spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7902

Ratusan Aikidoka dari Berbagai Negara Berlatih Bersama di Sari Ater

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Sekitar 100 aikidoka (atlet aikido) dari beberapa negara berkumpul di Sari Ater Resort & Spa, Ciater, Subang. Selama tiga hari sejak Sabtu (15/9/2018) sampai Senin (17/9/2018), mereka melakukan latihan bersama dalam kegiatan bertajuk ‘Aikido Shudokan International Gasshuku 2018’.

Penggagas kegiatan dari Aikido Shudokan Indonesia, sensei Mark A. Hadiardja menuturkan, kegiatan tersebut merupakan acara rutin yang digelar setiap tahun. Pada latihan bersama tersebut, beberapa prinsip-prinsip dasar yang menjadi fondasi semua teknik-teknik yang ada di dalam Aikido menjadi penekanan.

Mulai dari teknik dasar sampai dengan teknik lanjutan (advance). Selain itu dipelajari juga bagaimana setiap teknik tersebut, bisa ditransformasikan serta diaplikasikan secara efektif dan efisien menjadi gerakan-gerakan dalam pembelaan diri (self defence) saat dibutuhkan.

“Kegiatan latihan bersama kali ini tidak hanya diikuti Aikidoka dari tanah air, tapi juga para Aikidoka dari berbagai penjuru dunia. Seperti dari Belgia, Republik Ceko, Ukraina, Jerman, Vietnam, Malaysia, Singapura, Australia, Korea, Filipina dan India. Jumlahnya mencapai 100 orang aikidoka,” ujar Mark saat ditemui di sela-sela acara, Senin (17/9/2018).

Mark menambahkan, pihaknya secara kontinyu terus berupaya menjadikan kegiatan latihan bersama ini sebagai agenda rutin sejak tahun 2001 pada saat Aikido Shudokan Indonesia pertama kali didirikan di Kota Bandung. Untuk jumlah peserta atau para aikidokan yang ikut serta setiap tahun pun terus mengalami peningkatan.

“Terutama untuk tahun ini dari negara-negara yang baru memiliki dojo Aikido Shudokan. Selain peningkatan teknik dan kemampuan aikidokan, kegiatan ini sebagai upaya kita mempromosikan beladiri Aikido dan menjadi sarana promosi wisata di Bandung dan Jabar kepada mereka untuk mempromosikan di negara mereka masing-masing,” tegasnya.

Pelatihan sendiri dipimpin langsung Shuseki Shihan, Joe Thambu, yang merupakan pimpinan Aikido Shudokan International sebagai organisasi internasional yang menaungi banyak dojo di seluruh penjuru dunia seperti Australia, Indonesia, Malaysia, Singapura, Rusia, Polandia, Belgia, Republik Ceko, lnggris, Ukraina, dan Amerika Serikat. Sensei Joe Thambu sendiri dibantu lima orang sensei lain yakni Mark A. Hadiardja, Enrica Cheung, Ondra Musil (Ceko), dan Ramlan Ortega.

Sensei Joe Thambu menambahkan, Aikido mengajarkan beragam teknik yang saling berkaitan satu sama lain. Mulai dari teknik dasar, teknik lanjutan (advance) hingga teknik pertahanan diri (self defence). Aikido mengajarkan bagaimana menggunakan tubuh kita sebagai poros kekuatan, bukan hanya foikus terhadap kekuatan saja.

“Setiap teknik yang diajarkan ditujukan untuk mengontrol lawan bukan untuk menaklukkan atau menghajar lawan. Jadi Aikido tidak mengajarkan untuk melukai orang lain tapi mengontrol orang lain sehingga Aikido sangat bagus dipelajari oleh polisi atau petugas keamanan. Tapi ini butuh pelatihan yang tidak sebentar dan harus konsisten,” tutur Joe.

