spot_imgspot_img
Senin 13 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 4

Limbah Berbau Menyengat di Pantai Barat Pangandaran, DLH Siapkan Tiga Langkah Penanganan

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: kondisi air limbah di Pantai Barat Pangandaran.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pangandaran berencana menindaklanjuti masalah pembuangan limbah ke laut di kawasan Pantai Barat Pangandaran.

Kepala DLH Pangandaran, Irwansyah, membeberkan sedikitnya ada tiga langkah taktis yang akan bergulir untuk penanganan limbah cair tersebut.

Baca Juga: Libur Sekolah Dongkrak Pajak Watersport Pangandaran hingga Rp77 Juta dalam 12 Hari

“Pertama, membersihkan lokasi tersebut dari sampah, melakukan penyedotan air limbah, dan pengawasan serta pembinaan kembali kepada pelaku usaha yang menghasilkan air limbah dan belum mengelola air limbahnya dengan tepat,” ujar Irwansyah melalui pesan WhatsApp, Senin (13/7/2026).

Menurut Irwansyah, saat ini personel DLH masih memfokuskan tenaga pada pembersihan tumpukan sampah di lokasi pantai yang jumlahnya cukup melimpah.

“Rencana hari Rabu besok kita fokus untuk penyedotan dan pembersihan limbah tersebut,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa rencana penyedotan limbah serta pembinaan terhadap para pelaku usaha masih dalam tahap persiapan internal.

“Iya baru wacana sih itu tapi belum fix,” jelas Irwansyah.

Bau Menyengat Ganggu Liburan Wisatawan

Sebelumnya, aroma bau tak sedap menyengat hidung dari arah saluran pembuangan limbah di depan salah satu hotel di kawasan Pantai Barat Pangandaran.

Ironisnya, limbah cair berwarna hijau kehitaman tersebut mengalir bebas langsung menuju laut, sehingga merusak kenyamanan para pelancong yang sedang berlibur.

Kondisi buruk itu memicu bau busuk yang tercium jelas di sekitar area pasir pantai. Padahal, Pantai Barat Pangandaran selama ini menyandang status sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat yang ramah pengunjung.

Kritik Tajam Terkait Lemahnya Penegakan Hukum

Masalah lingkungan ini memantik sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari Direktur Eksekutif Sarasa Institute, Tedi Yusnanda N, yang menyatakan keprihatinan mendalam atas pembiaran kondisi tersebut.

Tedi menyayangkan pencemaran limbah cair ini karena sudah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa ada tindakan tegas dari instansi terkait.

Bagi Sarasa Institute, persoalan kronis ini bukan lagi sekadar perkara teknis semata. Masalah ini sudah menyentuh ranah penegakan hukum lingkungan, tata kelola pemerintahan, perlindungan hak masyarakat, hingga mempertaruhkan kredibilitas pemerintah daerah di mata publik.

(Sajidin)

Libur Sekolah Dongkrak Pajak Watersport Pangandaran hingga Rp77 Juta dalam 12 Hari

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: ‎Kepala Bidang Pajak Daerah Lainnya Bapenda Kabupaten Pangandaran, Jumsa

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Sektor wahana air atau watersport di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mencatatkan peningkatan pendapatan pajak yang signifikan selama momentum libur sekolah tahun ini.

Basis data sementara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) setempat menunjukkan, setoran pajak dari aktivitas wisata pemacu adrenalin tersebut menyentuh angka Rp77.186.634 hanya dalam kurun waktu 1 hingga 12 Juli 2026.

Baca Juga: Hanya Tiga Hari, Operasi Pajak Kendaraan di Pangandaran Raup Rp199 Juta dan Jaring 2.023 Kendaraan

Kepala Bidang Pajak Daerah Lainnya Bapenda Kabupaten Pangandaran, Jumsa, menjelaskan bahwa lonjakan kunjungan pelancong ke Pantai Pangandaran selama masa liburan menjadi motor utama di balik tingginya capaian tersebut.

“Untuk periode 1 sampai dengan 12 Juli 2026, pendapatan pajak dari watersport atau wahana air mencapai Rp77.186.634. Ini menunjukkan animo masyarakat untuk mencoba wahana air sangat tinggi,” ungkap Jumsa, Senin (13/7/2026).

