan hilang Jumat (02/01/2026) lalu, bocah anak laki-laki bernama Zaidan Al Fatih (5). Akhirnya berhasil di temukan dalam kondisi meninggal dunia, Minggu (04/01/2026) pagi sekitar pukul 08.30 WIB.

Lokasi penemuan di sungai Cikalang, tepatnya Curug Ojo Kecamatan Tawang berjarak sekitar 6 kilometer. Dari tempat kejadian di sungai Cibaregbeg Kelurahan Tuguraja Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, Dudu mengatakan. Awal di temukannya korban ada warga yang sedang lewat di lokasi dan melihat sesuatu yang aneh. Lalu di dekati ternyata mayat.

Baca Juga: Lurah Tugujaya Ungkap Kronologi Hilangnya Zaidan Al Fatih

“Ada warga yang lewat dan melihat mayat yang mengambang di lokasi, lalu warga tersebut melaporkan pihak ke Kepolisian yang kemudian langsung di tindak lanjuti dengan bersama BPBD,”ungkap Dudu Minggu (04/01/2026).

Ia menuturkan, Saat menerima laporan tim BPBD, Tagana serat pihak kepolisian bersama unsur lainnya langsung menuju ke lokasi tempat di temukannya mayat yang mengambang.

“Personil gabungan pun langsung ke lokasi untuk melakukan evakuasi mayat dan selanjutnya jenazah di bawa ke RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya untuk di lakukan autopsi,”ujar Dudu.

Mayat Mengambang

Ia menuturkan, mayat yang di temukan mengambang di Sungai Cikalang Curug Ojo tersebut, di pastikan anak yang bernama Zaidan Al Fatih (5) yang di laporkan terseret arus air Kali Cibaregbeg samping kelurahan Tugujaya pada Jumat (02/01/2026) lalu.

Baca Juga: Belanja Jajanan, Bocah di Kota Tasikmalaya Hilang Diduga Terseret Arus Sungai

“Hasil pemeriksaan dan visum, benar itu Zaidan Al Fatih (5), korban yang di laporkan terseret arus air Kali Cibaregbeg Jumat lalu, dan jenazahnya pun segera di antarkan ke pihak keluarga di Perum Tamanjaya Kec.Tamansari untuk di makamkan secara kekeluargaan,”papar Dudu.

Dia pun menjelaskan, pihak keluarga korban menerima dengan ikhlas atas musibah yang menimpah buah hatinya yang di temukan dalam kondisi meninggal dunia karena terseret arus air deras.

“Kita semua tentu turut berdukacita atas kejadian meninggalnya anak Zaidan Al Fatih. Semoga almarhum meninggalnya Husnul khatimah dan di terima di sisi Allah SWT serta keluarga yang di tinggalkan di beri kesabaran dan ketabahan atas musibah ini,” pungkasnya.

(Seda)

Gubernur Jabar Bangun Jembatan Sodongkopo Pangandaran, “Terimakasih Bapak Aing”

0
gubernur jabar@fokusjabar.id
Jembatan Sodongkopo Kabupaten Pangandaran.(foto:Yud's/fokusjabar.id)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Jembatan Sodongkopo di prediksi akan selesai pada akhir Januari 2026. Walaupun belum di resmikan, namun, warga Kabupaten Pangandaran sudah menyampaikan ucapan rasa terimakasihnya. Untuk Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi yang lebih di kenal Bapak Aing.

“Terimakasih atas perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi yang telah membangun jembatan Sodongkopo. Penghubung pangandaran dan batu karas Kecamatan Cijulang,” ungkap Dede Aos Firdaus salah seorang warga Kabupaten Pangandaran, Minggu (4/1/2026).

Dengan di bangunnya jembatan Sodongkopo yang di biayai APBD Provinsi Jabar, lanjut Dede. Tentunya akan mempersingkat waktu tempuh dari pangandaran ke batu karas ataupun sebaliknya.

Baca Juga: Kisah Si Pejalan Kaki dari Tasikmalaya ke Pangandaran, Wandi: ‘Seperti Anak Raja’

“Sekali lagi, terimakasih, haturnuhun Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi atas perhatiannya terhadap masyarakat Kabupaten Pangandaran,” ucapnya.

