spot_imgspot_img
Kamis 30 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 402

Kisah Si Pejalan Kaki dari Tasikmalaya ke Pangandaran, Wandi: ‘Seperti Anak Raja’

0
wandi fokusjabar.id
Wandi saat dikawal polisi bermain di pantai Batukaras

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Wandi (17), remaja asal Desa Neglasari Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya nekat jalan kaki sepanjang 69 kilometer hanya demi untuk melihat laut di Pantai Batukaras Pangandaran.

Wandi merupakan keluarga tidak mampu dan hanya mengenyam pendidikan sampai Sekolah Dasar (SD).

BACA JUGA:

Bantu Remaja Asal Tasikmalaya, Eksponen 96 Apresiasi Kapolres Pangandaran

Dia tidak melanjutkan pendidikannya lantaran tidak ingin menjadi beban keluarga. Sejak itu, Wandi terpaksa bekerja serabutan untuk membantu orangtuanya.

“Wandi sekolah sampai kelas 6 SD. Kenapa tidak melanjutkan sekolah? Karena melihat kondisi orangtuanya yang kurang mampu,” kata Kanit Reskrim Polsek Cijulang Polres Pangandaran, Bripka Zera Janwara melalui pesan WhatsApp, Minggu (4/1/2026).

Saat pertama ditemui di Masjid Agung Al Hikmah Parigi oleh anggota Polsek Cijulang, Wandi mengenakan pakaian gamis, bersandal jepit rusak. Dia kondisinya sangat kelelahan.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Cijulang, Wandi hanya membawa uang Rp10 ribu.

“Pada saat ditemukan, Wandi membawa uang Rp10 ribu,” kata Zera.

Kendati demikian, Wandi merasa senang ketika berada di Pantai Batu Karas. Selain bsa melihat laut, Dia juga bisa bermain air di pantai.

Dia merasa derajatnya diangkat oleh Allah SWT. Bagaimana tidak, Wandi diperlakukan istimewa oleh aparat.

BACA JUGA:

Ingin Liburan, Wandi Jalan Kaki dari Tasikmalaya ke Batu Karas Pangandaran

“Pada saat berenang, Dia dijaga oleh anggota Polsek Cijulang. Wandi merasa senang sebagai orang tidak mampu namun dikawal oleh polisi. Seperti putra raja,” kata Zera menirukan ucapan Wandi.

Saat diajak jalan-jalan menggunakan mobil Polisi, Wandi mengeluhkan pusing dan mual. Menurut Zera, hal tersebut karena selama ini Wandi jarang sekali naik mobil.

Wandi merasa sangat beruntung ada di posisi itu. Terlebih menimpa kepada orang yang tidak memiliki banyak uang. Bahkan dia mengatakan, tidak semua orang bisa seberuntung dirinya.

Bukan itu saja, Wandi dipertemukan dengan orang-orang baik selama di Pangandaran.

Polisi memberikan bantal untuk tidur di sofa empuk. Pada pagi harinya diberi makan oleh pemilik warung. Wandi juga diberi bajudan celana oleh Deni Firdaus (warga sekitar).

BACA JUGA:

Jasad Atlet Terjun Payung Ditemukan di Laut Pangandaran-Cilacap

“Setelah berenang, datang Ketua RN (Rukun Nelayan) Batu Karas, saudara Ujang Warman. Dia memberikan uang, baju, celana dan sandal,” kata Zera.

Selepas berenang sekitar pukul 15.00 WIB, Wandi kembali bertolak ke Polsek Cijulang. Karena keluarganya bernama Oman datang untuk menjemput pulang ke Tasikmalaya.

Zera mengatakan, Oman menyampaikan pesan mendalam kepada jajaran Polsek Cijulang. Dia mengucapkan terima kasih dengan penuh ketulusan.

Menurut Oman, jika Wandi tidak ditemukan oleh anggota Polisi di Pangandaran mungkin nasibnya akan berbeda.

BACA JUGA:

Masjid Ar Rohman dan Jembatan Sodongkopo, Ikon Baru Kabupaten Pangandaran

“Keluarga Wandi sangat berterimakasih kepada pihak Polsek cijulang. Apabila tidak ditemukan oleh Kanit Reskrim Polsek Cijulang, mungkin pihak keluarga susah mencari keberadaan wandi,” pungkas Zera.