Jumsa menambahkan, mayoritas wisatawan lokal maupun luar daerah menjatuhkan pilihan pada jenis rekreasi ekstrem seperti banana boat dan jet ski.

Pihaknya menilai tren positif pada pundi-pundi pajak watersport ini berjalan beriringan dengan melesatnya grafik kunjungan pelancong. Terlebih, sejumlah penyelenggara juga menggelar berbagai agenda (event) wisata menarik di sepanjang kawasan pantai sepanjang musim liburan ini.

Demi menjaga momentum baik tersebut, Bapenda berkomitmen mengawal kelancaran bisnis rekreasi ini agar tetap mematuhi regulasi yang berlaku.

“Kami terus melakukan penertiban dan pengawasan terhadap operator watersport. Tujuannya agar pelayanan aman, tertib, dan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari sektor ini bisa terus meningkat,” pungkas Jumsa tegas.

(Sajidin)

Kekeringan Meluas, BPBD Kabupaten Bekasi Distribusikan 575 Ribu Liter Air Bersih

0
BEKASI, FOKUSJabar.id
Penyaluran air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Kabupaten Bekasi terus diperluas. Hingga Minggu (12/7/2026) pukul 23.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan Delta Mas telah melayani 20 titik distribusi air bersih di enam desa pada tiga kecamatan dengan total bantuan mencapai 575.000 liter.

BEKASI,FOKUSJabar.id: Berbagai pihak terus menggenjot upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan di Kabupaten Bekasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi bersama sejumlah elemen memperluas jangkauan distribusi bantuan ke wilayah-wilayah yang mengalami krisis pasokan air.

Hingga Minggu (12/7/2026) pukul 23.00 WIB, aksi penyaluran air bersih sukses menjangkau 20 titik distribusi yang tersebar di enam desa pada tiga kecamatan. Total bantuan yang mengalir ke warga kini menembus angka 575.000 liter air bersih.

Baca Juga: Ruas Jalan Burujul-Gendereh dan Burujul-Sanca di Sumedang Akan Diperbaiki Bertahap

Langkah taktis tersebut bergulir seiring melonjaknya kebutuhan masyarakat memasuki puncak musim kemarau. Pihak BMKG sendiri memprediksi cuaca panas ini masih akan berlangsung hingga September 2026 mendatang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menegaskan bahwa personelnya terus memonitor perkembangan kondisi di lapangan guna menjamin kebutuhan dasar warga terdampak segera terpenuhi.

“Kami terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Distribusi air bersih dilakukan berdasarkan hasil asesmen serta permohonan dari pemerintah desa agar masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih dapat segera terlayani,” ujarnya, Senin (13/7/2026).

Basis data BPBD Kabupaten Bekasi mencatat bencana kekeringan ini melanda sedikitnya 2.416 kepala keluarga (KK). Wilayah yang menderita dampak kemarau terparah mencakup enam desa di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Cibarusah, Serang Baru, dan Bojongmangu.

20 Titik Prioritas Penanganan Utama

Secara rinci, sebaran lokasi distribusi air bersih meliputi Desa Ridogalih di Kecamatan Cibarusah, Desa Nagasari di Kecamatan Serang Baru, serta Desa Sukamukti, Sukabungah, Medalkrisna, dan Karang Indah di Kecamatan Bojongmangu. Seluruh desa ini masuk dalam 20 titik prioritas penanganan utama petugas di lapangan.

Dalam operasionalnya, aksi kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi erat antarsektor. Dari akumulasi 575.000 liter air bersih yang mengalir, armada BPBD Kabupaten Bekasi menggelontorkan sebanyak 380.000 liter. Kemudian petugas PMI menyalurkan 170.000 liter, sedangkan pihak Delta Mas menyuntikkan dukungan sebanyak 25.000 liter.

Menurut Dodi, sinergi dinamis antara pemerintah daerah, Perumda Tirta Bhagasasi selaku penyedia air, lembaga kemanusiaan, dan sektor swasta memegang peran krusial dalam mempercepat penanganan kekeringan. Terutama bagi wilayah yang rutin mengeluhkan keterbatasan pasokan air bersih setiap tahunnya.

