spot_imgspot_img
Senin 13 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 3

Bupati Majalengka Beri Peringatan Keras Pengelola MBG: Jangan Potong Jatah Makanan Anak!

0
Majalengka, FOKUSJabar.id
Bupati Majalengka Beri Peringatan Keras Pengelola MBG: Jangan Potong Jatah Makanan Anak!

MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Bupati Majalengka, Eman Suherman, menekankan pentingnya tanggung jawab moral bagi seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menyukseskan program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Pasca-evaluasi libur tiga minggu, Bupati mengusulkan penyeragaman menu demi memperketat pengawasan dan menjaga kualitas hidangan.

Berdasarkan hasil pantauan langsung serta dialog bersama para siswa, program MBG mendapat respons yang sangat positif. Anak-anak mengaku gembira dan berharap program pemenuhan gizi ini terus berjalan. Kendati demikian, Bupati memberikan catatan kritis yang wajib dipatuhi oleh para mitra penyedia makanan.

Baca Juga: Hari Koperasi ke-79, Wali Kota Cirebon Tegaskan Koperasi Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kerakyatan

Untuk mempermudah sistem monitoring sekaligus memacu kompetisi kualitas antarpengelola, Eman Suherman meminta menu makanan MBG di wilayah Majalengka diseragamkan dalam periode tertentu.

“Saya sudah memberi masukan agar menu makanan MBG di Majalengka ini coba seragam. Misal, minggu ini menunya apa, minggu depan apa. Langkah ini akan mempermudah kita memonitor lapangan, dan memaksa para pengelola saling berkompetisi menjaga kualitas,” ujar Eman saat meresmikan Banpres Sekolah di SMPN 1 Leuwimunding, Senin (13/7/2026).

Menurut Bupati, variasi menu yang terlalu bebas berpotensi menjadi celah bagi oknum pengelola untuk menyembunyikan kualitas makanan yang rendah. Dengan kebijakan menu seragam, tim pengawas bersama masyarakat tinggal membandingkan kualitas masakan dari satu sekolah dengan sekolah lainnya.

Sentil Pengelola yang Kejar Untung

Eman Suherman juga melayangkan peringatan keras kepada pengelola SPPG agar tidak melulu berorientasi pada keuntungan semata (profit oriented). Ia mengingatkan bahwa seluruh biaya operasional, mulai dari sewa lokasi hingga akomodasi kendaraan, sudah ditanggung dan diatur oleh regulasi pemerintah.

“Jangan hanya mengejar keuntungan. Pengalokasian hak keuntungan itu sudah berdasarkan aturan, baik untuk sewa mobil maupun tempat. Artinya, jangan lagi mencari untung dengan mengurangi kualitas olahan makanannya. Pengelola harus punya rasa memiliki dan rasa bangga menjadi mitra pemerintah,” tegasnya.

Bupati mengimbau para mitra untuk menjalankan tugas ini dengan ketulusan demi masa depan generasi muda. Ia mengkhawatirkan adanya oknum tidak bertanggung jawab yang tega memotong anggaran atau porsi makanan demi meraup keuntungan pribadi.

“Anak-anak ini kan belum punya dosa. Kasihan jika memotong jatah mereka oleh mitra yang tidak memiliki hati dan keikhlasan. Harus ada rasa takut untuk berbuat demikian. Jika program ini kita bangun dengan ikhlas, bayangkan kebahagiaan yang lahir dari memberi makan ribuan anak setiap hari,” tambah Eman.

Pemerintah Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk mempercepat proses penyaluran sekaligus memperketat pengawasan berkala di setiap sekolah. Langkah ini bertujuan memastikan asupan yang siswa terima tetap higienis dan memenuhi standar gizi.

Pihak Sekolah Sambut Baik Aturan Menu Seragam

Wacana penyeragaman menu harian ini langsung mendapat respons positif dari pihak sekolah di Majalengka. Kebijakan tersebut mempermudah sekolah selaku penerima manfaat dalam mengontrol kualitas dan porsi makanan.

