spot_imgspot_img
Kamis 30 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 401

Gubernur Jabar Bangun Jembatan Sodongkopo Pangandaran, “Terimakasih Bapak Aing”

0
gubernur jabar@fokusjabar.id
Jembatan Sodongkopo Kabupaten Pangandaran.(foto:Yud's/fokusjabar.id)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Jembatan Sodongkopo di prediksi akan selesai pada akhir Januari 2026. Walaupun belum di resmikan, namun, warga Kabupaten Pangandaran sudah menyampaikan ucapan rasa terimakasihnya. Untuk Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi yang lebih di kenal Bapak Aing.

“Terimakasih atas perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi yang telah membangun jembatan Sodongkopo. Penghubung pangandaran dan batu karas Kecamatan Cijulang,” ungkap Dede Aos Firdaus salah seorang warga Kabupaten Pangandaran, Minggu (4/1/2026).

Dengan di bangunnya jembatan Sodongkopo yang di biayai APBD Provinsi Jabar, lanjut Dede. Tentunya akan mempersingkat waktu tempuh dari pangandaran ke batu karas ataupun sebaliknya.

Baca Juga: Kisah Si Pejalan Kaki dari Tasikmalaya ke Pangandaran, Wandi: ‘Seperti Anak Raja’

“Sekali lagi, terimakasih, haturnuhun Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi atas perhatiannya terhadap masyarakat Kabupaten Pangandaran,” ucapnya.

Jembatan Sodongkopo jika sudah resmi bisa di gunakan, lanjut Dede, tentu akan membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat Kabupaten Pangandaran.

“Selain mempersingkat waktu tempuh, jembatan Sodongkopo juga akan memberi dampak peningkatan ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Kepemimpinan Dedi Mulyadi

Sementara, salah seorang aktivis eksponen 96 pituin Cijulang, Dadi Abidarda juga menyampaikan rasa terimakasih kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Yang telah melanjutkan pembangunan jembatan Sodongkopo Pangandaran.

“Saya sebagai pituin warga Cijulang, sangat berterimakasih kepada Gubernur Jabar, Kang Dedi Mulyadi. Alias Bapak Aing yang telah memberikan perhatian dengan membangun jembatan Sodongkopo,” kata Dadi Abidarda.

Baca Juga: Masjid Ar Rohman dan Jembatan Sodongkopo, Ikon Baru Kabupaten Pangandaran

Dadi juga mendoakan Dedi Mulyadi, dengan kepemimpinannya di Pemprov Jawa Barat. Bisa lebih membawa keberkahan dan kemajuan bagi seluruh masyarakat Jabar.

“Semoga Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi dalam memimpin Jabar, membawa kemaslahatan, kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Jabar,” pungkasnya.

Sekedar informasi, bahwa proyek lanjutan jembatan Sodongkopo yang menghubungkan Nusawiru dan pantai Batu karas. Di biayai oleh anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Provinsi Jabar.

Senilai Rp55,4 miliar pada tahap kedua, dengan lama pekerjaan 255 hari kalender, terhitung sejak tanggal 21 April 2025. Dengan panjang jembatan 140 meter dan lebar 7 meter, dan jalur bagi para pejalan kaki, masing-masing 2,5 meter.

(Yud’s)

Damkar Ciamis Evakuasi Ular di Dalam Warung Kelontongan

0
UPTD Damkar Ciamis fokusjabar.id
Personel Damkar UPTD Ciamis saat berusaha mengevakuasi ular dari dalam warung warga di Desa Budiharja

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Petugas piket UPTD  Damkar Ciamis mengevakuasi seekor uUar Korros (Ptyas Korros) yang berada di dalam warung kelontongan milik Hidayat (77) di Dusun Cikiray, Desa Budiharja Kecamatan Sindangkasih Kebupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar).

Keberadaan Ular Korros sebelumnya diketahui oleh anak pemilik warung berada di luar halaman.

BACA JUGA:

Ular Korros Masuk Rumah, Damkar Ciamis Berhasil Amankan Tanpa Korban

Demikian dikatakan Kepala Satpol PP Kabupaten Ciamis, Ega Anggara Alqausar.