Secara khusus, sensei Joe Thambu sangat mengapresiasi kegiatan latihan bersama yang digelar Aikido Shudokan Indonesia. Para peserta yang ditempatkan di satu tempat, membuat proses pelatihan lebih fokus dan lebih baik.

“Kedepan, kita ingin membuat latihan bersama ini semakin besar dengan jumlah peserta lebih banyak dari negara yang lebih banyak pula. Dengan semakin banyak pelaksanaan latihan bersama atau gasshuku ini, saya cukup yakin jika kemampuan para aikidokan semakin baik dan Aikido semakin dikenal di masyarakat dunia,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Aikido semrupakan salah satu jenis beladiri yang berasal dari negeri sakura, Jepang. Aikido merupakan manifestasi dari modernisasi pemikiran Jepang dengan selimut budaya Jepang tradisional yang dikembangkan menjadi sebuah beladiri oleh Morihei Ueshiba sekitar tahun 1800-an.

Beladiri ini fokus pada kunci-kuncian sendi, lemparan serta bantingan yang dilakukan dalam lingkungan dan suasana latihan yang sangat aman. Salah seorang murid dari Morehei Ueshiba yang bertalenta tinggi yakni Gozo Shioda mendirikan Yoshinkan Aikido yang dianggap aliran Aikido yang cukup keras dan ‘combat effective’. Saat ini, Aikido sendiri telah berkembang di lebih dari 93 negara di Asia, Eropa, Amerika, Australia dan sebagian Afrika.

Sementara di Indonesia, saat ini Aikido terus berkembang di tiga kota besar yakni Bandung, Jakarta, dan Tanggerang. Khusus di Kota Bandung, dojo utama Aikido Shudokan Indonesia berlokasi di lantai 3 Martabak San Fransisco, Jalan Burangrang Kota Bandung.

(ageng/bam’s)

‎16 Tim Bersaing di Mizuno University Futsal Tournament 2018

0
(FOKUSJabar/Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Sebanyak 16 Universitas yang berasal dari Bandung dan Jakarta akan mengikuti turnamen futsal antar Universitas tingkat nasional bertajuk Mizuno University Futsal Tournament (MUFT) 2018.

Turnamen antar Universitas ini akan digelar di Kota Bandung bertempat di Lapangan Progresif Futsal, Jalan Soekarno Hatta pada 22 hingga 23 September 2018.

Sebelumnya, MUFT pertama di gelar di My Futsal Arena pada tanggal 27-28 Oktober 2017, Perbanas keluar sebagai juaranya. Saat ini MUFT 2018 memasuki tahun kedua.

Sebelum Bandung, MUFT sudah digelar di Yogyakarta pada 12-13 Mei 2018, dengan Universitas Negeri Yogyakarta sebagai juaranya, dan Surabaya pada 25-26 Agustus 2018 dengan Universitas Islam Negeri Surabaya keluar sebagai juara.

Mantan pemain dan kapten timnas futsal Indonesia yang juga Brand Communications ExecutiveMizuno, Vennard Hutabarat, juara setiap regional akan bertemu pada Grand Final yang akan digelar di Yogyakarta.

“Bandung akan menjadi kota terakhir kita di tahun ini, menjelang Grand Final MUFT nanti di Jogja. ini akan menjadi turnamen yang menarik, karena Bandung punya potensi besar untuk calon atlet futsal nasional. Beberapa anggota timnas futsal dan ex timnas juga banyak yang berasal dari Bandung,” kata Vennard Hutabarat, Senin (17/9/2018).

(Arif/Bam’s)

Polsek Panumbangan Masih Periksa Penjual Alkohol

0
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Penjual alkohol yang diduga menewaskan dua pemuda di Panumbangan, saat ini diamankan Polsek Panumbangan, demikian dikatakan Kapolsek Panumbangan, AKP. Tata Ruhiadi Widodo. Senin (17/9/2018)

Widodo menuturkan, untuk memperjelas permasalahan tewasnya dua pemuda pihaknya mengamankan SNW warga Desa Tanjungmulya Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis.