“Jika menu seragam setiap minggunya, proses pengecekan kualitas gizi, kebersihan, dan cita rasa menjadi jauh lebih terukur. Guru dan komite sekolah bisa dengan mudah mencocokkan apakah kiriman dari pengelola SPPG sudah sesuai dengan standar daerah atau belum,” pungkas salah seorang guru di Leuwimunding.

(Diskominfo Majalengka/ Irfansyahriza)

Hari Koperasi ke-79, Wali Kota Cirebon Tegaskan Koperasi Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kerakyatan

0
Cirebon, FOKUSJabar,id
Hari Koperasi ke-79, Wali Kota Cirebon Tegaskan Koperasi Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kerakyatan. Sumber Pemkot Cirebon

CIREBON,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen penuh memperkuat ekonomi kerakyatan melalui momentum Hari Koperasi ke-79. Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, memimpin langsung upacara peringatan yang berlangsung khidmat di halaman Balai Kota Cirebon, Senin (13/7/2026).

Mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, upacara ini menghadirkan jajaran aparatur sipil negara (ASN), para pelaku usaha koperasi, serta berbagai pemangku kepentingan terkait. Peringatan tahun ini menjadi pijakan penting untuk menyelaraskan arah koperasi agar semakin adaptif menghadapi tantangan zaman.

Baca Juga: Siasati Musim Kemarau, Ini Cara Bijak Hemat Air Bersih di Rumah

Dalam arahannya, Effendi Edo menegaskan bahwa keberadaan koperasi memiliki nilai strategis bagi masyarakat Kota Cirebon. Lembaga ini bukan lagi sekadar warisan masa lalu yang bersifat seremonial, melainkan motor penggerak yang menjaga stabilitas ekonomi akar rumput.

“Koperasi bagi Kota Cirebon merupakan napas solidaritas yang terus menjaga denyut nadi perekonomian masyarakat. Modal besar kita adalah nilai gotong royong dan kebersamaan yang sudah mengakar, sehingga kita mampu membangun ekonomi daerah yang lebih tangguh dan mandiri,” ujar Effendi.

Saat membacakan amanat resmi Menteri Koperasi Republik Indonesia, Wali Kota menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pengurus, pengawas, pengelola, hingga anggota yang konsisten menjaga eksistensi koperasi. Peringatan ini sekaligus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali gagasan Bapak Koperasi Indonesia, Bung Hatta, yang mengedepankan asas kekeluargaan demi kesejahteraan bersama.

Langkah Strategis Program KDKMP

Pemerintah pusat saat ini tengah menggenjot langkah strategis melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program ini menargetkan pertumbuhan lebih dari 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia guna memotong rantai distribusi, mempermudah akses pembiayaan, serta memperluas jangkauan pasar produk lokal.

Selain menyasar sektor produksi konvensional seperti energi dan perikanan, transformasi koperasi kini mulai merambah ranah ekonomi kreatif. Pemerintah mendorong generasi muda untuk memimpin koperasi yang bergerak di sektor digital. Mulai dari industri perfilman, gim, startup, hingga komunitas petani milenial.

Lewat langkah ini, koperasi bersiap menanggalkan citra lama yang kaku dan lambat. Penggunaan teknologi mutakhir seperti analisis data, sistem pembayaran elektronik, hingga kecerdasan buatan (AI) kini menjadi pilar utama untuk mendongkrak daya saing koperasi di pasar modern.

Mengakhiri agenda tersebut, Wali Kota Cirebon mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mempererat kolaborasi dan membenahi tata kelola kelembagaan. Melalui koperasi yang sehat, modern, dan profesional, Kota Cirebon optimistis mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Terlebih berdampak nyata bagi warga.

(Pemkot Cirebon/Irfansyahriza)

Siasati Musim Kemarau, Ini Cara Bijak Hemat Air Bersih di Rumah

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Siasati Musim Kemarau, Ini Cara Bijak Hemat Air Bersih di Rumah (Istimewa)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Memasuki puncak musim kemarau, ketersediaan air bersih kerap menjadi tantangan utama bagi masyarakat. Untuk mengantisipasi kelangkaan, warga diimbau untuk mulai mengubah pola konsumsi air sehari-hari melalui langkah-langkah efisiensi yang sederhana namun berdampak besar.