Selain mengirimkan armada tangki air, BPBD Kabupaten Bekasi juga terus mematangkan koordinasi dengan aparat desa dan kecamatan. Langkah ini penting untuk mengawal agar distribusi logistik bantuan berjalan tepat sasaran.

Pihak BPBD Kabupaten Bekasi mengetuk kesadaran masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan hemat selama musim kemarau berlangsung. Warga juga wajib segera melapor ke kantor desa setempat atau posko BPBD apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih di lingkungannya.

“Kami memastikan personel, armada, dan stok air bersih tetap siaga. Jika ada wilayah baru yang terdampak, distribusi akan segera dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” pungkas Dodi tegas.

(Jingga Sonjaya)

Hari Pertama Sekolah Berujung Tangis, 8 Siswa SMPN 1 Pagerageung Tasikmalaya Dipulangkan

0
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id
Caption foto: Orang Tua bersama 8 siswa SMP Negeri 1 Pagerageung Tasikmlaya mendatangi Kantor KPAID Kabupaten Tasikmalaya mengadukan masalah soal pemulangan paksa kepada orang tuanya oleh pihak sekolah.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Hari pertama masuk sekolah pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027 memicu nestapa bagi delapan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya.

Pihak sekolah memulangkan paksa kedelapan murid tersebut pada momen yang seharusnya penuh dengan harapan baru. Langkah sepihak ini otomatis merampas hak belajar mereka di ruang kelas, hingga memantik gelombang protes keras dari para orang tua murid.

Baca Juga: Ironi Kota Kelahiran Koperasi Indonesia, 411 Koperasi di Tasikmalaya Kini Mati Suri

Demi memperjuangkan keadilan bagi buah hati mereka, para orang tua langsung bergerak cepat. Mereka mendatangi Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Senin (13/7/2026) sore guna mengadukan kebijakan ekstrem tersebut.

Tangis Orang Tua dan Trauma Mental Anak

Keputusan radikal manajemen sekolah ini bak petir di siang bolong bagi Isah, salah satu orang tua siswa yang mendapat sanksi pengusiran. Sembari menahan tangis, ia menceritakan kehancuran hati anaknya yang kini memilih mengurung diri di dalam rumah.

“Saya sengaja datang ke KPAID, memohon pertolongan agar anak saya bisa kembali sekolah di sana. Jujur, saya sangat bingung. Kami belum memikirkan alternatif sekolah lain, dan yang paling menghancurkan hati saya, anak saya trauma dan tidak mau pindah sekolah. Maunya tetap di SMP Negeri 1 Pagerageung,” ungkap Isah.

Faktor jarak yang dekat dengan kediaman menjadi alasan utama mengapa anak Isah bersikeras bertahan. Namun sekarang, saat remaja sebayanya ceria mengukir cerita baru di sekolah, anaknya justru harus mendekam di rumah dengan masa depan yang terombang-ambing.

Alasan Pihak Sekolah Terkait Pelanggaran Disiplin

Di sisi lain, manajemen sekolah mengantongi pembelaan tersendiri terkait kebijakan tersebut. Mereka mengambil langkah “mengembalikan siswa ke orang tua” berdasarkan akumulasi pelanggaran disiplin yang dilakukan para siswa sepanjang tahun ajaran sebelumnya.

Pihak sekolah mengklaim bahwa berbagai upaya pembinaan konvensional dan teguran tertulis telah menemui jalan buntu. Mereka menuduh kedelapan siswa ini melakukan rentetan pelanggaran yang tergolong berat.

Pihak sekolah membeberkan sejumlah pelanggaran tersebut, antara lain tindakan merokok di lingkungan sekolah, sering membolos pada jam efektif pelajaran, terlibat aksi perkelahian antarpelajar, hingga melakukan perundungan (bullying) berupa pemalakan terhadap siswa lain.

KPAID Tegaskan Sekolah Bukan Ruang Menghakimi

Tindakan tegas sekolah yang terkesan tergesa-gesa ini langsung memantik reaksi keras dari Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto. Menurutnya, institusi pendidikan dilarang keras melempar tanggung jawab sosial dan moralnya begitu saja saat menghadapi anak didik yang membutuhkan perhatian khusus.

