spot_imgspot_img
Kamis 30 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 403

Ular Korros Masuk Rumah, Damkar Ciamis Berhasil Amankan Tanpa Korban

0
Ular Korros Ciamis, FOKUSJabar.,id
Ular Korros Masuk Rumah, Damkar Ciamis Berhasil Amankan Tanpa Korban

CIAMIS,FOKUSjabar.id: Personel Damkar Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Rancah berhasil mengevakuasi seekor ular jenis Korros (Ptyas korros) dari rumah milik Eka Putri Lestari (21) di Dusun Rancah Hilir RT 002/RW 004, Desa/Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis.

Evakuasi dilakukan setelah pemilik rumah melaporkan keberadaan ular tersebut dan meminta bantuan petugas Damkar. Ular ditemukan bersembunyi di dalam rumah dan sempat menimbulkan kekhawatiran.

Baca Juga: Bupati Ciamis Peringati HAB ke-80 Kementerian Agama

Kepala Satpol PP Kabupaten Ciamis, Rd. Ega Anggara Alqausar, mengatakan menerima laporan, Sabtu (3/1/2026) pagi oleh petugas piket Damkar Pos WMK Rancah.

“Sesaat setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi,” ujarnya.

Sesampainya di rumah pelapor, petugas melihat ular Korros berada di kolong meja makan dengan gerakan agresif dan posisi siap menyerang.

“Melihat situasi tersebut, anggota segera melakukan upaya penangkapan,” kata Ega.

Dengan keterampilan dan peralatan yang petugas Damkar miliki, akhirnya berhasil mengamankan ular tanpa melukai hewan maupun personel yang bertugas.

“Ular berhasil kita tangkap dengan aman tanpa ada korban,” jelasnya.

Selain evakuasi ular korros, pada hari yang sama Personel Damkar Pos WMK Banjarsari Ciamis juga menangani kejadian pohon kelapa tumbang yang menimpa rumah warga di Desa Sukasari, Kecamatan Pamarican.

“Petugas Damkar Banjarsari turut membantu evakuasi pohon kelapa tumbang yang menimpa rumah warga,” tambah Ega.

(Husen Maharaja)

Kirmir Roboh dan Gerus Badan Jalan, Dua Rumah di Sarijadi Bandung Terancam Longsor

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Kondisi Kirmir Roboh di Jalan Lembah Sarimadu, Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Sukasari Kota Bandung -Ist-

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan di kawasan Jalan Lembah Sarimadu, Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Sukasari. Hal ini dilakukan setelah robohnya kirmir yang menggerus badan jalan dan menimbulkan ancaman bagi permukiman warga sekitar.

Langkah serius Pemkot Bandung terlihat dari tindak lanjut kegiatan Siskamling Siaga Bencana yang sebelumnya terselenggara di Kelurahan Sarijadi sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi bencana geologi.

Baca Juga: Selain Rusak, Forest Walk Babakan Siliwangi Kota Bandung Minim Pengamanan

Peristiwa longsor tersebut menyebabkan kirmir ambruk dan mengikis tanah di sekitarnya, sehingga sedikitnya dua hingga tiga rumah warga harus mendapat pemantauan ekstra untuk mencegah risiko lebih buruk.

Camat Sukasari, Suharyanto, mengungkapkan Wali Kota Bandung telah memberikan instruksi khusus agar penanganan potensi longsor maupun kerusakan turap di lokasi tersebut secara serius dan cepat.

“Arahan utama dari Pak Wali adalah antisipasi. Titik longsor ini sudah menggerus jalan dan berdampak pada beberapa rumah, sehingga penanganannya harus lebih ekstra,” ujarnya, Sabtu (3/1/2025).

Demi mengutamakan keselamatan warga, akses jalan di lokasi terdampak sementara dibatasi. Kendaraan roda empat tidak boleh melintas dan beralih menuju jalur alternatif yang lebih aman.

“Selama menunggu perbaikan, jalan hanya boleh dilalui pejalan kaki dan sepeda motor. Pembatasan ini demi keselamatan bersama,” jelas Suharyanto.

Untuk penanganan jangka panjang, Wali Kota Bandung telah memerintahkan percepatan perbaikan. Pemkot juga telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM).

“Koordinasi sudah kita lakukan, dan penanganan perbaikan akan mulai pada tahun 2026 karena anggarannya sudah tersedia,” tambahnya.

Meski demikian, proses perbaikan tidak bisa berlangsung secara instan. Nilai pekerjaan yang cukup besar membuat Pemkot harus melalui prosedur pengadaan barang dan jasa, termasuk tahapan lelang.