Penghematan air bukan lagi sekadar anjuran, melainkan kebutuhan mendesak agar cadangan air tanah tetap terjaga hingga musim penghujan tiba.

Baca Juga: Musim Kemarau di Ciamis, Dinkes Ingatkan Warga Waspadai 5 Penyakit Akibat Kekeringan

Berikut adalah beberapa tips efektif yang dapat diterapkan di lingkungan rumah tangga untuk menghemat penggunaan air bersih:

1. Tampung dan Manfaatkan Air Bekas (Greywater)

Jangan langsung membuang air bekas cucian beras, sayuran, atau buah-buahan. Air tersebut sangat bermanfaat untuk menyiram tanaman di sore hari. Selain itu, air bilasan terakhir dari cucian pakaian juga bisa dialokasikan untuk membersihkan lantai atau menyiram toilet.

2. Gunakan Bak Penampung saat Mencuci

Hindari mencuci piring, pakaian, atau kendaraan dengan air yang mengalir terus-menerus dari kran. Gunakan ember atau bak penampung agar penggunaan volume air lebih terukur dan tidak terbuang sia-sia.

3. Batasi Waktu Mandi dan Gunakan Shower

Menggunakan pancuran (shower) jauh lebih hemat daripada mandi dengan gayung atau berendam di bak mandi. Mengurangi waktu mandi beberapa menit saja secara signifikan dapat memangkas penggunaan air harian secara drastis.

4. Segera Perbaiki Kebocoran Pipa

Seringkali masyarakat mengabaikan kran atau pipa yang bocor halus atau menetes. Padahal, pipa yang bocor selama 24 jam bisa membuang puluhan liter air bersih secara cuma-cuma. Segera periksa instalasi air di rumah secara berkala.

5. Matikan Kran saat Menyikat Gigi atau Sabunan

Kebiasaan membiarkan kran tetap mengalir saat menyikat gigi, mencuci tangan, atau saat menggosok badan dengan sabun merupakan pemborosan yang sering tidak tersadari. Pastikan kran dalam kondisi tertutup rapat saat tidak benar-benar menggunakan air.

Melalui langkah kecil mulai dari lingkup keluarga, dampak kekeringan akibat kemarau panjang dapat warga minimalisir secara kolektif. Kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian air menjadi kunci utama menghadapi tantangan iklim saat ini.

(Irfansyahriza)

Wakil Dekan FISIP Unpas Sebut Ciamis Punya Banyak Prestasi yang Layak Dipelajari

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Wakil Dekan FISIP Unpas Sebut Ciamis Punya Banyak Prestasi yang Layak Dipelajari

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Kepercayaan dunia akademik terhadap Kabupaten Ciamis kembali mendapat pengakuan nyata. Universitas Pasundan (Unpas) Bandung resmi menetapkan Kabupaten Ciamis sebagai lokus pelaksanaan Riset dan Praktik Program Studi Administrasi Publik. Agenda ilmiah ini mengusung tema “Optimalisasi Tata Kelola Digital Pemerintah Daerah dalam Mendukung Sasaran Prioritas Pembangunan Daerah Kabupaten Ciamis.”

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, memimpin langsung prosesi penerimaan 90 mahasiswa bersama 21 dosen pendamping tersebut. Jajaran kepala perangkat daerah ikut mengawal penyambutan hangat ini di Aula Setda Kabupaten Ciamis, Senin (13/7/2026).

Baca Juga: Pemkab Ciamis Gandeng Unpas, Siapkan Rekomendasi Strategis untuk Pembangunan Daerah

Dalam sambutannya, Sekda Andang Firman melayangkan apresiasi tinggi atas keputusan Unpas memilih Kabupaten Ciamis sebagai daerah tujuan riset. Menurutnya, kehadiran civitas akademika Unpas menyuguhkan momentum krusial untuk saling berbagi pengetahuan, sekaligus memperkokoh kolaborasi antara jajaran birokrasi dan perguruan tinggi demi menelurkan inovasi tata kelola pemerintahan.