“Sangat kami sayangkan. Sekolah itu sejatinya adalah ruang penyembuhan dan lembaga yang menjadi solusi untuk mendidik serta meluruskan ‘kenakalan’ anak, bukan justru mengeluarkannya secara instan,” tegas Ato.

Ato menambahkan bahwa para orang tua sebenarnya sangat kooperatif. Mereke juga siap bekerja sama melakukan pembinaan intensif demi mengubah perilaku anak-anak mereka. KPAID berjanji akan mengawal kasus ini sekaligus memberikan pendampingan psikologis bagi para siswa yang terdampak.

Dinas Pendidikan Sebut Sanksi Dikeluarkan Adalah Opsi Terakhir

Respons cepat juga datang dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya. Kepala Bidang SMP, Cucu Anwar, menegaskan bahwa hukum mengatur secara ketat prosedur pemindahan atau pemberhentian hak belajar siswa dari sekolah formal.

“Anak-anak ini memiliki motivasi kuat untuk belajar di sekolah tersebut, maka kewajiban mutlak sekolah adalah mendidiknya. Mengeluarkan atau memindahkan siswa ke sekolah lain itu adalah ultimum remedium, opsi paling terakhir. Kecuali, jika perilakunya sudah benar-benar membahayakan keselamatan fisik dirinya sendiri maupun orang lain,” terang Cucu Anwar.

Sebagai langkah konkret, Dinas Pendidikan menjadwalkan pemanggilan resmi terhadap Kepala Sekolah dan manajemen SMPN 1 Pagerageung untuk meminta klarifikasi atas kebijakan sepihak ini.

(Abdul Latif)

Ruas Jalan Burujul-Gendereh dan Burujul-Sanca di Sumedang Akan Diperbaiki Bertahap

0
SUMEDANG, FOKUSJabar.id
Ruas jalan Burujul-Gendereh di Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang.

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang menjamin proyek perbaikan ruas Jalan Burujul-Gendereh di Kecamatan Buahdua segera memasuki tahap konstruksi fisik pada Agustus 2026 mendatang. Langkah ini menjadi bagian dari keseriusan pemerintah daerah dalam mengupgrade kualitas infrastruktur dan aksesibilitas warga.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyampaikan langsung kepastian tersebut saat meninjau langsung kondisi aspal di sepanjang ruas Jalan Burujul-Gendereh, Senin (13/7/2026).

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Kenalkan Program PEKA di Depok, Ini Tujuan dan Manfaatnya

Pihak pemerintah daerah memproyeksikan proyek pembenahan jalur ini mampu menyumbang dampak positif bagi mobilitas harian masyarakat. Selain itu, jalan yang mulus juga akan mempercepat laju perputaran roda ekonomi di kawasan Buahdua dan sekitarnya.

“Pembangunan ruas jalan Burujul-Gendereh akan dimulai pada Agustus 2026. Ini sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas dan kenyamanan akses masyarakat,” kata Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir.

Bupati Dony menjelaskan bahwa para pekerja proyek akan memfokuskan pengerjaan mulai dari Pertigaan Citaleus menuju Hariang, hingga menembus jalur Gendereh-Mekarmukti. Intervensi infrastruktur ini bertujuan mengunci aspek keamanan, kenyamanan, serta kelancaran warga saat berkendara.

Perbaikan Jalan Buahdua-Sanca

Tidak hanya membawa kabar baik untuk jalur Burujul-Gendereh, Bupati Dony juga menjawab langsung aspirasi dan harapan masyarakat yang mendambakan perbaikan pada ruas Jalan Burujul-Sanca.

“InsyaAllah jalan Buahdua-Sanca juga tahun ini akan kembali diperbaiki secara bertahap. Mohon doanya dari masyarakat agar Burujul-Sanca dan Burujul-Gendereh bisa selesai tahun ini sesuai rencana,” tuturnya optimis.

Khusus untuk penanganan Jalan Burujul-Sanca, pemerintah daerah akan menggulirkan proyeknya secara bertahap menggunakan sokongan dana dari program Inpres Jalan Daerah (IJD).