Menurutnya, Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 06.30 WIB, petugas piket UPTD Damkar Ciamis menerima telpon permintaan bantuan mengevakuasi ular.

“Petugas piket UPTD Damkar Ciamis langsung menindaklanjuti laporan tersebut,” katanya.

Berdasarkan informasi dari pemilik warung, ular tersebut masuk ke dan menghilang di sela sela tumpukan karton bekas mie instan.

“Petugas Damkar langsung mencari keberadaan ular. Tim menemukannya di dalam tumpukan karton bekas,” ungkapnya.

Ega menjelaskan, personel Damkar UPTD Ciamis langsung melakukan persiapan untuk melakukan penangkapan terhadap reptil membahayakan tersebut.

BACA JUGA:

Damkar Kawali Ciamis Lepas Cincin Pelajar

“Saat akan ditangkap, ular itu sangat agresif. Sehingga personel kami menangkapnya dengan sangat hati-hati dan penuh perhitungan,” katanya.

“Ular berhasil ditangkap dengan tidak melukai sedikitpun,” pungkas Ega.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, personel Damkar Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Rancah berhasil mengevakuasi seekor ular jenis Korros dari rumah Eka Putri Lestari (21) di Dusun Rancah Hilir RT 002/RW 004, Desa/Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis.

Evakuasi dilakukan setelah pemilik rumah melaporkan keberadaan ular tersebut.

Ular ditemukan bersembunyi di dalam rumah dan sempat menimbulkan kekhawatiran.

(Husen Maharaja)

Penuhi Air Bersih, Polri Bangun 436 Sumur Bor di Sumatera

0
sumur bor fokusjabar.id
Sumur Bor (foto: web)

SUMATERA, FOKUSJabar.id: Untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga terdampak bencana, Polri menyiapkan 436 sumur bor di wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Mengutip tempo.co, Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, rencana pembangunan tersebut mencakup 261 titik di Aceh, 25 titik di Sumatera Utara dan 150 titik di Sumatera Barat.

BACA JUGA:

Gelombang PHK Massal Ancam Industri Tekstil, DPR Minta Pemerintah Bergerak Cepat

“Kami merencanakan membangun 436 fasilitas sumur bor di Aceh, Sumut dan Sumbar,” katanya.

Selain sumur bor, Polri menyiapkan sarana sanitasi darurat di lokasi terdampak bencana.

Fasilitas tersebut, toilet portabel, MCK serta dukungan distribusi air bersih.

“Kami siapkan mobil toilet dua unit, membangun 75 MCK, mobil tangki air 32, tanki air bersih 400 dan jet pump 1.431,”  kata Sigit.

Menurut Kapolri, pembangunan dan distribusi fasilitas air bersih tersebut belum seluruhnya rampung. Pihaknya masih melanjutkan pengerjaan secara bertahap.

“Saat ini proses sedang berjalan. Belum semuanya rampung,” kata Kapolri.

Penyediaan fasilitas air bersih dan sanitasi berjalan bersamaan dengan pengerahan personel Polri di wilayah pascabencana.

Aparat kepolisian terlibat dalam pemulihan fasilitas publik serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

BACA JUGA:

Partai Demokrat Apresiasi Prabowo Subianto dalam Penanganan Bencana

Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada akhir November lalu masih memakan korban jiwa sebulan pasca kejadian.

BNPB mencatat, penambahan kasus korban jiwa dalam bencana Sumatera tersebut. Data per 4 Januari 2026 total korban meninggal bencana Sumatera mencapai 1.167 orang.

Aceh menjadi daerah yang paling banyak korban meninggal imbas bencana ekologis tersebut.

BNPB mencatat, dari total korban jiwa di tiga provinsi, 540 di antaranya berada di Aceh.

Di Sumatera Utara, tercatat korban meninggal mencapai 365 jiwa. Jumlah itu masih memungkinkan bertambah lantaran sebanyak 60 orang yang tersebar di 18 kabupaten-kota Sumatera Utara belum ditemukan.

Sementara di Sumatera Barat, korban meninggal akibat banjir mencapai 262 orang. Sebanyak 10,8 ribu orang masih mengungsi dan 74 lainnya belum ditemukan keberadaannya.