“Karena biayanya besar, pengadaan tidak bisa secara langsung. Harus mengikuti proses lelang sesuai aturan. Kami mohon warga bersabar. Pemerintah ingin penanganan secepatnya, tetapi tetap harus sesuai prosedur agar hasilnya aman, kuat, dan maksimal,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Belanja Jajanan, Bocah di Kota Tasikmalaya Hilang Diduga Terseret Arus Sungai

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Tim BPBD bersama unsur lainnya, saat melakukan pencarian anak hilang di Bendungan Cikalang di Kmp. Sindangkasih Kec. Purbaratu Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Upaya pencarian terhadap seorang bocah yang diduga hilang terseret arus di Kali Cibaregbeg, tepatnya di samping Kantor Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, terus dilakukan hingga Sabtu (3/1/2026).

Korban bernama Zaidan Al Fatih (5), diduga terbawa arus deras setelah membeli jajanan di warung dekat Kantor Kelurahan Cibaregbeg, Jumat (2/1/2025) sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah menerima laporan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya bersama warga dan berbagai unsur terkait langsung melakukan pencarian. Namun hingga memasuki hari kedua, tanda-tanda keberadaan bocah tersebut belum ditemukan.

Baca Juga: Wali Kota Tasikmalaya: Alsintan Wujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan

Memasuki hari kedua pencarian, BPBD bersama Tagana, TNI, Polri, Pramuka, pihak kecamatan dan kelurahan, serta para relawan memperluas area penyisiran. Tim menyisir aliran sungai dan gorong-gorong hingga ke ujung Sungai Cikalang di wilayah Sindangkasih, Kecamatan Purbaratu, perbatasan Kabupaten Ciamis, berjarak sekitar 6 kilometer dari titik awal kejadian.

Plt. Kalak BPBD Kota Tasikmalaya, Hanafi, menyebutkan pihaknya menurunkan 17 personel yang terbagi menjadi tiga tim. Masing-masing tim bertugas menelusuri aliran sungai di beberapa titik berbeda.

“Tim menyusuri aliran dari lokasi awal di Kali Cibaregbeg menuju saluran di kawasan Asia Plaza, lalu ke Kali Cikalang hingga Bendungan Cikalang Sindangkasih yang jaraknya kurang lebih enam kilometer,” jelasnya, Sabtu sore.

Upaya Pencarian Sudah Maksimal

Hanafi menegaskan, seluruh upaya telah berjalan secara maksimal, meski hingga saat ini hasilnya masih nihil.

“Upaya pencarian hari ini sudah maksimal, tetapi kami belum menemukan korban,” ujarnya.

Ia memastikan pencarian akan terus berlanjut hingga menemukan korban, baik dalam kondisi selamat maupun sebaliknya. Pada hari berikutnya, pencarian bahkan rencananya akan meluas hingga ke Bendungan Leuwikeris, Kota Banjar.

“Kami akan kembali melanjutkan pencarian besok bersama seluruh personel gabungan. Area pencarian juga akan kita perluas,” tambahnya.

Hanafi juga mengimbau masyarakat untuk turut mendoakan agar proses pencarian berjalan lancar. Kemudian segera dapat menemukan korban.

Menurut informasi, Zaidan Al Fatih merupakan putra pasangan Ali Darsono dan Deli Delia. Saat hilang, ia mengenakan celana legging hitam, baju lengan panjang hitam, serta sweater dongker bermotif biru.

(Seda)

Diduga Selip, Motor Honda Vario Masuk Jurang Lima Meter di Pangandaran

0
Motor Masuk Jurang Pangandaran, FOKUSJabar.id
Sebuah sepeda motor Honda Vario terperosok terjun masuk ke jurang sedalam sekitar lima meter di jalur Batukaras–Madasari, Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Sebuah sepeda motor Honda Vario terjun masuk ke jurang sedalam sekitar lima meter di jalur Batukaras–Madasari, Pangandaran, Sabtu (3/1/2026). Insiden tunggal ini menimpa dua pelajar yang tengah melintas menggunakan motor tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Cijulang Pangandaran, Bripka Zera Janwara, menjelaskan bahwa kecelakaan berawal ketika pengendara bernama Lutfi, yang berboncengan dengan temannya Ilham Sanusi, melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Sesampainya di lokasi, motor diduga mengalami selip hingga keluar jalur dan terjun ke jurang.

Baca Juga: Bantu Remaja Asal Tasikmalaya, Eksponen 96 Apresiasi Kapolres Pangandaran

“Setibanya di lokasi, kendaraan diduga mengalami masalah selip dan keluar jalur hingga terjun ke jurang,” ungkapnya.

Akibat kejadian itu, Lutfi mengalami luka robek cukup parah di bagian dagu serta luka di tangan. Sementara rekannya hanya mengalami luka ringan. Keduanya dalam kondisi sadar saat proses evakuasi, kemudian tim membawa mereka ke Puskesmas Cijulang untuk mendapatkan perawatan medis.