Sepotong kisah Wandi mengajarkan kita bahwa tekad yang kuat serta niat yang tulus pasti akan dipertemukan dengan orang-orang yang baik.

(Sajidin)

Klasemen Super League Memanas, Persib Bandung Posisi 3

0
Persib Bandung fokusjabar.id
foto: web

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persaingan di papan atas BRI Super League 2025/2026 semakin sengit. Borneo FC dan Persija Jakarta menggeser Persib Bandung setelah Mereka meriah kemenangan.

Borneo FC menang 2-1 atas tamunya PSM Makassar. Laga tersebut digelar di Stadion Segiri, Samarinda Kalimantan Timur, Sabtu (3/1/2026).

BACA JUGA:

Persib Bandung Bertemu Ratchaburi FC, Ini Respon Frans Putros

Tim berjuluk Pesut Etam mengambil alih puncak klasemen dari tangan Persib Bandung.

Borneo FC mengoleksi nilai 37. Peralta dan kawan-kawan unggul tiga poin dengan Persib Bandung .

Persib Bandung tak hanya dikudeta Borneo FC. Thom Haye cs juga digeser seterunya Persija Jakarta.

Persija Jakarta mengamankan tiga poin setelah menghajar Persijap Jepara dengan skor 2-0 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (3/1/2026).

Kemenangan tersebut menjadi kemenangan kedua beruntun Macan Kemayoran dalam dua pertandingan terakhir.

Alhasil, Persija Jakarta bertengger di peringkat kedua klasemen sementara dengan 35 poin.

BACA JUGA:

Bojan Optimis Persib Bisa Kalahkan Ratchaburi FC

Berada di perngkat 3, Penjaga gawang Persib Bandung, Teja Paku Alam dan kawan-kawan siap melanjutkan perjuangannya di Super League 2025/2026 untuk kembali ke puncak klasemen.

Maung Bandung akan menghadapi Persik Kediri pada pekan ke-16 di Stadion Brawijaya, Senin (5/1/2026) besok.

Teja Paku Alam bertekad membawa tim kebanggaan Bobotoh tetap berada di jalur kemenangan.

“Persiapan kami sudah sangat bagus. Kami harus lebih fokus lagi agar dapat hasil yang diinginkan di kandang Persik nanti. Mohon doa juga untuk Bobotoh di pertandingan nanti,” kata Teja.

Kiper andalan Persib optimistis menatap laga melawan Persik Kediri. Meski begitu, Dia enggan jemawa. Pasalnya, tim tuan rumah berpotensi bakal merepotkan.

BACA JUGA:

Julio Cesar Fokus AFC Champions League Two 2025/2026

“Ini akan menjadi pertandingan yang sulit bagi kami. Tapi yang penting kami harus menampilkan permainan terbaik dan berusaha semaksimal mungkin,” pungkas Teja Paku Alam.

(Bambang Fouristian)

Ini Target Bupati Garut untuk TWA Talaga Bodas

0
Bupati Garut fokusjabar.id
TWA Talaga Bodas Garut

GARUT, FOKUSJabar.id:  Memasuki awal tahun 2026, Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin melakukan monitoring langsung ke objek Taman Wisata Alam (TWA) Talaga Bodas Desa Sukamenak, Kecamatan Wanaraja.

Maksud kunjungan tersebut untuk memastikan kesiapan fasilitas serta kelancaran arus wisatawan di salah satu destinasi unggulan Kabupaten Garut.

BACA JUGA:

1 Rumah dan Mushola di Leuwigoong Garut Terancam Ambruk Akibat Longsor

Didampingi Camat Wanaraja, Fahmi Fauzi, dan Kepala Desa Sukamenak, Osin Hasanudin, Bupati Garut mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang memadati kawasan kawah putih tersebut.

Potensi Wisata Unik dan Alami

Bupati Garut mengajak warga lokal maupun wisatawan dari luar daerah, seperti Bandung dan Jakarta untuk merasakan langsung keunikan danau vulkanik ini.