Bupati Dony menaruh harapan besar agar seluruh tahapan pengerjaan fisik di lapangan terbebas dari kendala teknis. Menurutnya, akses konektivitas yang prima otomatis mendongkrak distribusi hasil pertanian lokal ke luar daerah. Ia juga mengajak warga sekitar ikut menjaga situasi kondusif selama alat berat beroperasi.

“Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar pekerjaan berjalan lancar dan tidak ada kendala. Sehingga pembangunan jalan ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi warga,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumedang, Deni Syafarat, membeberkan detail teknis proyek tersebut. Pihaknya mencatat total panjang jalan Burujul-Gendereh yang masuk target perbaikan mencapai ratusan meter.

“Panjang penanganan sekitar 600 meter. Pekerjaan fisiknya dimulai pada Agustus dengan pagu anggaran sebesar Rp622.543.793,” pungkas Deni..

(Jingga Sonjaya)

Igor Tolic Ubah Jam Latihan Persib Bandung, Ini Penjelasannya

0
BADNUNG, FOKUSJabar.id
Foto: Pelatih Persib, Igor Tolic. (Arif)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Skuad Persib Bandung mulai fokus mematangkan persiapan diri guna mengarungi ketatnya persaingan musim kompetisi 2026/2027. Skuad berjuluk Maung Bandung tersebut memilih memusatkan kegiatan latihan di Lapangan Pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung.

Langkah awal ini menyuguhkan pemandangan berbeda jika membandingkannya dengan era kepelatihan Bojan Hodak yang biasa memulai latihan pagi sekitar pukul 08.00 atau 08.30 WIB. Pelatih anyar Persib, Igor Tolic, justru memilih menggelar sesi latihan lebih siang, tepatnya mulai pukul 09.30 WIB dalam dua hari terakhir.

Baca Juga: Ini Alasan Luka Menalo Gabung Persib Bandung

Igor Tolic membeberkan alasan logis terkait pemilihan waktu latihan tersebut. Menurut arsitek strategi asal Kroasia ini, kondisi cuaca Kota Bandung saat ini masih tergolong bersahabat dan tidak terlalu menyengat.

Faktor cuaca tersebut membuat Tolic sengaja memberikan kelonggaran waktu bagi anak asuhnya untuk memulihkan stamina lebih lama. Apalagi, sejumlah pilar utama, terutama legiun asing, baru saja mendarat di Kota Kembang usai menempuh perjalanan jauh pascalibur panjang.

“Jadi, sekarang cuacanya sedang tidak terlalu panas. Kami memberikan sedikit lebih banyak waktu bagi anak-anak untuk tidur, tidak ada alasan lain,” ujar Igor Tolic, Senin (13/7/2026).

Faktor Suhu Udara

Meski demikian, jadwal latihan menjelang siang ini tidak bersifat permanen. Tolic memastikan akan memajukan kembali agenda latihan menjadi lebih pagi seperti sediakala apabila suhu udara di Kota Bandung mulai merangkak naik.

“Ketika cuaca menjadi terlalu panas lagi, kami mungkin akan menurunkannya (memajukan jamnya),” ucap pria yang musim lalu mengemban tugas sebagai asisten pelatih Bojan Hodak tersebut.

“Jadi ini pagi hari, kami suka melakukannya di pagi hari. Tetapi mungkin untuk di awal ini kami memberikan kesempatan untuk menyesuaikan waktu tidur. Mungkin satu jam lebih lama untuk tidur dan kemudian nanti ketika cuaca panas lagi, kami mungkin akan memajukannya, kami membuat (latihannya) lebih awal,” tegas Tolic.

Langkah adaptasi ini menjadi hal krusial mengingat Persib Bandung akan menghadapi kalender pertandingan yang sangat padat sepanjang musim ini.

Selain harus bertarung habis-habisan di kompetisi domestik, Marc Klok dan kawan-kawan juga memikul tanggung jawab besar. Yakni untuk kembali membawa nama harum Indonesia di panggung Asia.