” Saat ini, kami sedang menggali informasi kepada penjual alkohol itu,” katanya.

BACA JUGA:

Leg Pertama Championship Series, Persib Bawa 22 Pemain

Widodo, mengatakan, setelah dimintai keterangan penjual alkohol tersebut mengaku alkohol itu dibeli dari Jakarta

” Penjual mengaku baru beberapa hari menjual alkohol itu. Statusnya masih sebagai saksi,” ucapnya.

(Husen Maharaja/Bam’s)

Ridwan Kamil Ajak ASN Pemprov Jabar Ikuti Gaya Kerjanya

0
(HUMAS JABAR)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Emil) memimpin apel pertamanya semenjak dilantik. Dalam arahan apelnya, dia mengatakan bahwa setiap pemimpin memiliki gaya, metode dan kebiasaan yang berbeda. Untuk itu Ia meminta agar para ASN menyesuaikan dengan cara kerja dirinya.

” Ini apel pertama saya sebagai Gubernur untuk memberikan arahan terkait apa saja yang harus dicermati selama 5 tahun kedepan,” ujar Gubernur yang akrab disapa Emil, Senin (17/09/2018).

Menurutnya, ASN harus cepat dalam bekerja dan ketika melayani masyarakat. Mereka juga diminta menyesuaikan dengan perkembangan zaman seperti memanfaatkan teknologi informasi, responsif dan profesional.

“Bapak, Ibu yang masih ‘gaptek’ harus belajar lagi karena rakyat sekarang makin canggih. Itulah kenapa saya punya media sosial, isinya pemberitaan positif, menjawab pertanyaan warga, memposting kegiatan, mengedukasi dengan nasihat,” paparnya.

Untuk menjaga kesehatan dan kebugaran dalam pelayanan, Emil juga menyarankan para ASN menggunakan sepeda seperti kebiasaannya saat pergi dan pulang kantor.

“Saya sering naik sepeda sampai sekarang, mari sama-sama kita lakukan,” ajaknya.

Emil menerangkan bahwa ASN diukur oleh tiga nilai yaitu integritas, profesionalisme dan keikhlasan melayani. Untuk meningkatkan tiga hal itu, rencananya dalam waktu dekat Ia akan mengirim sejumlah ASN untuk belajar ke luar negeri secara bertahap. Emil memiliki jaringan di beberapa negara untuk mengirim ASN seperti yang sudah dilakukannya saat menjadi Walikota Bandung.

“Saya dengan jaringan yang saya bangun sudah mengirim ASN ke Amerika untuk kursus, Insya Allah sekarang sebagai Gubernur pun sebagai rasa sayang pada profesionalitas ASN saya akan bikin program itu, terdekat ke Singapura dulu setiap berapa waktu sekali, Insya Allah ini supaya naik kelas,” terangnya.

Selain untuk ASN, Emil juga berpesan kepada para Kamdal Gedung Sate untuk lebih ramah kepada masyarakat. Sebab, Ia telah mencanangkan akan menata Gedung Sate menjadi kawasan lebih ramah wisatawan. Dengan begitu kedepan Gedung bersejarah ini akan semakin banyak dikunjungi oleh para masyarakat dan wisatawan.

“Gedung Sate akan diutak-atik menjadi kawasan lebih ramah wisatawan karena ini rumah rakyat juga, untuk itu Kamdal harus lebih ramah senyum tapi juga tegas,” pintanya.

Apel ini juga dihadiri oleh Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum, Sekda Jabar Iwa Karniwa, dan para pejabat eselon II. Di penghujung Apel pasangan Gubernur baru ini menyalami para ASN yang tengah berbaris sebagai tanda perkenalannya.

(Bam’s)

Besok, 10 Ribu Guru Honorer di Garut Bakal Kepung Kantor DPRD

0
Rakor PGRI dan DPC Fagar Kecamatan Cibatu (Foto Andian)

GARUT, FOKUSJabar.id : Lantaran minim perhatian pemerintah, ratusan guru honorer melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara Jakarta menuntut di angkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Senin (17/9/2018).