(Bambang Fouristian)

Wabup Garut Minta Inspektorat Audit Desa Panggalih

0
wabup garut fokusjabar.id
Wabup Garut, Putri Karlina

GARUT, FOKUSJabar.id Wabup Garut Jawa Barat (Jabar), Putri Karlina angkat bicara terkait video viral dugaan intimidasi yang diduga dilakukan oleh keluarga Kepala Desa (Kades) Panggalih Kecamatan Cisewu terhadap seorang warga.

Melalui akun Instagram pribadinya @putri.karlina14, Wabup Garut menegaskan telah mengambil langkah tegas dengan berkoordinasi bersama pihak Inspektorat.

BACA JUGA:

Ini Target Bupati Garut untuk TWA Talaga Bodas

Peristiwa tersebut bermula dari unggahan video amatir oleh akun Facebook Holis Muhlisin. Dalam video tersebut, seorang warga Desa Panggalih diduga menjadi korban intimidasi setelah menyuarakan keluhan mengenai pembangunan desa dan rencana perbaikan jalan yang belum terealisasi.

Suasana dalam rekaman tersebut tampak memanas dengan adanya kata-kata kasar dan nada menantang dari pihak yang diduga keluarga Kades.

Putri Karlina menyatakan telah menghubungi Inspektur untuk segera mendatangi Desa Panggalih guna melakukan audit.

“Audit ini bukan untuk mencelakakan Kades. Namun untuk memberikan informasi berimbang ke mana Dana Desa (DD) tersebut mengalir,” ujarnya.

BACA JUGA:

Polsek Cisurupan Polres Garut Monitoring Wisata Gunung Papandayan

Wabup Garut menegaskan, setiap pemimpin atau pejabat publik harus siap menerima kritik. Dia menyayangkan aksi intimidasi tersebut.

Putri Karlina berharap, oknum yang bersangkutan bisa mengambil hikmah dari kejadian tersebut.

Dia mengimbau agar setiap permasalahan di desa tidak diselesaikan dengan emosi atau tindakan intimidatif. Namun dengan keterbukaan informasi kepada masyarakat.

Pihaknya juga mengapresiasi kepada warga yang berani bersuara dan memberikan masukan. Baik melalui konten media sosial maupun kanal komunikasi lainnya.

BACA JUGA:

IPM Garut Rendah, Deden Sopian Bilang Begini

Menurut Putri Karlina, permasalahan tersebut telah mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat. Pihak Pemkab Garut berkomitmen untuk menangani kasus ini secara transparan.

“Jika pembangunan memang ada, sampaikan datanya. Jika tidak ada, informasikan kendalanya. Harus berimbang agar tidak ada lagi masyarakat yang merasa terintimidasi hanya karena bertanya,” pungkas Putri Karlina.

(Y.A. Supianto)

Persija Jakarta Kudeta Persib Bandung, Ini Kata Mauricio Souza

0
persija jakarta fokusjabar.id
Mauricio Souza (foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Persija Jakarta meraih poin penuh setelah menumbangkan Persijap Jepara dengan skor 2-0, Sabtu (3/1/2026).

Laga pekan ke-16 Super League 2025/2026 tersebut digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat

BACA JUGA:

Teja Paku Alam Optimis 3 Poin kontra Persik Kediri

Tambahan tiga poin membuat Persija berada di urutan kedua klasemen sementara.

Anak asuh Mauricio Souza sementara waktu menggeser Persib Bandung. Persija mengoleksi 35 poin. Sedangkan Pangeran Biru mempunyai 34 poin.

Meski turun ke peringkat riga, Persib Bandung belum bermain pada pekan ke-16.

Jika anak asuh Bojan Hodak menang kontra Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Senin (5/1/2026), maka Persib akan kembali menjadi pemuncak klasemen sementara.

Mengutip bolasport.com, Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza mengaku senang anak asuhnya bisa membungkam Persijap Jepara.

Meski begitu, Dia kecewa melihat permainan anak asuhnya di babak pertama. Bagaimana tidak, banyak peluang yang tidak membuahkan gol.

Hasilnya, Macan Kemayoran terpaksa bermain imbang 0-0 melawan Persijap Jepara.