(Arif)

BPJS Ketenagakerjaan Kenalkan Program PEKA di Depok, Ini Tujuan dan Manfaatnya

0
Depok, FOKUSJabar.id
Launching program PEKA BPJS Ketenagakerjaan di Kota Depok dirangkai dengan pemberian simbolis pemberian santunan kepada para penerima manfaat oleh Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Trisna Sonjaya (ketiga kiri).

DEPOK,FOKUSJabar.id: BPJS Ketenagakerjaan terus mengembangkan berbagai inovasi guna mendongkrak kesejahteraan para anggotanya. Langkah nyata terbaru mewujud lewat peluncuran Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) di Kota Depok.

Pihak manajemen resmi memperkenalkan program tersebut, Senin (13/7/2026). Kehadiran Program PEKA menandai langkah strategis BPJS Ketenagakerjaan dalam memperluas jangkauan manfaat perlindungan sosial, sehingga tidak lagi sekadar berfokus pada pemberian santunan dana tunai.

Baca Juga: Final Piala Dunia 2026, Pemkot Depok Siapkan Nobar Gratis untuk Masyarakat

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Trisna Sonjaya, menjelaskan bahwa Program PEKA merupakan inovasi segar besutan BPJS Ketenagakerjaan Pusat yang mengedepankan aspek keberlanjutan manfaat bagi seluruh peserta.

“Program PEKA ini adalah inovasi baru dari BPJS Ketenagakerjaan Pusat. Alhamdulillah hari ini bersama Kantor Wilayah Jawa Barat kami telah meluncurkan program ini di dua lokasi, yaitu di Sumedang dan Depok,” ujar Trisna di sela-sela kegiatan.

Trisna menegaskan, tujuan utama dari program ini yaitu memastikan manfaat yang mengalir ke tangan peserta tidak langsung mandek setelah mereka menerima santunan. Lewat skema baru ini, para peserta mendapatkan kesempatan emas untuk mengikuti pelatihan kerja demi mengasah keterampilan mereka.

“Kita ingin manfaat yang diberikan tidak terhenti sampai santunan saja, tetapi ada keberlanjutan melalui pelatihan. Nantinya benefit yang dimanfaatkan peserta akan benar-benar terasa dampaknya,” kata Trisna.

Program PEKA menjadi bukti nyata kepedulian BPJS Ketenagakerjaan

Ia menilai Program PEKA menjadi bukti nyata kepedulian BPJS Ketenagakerjaan. Langkah ini sekaligus menegaskan kehadiran negara dalam memberikan proteksi sekaligus pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat luas.

“Ini adalah salah satu bentuk kepedulian kami, bahwa negara hadir melalui program ini untuk memberikan kemanfaatan yang berkelanjutan bagi peserta,” tambahnya.

Sebelum menyambangi Kota Depok, sejumlah daerah di Indonesia sudah menerapkan Program PEKA lebih awal, seperti Mataram, Surabaya, serta beberapa provinsi lainnya. Manajemen berkomitmen untuk terus menggelar peluncuran program ini secara bertahap ke berbagai kabupaten dan kota lain.

Dari segi kepesertaan, Program PEKA merangkul para penerima manfaat dari beragam segmen. Pihak penyelenggara mendata peserta mulai dari sektor Penerima Upah (PU). Hingga mendata sektor Bukan Penerima Upah (BPU) atau pekerja informal yang menjadi fokus utama dalam program ini.

Format pelaksanaan pelatihan dalam Program PEKA bersifat fleksibel. Manajemen menyesuaikan durasi kursus dengan jenis program opsi peserta dan kualifikasi instruktur, serta kapasitas lembaga kursus dan pelatihan (LKP/LPK) yang menjadi mitra, dengan rentang waktu antara dua minggu hingga tiga bulan.

Demi memastikan kualitas dan kesuksesan program berjalan optimal, BPJS Ketenagakerjaan menggandeng berbagai pemangku kepentingan (stakeholders). Mereka menjalin kolaborasi erat dengan Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Pendidikan, serta jaringan lembaga kursus swasta.

Khusus di Kota Depok, Program PEKA membidik sekitar 100 orang penerima manfaat. Melalui stimulus ini, para peserta harapannya mampu menguasai keahlian baru dan embuka peluang usaha mandiri. Serta mewujudkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan di masa depan.

(Jingga Sonjaya)