Syakur menyoroti perpaduan visual danau yang putih bersih dengan fasilitas pemandian air panas alami.

“Alhamdulillah banyak pengunjung ke sini, pemandangannya indah. Bagi warga Garut atau teman-teman dari luar kota yang ingin mencari suasana baru, Talaga Bodas ini tempat yang sangat menarik dan unik,” ujar Bupati.

Camat Wanaraja, Fahmi Fauzi menyambut positif kunjungan Bupati Garut. Dia mengungkapkan, pemerintah setempat tengah mengupayakan transformasi TWA Talaga Bodas melalui kerja sama strategis dengan pihak ketiga.

BACA JUGA:

Polsek Cisurupan Polres Garut Monitoring Wisata Gunung Papandayan

“Harapannya perencanaan dengan pihak ketiga segera terealisasi sehingga Talaga Bodas menjadi kawasan wisata premium. Hal ini diharapkan dapat mendongkrak PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Garut,” jelas Fahmi.

Terkait pengamanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Fahmi memastikan kondisi di lapangan tetap kondusif meskipun terjadi lonjakan pengunjung.

Mengingat lokasi TWA bersinggungan dengan dua wilayah, pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan Forkopimcam Kecamatan Pangatikan.

BACA JUGA:

Banyak Sampah di Alun-alun dan Objek Wisata Cipanas Garut

Kepala Desa Sukamenak, Osin Hasanudin berharap,kehadiran Bupati Garut dapat menjadi katalisator bagi perbaikan infrastruktur penunjang. Terutama akses jalan menuju lokasi wisata.

“Harapan kami, dengan dukungan Pak Bupati, perbaikan jalan menuju Talaga Bodas bisa dipercepat. Jika jalannya bagus dan lokasinya nyaman, tentu pengunjung akan semakin berbondong-bondong datang,” pungkas Osin.

(Y.A.Supianto)

1 Rumah dan Mushola di Leuwigoong Garut Terancam Ambruk Akibat Longsor

0
garut longsor fokusjabar.id
Petugas BPBD melakukan assesment di lokasi longsoran di Desa Margahayu dan Margacinta

GARUT, FOKUSJabar.id: Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) kembali memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah titik, Sabtu (3/1/2026).

Selain tanah longsor yang mengancam permukiman di Kecamatan Leuwigoong, jalur transportasi kereta api menuju Garut juga sempat terhambat.

BACA JUGA:

Banyak Sampah di Alun-alun dan Objek Wisata Cipanas Garut

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefulloh mengaku, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk menangani dampak bencana secara serentak. Baik di sektor permukiman maupun infrastruktur publik.

Bencana longsor dilaporkan terjadi di KM 189 petak 5 Stasiun Lebak Jero. Peristiwa tebing setinggi 10 meter tersebut sempat mengganggu operasional perjalanan kereta api.

“Tim gabungan telah melakukan evakuasi longsoran batu. Kejadian ini sebelumnya mengakibatkan perjalanan kereta api yang masuk ke wilayah Kabupaten Garut mengalami sedikit keterlambatan dari jadwal biasanya,” ungkapnya.

Berkat koordinasi cepat dan kesigapan dari PT KAI Crew JJ, PT KAPM, Polsuska serta Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, material batu berhasil dievakuasi.

Saat ini, perjalanan kereta api yang melintasi wilayah tersebut dilaporkan telah kembali berjalan dengan normal.

Di lokasi lain, BPBD Garut melaporkan kondisi kritis di Kampung Pakandangan, Desa Margahayu Kecamatan Leuwigoong. Sebuah Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 10 meter ambruk akibat curah hujan tinggi dan struktur tanah yang labil.

BACA JUGA:

IPM Garut Rendah, Deden Sopian Bilang Begini

“Hasil asesmen kami menunjukkan TPT tersebut ambruk karena tidak memiliki sistem drainase yang baik dan kualitas material yang kurang memadai,” tegas Aah, Minggu (4/1/2026).

Menurut Dia, kejadian tersebut tidak menelan korban jiwa. Namun mengancam satu unit rumah milik Sari’ah (75) dan Mushola Nurul Ihsan.