Jembatan Sodongkopo jika sudah resmi bisa di gunakan, lanjut Dede, tentu akan membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat Kabupaten Pangandaran.

“Selain mempersingkat waktu tempuh, jembatan Sodongkopo juga akan memberi dampak peningkatan ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Kepemimpinan Dedi Mulyadi

Sementara, salah seorang aktivis eksponen 96 pituin Cijulang, Dadi Abidarda juga menyampaikan rasa terimakasih kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Yang telah melanjutkan pembangunan jembatan Sodongkopo Pangandaran.

“Saya sebagai pituin warga Cijulang, sangat berterimakasih kepada Gubernur Jabar, Kang Dedi Mulyadi. Alias Bapak Aing yang telah memberikan perhatian dengan membangun jembatan Sodongkopo,” kata Dadi Abidarda.

Baca Juga: Masjid Ar Rohman dan Jembatan Sodongkopo, Ikon Baru Kabupaten Pangandaran

Dadi juga mendoakan Dedi Mulyadi, dengan kepemimpinannya di Pemprov Jawa Barat. Bisa lebih membawa keberkahan dan kemajuan bagi seluruh masyarakat Jabar.

“Semoga Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi dalam memimpin Jabar, membawa kemaslahatan, kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Jabar,” pungkasnya.

Sekedar informasi, bahwa proyek lanjutan jembatan Sodongkopo yang menghubungkan Nusawiru dan pantai Batu karas. Di biayai oleh anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Provinsi Jabar.

Senilai Rp55,4 miliar pada tahap kedua, dengan lama pekerjaan 255 hari kalender, terhitung sejak tanggal 21 April 2025. Dengan panjang jembatan 140 meter dan lebar 7 meter, dan jalur bagi para pejalan kaki, masing-masing 2,5 meter.

(Yud’s)

Damkar Ciamis Evakuasi Ular di Dalam Warung Kelontongan

0
UPTD Damkar Ciamis fokusjabar.id
Personel Damkar UPTD Ciamis saat berusaha mengevakuasi ular dari dalam warung warga di Desa Budiharja

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Petugas piket UPTD  Damkar Ciamis mengevakuasi seekor uUar Korros (Ptyas Korros) yang berada di dalam warung kelontongan milik Hidayat (77) di Dusun Cikiray, Desa Budiharja Kecamatan Sindangkasih Kebupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar).

Keberadaan Ular Korros sebelumnya diketahui oleh anak pemilik warung berada di luar halaman.

BACA JUGA:

Ular Korros Masuk Rumah, Damkar Ciamis Berhasil Amankan Tanpa Korban

Demikian dikatakan Kepala Satpol PP Kabupaten Ciamis, Ega Anggara Alqausar.

Menurutnya, Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 06.30 WIB, petugas piket UPTD Damkar Ciamis menerima telpon permintaan bantuan mengevakuasi ular.

“Petugas piket UPTD Damkar Ciamis langsung menindaklanjuti laporan tersebut,” katanya.

Berdasarkan informasi dari pemilik warung, ular tersebut masuk ke dan menghilang di sela sela tumpukan karton bekas mie instan.

“Petugas Damkar langsung mencari keberadaan ular. Tim menemukannya di dalam tumpukan karton bekas,” ungkapnya.

Ega menjelaskan, personel Damkar UPTD Ciamis langsung melakukan persiapan untuk melakukan penangkapan terhadap reptil membahayakan tersebut.

BACA JUGA:

Damkar Kawali Ciamis Lepas Cincin Pelajar

“Saat akan ditangkap, ular itu sangat agresif. Sehingga personel kami menangkapnya dengan sangat hati-hati dan penuh perhitungan,” katanya.

“Ular berhasil ditangkap dengan tidak melukai sedikitpun,” pungkas Ega.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, personel Damkar Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Rancah berhasil mengevakuasi seekor ular jenis Korros dari rumah Eka Putri Lestari (21) di Dusun Rancah Hilir RT 002/RW 004, Desa/Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis.

Evakuasi dilakukan setelah pemilik rumah melaporkan keberadaan ular tersebut.

Ular ditemukan bersembunyi di dalam rumah dan sempat menimbulkan kekhawatiran.

(Husen Maharaja)