Begitupun di Kabupaten Garut, aksi mogok mengajar terus bergulir. Baik di tingkat TK, SD hingga SMP.

BACA JUGA:

CV Graha Kiara Sari Bantah Wanprestasi Investasi MBG di Sukarame Garut

Informasi yang terhimpun FOKUSJabar.id, Kepala Sekolah, pengurus PGRI dan Forum Aliansi Guru dan Karyawan (Fagar) di 42 Kecamatan yang tersebar di Kabupaten Garut gelar Rapat Koordinasi (Rakor) membahas teknis pemberangkan aksi “ Jihad Guru,“ ke kantor DPRD, Selasa (18/9/2018) besok.

Salah satunya di lakukan pengurus DPC Fagar dengan PGRI Kecamatan Cibatu. Rakor tersebut di hadiri seluruh Kepala Sekolah, guru honorer dan unsur Forkompim setempat.

Ketua PGRI Kecamatan Cibatu, Dadang menyaku mendukung aksi “ Jihad Guru “ yang menuntut haknya yang telah berjasa membantu para Kepala Sekolah melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Pihaknya meminta, aksi unjuk rasa Selasa (18/9/2018) besok mesti berjalan tertib.

“ Ingat, kita ini tenaga pendidik. Jadi, demonya jangan arogan dan jangan mengeluarkan kata-kata kurang sopan,” pinta Dadang.

Korlap DPC Fagar Kecamatan Cibatu, Aep Saepudin menjelaskan bahwa guru adalah profesi yang sangat terhormat. Meski berstatus honorer, tetap namanya guru dan di sahkan UU Guru dan Dosen.

Guru honorer Garut yang tergabung di Fagar lanjut Aep, di akui oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dengan uang insentif Rp200 ribu per bulan.

“ Jadi, dimana letaknya bahwa guru honorer illegal?,” kata Aep yang juga Kepala SMA Al-Madinah Cibatu.

Menurut Wakil Ketua FKSS Kabupaten Garut, aksi “ Jihad Guru “ tetap akan dilaksanakan, kendati Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) sudah diganti. Sedikitnya 600 guru honorer se-Kecamatan Cibatu akan turun menggelar aksi ke kantor DPRD Garut.

“ Diperkirakan 10 ribu guru honorer se-Kabupaten Garut turun ke jalan melakukan aksi Jihad Guru untuk menuntut SK penugasan dan tetapkan Kadisdik definitif,” pungkasnya.

(Andian/Bam’s)

Legislator Demokrat Minta Bupati Garut Jangan Asal Tuduh

0
Sekretaris Komisi A DPRD Garut, Dadang Sudrajat (Foto Andian)

GARUT, FOKUSJabar.id : Pernyataan Djajat Darajat saat menjabat Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Garut berbuntut panjang.

Rencananya, para guru honorer dan sejumlah tenaga pendidik Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan melakukan aksi “ Jihad Guru,“ Selasa (18/9/2018) besok.

Aksi yang melibatkan sejumlah guru PNS tersebut membuat murka Bupati Garut, Rudy Gunawan. Dia mengancam bakal mencopot Kepala Sekolah yang ikut bergabung melakukan aksi unjuk rasa.

Menanggapi pernyataan Bupati, Komisi A DPRD Garut melalui Sekretarisnya, Dadang Sudrajat sangat menyayangkannya. Menurut dia, seharusnya Bupati tidak memperkeruh suasana dengan ancaman memberikan snksi kepada guru dan Kepala Sekolah yang turun demontrasi.

Bupati Rudy mesti bijak dan merasakan perasaan para guru honorer yang selama ini mengabdikan diri dengan tulus mengajar menutupi kekurangan guru tanpa adanya penghargaan serta tunjangan yang memadai dari pemerintah.