Selain itu, material longsor yang menutupi saluran irigasi tersier mengancam keberlangsungan lahan pertanian di Desa Margahayu dan Margacinta.

Langkah Penanganan dan Mitigasi

Pihak BPBD bersama Forkopimcam telah melakukan langkah darurat berupa penguatan sementara menggunakan bambu di area mahkota longsoran.

BACA JUGA:

Diduga Ada Mafia Tanah, Ormas GAS Lapor Kejari Garut

“Kami mendorong percepatan perbaikan TPT melalui dinas PUPR dan Perkim. Selain itu meminta Dinas Pertanian untuk memverifikasi kerugian lahan petani,” ungkapnya.

Pihaknya mengimbau, kewaspadaan masyarakat harus tetap ditingkatkan. Terutama saat intensitas hujan meningkat.

Kebutuhan mendesak seperti bronjong, terpal dan dukungan logistik untuk kerja bakti terus diupayakan guna meminimalisir risiko longsor susulan di wilayah terdampak.

(Y.A. Supianto)

Rumah Lapuk dan Bangunan Sekolah Roboh, Cuaca Ekstrem Sebabkan Kerusakan di Ciamis

0
Ciamis, FOKUSJabar.id
Ketfot: Ruanga kelas di SDN 2 Margharja Ciamis yang ambruk terdampak cuaca ekstrim

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Cuaca ekstrem berupa hujan deras berintensitas tinggi disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Ciamis dalam beberapa hari terakhir memicu sejumlah kejadian bencana alam di berbagai kecamatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis mencatat beberapa laporan kerusakan, mulai dari Kecamatan Cimaragas, di mana sebuah rumah milik Ujang Maman, warga Dusun Tunggulrahayu, ambruk. Dugaannya bangunan tersebut roboh akibat kondisi struktur yang sudah lapuk dan semakin melemah setelah terus-menerus terguyur air hujan.

Baca Juga: Ular Korros Masuk Rumah, Damkar Ciamis Berhasil Amankan Tanpa Korban

Dari Kecamatan Sukadana, hujan deras juga menyebabkan ruang kelas dan ruang kepala sekolah di SDN 2 Margaharja ambruk. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Musibah serupa terjadi di Kecamatan Pamarican. Sebuah rumah mengalami kerusakan berat pada bagian atap setelah tertimpa pohon kelapa yang tumbang karena angin kencang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengatakan pihaknya telah menerima sejumlah laporan bencana dari berbagai wilayah terdampak.

“Hari ini BPBD menerima beberapa laporan kejadian bencana alam di wilayah Kabupaten Ciamis,” ujarnya, Sabtu (3/1/2026).

Ani menjelaskan, setelah laporan masuk, BPBD langsung menindaklanjuti dengan mendatangi lokasi-lokasi kejadian untuk melakukan asesmen serta penanganan awal sebagai bahan pelaporan kepada pimpinan.

“Pasca kejadian, para pemilik rumah yang terdampak sudah menerima bantuan logistik kedaruratan,” tambahnya.

Selain kerusakan rumah dan sekolah, Ani juga melaporkan terjadinya tanah longsor di Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg. Tebing setinggi 10 meter dengan panjang 6 meter longsor dan menimpa saluran air di Dusun Bangunsirna, sehingga mengganggu distribusi air warga setempat.

(Husen Maharaja)

Ular Korros Masuk Rumah, Damkar Ciamis Berhasil Amankan Tanpa Korban

0
Ular Korros Ciamis, FOKUSJabar.,id
Ular Korros Masuk Rumah, Damkar Ciamis Berhasil Amankan Tanpa Korban

CIAMIS,FOKUSjabar.id: Personel Damkar Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Rancah berhasil mengevakuasi seekor ular jenis Korros (Ptyas korros) dari rumah milik Eka Putri Lestari (21) di Dusun Rancah Hilir RT 002/RW 004, Desa/Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis.

Evakuasi dilakukan setelah pemilik rumah melaporkan keberadaan ular tersebut dan meminta bantuan petugas Damkar. Ular ditemukan bersembunyi di dalam rumah dan sempat menimbulkan kekhawatiran.