BACA JUGA:

Klasemen Super League Memanas, Persib Bandung Posisi 3

“Kami banyak mengalirkan bola dan cukup memaksakan permainan di babak pertama. Namun, kami tidak terlalu banyak melakukan penyelesaian akhir,” kata Mauricio Souza.

Karenanya, pada babak kedua, Mauricio Souza melakukan beberapa perubahan komposisi pemain.

Taktik tersebut membuahkan hasil. Persija mencetak dua gol lewat aksi Arlyansyah Abdulmanan dan Aditya Warman.

“Pada babak kedua kami membenahi beberapa hal. Dari situ kami bisa lebih sering melakukan tembakan. Dan berhasilmencetak dua gol,” katanya.

“Seperti yang saya katakan, di babak pertama kami banyak melakukan kesalahan untuk membuat lawan cukup kelelahan. Pada babak kedua, mereka kesulitan untuk mengejar kami. Saya sangat puas dengan hasil yang diraih,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Lurah Tugujaya Ungkap Kronologi Hilangnya Zaidan Al Fatih

0
Zaidan Al Fatih fokusjabar.id
Zaidan Al Fatih

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Upaya pencarian Zaidan Al Fatih (5) yang hilang setelah membeli jajanan bersama kakaknya di warung samping kantor Kelurahan Tugujaya, Kmapung Cibaregbeg Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya belum membuahkan hasil.

Meski begitu, pihak BPBD Kota Tasikmalaya bersama unsur TNI, Polri, Tagana dan pihak lainnya akan terus terus melakukan pencarian.

BACA JUGA:

Belanja Jajanan, Bocah di Kota Tasikmalaya Hilang Diduga Terseret Arus Sungai

Menurut Plt Kalak BPBD Kota Tasikmalaya, Hanafi, proses pencarian bakal diperluas hingga ke Bendungan Leuwikeris Kota Banjar yang jaraknya sekitar 45 kilometer.

“Pencarian akan kita lanjutkan kembali. Dan akan diperluas hingga ke Bendungan Leuwikeris Banjar. Mudah-mudahan bisa ditemukan secepatnya,” ungkap Hanafi.

Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Tim BPBD bersama unsur lainnya, saat melakukan pencarian anak hilang di Bendungan Cikalang di Kmp. Sindangkasih Kec. Purbaratu Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

Kronologi hilangnya Zaidan Al Fatih putra pasangan Deli Delia dan Ali Darsono dikisahkan Lurah Tugujaya, Yanti Irma Damayanti.

Yanti mengatakan, Jumat (2/1/2026) ibu korban datang ke Kantor Kelurahan bersama dua orang anaknya untuk keperluan verifikasi bantuan sosial.

“Saat itu, Ibu korban ke kelurahan untuk menanyakan program bantuan sosial. Namun anaknya, Zaidan dan kakaknya ingin membeli jajanan,” ungkap Yanti.

Menurut Dia, di samping Kelurahan ada Kali Cibaregbeg yang debit airnya sedang meluap.

“Bocah naas dan kakaknya pergi jajan ke warung samping kelurahan. Namun tidak berselang lama, kakaknya kembali ke kantor kelurahan tanpa Zaidan,” kisah Yanti.

BACA JUGA:

Refleksi HAB ke-80, Wawalkot Ajak Kemenag Kota Tasikmalaya Perkuat Moderasi

Kakak korban mengira adiknya sudah kembali ke kantor kelurahan. Saat itu juga, Yanti bersama bersama ibu korban langsung mencarinya. Termasuk mencari ke lantai atas dan ke seluruh ruangan kantor. Namun anak tersebut tidak ditemukan.

“Korban hilang setelah membeli jajanan di warung samping kantor kelurahan. Kami menduga, korban terseret arus air di Kali Cibaregbeg. Di mana airnya cukup deras dan meluap hingga menutup jalan,” pungkasnya.

(Seda)

Kisah Si Pejalan Kaki dari Tasikmalaya ke Pangandaran, Wandi: ‘Seperti Anak Raja’

0
wandi fokusjabar.id
Wandi saat dikawal polisi bermain di pantai Batukaras

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Wandi (17), remaja asal Desa Neglasari Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya nekat jalan kaki sepanjang 69 kilometer hanya demi untuk melihat laut di Pantai Batukaras Pangandaran.