“ Daripada ngancam,  lebih baik memberi solusi agar lahir kebijakan yang bisa diterima oleh teman-teman guru honorer,” kata Dadang yang juga Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) Kabupaten Garut saat ditemui di ruang Komisi A, Senin (17/9/2018).

Selain itu, Dadang juga meminta Bupati Rudy jangan asal tuduh bahwa gerakan aksi para guru guru ditunggangi muatan politis menghadapai Pemilu 2019.

“ Itu tuduhan yang tidak pantas dilontarkan seorang Bupati yang berbasic hukum. Mana buktinya?,” tanya Dadang.

Tuduhan tersebut tentu saja akan menambah sakit perasaan para guru honorer. Untuk itu, pihaknya berharap, Bupati berargumen berdasarkan bukti dan hukum.

Dadang mengaku, pihaknya sudah memberikan/menyampaikan solusi kepada Plt Kadisdik yang baru, Buldan Ali Jungjunan. Dimana harus segera enerbitkan SK penugasan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Garut yang mengacu pada Peraturan Sekjen Kemendikbud No1 tahun 2018.

“ Hasil peretemuan tadi, Plt Kadisdik dan Pjs Sekda berjanji akan segera menghadap Bupati untuk melaporkan hasil rapat kerja dengan Komisi A,” tambahnya.

“ Kami harap, Pak Bupati jangan hanya terpaku pada PP 48 tahun 2015, tapi coba lirik regulasi lain yang memberikan celah agar guru honorer segera mendapatkan SK penugasan,” pungkas Dadang Sudrajat didampingi Ketua Komisi A, Alit Suherman.

(Andian/Bam’s)

BKKBN Sosialisasikan Tentang Promosi Pelayanan Kb dan KR Bersama Mitra

0

BANDUNG, FOKUSJabar. co. Id: Bertempat di Kelurahan Babakan Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung, (Senin 17/09/2018) melakukan sosialisasi tentang promosi pelayanan KB dan KR berkualitas bersama mitra. Adapun kegiatan tersebut dilaksanakan di depan kantor RW 10 Kelurahan Babakan Kecamatan Babakan Ciparay.

Kegiatan promosi pelayanan KB dan KR berkualitas di era JKN ini memiliki tujuan untuk dikembangkan dalam rangka penyiapan dan perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja.

Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Wawan Ridwan menyampaikan tentang perlunya pemahaman tentang delapan fungsi keluarga, alat kontrasepsi dan fungsi kesehatan reproduksi agar kehidupan keluarga yang berkualitas dapat terwujud.

Kegiatan promosi pelayanan KB dan KR ini dihadiri oleh Ibu Ine Indriyati selaku sekretaris Dinas DPPKB Kota Bandung yang memberikan pemaparan tentang pelayanan KB di Kota Bandung yang banyak melibatkan partisipasi masyarakat baik dari tingkat RW, Kelurahan, Kecamatan.

“Alhamdulillah warga Kota Bandung memiliki partisipasi dan kesadaran tinggi tentang pentingnya keluarga berencana. Dengan adanya kegiatan promosi pelayanan KB dan KR berkualitas semakin memperkuat program pelayanan KB yang selama ini sudah di jalan terutama di Kota Bandung,” katanya.

Sementara itu, salah satu nara sumber Ketut Sustiawan menekankan bahwa program pelayanan KB harus terus di tingkatkan dan berharap semua warga dapat mengikuti program keluarga berencana dengan baik sehingga tujuan terbentuknya keluarga yang sejahtera kuat dan bahagia dapat terwujud sebagaimana tujuan negara Indonesia yang hendak mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Promosi pelayanan KB dan KR berkualitas Ini semakin marak dan meriah dengan adanya pembagian doorprize kepada peserta dengan diiringi oleh tarian tradisional dan organ tunggal membuat peserta dapat menikmati kegiatan ini dengan penuh kegembiraan.

(Budi)