spot_imgspot_img
Senin 13 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemkab Ciamis Gandeng Unpas, Siapkan Rekomendasi Strategis untuk Pembangunan Daerah

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Perkembangan teknologi digital, transformasi birokrasi, dinamika sosial, hingga tantangan ekonomi dan politik memaksa pemerintah daerah untuk mampu beradaptasi secara cepat. Berbagai perubahan tersebut menuntut kehadiran tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, transparan, serta akuntabel dalam menyuguhkan pelayanan publik yang prima.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Andang Firman, menegaskan poin penting tersebut saat membuka kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek) Program Studi Akuntansi Publik Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, Senin (13/7/2026).

Baca Juga: Harga Cabai Merah Lokal di Ciamis Tembus Rp80 Ribu per Kg, Sawi Hijau Ikut Melonjak

Andang memaparkan bahwa perubahan merupakan sebuah keniscayaan. Masyarakat modern saat ini tidak sekadar menaruh harapan pada pemerintah, melainkan menuntut aparatur negara untuk mampu bekerja cepat, tepat, transparan, serta berorientasi pada hasil nyata yang langsung menyentuh hajat hidup warga.

“Tata kelola pemerintahan yang baik merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ucap Andang tegas.

Bangun Fondasi Kepercayaan Publik Berbasis Data

Menurut Andang, konsep good governance tidak boleh mandek sebatas tertib administrasi di atas kertas. Unsur tersebut wajib mencakup kapasitas pemerintah dalam membangun kepercayaan publik melalui pelayanan berkualitas, pengambilan keputusan berbasis data, pengelolaan anggaran yang bertanggung jawab, serta keterbukaan informasi.

“Pemerintah Kabupaten Ciamis terus mengarahkan berbagai sasaran prioritas pembangunan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi daerah berbasis potensi lokal, reformasi birokrasi, transformasi digital pelayanan publik, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan serta penguatan ketahanan sosial dan lingkungan,” urai Sekda Ciamis tersebut.

Andang menjabarkan bahwa pemerintah daerah tidak akan mampu mewujudkan keberhasilan pembangunan sendirian. Ia menilai mutlak memerlukan sinergi yang kokoh antara jajaran birokrasi, perguruan tinggi, dunia usaha, media, komunitas, hingga lapisan masyarakat. Kolaborasi multisektor ini bertujuan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran serta inovatif.

“Saya yakin melalui sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi akan lahir berbagai inovasi yang mampu memperkuat tata kelola pemerintahan. Kemudian meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mempercepat terwujudnya pembangunan daerah yang maju, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” jelasnya lagi.

Hasilkan Rekomendasi Strategis untuk Ciamis

Andang mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan momentum forum ilmiah ini sebagai wadah memperkuat jalinan kolaborasi. Terlebih memperkaya khazanah wawasan, sekaligus membangun komitmen bersama demi mendongkrak kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ciamis.

“Forum ilmiah ini tidak hanya menjadi ajang bertukar gagasan saja. Tetapi juga mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat diimplementasikan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah,” pungkas Andang penuh harap.

(Husen Maharaja)

spot_img

Berita Terbaru