Andang memaparkan, meski menghadapi tantangan keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten Ciamis terbukti mampu mempertahankan bahkan mendongkrak berbagai capaian pembangunan di bawah kemudi Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya. Berbagai torehan prestasi tersebut, lanjut Andang, lahir dari kuatnya akar budaya gotong royong di tengah masyarakat Tatar Galuh.

“Alhamdulillah, meski dengan keterbatasan anggaran, Kabupaten Ciamis terus mampu meraih berbagai prestasi. Hal tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat yang memiliki semangat gotong royong sangat kuat,” ungkap Andang bangga.

Sekda juga menjabarkan bahwa sektor pertanian memegang peran sebagai salah satu pilar kekuatan utama Kabupaten Ciamis. Kinerja ketahanan pangan daerah tergolong sangat prima, bahkan Ciamis rutin bertindak sebagai pemasok utama komoditas ayam potong dan telur untuk memenuhi kebutuhan pasar Jawa Barat hingga tingkat nasional.

“Kami menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa Universitas Pasundan. Mudah-mudahan seluruh rangkaian riset dan praktik di Kabupaten Ciamis dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi dunia akademik maupun pembangunan daerah,” tuturnya ramah.

Alasan Unpas Jatuhkan Pilihan ke Ciamis

Pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan I FISIP Universitas Pasundan, Dr. Rasman Sonjaya, M.Si., menghaturkan terima kasih mendalam kepada Pemkab Ciamis atas sambutan yang luar biasa.

Rasman menjelaskan, pihak kampus menerjunkan 90 mahasiswa dan 21 dosen ini sebagai bagian dari implementasi pembelajaran lapangan. Metode ini bertujuan mempertebal pemahaman mahasiswa mengenai praktik nyata penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Menurutnya, tim penentu kebijakan Unpas memilih Kabupaten Ciamis bukan tanpa alasan kuat. Ciamis menjelma sebagai daerah yang sukses memamerkan berbagai rapor hijau pembangunan dan prestasi, khususnya pada sektor lingkungan hidup dari level provinsi hingga nasional.

“Pemilihan Kabupaten Ciamis merupakan keputusan yang sangat tepat. Banyak prestasi yang telah diraih, terutama dalam bidang pengelolaan lingkungan. Hal ini menjadi sumber pembelajaran yang sangat berharga bagi mahasiswa kami,” puji Rasman.

Rasman juga membocorkan bahwa banyak alumni Unpas yang kini sukses berkiprah di berbagai sektor strategis. Ia menaruh harapan besar agar para mahasiswa peserta riset memanen pengalaman empiris sebagai modal utama untuk bertransformasi menjadi pemimpin dan aparatur yang visioner di masa depan.

“Kami berharap seluruh sektor di Kabupaten Ciamis terus berkembang dan semakin maju sehingga dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain,” tambahnya penuh harap.

Sesi Interaktif Pembekalan Tata Kelola Digital

Sebagai simbol resmi dimulainya kegiatan, Sekda Kabupaten Ciamis menyematkan rompi secara langsung kepada perwakilan mahasiswa Universitas Pasundan.

Panitia mengemas kelanjutan acara dengan pemaparan materi pembekalan dari Sekretaris Daerah, jajaran dosen Unpas, serta sejumlah kepala dinas terkait. Diskusi ini mengupas tuntas berbagai inovasi dan implementasi penyelenggaraan pemerintahan, terutama seputar penguatan tata kelola berbasis digital. Sesi tanya jawab pun berlangsung interaktif serta menjaring antusiasme tinggi dari para peserta.

Melalui agenda riset ini, Pemkab Ciamis berharap jalinan kemitraan dengan perguruan tinggi semakin erat. Sinergi ini ditargetkan mampu memicu lahirnya berbagai terobosan kebijakan, memperkuat sistem birokrasi berbasis digital, serta mempercepat terwujudnya pembangunan daerah yang maju, adaptif, dan berkelanjutan.