Polisi kemudian melakukan evakuasi kendaraan, mengamankan lokasi, serta melakukan olah tempat kejadian perkara dan pendataan saksi-saksi.

Sebagai langkah pencegahan, Polsek Cijulang berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Pangandaran untuk memasang water barrier demi menandai bahwa jalur Batukaras–Madasari merupakan kawasan rawan kecelakaan.

“Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur tersebut. Kemudian selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” pungkas Bripka Zera.

(Sajidin)

Bantu Remaja Asal Tasikmalaya, Eksponen 96 Apresiasi Kapolres Pangandaran

0
pangandaran@fokusjabar.id
Wandi (belakangi kamera) sedang bermain di pantai batu karas pangandaran didampingi anggota Polres Pangandaran.

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Polres Pangandaran yang telah membantu Wandi (17), remaja asal Dusun Pasanggrahan, Desa Neglasari, Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya. Dapat apresiasi dari aktivis eksponen 96.

“Baca berita dari fokusjabar.id, saya apresiasi terhadap Polres Pangandaran yang telah membantu remaja (Wandi-red) asal Kabupaten Tasikmalaya yang berjalan kaki ke pantai batu karas,” ungkap Dadi Abidarda salah seorang aktivis eksponen 96 pituin Cijulang, Sabtu (3/1/2026).

Kapolres Pangandaran, AKBP Andri Kurniawan, lanjut Dadi, bukti nyata sebagai seorang pimpinan yang peka terhadap seksama, tanpa pandang bulu dalam membantu masyarakat yang memang membutuhkan bantuan.

Baca Juga: Ingin Liburan, Wandi Jalan Kaki dari Tasikmalaya ke Batu Karas Pangandaran

“Terimakasih Bapak Kapolres Pangandaran (AKBP Andri Kurniawan-red) bersama jajaran anggota, saya mengucapkan apresiasi luar biasa. Teruslah membantu masyarakat yang memang membutuhkan bantuan,” ucap Dadi Abidarda.

Selain itu, Dadi juga menyampaikan, baca dari pemberitaan bahwa Wandi merupakan warga Dusun Pasanggrahan, Desa Neglasari, Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya.

“Berarti satu Kecamatan dengan Bupati Tasikmalaya (Cecep Nurul Yakin-red) yang sama berasal dari Pancatengah. Iya kan Wandi ini orang sana,” kata Dadi.

Dengan itu, Dadi menilai, kejadian Wandi berjalan kaki dari Tasikmalaya ke batu karas Pangandaran, harus jadi perhatian Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

“Bagaimana dari kehidupan keluarganya sehari-hari, dengan berjalan kaki tentunya terkait faktor finansial. Karena kalau ada uang tentu Wandi tidak akan berjalan kaki,” tuturnya.

Wandi dan Bupati Tasikmalaya

Maka dari itu, Dadi juga berharap Pemerintah Daerah, Kecamatan dan Desa untuk segera turun untuk mendeteksi kondisi dari keluarga Wandi. Remaja yang telah berjalan kaki dari Tasikmalaya ke batu karas Pangandaran.

Baca Juga: Masjid Ar Rohman dan Jembatan Sodongkopo, Ikon Baru Kabupaten Pangandaran

“Mungkin bisa di lihat situasi dan kondisi dari keluarga tersebut, apalagi merupakan warga yang sama dari Kecamatan Pancatengah yang merupakan asal Bupati Tasikmalaya (Cecep Nurul Yakin-red),” tegasnya.

Sebelumnya, Kapolres Pangandaran AKBP Dr. Andri Kurniawan menyampaikan, bahwa apa yang di lakukan jajarannya merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Terlebih kepada anak di bawah umur.

“Polres Pangandaran memastikan kondisi Wandi dalam keadaan sehat dan aman di Polsek Cijulang. Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan keluarga untuk proses penjemputan,” Pungkas nya.

(Yud’s)

Baru Dibuka, Forest Walk Babakan Siliwangi Kota Bandung Dikeluhkan Pengunjung

0
forest walk fokusjabar.id
Kondisi Forest Walk di Taman Hutan Kota Babakan Siliwangi (Baksil) Kota Bandung Yang Kumuh, Serta Banyak Kerusakan dikeluhkan Para Pengunjung

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Taman Hutan Kota Babakan Siliwangi (Baksil) Kota Bandung yang baru di buka kembali pada Kamis, 25 Desember 2025, dan mulai ramai di kunjungi warga dan wisatawan.

