MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Bupati Majalengka, Eman Suherman, menekankan pentingnya tanggung jawab moral bagi seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menyukseskan program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Pasca-evaluasi libur tiga minggu, Bupati mengusulkan penyeragaman menu demi memperketat pengawasan dan menjaga kualitas hidangan.
Berdasarkan hasil pantauan langsung serta dialog bersama para siswa, program MBG mendapat respons yang sangat positif. Anak-anak mengaku gembira dan berharap program pemenuhan gizi ini terus berjalan. Kendati demikian, Bupati memberikan catatan kritis yang wajib dipatuhi oleh para mitra penyedia makanan.
Baca Juga: Hari Koperasi ke-79, Wali Kota Cirebon Tegaskan Koperasi Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kerakyatan
Untuk mempermudah sistem monitoring sekaligus memacu kompetisi kualitas antarpengelola, Eman Suherman meminta menu makanan MBG di wilayah Majalengka diseragamkan dalam periode tertentu.
“Saya sudah memberi masukan agar menu makanan MBG di Majalengka ini coba seragam. Misal, minggu ini menunya apa, minggu depan apa. Langkah ini akan mempermudah kita memonitor lapangan, dan memaksa para pengelola saling berkompetisi menjaga kualitas,” ujar Eman saat meresmikan Banpres Sekolah di SMPN 1 Leuwimunding, Senin (13/7/2026).
Menurut Bupati, variasi menu yang terlalu bebas berpotensi menjadi celah bagi oknum pengelola untuk menyembunyikan kualitas makanan yang rendah. Dengan kebijakan menu seragam, tim pengawas bersama masyarakat tinggal membandingkan kualitas masakan dari satu sekolah dengan sekolah lainnya.
Sentil Pengelola yang Kejar Untung
Eman Suherman juga melayangkan peringatan keras kepada pengelola SPPG agar tidak melulu berorientasi pada keuntungan semata (profit oriented). Ia mengingatkan bahwa seluruh biaya operasional, mulai dari sewa lokasi hingga akomodasi kendaraan, sudah ditanggung dan diatur oleh regulasi pemerintah.
“Jangan hanya mengejar keuntungan. Pengalokasian hak keuntungan itu sudah berdasarkan aturan, baik untuk sewa mobil maupun tempat. Artinya, jangan lagi mencari untung dengan mengurangi kualitas olahan makanannya. Pengelola harus punya rasa memiliki dan rasa bangga menjadi mitra pemerintah,” tegasnya.
Bupati mengimbau para mitra untuk menjalankan tugas ini dengan ketulusan demi masa depan generasi muda. Ia mengkhawatirkan adanya oknum tidak bertanggung jawab yang tega memotong anggaran atau porsi makanan demi meraup keuntungan pribadi.
“Anak-anak ini kan belum punya dosa. Kasihan jika memotong jatah mereka oleh mitra yang tidak memiliki hati dan keikhlasan. Harus ada rasa takut untuk berbuat demikian. Jika program ini kita bangun dengan ikhlas, bayangkan kebahagiaan yang lahir dari memberi makan ribuan anak setiap hari,” tambah Eman.
Pemerintah Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk mempercepat proses penyaluran sekaligus memperketat pengawasan berkala di setiap sekolah. Langkah ini bertujuan memastikan asupan yang siswa terima tetap higienis dan memenuhi standar gizi.
Pihak Sekolah Sambut Baik Aturan Menu Seragam
Wacana penyeragaman menu harian ini langsung mendapat respons positif dari pihak sekolah di Majalengka. Kebijakan tersebut mempermudah sekolah selaku penerima manfaat dalam mengontrol kualitas dan porsi makanan.
“Jika menu seragam setiap minggunya, proses pengecekan kualitas gizi, kebersihan, dan cita rasa menjadi jauh lebih terukur. Guru dan komite sekolah bisa dengan mudah mencocokkan apakah kiriman dari pengelola SPPG sudah sesuai dengan standar daerah atau belum,” pungkas salah seorang guru di Leuwimunding.
(Diskominfo Majalengka/ Irfansyahriza)