(Irfansyah Riza)

Pemkab Ciamis Gandeng Unpas, Siapkan Rekomendasi Strategis untuk Pembangunan Daerah

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot istimewa : Bupati Ciamis Herdiata Sunarya dan Sekda Kabupaten Ciamis Andang Firman poto bersama dengan Unpas

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Perkembangan teknologi digital, transformasi birokrasi, dinamika sosial, hingga tantangan ekonomi dan politik memaksa pemerintah daerah untuk mampu beradaptasi secara cepat. Berbagai perubahan tersebut menuntut kehadiran tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, transparan, serta akuntabel dalam menyuguhkan pelayanan publik yang prima.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Andang Firman, menegaskan poin penting tersebut saat membuka kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek) Program Studi Akuntansi Publik Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, Senin (13/7/2026).

Baca Juga: Harga Cabai Merah Lokal di Ciamis Tembus Rp80 Ribu per Kg, Sawi Hijau Ikut Melonjak

Andang memaparkan bahwa perubahan merupakan sebuah keniscayaan. Masyarakat modern saat ini tidak sekadar menaruh harapan pada pemerintah, melainkan menuntut aparatur negara untuk mampu bekerja cepat, tepat, transparan, serta berorientasi pada hasil nyata yang langsung menyentuh hajat hidup warga.

“Tata kelola pemerintahan yang baik merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ucap Andang tegas.

Bangun Fondasi Kepercayaan Publik Berbasis Data

Menurut Andang, konsep good governance tidak boleh mandek sebatas tertib administrasi di atas kertas. Unsur tersebut wajib mencakup kapasitas pemerintah dalam membangun kepercayaan publik melalui pelayanan berkualitas, pengambilan keputusan berbasis data, pengelolaan anggaran yang bertanggung jawab, serta keterbukaan informasi.

“Pemerintah Kabupaten Ciamis terus mengarahkan berbagai sasaran prioritas pembangunan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi daerah berbasis potensi lokal, reformasi birokrasi, transformasi digital pelayanan publik, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan serta penguatan ketahanan sosial dan lingkungan,” urai Sekda Ciamis tersebut.

Andang menjabarkan bahwa pemerintah daerah tidak akan mampu mewujudkan keberhasilan pembangunan sendirian. Ia menilai mutlak memerlukan sinergi yang kokoh antara jajaran birokrasi, perguruan tinggi, dunia usaha, media, komunitas, hingga lapisan masyarakat. Kolaborasi multisektor ini bertujuan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran serta inovatif.

“Saya yakin melalui sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi akan lahir berbagai inovasi yang mampu memperkuat tata kelola pemerintahan. Kemudian meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mempercepat terwujudnya pembangunan daerah yang maju, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” jelasnya lagi.

Hasilkan Rekomendasi Strategis untuk Ciamis

Andang mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan momentum forum ilmiah ini sebagai wadah memperkuat jalinan kolaborasi. Terlebih memperkaya khazanah wawasan, sekaligus membangun komitmen bersama demi mendongkrak kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ciamis.

“Forum ilmiah ini tidak hanya menjadi ajang bertukar gagasan saja. Tetapi juga mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat diimplementasikan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah,” pungkas Andang penuh harap.

(Husen Maharaja)

Limbah Berbau Menyengat di Pantai Barat Pangandaran, DLH Siapkan Tiga Langkah Penanganan

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: kondisi air limbah di Pantai Barat Pangandaran.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pangandaran berencana menindaklanjuti masalah pembuangan limbah ke laut di kawasan Pantai Barat Pangandaran.

Kepala DLH Pangandaran, Irwansyah, membeberkan sedikitnya ada tiga langkah taktis yang akan bergulir untuk penanganan limbah cair tersebut.

Baca Juga: Libur Sekolah Dongkrak Pajak Watersport Pangandaran hingga Rp77 Juta dalam 12 Hari

“Pertama, membersihkan lokasi tersebut dari sampah, melakukan penyedotan air limbah, dan pengawasan serta pembinaan kembali kepada pelaku usaha yang menghasilkan air limbah dan belum mengelola air limbahnya dengan tepat,” ujar Irwansyah melalui pesan WhatsApp, Senin (13/7/2026).