Baca Juga: Bupati Ciamis Peringati HAB ke-80 Kementerian Agama

Kepala Satpol PP Kabupaten Ciamis, Rd. Ega Anggara Alqausar, mengatakan menerima laporan, Sabtu (3/1/2026) pagi oleh petugas piket Damkar Pos WMK Rancah.

“Sesaat setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi,” ujarnya.

Sesampainya di rumah pelapor, petugas melihat ular Korros berada di kolong meja makan dengan gerakan agresif dan posisi siap menyerang.

“Melihat situasi tersebut, anggota segera melakukan upaya penangkapan,” kata Ega.

Dengan keterampilan dan peralatan yang petugas Damkar miliki, akhirnya berhasil mengamankan ular tanpa melukai hewan maupun personel yang bertugas.

“Ular berhasil kita tangkap dengan aman tanpa ada korban,” jelasnya.

Selain evakuasi ular korros, pada hari yang sama Personel Damkar Pos WMK Banjarsari Ciamis juga menangani kejadian pohon kelapa tumbang yang menimpa rumah warga di Desa Sukasari, Kecamatan Pamarican.

“Petugas Damkar Banjarsari turut membantu evakuasi pohon kelapa tumbang yang menimpa rumah warga,” tambah Ega.

(Husen Maharaja)

Kirmir Roboh dan Gerus Badan Jalan, Dua Rumah di Sarijadi Bandung Terancam Longsor

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Kondisi Kirmir Roboh di Jalan Lembah Sarimadu, Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Sukasari Kota Bandung -Ist-

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan di kawasan Jalan Lembah Sarimadu, Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Sukasari. Hal ini dilakukan setelah robohnya kirmir yang menggerus badan jalan dan menimbulkan ancaman bagi permukiman warga sekitar.

Langkah serius Pemkot Bandung terlihat dari tindak lanjut kegiatan Siskamling Siaga Bencana yang sebelumnya terselenggara di Kelurahan Sarijadi sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi bencana geologi.

Baca Juga: Selain Rusak, Forest Walk Babakan Siliwangi Kota Bandung Minim Pengamanan

Peristiwa longsor tersebut menyebabkan kirmir ambruk dan mengikis tanah di sekitarnya, sehingga sedikitnya dua hingga tiga rumah warga harus mendapat pemantauan ekstra untuk mencegah risiko lebih buruk.

Camat Sukasari, Suharyanto, mengungkapkan Wali Kota Bandung telah memberikan instruksi khusus agar penanganan potensi longsor maupun kerusakan turap di lokasi tersebut secara serius dan cepat.

“Arahan utama dari Pak Wali adalah antisipasi. Titik longsor ini sudah menggerus jalan dan berdampak pada beberapa rumah, sehingga penanganannya harus lebih ekstra,” ujarnya, Sabtu (3/1/2025).

Demi mengutamakan keselamatan warga, akses jalan di lokasi terdampak sementara dibatasi. Kendaraan roda empat tidak boleh melintas dan beralih menuju jalur alternatif yang lebih aman.

“Selama menunggu perbaikan, jalan hanya boleh dilalui pejalan kaki dan sepeda motor. Pembatasan ini demi keselamatan bersama,” jelas Suharyanto.

Untuk penanganan jangka panjang, Wali Kota Bandung telah memerintahkan percepatan perbaikan. Pemkot juga telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM).

“Koordinasi sudah kita lakukan, dan penanganan perbaikan akan mulai pada tahun 2026 karena anggarannya sudah tersedia,” tambahnya.

Meski demikian, proses perbaikan tidak bisa berlangsung secara instan. Nilai pekerjaan yang cukup besar membuat Pemkot harus melalui prosedur pengadaan barang dan jasa, termasuk tahapan lelang.

“Karena biayanya besar, pengadaan tidak bisa secara langsung. Harus mengikuti proses lelang sesuai aturan. Kami mohon warga bersabar. Pemerintah ingin penanganan secepatnya, tetapi tetap harus sesuai prosedur agar hasilnya aman, kuat, dan maksimal,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)