Wandi merupakan keluarga tidak mampu dan hanya mengenyam pendidikan sampai Sekolah Dasar (SD).

BACA JUGA:

Bantu Remaja Asal Tasikmalaya, Eksponen 96 Apresiasi Kapolres Pangandaran

Dia tidak melanjutkan pendidikannya lantaran tidak ingin menjadi beban keluarga. Sejak itu, Wandi terpaksa bekerja serabutan untuk membantu orangtuanya.

“Wandi sekolah sampai kelas 6 SD. Kenapa tidak melanjutkan sekolah? Karena melihat kondisi orangtuanya yang kurang mampu,” kata Kanit Reskrim Polsek Cijulang Polres Pangandaran, Bripka Zera Janwara melalui pesan WhatsApp, Minggu (4/1/2026).

Saat pertama ditemui di Masjid Agung Al Hikmah Parigi oleh anggota Polsek Cijulang, Wandi mengenakan pakaian gamis, bersandal jepit rusak. Dia kondisinya sangat kelelahan.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Cijulang, Wandi hanya membawa uang Rp10 ribu.

“Pada saat ditemukan, Wandi membawa uang Rp10 ribu,” kata Zera.

Kendati demikian, Wandi merasa senang ketika berada di Pantai Batu Karas. Selain bsa melihat laut, Dia juga bisa bermain air di pantai.

Dia merasa derajatnya diangkat oleh Allah SWT. Bagaimana tidak, Wandi diperlakukan istimewa oleh aparat.

BACA JUGA:

Ingin Liburan, Wandi Jalan Kaki dari Tasikmalaya ke Batu Karas Pangandaran

“Pada saat berenang, Dia dijaga oleh anggota Polsek Cijulang. Wandi merasa senang sebagai orang tidak mampu namun dikawal oleh polisi. Seperti putra raja,” kata Zera menirukan ucapan Wandi.

Saat diajak jalan-jalan menggunakan mobil Polisi, Wandi mengeluhkan pusing dan mual. Menurut Zera, hal tersebut karena selama ini Wandi jarang sekali naik mobil.

Wandi merasa sangat beruntung ada di posisi itu. Terlebih menimpa kepada orang yang tidak memiliki banyak uang. Bahkan dia mengatakan, tidak semua orang bisa seberuntung dirinya.

Bukan itu saja, Wandi dipertemukan dengan orang-orang baik selama di Pangandaran.

Polisi memberikan bantal untuk tidur di sofa empuk. Pada pagi harinya diberi makan oleh pemilik warung. Wandi juga diberi bajudan celana oleh Deni Firdaus (warga sekitar).

BACA JUGA:

Jasad Atlet Terjun Payung Ditemukan di Laut Pangandaran-Cilacap

“Setelah berenang, datang Ketua RN (Rukun Nelayan) Batu Karas, saudara Ujang Warman. Dia memberikan uang, baju, celana dan sandal,” kata Zera.

Selepas berenang sekitar pukul 15.00 WIB, Wandi kembali bertolak ke Polsek Cijulang. Karena keluarganya bernama Oman datang untuk menjemput pulang ke Tasikmalaya.

Zera mengatakan, Oman menyampaikan pesan mendalam kepada jajaran Polsek Cijulang. Dia mengucapkan terima kasih dengan penuh ketulusan.

Menurut Oman, jika Wandi tidak ditemukan oleh anggota Polisi di Pangandaran mungkin nasibnya akan berbeda.

BACA JUGA:

Masjid Ar Rohman dan Jembatan Sodongkopo, Ikon Baru Kabupaten Pangandaran

“Keluarga Wandi sangat berterimakasih kepada pihak Polsek cijulang. Apabila tidak ditemukan oleh Kanit Reskrim Polsek Cijulang, mungkin pihak keluarga susah mencari keberadaan wandi,” pungkas Zera.

Sepotong kisah Wandi mengajarkan kita bahwa tekad yang kuat serta niat yang tulus pasti akan dipertemukan dengan orang-orang yang baik.

(Sajidin)