Namun, di tengah antusiasme masyarakat terhadap wajah baru kawasan tersebut, kondisi jalur Forest Walk di area dalam justru menuai keluhan karena di nilai belum aman dan nyaman.

Pantauan di lapangan menunjukkan, meski area depan Baksil tampil lebih rapi dan modern. Namun,di bagian jalur kayu Forest Walk terlihat lapuk, berlubang, serta licin akibat lumut. Kondisi ini di nilai berpotensi membahayakan pengunjung, terutama anak-anak dan lansia.

Baca Juga: Selain Rusak, Forest Walk Babakan Siliwangi Kota Bandung Minim Pengamanan

Salah seorang pengunjung asal Depok, Jawa Barat, Siwi (40), mengaku senang dengan konsep wisata hutan kota yang di tawarkan Babakan Siliwangi. Namun ia menyayangkan masih adanya fasilitas yang rusak di bagian dalam kawasan.

“Konsepnya bagus dan suasananya enak, tapi tadi masih ada jalan yang bolong-bolong. Kalau bawa anak jadi khawatir,” kata Siwi di lokasi Babakan Siliwangi, Sabtu (3/1/2026).

Siwi berharap revitalisasi kawasan tidak hanya berfokus pada tampilan luar, tetapi juga memperhatikan keselamatan, kenyamanan, dan perawatan fasilitas di seluruh area.

“Harapannya perbaikan itu menyeluruh, bukan cuma di bagian depan,” katanya.

Tidak Ada Tempat Berteduh

Selain itu, minimnya tempat berteduh di sepanjang Forest Walk juga menjadi sorotan pengunjung, terutama saat hujan.

Baca Juga: Libur Nataru, Kunjungan Wisatawan ke Kota Bandung Tembus  4,5 juta Orang

“Kalau hujan besar, susah mau neduh. Di tengah jalur belum ada tempat berteduh,”ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung asal Kota Bandung Rini (30) menyoroti, aspek kebersihan dan penataan kawasan.

“Ke depannya semoga bisa lebih bersih dan lebih rapi. Tanamannya juga perlu di tata lagi supaya kelihatan lebih terawat. Dari segi sampah juga harus di perhatikan,” ucapnya.

Meski masih terdapat sejumlah catatan, pengunjung berharap Babakan Siliwangi dapat terus di benahi agar benar-benar menjadi ruang publik hijau yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua kalangan.

(Yusuf Mugni)

Ingin Liburan, Wandi Jalan Kaki dari Tasikmalaya ke Batu Karas Pangandaran

0
batu karas fokusjabar.id
Wandi warga Dusun Pasanggrahan, Desa Neglasari, Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya.(foto; Sajidin/fokusjabar.id)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Seorang remaja bernama Wandi (17), asal Dusun Pasanggrahan, Desa Neglasari, Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya. Rela berjalan kaki demi keinginannya melihat pantai Batu Karas Pangandaran Jawa Barat.

Wandi meninggalkan rumahnya pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 12.30 WIB sesudah pulang mengaji. Dia memutuskan berjalan kaki menuju Pangandaran dengan jarak tempuh kurang lebih 69 kilometer. Mimpinya sederhana, yaitu ingin bermain dan melihat laut.

Wandi pertama di temukan oleh anggota Polsek Cijulang saat sedang istirahat di Masjid Agung Al Hikmah Parigi pada dini hari pukul 01.00 WIB.

Baca Juga: Masjid Ar Rohman dan Jembatan Sodongkopo, Ikon Baru Kabupaten Pangandaran

Kepada polisi, Wandi mengungkapkan keinginannya melihat laut dengan raut wajah polos. Polisi kemudian membawa remaja tersebut ke Polsek Cijulang untuk beristirahat dan memastikan kondisi kesehatannya.

Pada pagi harinya sekitar pukul 10.00 WIB, petugas memberikan pendampingan secara humanis dengan mengajak Wandi bermain di kawasan Pantai Batukaras sambil menunggu keluarga datang menjemput.

Baca Juga: Jasad Atlet Terjun Payung Ditemukan di Laut Pangandaran-Cilacap

Kapolres Pangandaran AKBP Dr. Andri Kurniawan menyampaikan, bahwa apa yang dilakukan jajarannya merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Terlebih kepada anak di bawah umur.

“Polres Pangandaran memastikan kondisi Wandi dalam keadaan sehat dan aman di Polsek Cijulang. Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan keluarga untuk proses penjemputan,” ucap Andri Kurniawan Sabtu, (3/1/2026).

Saat ini, Wandi telah di jemput pulang oleh keluarganya dari Tasikmalaya. Kisah Wandi membuktikan bahwa tekad yang kuat akan mengalahkan jarak tempuh puluhan kilometer demi menggapai impian.

(Sajidin)