Menurut Irwansyah, saat ini personel DLH masih memfokuskan tenaga pada pembersihan tumpukan sampah di lokasi pantai yang jumlahnya cukup melimpah.

“Rencana hari Rabu besok kita fokus untuk penyedotan dan pembersihan limbah tersebut,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa rencana penyedotan limbah serta pembinaan terhadap para pelaku usaha masih dalam tahap persiapan internal.

“Iya baru wacana sih itu tapi belum fix,” jelas Irwansyah.

Bau Menyengat Ganggu Liburan Wisatawan

Sebelumnya, aroma bau tak sedap menyengat hidung dari arah saluran pembuangan limbah di depan salah satu hotel di kawasan Pantai Barat Pangandaran.

Ironisnya, limbah cair berwarna hijau kehitaman tersebut mengalir bebas langsung menuju laut, sehingga merusak kenyamanan para pelancong yang sedang berlibur.

Kondisi buruk itu memicu bau busuk yang tercium jelas di sekitar area pasir pantai. Padahal, Pantai Barat Pangandaran selama ini menyandang status sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat yang ramah pengunjung.

Kritik Tajam Terkait Lemahnya Penegakan Hukum

Masalah lingkungan ini memantik sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari Direktur Eksekutif Sarasa Institute, Tedi Yusnanda N, yang menyatakan keprihatinan mendalam atas pembiaran kondisi tersebut.

Tedi menyayangkan pencemaran limbah cair ini karena sudah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa ada tindakan tegas dari instansi terkait.

Bagi Sarasa Institute, persoalan kronis ini bukan lagi sekadar perkara teknis semata. Masalah ini sudah menyentuh ranah penegakan hukum lingkungan, tata kelola pemerintahan, perlindungan hak masyarakat, hingga mempertaruhkan kredibilitas pemerintah daerah di mata publik.

(Sajidin)

Libur Sekolah Dongkrak Pajak Watersport Pangandaran hingga Rp77 Juta dalam 12 Hari

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: ‎Kepala Bidang Pajak Daerah Lainnya Bapenda Kabupaten Pangandaran, Jumsa

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Sektor wahana air atau watersport di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mencatatkan peningkatan pendapatan pajak yang signifikan selama momentum libur sekolah tahun ini.

Basis data sementara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) setempat menunjukkan, setoran pajak dari aktivitas wisata pemacu adrenalin tersebut menyentuh angka Rp77.186.634 hanya dalam kurun waktu 1 hingga 12 Juli 2026.

Baca Juga: Hanya Tiga Hari, Operasi Pajak Kendaraan di Pangandaran Raup Rp199 Juta dan Jaring 2.023 Kendaraan

Kepala Bidang Pajak Daerah Lainnya Bapenda Kabupaten Pangandaran, Jumsa, menjelaskan bahwa lonjakan kunjungan pelancong ke Pantai Pangandaran selama masa liburan menjadi motor utama di balik tingginya capaian tersebut.

“Untuk periode 1 sampai dengan 12 Juli 2026, pendapatan pajak dari watersport atau wahana air mencapai Rp77.186.634. Ini menunjukkan animo masyarakat untuk mencoba wahana air sangat tinggi,” ungkap Jumsa, Senin (13/7/2026).

Jumsa menambahkan, mayoritas wisatawan lokal maupun luar daerah menjatuhkan pilihan pada jenis rekreasi ekstrem seperti banana boat dan jet ski.

Pihaknya menilai tren positif pada pundi-pundi pajak watersport ini berjalan beriringan dengan melesatnya grafik kunjungan pelancong. Terlebih, sejumlah penyelenggara juga menggelar berbagai agenda (event) wisata menarik di sepanjang kawasan pantai sepanjang musim liburan ini.

Demi menjaga momentum baik tersebut, Bapenda berkomitmen mengawal kelancaran bisnis rekreasi ini agar tetap mematuhi regulasi yang berlaku.

“Kami terus melakukan penertiban dan pengawasan terhadap operator watersport. Tujuannya agar pelayanan aman, tertib, dan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari sektor ini bisa terus meningkat,” pungkas Jumsa tegas.

(Sajidin)